Rasanya baru kemarin si kecil mencoret garis acak di kertas, tapi belakangan ia sudah mulai keliatan bikin bentuk seperti lingkaran.
Perubahan ini sebenarnya adalah bagian dari tahapan menulis anak usia dini yang sedang berlangsung.
Sama seperti skill lainnya, skill menulis juga berkembang bertahap sesuai kematangan motorik dan kognitif anak.
Biar lebih paham, yuk kenali lebih lengkap prosesnya, mulai dari tahapan pra menulis anak usia dini hingga bisa menulis kalimat utuh dalam artikel ini!
Apa yang Dimaksud dengan Tahapan Menulis Anak Usia Dini?
Tahapan menulis anak usia dini adalah rangkaian proses perkembangan kemampuan anak dari mengekspresikan pikiran lewat coretan sampai bisa menulis kata dan kalimat dengan jelas.
Proses ini berlangsung bertahap sesuai kematangan motorik dan kognitifnya.
Menurut catatan North Shore Pediatric Therapy, urutannya cukup konsisten pada setiap anak, mulai dari corat-coret di usia sekitar 1 tahun sampai bisa menulis kalimat pendek saat masuk usia sekolah dasar.
Apa Saja Tahapan Menulis Anak Usia Dini?
Lebih detail, ada 6 tahapan menulis anak usia dini yang berurutan, mulai dari corat-coret asal sampai bisa menulis kalimat pendek.
Tiap tahap umumnya terjadi di rentang usia tertentu, meski tetap saja bisa beda-beda pada tiap anak.
1. Tahap Pra-Menulis
Tahapan pra menulis anak usia dini adalah titik awal sebelum anak mulai coret-coret, biasanya muncul di usia 1 sampai 2 tahun.
Anak di fase ini masih memegang crayon pakai seluruh telapak tangan seperti digenggam, jadi coretannya masih asal tanpa arah jelas.
2. Tahap Mencoret dan Menggambar
Di usia 2 sampai 3 tahun, coretan random anak mulai berubah jadi bentuk yang lumayan terkontrol seperti lingkaran atau garis melengkung.
Coba minta anak gambar matahari, biasanya ia sudah bisa bikin bentuk bulat meski belum simetris dan garis tepinya masih berantakan.
3. Tahap Membuat Pola atau Tulisan Linear
Saat usia 3 sampai 4 tahun, coretan anak mulai lebih terkontrol dan bisa tersusun dalam pola tertentu, misalnya berupa garis bergelombang atau rangkaian coretan.
4. Tahap Membuat Bentuk yang Menyerupai Huruf
Di usia sekitar 4 tahun, anak mulai bikin bentuk-bentuk yang menyerupai huruf, seperti lingkaran, garis tegak, atau tanda silang.
Ini muncul karena anak mulai mengenal bentuk huruf dari buku atau tulisan di sekitarnya, jadi dia coba tiru bentuknya meski belum paham itu huruf apa.
5. Tahap Menulis Huruf dan Kata Secara Eksperimental
Di usia 4 sampai 5 tahun, anak mulai menulis huruf acak atau coba eja kata sendiri berdasarkan bunyi yang dia dengar.
Fase ini sering disebut ejaan eksperimental, misalnya anak nulis “dua” jadi “duwa” karena dia menulis sesuai bunyi.
6. Tahap Menulis Kata hingga Kalimat Sederhana
Masuk usia 5 sampai 7 tahun, anak mulai bisa menulis kata utuh sampai kalimat pendek yang cukup terbaca, biasanya bertepatan dengan masuk ke sekolah dasar.
Contohnya anak sudah bisa nulis “aku suka kucing,” meski masih ada huruf yang kebalik atau spasi antar kata yang kurang pas.
Nggak cuma belajar menulis yang berjalan bertahap, belajar bahasa Inggris pun juga punya tahapannya sendiri dan idealnya mulai dikenalkan sejak dini.
Sebab, otak anak usia dini berkembang sampai 90% dari ukuran otak dewasa, sehingga daya serapnya terhadap struktur dan kosakata bahasa baru sedang berada di puncaknya.
Stimulasi bahasa Inggris yang terarah sejak masa keemasan tersebut bikin anak menyerap bahasa baru lebih alami dan bertahan lebih lama, dibanding kalau baru mulai belajar saat usianya sudah lebih besar.
Banyak orang tua yang menyesal karena baru menyadarinya setelah skill anak tertinggal jauh, dan mengejar ketertinggalan jauh lebih berat karena otak sudah tidak sereseptif dulu.
Padahal bahasa Inggris adalah investasi skill masa depan yang nggak akan sia-sia, karena bisa membuka peluang untuk anak masuk sekolah favorit, berprestasi hingga level internasional, hingga jadi modal karier cemerlang di masa depannya.
Jangan biarkan si kecil kehilangan kesempatan belajar skill yang seharusnya bisa dikuasai sejak dini.

Sparks English siap bantu stimulasi bahasa Inggris anak dengan kurikulum berbasis CEFR yang terstruktur dan bertahap mengikuti standar internasional.
Menggunakan metode fun & interactive, anak akan belajar tanpa merasa terbebani, karena prosesnya dirancang terasa seperti bermain dan dekat dengan dunia anak.
Kelasnya semi-private didampingi langsung oleh native teacher dan Cambridge TKT certified teacher, jadi selain lebih pede dan fasih, pronunciation-nya juga terbentuk natural sejak dini.
Semua keunggulan ini bisa didapat mulai Rp70 ribu per kelas dan udah berhasil bantu 25.000+ students jauh lebih percaya diri berbahasa Inggris dalam 6 bulan!
Jangan nunggu kelamaan untuk coba free trial class, karena ada diskon Rp1 juta yang kuotanya terbatas!
Apa Saja Tanda Anak Mulai Siap Belajar Menulis?
Tanda anak mulai siap belajar bukan hanya dilihat dari umur, tapi juga saat motorik halus dan minatnya sudah mendukung
Berikut beberapa tandanya:
- Sudah bisa memegang crayon atau pensil dengan tiga jari, bukan lagi digenggam dengan seluruh telapak tangan.
- Suka meniru bentuk atau garis yang dilihatnya, misalnya mencoba menggambar ulang kotak yang ada di buku cerita.
- Bisa duduk fokus beberapa menit untuk menyelesaikan satu gambar atau coretan tanpa mudah teralih.
- Mulai bisa membedakan arah kiri-kanan atau atas-bawah, meski belum sempurna.
- Menunjukkan ketertarikan pada huruf, misalnya spontan bertanya “ini huruf apa” pada tulisan yang dilihatnya.
- Bisa meniru garis lurus atau lingkaran kalau dicontohkan.
Baca Juga: 15 Kegiatan Motorik Halus untuk Melatih Fokus dan Kognitif Anak
Bagaimana Cara Melatih Kemampuan Menulis Anak Usia Dini?
Kemampuan menulis anak bisa diasah lewat aktivitas sehari-hari dan secara bertahap.
Latihan seperti ini penting, karena menurut The OT Toolbox, kontrol otot kecil di tangan menjadi modal utama sebelum anak siap memegang pensil untuk menulis huruf.
1. Berikan Kesempatan Anak untuk Coret-Coret Bebas
Corat-coret bebas membiarkan anak mengeksplorasi gerakan tangannya sendiri, sehingga otot-otot kecil di jari makin terlatih tanpa paksaan harus langsung rapi.
Sediakan kertas bekas atau papan tulis kecil agar anak leluasa mencoret.
2. Ajak Anak Menggambar dan Menceritakan Gambarnya
Aktivitas menggambar sambil bercerita membantu anak menghubungkan simbol visual dengan makna.
Coba tanyakan “ini gambar apa?” pada gambar yang baru dibuatnya, agar ia menjelaskan sendiri ceritanya.
3. Latih Membuat Garis, Lingkaran, dan Bentuk Sederhana
Latihan membuat garis lurus, lingkaran, sampai tanda silang melatih kontrol tangan yang nantinya digunakan untuk membentuk huruf.
Mulai dari garis vertikal, baru lanjut ke lingkaran kalau pegangan tangannya sudah cukup stabil.
4. Menggambar di Pasir atau Media Bertekstur
Media bertekstur seperti pasir atau tepung memberi sensasi taktil yang membuat anak lebih menyadari bentuk garis yang ia buat sendiri.
Anak bisa menulis garis dengan jari di baki pasir, lalu menghapusnya kembali.
5. Bermain Meronce untuk Melatih Jari
Meronce manik-manik bisa melatih koordinasi jari yang menjadi modal penting untuk memegang pensil dengan lebih presisi.
Mulai dari manik berukuran besar agar mudah, lalu diperkecil bertahap seiring jari anak makin luwes.
Sesuaikan juga ukuran manik dengan usia anak untuk menghindari risiko tertelan.
6. Menebalkan Garis dan Pola Sederhana
Aktivitas menebalkan garis titik-titik melatih anak mengikuti arah dan bentuk yang nantinya dipakai saat belajar bentuk huruf.
Bisa mulai dari pola garis lurus atau zigzag, lalu lanjut ke bentuk lengkung yang lebih rumit.
7. Finger Painting Belajar Menulis Huruf
Finger painting adalah aktivitas melukis pakai jari, telapak tangan, atau lengan anak, tanpa kuas sama sekali.
Coba latih menulis dengan mencelupkan jari anak ke cat, lalu menulis di atas kanvas menggunakan jari.
8. Ajak Anak Menulis Nama dengan Cara yang Menyenangkan
Belajar menulis nama sendiri bisa jadi menyenangkan bagi anak karena ada keterikatan personal.
Contohnya, ajak dia mengenali huruf dalam namanya pakai stiker atau magnet huruf, lalu minta ia perlahan mencoba menuliskannya sendiri di kertas.
Baca Juga: 13 Cara Mengajari Anak Menulis agar Tidak Cepat Bosan
Sambil belajar menulis dan mengenal huruf, anak juga bisa dibarengi belajar alfabet bahasa Inggris dan mencoba menulis beberapa kata dalam bahasa Inggris.
Ingatlah bahwa masa golden age tidak bisa diulang lagi, jadi jangan lewatkan masa emas mereka.
Jangan sampai nantinya di masa depan potensi dan prestasi si kecil terhambat hanya karena terkendala bahasa.

Sparks English adalah les bahasa Inggris anak yang programnya dirancang sesuai usia dan tingkatan level berbasis internasional CEFR.
Kelasnya semi-private dan dibimbing oleh Cambridge TKT certified teacher dan native teacher agar hasil belajar lebih maksimal.
Masih banyak bonus lain seperti free extra sessions bareng internasional teacher hingga professional teacher consultation yang mendukung perkembangan belajar anak.
Fasilitas selengkap ini nggak mungkin bisa didapatkan di tempat lain, apalagi harganya ekonomis ramah banget di kantong!
Daftar free trial class sekarang, bisa langsung lewat live booking instan cuma 1 menit!


