Apa Itu Indirect Question? Ini Rumus dan Contoh Kalimatnya

25 June 2026
indirect question

Suatu hari, kamu sedang di supermarket. Kamu ingin menanyakan posisi sereal kepada penjaga.

Mau tanya “Where is the cereal?”, rasanya agak kurang sopan, meskipun kamu yakin grammar-nya sudah benar.

Nah, di sinilah peran indirect question jadi penting. 

Bentuk pertanyaan ini membuat kamu terdengar lebih sopan dan profesional saat berkomunikasi.

Lalu, seperti apa contoh indirect question? Kita akan bahas mulai dari definisi, perbedaannya dengan direct question, struktur kalimat, hingga contoh penggunaan dalam percakapan.

 

 

Apa Itu Indirect Question?

Secara sederhana, indirect question adalah cara bertanya dengan menambahkan frasa pembuka sebelum pertanyaan utamanya.

Misalnya, daripada langsung bertanya “Where is the cereal?”, kamu bisa mengubahnya menjadi “Could you tell me where the cereal is?” saat berbicara dengan penjaga supermarket.

Penambahan frasa ini sering dipakai untuk menunjukkan kesopanan, terutama saat berbicara dengan orang yang belum akrab atau dalam konteks profesional.

 

Perbedaan Direct Question dan Indirect Question

Perbedaan paling mencolok antara direct dan indirect question terletak pada struktur kalimat dan konteks penggunaannya.

Direct question cenderung to the point, sementara indirect question dibungkus frasa pembuka yang membuatnya terdengar lebih ramah.

Dari segi struktur, direct question menempatkan auxiliary verb, seperti is, are, do, does, atau has, sebelum subjek, contohnya, “Where is the bathroom?”.

Sementara itu, indirect question memakai frasa pembuka sebelum inti pertanyaan, contohnya, “Could you tell me where the bathroom is?”.

Dari konteks penggunaan, direct question cocok untuk percakapan kasual dengan teman atau keluarga yang sudah akrab.

Di sisi lain, indirect question lebih pas dipakai saat situasi formal, bertanya ke orang yang belum dikenal, atau ketika kamu ingin terdengar lebih sopan dan menghargai lawan bicara, seperti kepada guru atau dosen.

 

Frasa yang Sering Digunakan dalam Indirect Question

Ada beberapa frasa pembuka yang sering digunakan saat menyusun indirect question.

Frasa pembuka biasanya diletakkan di awal kalimat, lalu diikuti inti pertanyaan.

Pilih frasa sesuai konteksnya, karena beberapa terdengar lebih formal, sementara yang lain lebih cocok untuk percakapan santai.

  • Do you know… (netral/semi-formal)
    Contoh: “Do you know where the library is?” 
  • Could you tell me… (umum dan sopan)
    Contoh: “Could you tell me how I can register?”
  • Can you explain… (butuh penjelasan detail)
    Contoh: “Can you explain why this answer is wrong?”
  • Could you please explain… (lebih sopan dan formal)
    Contoh: “Could you please explain why this answer is wrong?”
  • I wonder… (halus dan tidak mendesak)
    Contoh: “I wonder why he didn’t come today.”
  • I’d like to know… (formal/profesional)
    Contoh: “I’d like to know when the next class starts.”
  • Do you have any idea… (santai tapi tetap sopan)
    Contoh: “Do you have any idea where my book is?”
  • I’m not sure… (netral dan natural)
    Contoh: “I’m not sure what this sentence means.”
  • Would you mind telling me… (sangat sopan/formal)
    Contoh: “Would you mind telling me where the office is?”

Frasa-frasa ini akan lebih mudah diingat jika sering dipakai dalam percakapan, bukan hanya dihafal.

Karena itu, latihan speaking sangat penting agar kamu terbiasa menggunakan indirect question dan berbagai grammar lainnya dengan lebih natural.

Salah satu cara melatihnya adalah dengan berada di lingkungan belajar yang mendorong kamu aktif menggunakan bahasa Inggris seperti Sparks English.

 

Very New Banner SEO Sparks English 2026 (1)
Di Sparks English, kamu bisa belajar lewat pendekatan real conversation, seperti group discussion dan problem solving.

Pembelajarannya didampingi native teacher dan tutor tersertifikasi Cambridge TKT sehingga struktur kalimat, pronunciation, dan accent bisa dikoreksi dengan lebih tepat.

Biaya per kelasnya sangat ekonomis, mulai Rp70 ribuan sudah bisa dapat kelas semi-private yang dibimbing langsung oleh native dan tutor profesional lho.

Kamu bisa coba free trial class dulu sekaligus klaim promonya selama masih ada!

 

Word Order dalam Indirect Question

Word order dalam indirect question adalah urutan kata setelah frasa pembuka dalam kalimat.

Pada direct question, bagian pertanyaannya masih memakai pola kalimat tanya.

Sementara itu, pada indirect question, inti pertanyaannya berubah menjadi pola kalimat biasa, yaitu subject + verb.

Grammar Monster juga menjelaskan bahwa word order dalam indirect question mengikuti pola statement, bukan pola question.

Perubahan ini berlaku baik untuk pertanyaan dengan kata tanya seperti what, where, when, why, who, how, maupun pertanyaan yang jawabannya yes atau no.

Agar lebih jelas, kita akan bahas mendetail berdasarkan WH-question dan yes/no question.

 

1. Pola untuk WH-Question

WH-Question adalah pertanyaan yang menggunakan kata tanya seperti what, where, when, why, atau how.

Pada indirect question, kata tanya ini tetap digunakan, tetapi susunannya berubah menjadi seperti pola kalimat biasa.

Rumusnya: Frasa pembuka + question word + subject + verb

  • Direct question: “Where does she live?”
  • Indirect question: “Do you know where she lives?”

 

Pada contoh tersebut, bagian “does she live” dalam direct question berubah menjadi “she lives” dalam indirect question.

Jadi, setelah kata where, susunannya bukan lagi pola kalimat tanya, melainkan menjadi subject + verb seperti pernyataan.

Ini juga berarti auxiliary seperti do, does, atau did tidak dipakai lagi di bagian inti pertanyaan.

Contohnya, direct question “What does he want?” berubah menjadi indirect question “Do you know what he wants?” bukan “Do you know what does he want?”

Kata does hilang, lalu verb want berubah menjadi wants karena subjeknya he.

Sementara itu, do di awal kalimat tetap dipakai karena merupakan bagian dari frasa pembuka “Do you know…?”, bukan bagian dari inti pertanyaan “what he wants”.

Contoh lain:

  • Direct question: “When did they arrive?”
  • Indirect question yang benar: “Can you tell me when they arrived?”
  • Indirect question yang salah: “Can you tell me when did they arrive?”

 

Di sini, kata did tidak dipakai lagi pada contoh indirect question karena inti pertanyaannya sudah berubah menjadi pola kalimat biasa.

Verb arrive juga berubah menjadi arrived untuk menunjukkan past tense.

 

2. Pola untuk Yes/No Question

Yes/No Question adalah pertanyaan yang jawabannya bisa yes atau no.

Karena jenis pertanyaan ini tidak memakai kata tanya seperti what atau where, indirect question perlu menggunakan if atau whether sebagai penghubung.

Rumusnya: Frasa pembuka + if/whether + subject + verb

  • Direct question: “Is she available today?”
  • Indirect question: “Do you know if she is available today?”

 

Jadi, kalau pada direct question pertanyaannya bisa dijawab dengan yes atau no, maka pada indirect question gunakan if atau whether, lalu susun bagian setelahnya seperti kalimat biasa.

Contoh lain:

  • Direct question: “Did they finish the project?”
  • Indirect question yang benar: “Could you tell me if they finished the project?”
  • Indirect question yang salah: “Could you tell me did they finish the project?”

 

Pada contoh ini, kata did tidak dipakai lagi setelah frasa pembuka. 

Lalu, bagian “they finished the project” disusun seperti kalimat biasa, bukan pola pertanyaan.

 

Baca Juga: 9 Question Word dalam Bahasa Inggris Contoh dan Rumusnya

 

Contoh Percakapan Indirect Question

Supaya makin kebayang, berikut beberapa contoh dialog penggunaan indirect question dalam situasi sehari-hari.

Perhatikan bagaimana penggunaan indirect question membuat percakapan terasa lebih halus dan natural.

 

1. Contoh Percakapan di Sekolah

A: “Hi, do you know where the English class is?” (Hai, apakah kamu tahu di mana kelas bahasa Inggris?)

B: “Yes, it’s on the second floor, near the library.” (Ya, kelasnya ada di lantai dua, dekat perpustakaan.)

A: “Thank you! Could you also tell me when the class starts?” (Terima kasih! Bisakah kamu juga memberi tahu saya kapan kelasnya dimulai?)

B: “It starts at 10 a.m.” (Kelasnya dimulai pukul 10 pagi.)

Dalam dialog ini, “Do you know where the English class is?” terdengar lebih sopan daripada langsung bertanya “Where is the English class?” kepada orang yang belum dikenal.

 

2. Contoh Percakapan Saat Meminta Informasi

A: “Excuse me, could you tell me how I can get to the bus stop?” (Permisi, bisakah Anda memberi tahu saya bagaimana cara menuju halte bus?)

B: “Sure. Go straight, then turn left after the restaurant.” (Tentu. Jalan lurus, lalu belok kiri setelah rumah makan.)

A: “Thanks. Do you know if the bus comes every 10 minutes?” (Terima kasih. Apakah Anda tahu apakah busnya datang setiap 10 menit?)

B: “Yes, usually every 10 to 15 minutes.” (Ya, biasanya setiap 10 sampai 15 menit.)

Indirect question sering dipakai saat meminta bantuan atau informasi di tempat umum. 

Kalimatnya terdengar lebih halus karena diawali dengan frasa “Could you tell me…” atau “Do you know…”.

 

Baca Juga: Pengertian Verbal Sentence, Ciri, Rumus, dan Contoh Kalimat

 

Indirect question adalah pola penting yang membuat pertanyaan bahasa Inggris terdengar lebih sopan dan profesional.

Kuncinya ada pada frasa pembuka, penggunaan if/whether untuk yes/no question, serta word order subject + verb pada bagian inti pertanyaan.

Kamu juga bisa melatihnya dengan lebih terarah lewat kursus bahasa Inggris dengan pendekatan real conversation seperti Sparks English.

Dengan suasana full English environment, kamu akan terbiasa memakai grammar seperti indirect question dalam konteks yang natural.

Kurikulum berbasis CEFR dan kelas semi-private mendukung metode pengajaran yang sesuai level, sekaligus memberi ruang lebih personal untuk bertanya, mencoba, dan memperbaiki cara bicara secara langsung.

Lebih dari 25.000 students berhasil lebih percaya diri berbahasa Inggris dalam 6 bulan!

Ayo ikut free trial class untuk mengetahui suasana kelasnya, dan dapatkan diskon untuk harga yang lebih hemat!

Author:

Topik:

Share article: