Melukis, berenang, main musik, sampai coding, ada banyak banget pilihan hobi yang bisa dicoba anak.
Tapi dari sekian banyak itu, Moms & Dads justru jadi bingung gimana caranya tahu mana yang betul-betul disukai anak.
Nah, di artikel ini, Moms & Dads bisa tahu cara menemukan hobi anak sampai rekomendasi hobi sesuai minat si kecil.
Namun sebelumnya, mari kita ulas dulu alasan mengapa anak dan remaja perlu memiliki hobi. Pastikan simak sampai selesai, ya!
- Mengapa Anak dan Remaja Perlu Memiliki Hobi?
- Cara Menemukan Hobi yang Cocok untuk Anak
- Rekomendasi Hobi untuk Anak Berdasarkan Minat
Mengapa Anak dan Remaja Perlu Memiliki Hobi?
Hobi adalah aktivitas yang dijalani anak karena memang ia suka, bukan karena ada nilai atau target yang harus dicapai.
Menurut sejumlah psikolog anak, hobi anak berperan besar ke rasa percaya diri, kemandirian, sampai kemampuan sosial anak sejak dini.
- Membantu anak mengenali dirinya sendiri: lewat hobi, anak jadi tahu apa yang benar-benar ia sukai, bukan sekadar ikut-ikutan teman.
- Jadi ruang healing di luar rutinitas sekolah: saat jenuh belajar, anak bisa me-refresh pikiran dan energinya lewat aktivitas yang ia nikmati.
- Melatih kemandirian dan tanggung jawab: misalnya saat hobi berkebun, anak belajar merawat sesuatu secara konsisten.
- Membangun kepercayaan diri lewat pencapaian kecil: berhasil menyelesaikan satu lukisan atau menguasai satu lagu baru bisa jadi momen membanggakan tersendiri.
- Mengembangkan keterampilan sosial: banyak hobi yang bisa dilakukan bersama-sama, misalnya main futsal satu tim atau ikut band di sekolah, dari situ anak belajar berbagi peran dan kerja sama.
- Membentuk identitas di luar nilai akademik: hobi bisa jadi personal branding anak di lingkungannya, misalnya anak yang jago gambar sering diminta bikin poster acara sekolah.
Nah, kalau sudah paham pentingnya hobi, sekarang kita bahas gimana cara menemukan hobi yang benar-benar cocok untuk anak.
Cara Menemukan Hobi yang Cocok untuk Anak
Cara menemukan hobi yang cocok untuk anak bisa dimulai dari observasi sederhana terhadap kegiatan sehari-hari.
Orang tua bisa mulai dengan memperhatikan pola aktivitas yang paling sering diulang anak, lalu mengujinya lewat eksplorasi.
1. Amati Kegiatan yang Paling Sering Dilakukan Anak
Salah satu cara mengetahui hobi anak yang paling mudah adalah lewat kebiasaan sehari-hari yang berulang.
Kalau anak selalu asyik menyusun balok atau mengulik mainan sampai terbongkar, ia mungkin punya ketertarikan pada hal-hal yang bersifat teknis dan mekanis.
2. Perhatikan Aktivitas yang Bikin Anak Bersemangat
Nggak semua aktivitas yang sering dilakukan anak otomatis jadi hobi.
Perhatikan mana aktivitas yang bikin mata anak berbinar dan susah diajak berhenti, misalnya waktu bermain drama-dramaan sampai lupa waktu.
3. Ajak Anak Eksplor Berbagai Aktivitas Baru
Cara mencari hobi anak bisa juga dengan memberi kesempatan mencoba hal baru.
Ajak anak coba renang, melukis, atau bermain alat musik secara bergantian selama beberapa minggu, lalu lihat mana yang paling ia minati tanpa dipaksa.
4. Tanyakan Aktivitas yang Ingin Dipelajari
Nggak ada salahnya juga langsung tanya ke anak, apalagi kalau usianya sudah cukup besar buat mengungkapkan keinginannya.
Pertanyaan simpel seperti “kalau bisa belajar apa aja, kamu mau coba apa?” bisa memancing jawaban jujur soal minat anak yang sebenarnya.
5. Sesuaikan dengan Tipe Kepribadian Anak
Setiap anak punya kecenderungan berbeda dalam menyerap dan menikmati aktivitas, sehingga hobi yang cocok pun bisa berbeda-beda antara satu anak dengan yang lain.
Kekuatan alami ini biasanya sejalan dengan tipe kepribadian anak itu sendiri.
Anak ekstrovert misalnya, cenderung lebih tertarik pada hobi yang melibatkan banyak orang seperti olahraga tim atau drama, sementara anak introvert biasanya lebih menikmati aktivitas yang bisa dilakukan sendiri seperti menggambar atau membaca.
6. Perhatikan Kemampuan yang Mulai Menonjol
Selain minat, kemampuan yang mulai kelihatan menonjol juga bisa jadi salah satu cara mengetahui hobi yang berpotensi terus berkembang.
Misalnya anak yang gampang hafal lirik lagu atau jago menirukan gerakan tari dari video, bisa jadi punya bakat di bidang musik atau seni tari.
7. Jangan Memilihkan Hobi Berdasarkan Keinginan Orang Tua
Pola memilihkan hobi berdasarkan keinginan orang tua biasanya berasal dari inner child atau keinginan masa kecil yang nggak sempat terwujud, dan tanpa sadar “dititipkan” ke anak.
Bagaimanapun, bantu anak mencari hobi yang murni pilihan anak, bukan keinginan orang tua.
8. Evaluasi Aktivitas yang Paling Ingin Dilakukan Secara Berulang
Setelah anak coba beberapa aktivitas, lihat lagi mana yang paling sering diminta.
Kalau anak terus-terusan minta main basket, itu bisa jadi tanda kuat kalau aktivitas itu memang ia nikmati, bukan sekadar ikut-ikutan.
Hobi penting dibangun sejak kecil karena di usia inilah anak punya keleluasaan untuk bereksplorasi, sama halnya dengan membangun kemampuan berbahasa Inggris.
Di usia anak-anak, otak jauh lebih mudah menyerap kosakata dan bahasa baru secara natural, sehingga jadi waktu yang tepat untuk belajar bahasa Inggris.
Sayangnya, kemampuan ini akan menurun seiring anak bertambah usia.
Karenanya, banyak orang tua yang menyesal karena melewatkan periode ini tanpa mengenalkan bahasa Inggris pada anak, hingga akhirnya anak harus belajar dengan usaha yang jauh lebih berat karena otak nggak lagi sereseptif dulu.

Sparks English hadir untuk anak 3-15 tahun mahir bahasa Inggris sejak dini lewat program yang mengacu pada kurikulum berbasis CEFR.
Dikemas dengan metode fun & interactive melalui permainan edukatif, storytelling, hingga roleplay, anak bisa belajar bahasa baru dengan cara yang menyenangkan.
Kelasnya semi-private yang lebih personal, didampingi langsung oleh native teacher dan Cambridge TKT certified teacher biar pronunciation anak juga terlatih ala native sejak dini.
Hasilnya telah terbukti bantu lebih dari 25.000 students jago bahasa Inggris bersama Sparks English!
Coba dulu program dan fasilitasnya lewat free trial class! Jangan lupa klaim diskonnya mumpung potongan Rp1 jutanya masih berlaku!
Rekomendasi Hobi untuk Anak Berdasarkan Minat
Rekomendasi hobi di bawah ini dikelompokkan berdasarkan minat anak, supaya orang tua lebih mudah menyesuaikan dengan karakter si kecil.
1. Hobi untuk Anak yang Suka Seni dan Kreativitas

Anak yang senang mencoret-coret kertas atau bikin kerajinan dari barang bekas biasanya cocok diarahkan ke hobi seni.
- Melukis dan menggambar
- Origami
- Membuat kerajinan tangan dari barang bekas (DIY craft)
- Kolase dan scrapbook
- Fotografi sederhana
- Mewarnai pola atau mandala
2. Hobi untuk Anak yang Aktif Bergerak
Kalau si kecil susah diam dan senang lari-larian, energinya bisa disalurkan lewat hobi yang lebih terarah.
- Berenang
- Bersepeda
- Sepak bola
- Senam (gymnastics)
- Menari (dance)
- Bela diri seperti taekwondo atau karate
3. Hobi untuk Anak yang Suka Membaca dan Bercerita
Anak yang betah berlama-lama dengan buku cerita atau senang bikin cerita sendiri punya potensi besar di bidang literasi.
- Membaca buku cerita atau komik
- Menulis diary atau jurnal harian
- Storytelling
- Membuat komik sendiri
- Bermain drama atau teater kecil-kecilan
- Menulis puisi sederhana
4. Hobi untuk Anak yang Suka Musik

Anak yang sering bersenandung atau ketuk-ketuk meja mengikuti irama biasanya menikmati aktivitas bermusik.
- Bermain piano atau keyboard
- Bermain gitar
- Bermain drum
- Bermain biola
- Bernyanyi atau vokal
- Bermain ukulele
5. Hobi untuk Anak yang Suka Belajar Hal Baru
Ada juga anak yang justru paling semangat saat dikenalkan hal-hal baru yang menantang otaknya.
- Coding atau belajar dasar pemrograman
- Eksperimen sains sederhana
- Merakit robot sederhana (robotics)
- Bermain catur
- Eksplorasi alam dan lingkungan sekitar
- Belajar bahasa asing, seperti bahasa Inggris
Bahasa Inggris adalah salah satu hobi yang worth it untuk digeluti karena juga merupakan investasi bagi masa depan anak.
Mulai dari lomba internasional, beasiswa, program student exchange, sampai karier di luar negeri, semuanya bisa diraih mulai dari kemampuan bahasa Inggris yang mumpuni.
Mumpung masih anak-anak dan ada kesempatan untuk fasih bahasa Inggris dengan cepat, ayo daftarkan anak ikut kursus bahasa Inggris Sparks English!
Di sini, anak belajar dalam full English environment yang membuatnya terbiasa berpikir dan ngomong dalam bahasa Inggris di setiap sesi.
Bisa bebas pilih jadwal kelas tersedia dan lokasi center terdekat yang bikin belajar bahasa Inggris jadi lebih fleksibel.
Belum lagi ada free extra sessions tiap minggu, free student kit, sampai free teacher-parent consultation, yang bantu Moms & Dads tahu update perkembangan anak dari waktu ke waktu.
Coba deh cek lagi, ada nggak kursus bahasa Inggris lain yang harga dan fasilitasnya se-worth it Sparks English?
Mendingan langsung coba free trial class-nya sekarang, cuma butuh 1 menit aja lewat live booking instan!


