Moms & Dads, manfaat bermain LEGO nggak hanya terlihat dari bangunan yang berhasil dibuat, lho.
Proses saat si kecil menyusun kepingannya juga menjadi bagian penting dari aktivitas ini.
Kelihatannya memang cuma bermain. Padahal, tangan anak sedang aktif bekerja dan pikirannya mencari cara agar susunannya tetap berdiri.
Saat bangunannya roboh, si kecil juga belajar problem solving dengan cara yang seru.
Lantas, apa saja manfaat main LEGO untuk tumbuh kembang anak?
Yuk, kita cari tahu apa itu LEGO dan berbagai manfaatnya, mulai dari melatih motorik halus hingga mendukung kesiapan belajar di sekolah!
- Apa Itu LEGO?
- Apa Manfaat Bermain LEGO untuk Anak?
- 1. Melatih Motorik Halus
- 2. Mengembangkan Kreativitas dan Imajinasi
- 3. Meningkatkan Kemampuan Problem Solving
- 4. Melatih Berpikir Logis
- 5. Meningkatkan Konsentrasi dan Fokus
- 6. Mengembangkan Kemampuan Spasial
- 7. Melatih Kemampuan Sosial dan Komunikasi
- 8. Mengenalkan Konsep Matematika Sederhana
- 9. Mendorong Eksplorasi dan Rasa Ingin Tahu
- 10. Menjadi Aktivitas Belajar yang Menyenangkan
- Bagaimana Bermain LEGO Membantu Perkembangan Anak?
Apa Itu LEGO?
LEGO adalah permainan konstruksi berupa kepingan yang dapat disambungkan untuk membentuk berbagai objek.
Anak bisa mengikuti petunjuk untuk membuat model tertentu atau berkreasi bebas sesuai imajinasinya.
Menurut LEGO Group, sebagian besar keping LEGO klasik terbuat dari plastik ABS.
Material ini membuat keping dapat merekat dengan baik dan cukup kuat untuk digunakan berulang kali.
Setiap set dilengkapi rekomendasi usia untuk membantu Moms & Dads memilih set dengan tingkat kesulitan dan ukuran komponen yang lebih sesuai untuk anak.
Anak usia dini umumnya lebih cocok menggunakan keping berukuran besar, sedangkan anak yang lebih besar dapat mencoba model yang membutuhkan ketelitian lebih tinggi.
Apa Manfaat Bermain LEGO untuk Anak?

Manfaat bermain LEGO untuk anak mencakup perkembangan motorik, kemampuan berpikir, kreativitas, konsentrasi, keterampilan sosial, hingga kesiapan belajar di sekolah.
Berikut berbagai manfaat yang bisa diperoleh anak dari aktivitas menyusun LEGO.
1. Melatih Motorik Halus
Memasang dan melepas keping LEGO membutuhkan gerakan jari yang terkontrol. Anak juga perlu menyesuaikan kekuatan tangannya agar keping terpasang dengan tepat.
Saat satu tangan menahan bagian dasar, tangan lainnya dapat digunakan untuk menambahkan keping.
Aktivitas ini melatih koordinasi mata dan tangan yang dibutuhkan saat menulis atau mengancingkan pakaian.
Karena dilakukan sambil bermain, LEGO dapat menjadi salah satu cara melatih motorik halus anak yang menyenangkan.
2. Mengembangkan Kreativitas dan Imajinasi
Ketika bermain tanpa petunjuk, anak bebas menentukan bentuk yang ingin dibuat.
Rancangannya pun dapat terus berubah selama proses bermain.
Kebebasan tersebut menjadikan LEGO salah satu aktivitas untuk meningkatkan kreativitas sekaligus membantu anak menyalurkan imajinasinya ke dalam bentuk yang nyata.
3. Meningkatkan Kemampuan Problem Solving
Pada percobaan pertama, susunan LEGO bisa saja roboh karena bagian dasarnya kurang lebar atau sebuah roda tidak bergerak karena salah dipasang.
Biasanya, anak akan terdorong mencari penyebabnya dan mencoba solusi baru, seperti mengganti posisi kepingan atau memperbaiki bagian yang belum stabil.
Dari proses tersebut, anak juga melatih kemampuan problem solving dengan cara yang menyenangkan.
4. Melatih Berpikir Logis
Menurut manual book LEGO, setiap tahapan perlu dikerjakan secara berurutan.
Jika satu bagian terlewat, keping berikutnya mungkin tidak dapat dipasang dengan benar.
Dengan begitu, anak akan belajar memahami hubungan sebab dan akibat karena posisi satu keping dapat menentukan kekuatan serta bentuk keseluruhan bangunan.
5. Meningkatkan Konsentrasi dan Fokus
Menyelesaikan LEGO membutuhkan perhatian pada setiap tahapan.
Anak perlu memilih keping yang sesuai hingga memastikan cara pemasangannya sudah tepat.
Aktivitas ini melatih fokus anak untuk bertahan pada satu tujuan selama menyusun LEGO.
Jika terasa terlalu panjang, proses menyusun dapat dibagi ke dalam beberapa sesi agar anak tidak mudah lelah.
6. Mengembangkan Kemampuan Spasial
Kemampuan spasial membantu anak memahami posisi, ukuran, serta hubungan antarbenda.
Saat bermain LEGO, anak bisa memperkirakan bentuk bangunan dari berbagai sisi sekaligus menentukan arah pemasangan dan memilih ukuran keping yang sesuai.
Keterampilan ini dapat mengembangkan kecerdasan spasial anak.
7. Melatih Kemampuan Sosial dan Komunikasi
LEGO adalah aktivitas yang bisa dimainkan sendiri atau bersama-sama, baik dengan teman atau anggota keluarga.
Saat bermain LEGO bersama, anak belajar menyampaikan ide dan mendengarkan pendapat orang lain.
Ketika muncul perbedaan, mereka belajar untuk bergantian atau mencari jalan tengah.
Proses tersebut membantu anak melatih kemampuan sosial dan komunikasinya.
8. Mengenalkan Konsep Matematika Sederhana
Konsep matematika dapat dikenalkan melalui LEGO tanpa terasa seperti sedang belajar.
Misalnya, anak bisa menghitung keping yang digunakan atau membandingkan panjang dua susunan.
Anak juga dapat belajar mengenali pola dari susunan warna yang dibuat berulang.
9. Mendorong Eksplorasi dan Rasa Ingin Tahu
Saat susunan awalnya belum berhasil, LEGO memberi ruang bagi anak untuk mencoba lagi.
Saat bangunan goyah, misalnya, anak bisa coba mengubah bagian dasarnya untuk melihat apakah bangunan bisa menjadi lebih kokoh.
Dari percobaan sederhana ini, ia mulai memahami bahwa setiap perubahan dapat memberikan hasil yang berbeda.
Proses ini membantu menumbuhkan rasa ingin tahu dan keberanian anak untuk tak bosan mencoba cara baru.
10. Menjadi Aktivitas Belajar yang Menyenangkan
LEGO membuat proses belajar terasa seperti bermain, seperti mengenal warna saat memilih keping atau berhitung ketika menentukan jumlah yang dibutuhkan.
Permainan ini juga bisa dimanfaatkan untuk memperkenalkan bahasa Inggris.
Saat anak mencari keping, misalnya, orang tua bisa memberikan instruksi sederhana seperti “Find the red brick.”
Karena langsung dikaitkan dengan benda dan tindakan, kosakata menjadi lebih mudah dipahami dan diingat.
Aktivitas bermain LEGO menunjukkan bahwa anak cenderung lebih mudah memahami hal baru ketika belajar melalui pengalaman langsung yang menyenangkan.
Pendekatan serupa juga dapat digunakan untuk melatih bahasa Inggris, seperti mengenalkan kosakata dan melatih berbicara lewat kegiatan yang dekat dengan kesehariannya.
Stimulasi bahasa Inggris seperti ini lebih ampuh dimulai sejak dini, karena pada masa inilah otak anak paling reseptif menerima bahasa baru secara mudah dan natural.
Banyak orang dewasa menyesal melewatkan kesempatan belajar bahasa Inggris sejak kecil, karena otak usia dewasa lebih sulit menyerap bahasa baru sehingga butuh waktu dan usaha ekstra.
Jangan sampai si kecil mengalami penyesalan yang sama!
Untuk mendukung stimulasi terbaik, Sparks English hadir untuk anak usia 3–15 tahun dengan program yang disesuaikan dengan tahap usia dan kebutuhan belajar anak.
Kurikulum berbasis CEFR dengan metode fun & interactive membuat setiap sesi terasa seperti aktivitas bermain yang menyenangkan, namun tetap terarah sesuai level internasional.
Kelasnya semi-private, anak punya lebih banyak kesempatan untuk speaking dan dapat support langsung dari native teacher serta tutor bersertifikat Cambridge TKT.
Dengan biaya mulai Rp70 ribuan per kelas, program ini telah berhasil membuat lebih dari 25.000 students lebih jago bahasa Inggris dalam 6 bulan!
Ajak si kecil coba free trial class dan dapatkan diskon spesial selama periode promonya masih ada!
Bagaimana Bermain LEGO Membantu Perkembangan Anak?
Bermain LEGO membantu perkembangan anak melalui proses menyusun keping, mengamati hasil, berkomunikasi, dan mencari solusi sejak awal hingga bangunan selesai.
1. Perkembangan Kognitif
Saat bermain LEGO, anak mengingat bentuk yang ingin dibuat sambil memilih keping yang paling sesuai.
Ketika susunannya tidak berjalan sesuai rencana, ia belajar mengevaluasi cara yang digunakan dan memperbaiki bagian tertentu tanpa harus memulai dari awal.
Proses ini melatih kemampuan merencanakan dan menyesuaikan strategi yang berguna dalam kegiatan belajar.
2. Perkembangan Motorik
Memasang keping LEGO membantu melatih kekuatan jari, ketepatan gerak, dan koordinasi kedua tangan.
Keping berukuran kecil membutuhkan kontrol yang lebih baik agar dapat dipasang pada posisi yang tepat.
Saat melepaskan keping yang menempel, anak juga melatih otot tangan agar dapat menariknya tanpa merusak susunan lain.
3. Perkembangan Sosial Emosional
Bangunan yang tiba-tiba roboh mengajarkan anak untuk mengelola rasa kecewa sebelum mencoba kembali.
Ketika berhasil menyelesaikan model, ia melihat bahwa ketekunan dapat menghasilkan sesuatu sehingga rasa percaya dirinya ikut tumbuh.
Jika permainan LEGO dilakukan bersama, itu juga membantu anak belajar menerima pendapat orang lain dan bekerja sama.
4. Perkembangan Bahasa
Percakapan dapat muncul secara spontan ketika anak menjelaskan bangunan atau menceritakan fungsi bagian yang dibuatnya.
Proses ini membantu anak belajar menyusun kalimat dan menyampaikan ide dengan lebih jelas.
Orang tua dapat mendukungnya melalui pertanyaan terbuka tentang bangunan yang sedang dibuat.
5. Kesiapan Belajar di Sekolah
Kesiapan sekolah tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademis, tetapi juga mencakup kebiasaan mengikuti petunjuk dan menyelesaikan kegiatan secara bertahap.
Kemampuan tersebut terlatih saat anak mengamati gambar petunjuk, menemukan keping yang dibutuhkan, lalu memasangnya sesuai urutan.
Kebiasaan merapikan LEGO setelah bermain juga membantu menumbuhkan tanggung jawab terhadap barang yang digunakan.
Baca Juga: 11 Skill Penting Persiapan Anak Masuk TK dan Cara Mempersiapkannya
Bermain LEGO membuktikan bahwa cara belajar yang menyenangkan justru paling efektif membentuk kemampuan anak.
Prinsip yang sama berlaku saat mengenalkan bahasa Inggris sejak dini, investasi skill terbaik yang akan terus dibutuhkan anak di masa depannya.
Sparks English hadir sebagai kursus bahasa Inggris anak usia 3–15 tahun dengan metode belajar yang sudah terbukti efektif.
Di setiap sesi, anak belajar dalam kelas semi-private sehingga bisa mendapat perhatian lebih personal dari professional teacher dan kesempatan berlatih bahasa Inggris tanpa merasa takut salah.
Proses belajarnya juga didukung fasilitas modern, bebas pilih jadwal tersedia, dan lokasi center di berbagai kota sehingga orang tua lebih mudah menemukan lokasi belajar yang sesuai.
Tak perlu cari yang lain lagi, karena dengan pengalaman belajar premium dan biaya yang tetap ekonomis, Sparks English layak jadi pilihan satu-satunya!
Jadi daftarkan si kecil ke free trial class dan manfaatkan diskonnya sebelum periode promo berakhir!



