Ketika belajar bahasa Inggris, kita akan menemukan banyak jenis kata, salah satunya adalah verb, atau kata kerja.
Perannya sangat penting di dalam membuat kalimat menjadi utuh, maka dari itu sangat penting untuk mengenali apa itu verb sedini mungkin.
Yuk simak penjabarannya!
Pengertian Verb
Verb adalah kata kerja dalam bahasa Inggris yang digunakan untuk menyatakan tindakan (action), keadaan (state), atau peristiwa dalam sebuah kalimat.
Singkatnya, verb artinya kata kerja yang menjadi inti dari sebuah kalimat.
Tanpa verb, sebuah kalimat tidak lengkap.
Contohnya “She eats an apple”, kata “eats” adalah verb yang menunjukkan aktivitas yang dilakukan subjek.
Verb juga membedakan dirinya dari adverb yang berfungsi sebagai kata keterangan untuk menjelaskan verb tersebut.
Fungsi Verb
Verb atau kata kerja adalah tulang punggung sebuah kalimat.
Tanpa verb, kalimat tidak memiliki makna yang utuh, bahkan subjek sekalipun tidak cukup menyampaikan pesan tanpa kehadiran verb.
Berikut fungsi verb dalam bahasa Inggris yang perlu kamu ketahui:
- Menjelaskan aktivitas atau tindakan subjek: Verb menggambarkan apa yang dilakukan oleh subjek dalam sebuah kalimat.
- Menggambarkan kondisi atau keadaan: Tidak semua verb menunjukkan aksi fisik. Sebagian verb mendeskripsikan kondisi subjek.
- Menunjukkan waktu melalui perubahan tense: Verb berubah bentuk sesuai waktu terjadinya peristiwa.
- Menentukan makna kalimat secara keseluruhan: Verb mengontrol apakah kalimat bersifat aktif atau pasif, positif atau negatif, serta pertanyaan atau pernyataan.
Jenis-Jenis Verb dalam Bahasa Inggris
Verb dalam bahasa Inggris tidak hanya satu jenis.
Masing-masing memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda dalam kalimat. Berikut jenis-jenis verb yang perlu kamu ketahui.
1. Action Verb
Verb jenis ini paling sering digunakan dalam percakapan sehari-hari karena menggambarkan apa yang sedang dilakukan.
Kamu bisa menemukannya pada aktivitas seperti makan, belajar, menulis, atau berlari.
Contoh:
- I study English every night.
- She runs in the park every morning.
2. Stative Verb
Stative verb adalah kata kerja yang menunjukkan keadaan, perasaan, pikiran, atau kepemilikan, bukan tindakan fisik.
Karena sifatnya menggambarkan kondisi, stative verb biasanya jarang digunakan dalam bentuk continuous tense.
Saat kamu mengatakan sesuatu seperti “I know” atau “I like”, itu termasuk stative verb.
Contoh:
- I know the answer.
- She likes chocolate.
3. Auxiliary Verb
Auxiliary verb atau helping verb adalah kata kerja bantu yang digunakan untuk mendukung kata kerja utama dalam sebuah kalimat.
Verb ini membantu menunjukkan tense, membuat kalimat negatif, atau membentuk pertanyaan.
Kamu pasti sering menggunakan auxiliary verb seperti do, have, dan be tanpa sadar.
Contoh:
- Do you understand this lesson?
- She is studying now.
4. Modal Verb
Modal verb adalah jenis auxiliary verb yang digunakan untuk menunjukkan kemampuan, izin, kemungkinan, saran, atau keharusan.
Kata seperti can, should, dan must termasuk modal verb yang sangat umum dipakai dalam bahasa Inggris.
Dengan modal verb, kamu bisa membuat kalimat terdengar lebih natural dan ekspresif.
Contoh:
- You can speak English fluently someday.
Baca Juga: Apa Itu Conjunction dan Bagaimana Aturan Penggunaannya?
5. Transitive Verb
Transitive verb adalah kata kerja yang membutuhkan objek untuk melengkapi maknanya.
Tanpa objek, kalimat dengan transitive verb terasa belum selesai.
Contoh transitive verb dan artinya:
- Buy (membeli)
- Eat (memakan)
- Write (menulis)
- Send (mengirim)
- Bring (membawa)
Kursus bahasa Inggris anak 3-15 tahun dengan didampingi native teacher yang tersertifikasi Cambridge-TKT.
Harga per kelas cuma Rp70 ribu udah bisa buat anak jago bahasa Inggris.
Yuk daftar kelas trial gratisnya, mumpung ada promo diskon Rp1 juta!
6. Intransitive Verb
Intransitive verb adalah kata kerja yang tidak membutuhkan objek.
Kalimat dengan intransitive verb sudah memiliki makna yang utuh tanpa tambahan objek.
Contoh intransitive verb dan artinya:
- Sleep (tidur)
- Arrive (tiba)
- Cry (menangis)
- Laugh (tertawa)
- Run (berlari)
7. Linking Verb
Linking verb adalah kata kerja yang menghubungkan subjek dengan deskripsi atau kondisinya.
Linking verb tidak menunjukkan aksi, melainkan menggambarkan keadaan subjek.
Contoh linking verb dan artinya:
- Be (adalah/sedang)
- Seem (tampak)
- Become (menjadi)
- Feel (merasa)
- Look (terlihat)
8. Regular Verb
Regular verb adalah kata kerja yang mengikuti pola perubahan bentuk yang konsisten.
Untuk membentuk past tense, cukup tambahkan akhiran -ed atau -d di belakang kata kerja.
Contoh regular verb dan artinya:
- Walk → Walked (berjalan)
- Play → Played (bermain)
- Watch → Watched (menonton)
- Cook → Cooked (memasak)
- Clean → Cleaned (membersihkan)
9. Irregular Verb
Irregular verb adalah kata kerja yang perubahan bentuknya tidak mengikuti pola umum.
Tidak seperti regular verb yang cukup ditambahkan -ed, irregular verb memiliki bentuk past tense dan past participle yang unik dan harus dihafal satu per satu.
Contoh irregular verb dan artinya:
- Go → Went (pergi)
- Buy → Bought (membeli)
- Take → Took (mengambil)
- Write → Wrote (menulis)
- Speak → Spoke (berbicara)
10. Phrasal Verb
Phrasal verb adalah kombinasi antara verb dengan preposisi atau adverb yang menghasilkan makna baru.
Yang membuat phrasal verb unik adalah maknanya seringkali tidak bisa ditebak dari kata-kata penyusunnya secara terpisah.
Contoh phrasal verb dan artinya:
- Give up (menyerah)
- Look after (merawat)
- Turn off (mematikan)
- Run out (kehabisan)
- Break down (mogok/hancur)
11. Finite Verb
Finite verb adalah kata kerja yang bentuknya menyesuaikan subjek dan tense dalam kalimat.
Setiap kalimat lengkap dalam bahasa Inggris pasti memiliki setidaknya satu finite verb sebagai predikatnya.
Finite verb berubah bentuk tergantung pada siapa subjeknya dan kapan peristiwa itu terjadi sehingga finite verb menjadi penanda utama waktu dan pelaku dalam sebuah kalimat.
Contoh finite verb dan artinya:
- Runs (berlari)
- Studied (belajar)
- Is (adalah)
- Works (bekerja)
- Sang (bernyanyi)
12. Non-Finite Verb
Non-finite verb adalah kata kerja yang tidak terikat oleh subjek maupun tense.
Berbeda dengan finite verb, non-finite verb tidak berubah bentuk meskipun subjek atau waktunya berbeda.
Non-finite verb hadir dalam tiga bentuk utama, yaitu infinitive (to + verb), gerund (verb + -ing), dan participle.
Contoh non-finite verb dan artinya:
- To learn: bentuk infinitive (untuk belajar)
- Swimming: bentuk gerund (berenang)
- Broken: bentuk participle (rusak/patah)
- To work: bentuk infinitive (untuk bekerja)
- Running: bentuk gerund (berlari)
Contoh Verb dalam Kalimat
Untuk lebih memahami penggunaan verb, mari kita lihat beberapa contoh kalimat dengan berbagai jenis verb yang telah kita bahas:
Action Verb
- “He writes a novel.” (Dia menulis sebuah novel.)
- “The dog jumps over the fence.” (Anjing itu melompat melewati pagar.)
Stative Verb
- “She seems happy.” (Dia terlihat bahagia.)
- “I know the answer.” (Saya tahu jawabannya.)
Auxiliary Verb
- “We were walking when it started to rain.” (Kami sedang berjalan ketika hujan mulai turun.)
- “Has she arrived yet?” (Apakah dia sudah sampai?)
Modal Verb
- “You should see a doctor.” (Kamu seharusnya menemui dokter.)
- “I will call you later.” (Saya akan meneleponmu nanti.)
Baca Juga: Kenali Auxiliary Verb, Jenis, Contoh, hingga Kapan Penggunaannya
Kesimpulan
Verb, atau kata kerja, adalah bagian terpenting dari sebuah kalimat yang menunjukkan aksi, kejadian, atau keadaan.
Memahami berbagai jenis verb seperti action verb, stative verb, auxiliary verb, dan modal verb menjadi kunci untuk menguasai tata bahasa Inggris.
Bagi anak dan remaja, menguasai verb dapat menambah kosa kata dan membantu mengasah kemampuan speaking dan writing.
Materi verb ini menjadi salah satu materi yang akan diajarkan di kelas Sparks English.
Dengan menggunakan pendekatan yang menyenangkan dan dipandu langsung oleh guru-guru native profesional.
Apakah Moms & Dads tertarik?
Bisa lho, daftar di free trial class lebih dulu.
Ayo, daftar sekarang!




