Si kecil sudah berusia dua tahun, tetapi masih lebih sering menunjuk daripada mengucapkan kata?
Kondisi tersebut bisa jadi merupakan tanda speech delay, yaitu keterlambatan perkembangan kemampuan bicara dibandingkan tahapan usianya.
Meski setiap anak berkembang dengan kecepatan berbeda, tanda keterlambatan bicara tetap perlu dikenali sejak dini.
Yuk, kenali ciri, penyebab, dampak, dan cara menstimulasi anak dengan speech delay di artikel ini!
Apa Itu Speech Delay?
Speech delay adalah kondisi ketika kemampuan anak menghasilkan bunyi, kata, atau kalimat secara lisan berkembang lebih lambat dari tahapan usianya.
Anak dengan kondisi ini umumnya sudah memahami ucapan orang lain, tetapi kesulitan menyampaikan isi pikirannya secara lisan.
Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, keterlambatan bicara dapat berkaitan dengan masalah pendengaran, perkembangan otak, kemampuan berbahasa, atau kondisi pada organ mulut.
Kondisi speech delay harus segera ditangani agar tidak menghambat perkembangan anak.
Ciri-Ciri Speech Delay Berdasarkan Usia
Ciri anak speech delay dapat terlihat ketika kemampuan komunikasinya belum mencapai tahapan yang umumnya sudah dikuasai anak lain dalam rentang usia yang sama.
Berdasarkan panduan dari Ability Rehab, berikut beberapa tanda yang perlu diperhatikan:
- Usia 12 bulan: Anak masih jarang atau belum mengoceh, tidak merespons suara maupun namanya, jarang menggunakan gerakan seperti menunjuk, serta kurang tertarik berkomunikasi dengan orang lain.
- Usia 18 bulan: Anak baru mengucapkan sangat sedikit kata atau belum berkata sama sekali, lebih sering mengandalkan gerakan, kesulitan memahami instruksi dasar, serta kurang menunjukkan keinginan untuk berkomunikasi.
- Usia 2 tahun: Anak memiliki kurang dari 50 kosakata, belum menggabungkan dua kata menjadi frasa pendek, dan masih lebih banyak menggunakan gerakan untuk menyampaikan keinginannya. Ucapannya juga sulit dipahami oleh orang terdekat.
- Usia 3 tahun: Ucapan anak masih kurang jelas meskipun didengar oleh orang terdekat, jarang menggunakan kalimat, serta kesulitan bertanya atau menyampaikan ide. Anak juga mungkin belum memahami konsep sederhana seperti besar dan kecil.
Kemunculan satu ciri saja tidak langsung berarti anak mengalami speech delay karena perkembangan setiap anak dapat berbeda.
Namun, apabila beberapa tanda muncul sekaligus, sebaiknya lakukan pemeriksaan dokter atau terapis wicara untuk memastikan kondisi anak dan bisa mendapat pendampingan yang tepat.
Penyebab Speech Delay
Speech delay dapat muncul akibat kondisi yang menghambat anak saat mendengar bahasa, memahami makna kata, atau menghasilkan ucapan.
Penyebabnya perlu diketahui melalui pemeriksaan menyeluruh agar anak memperoleh pendampingan yang sesuai dengan kebutuhannya.
1. Gangguan Pendengaran
Anak belajar berbicara dengan mendengar bunyi, mengenali pola kata, lalu mencoba menirukannya dalam percakapan sehari-hari.
Apabila pendengarannya terganggu, anak akan sulit meniru kata dengan tepat karena suara yang diterimanya tidak jelas.
2. Gangguan Perkembangan
Gangguan perkembangan dapat memengaruhi cara anak memahami ucapan dan merespons interaksi dari orang lain.
Akibatnya, anak tidak hanya terlambat mengucapkan kata, tetapi juga mungkin kesulitan mengikuti instruksi sederhana atau menanggapi saat diajak berbicara.
Baca Juga: Perkembangan Bicara Anak Sesuai Usia, Kapan Lancar Bicara?
3. Kelainan pada Organ Bicara
Bicara memerlukan koordinasi gerakan bibir dan lidah yang baik agar dapat menghasilkan bunyi yang jelas.
Kelainan struktur pada area mulut atau kesulitan menggerakkan otot bicara dapat membuat anak kesulitan mengucapkan kata secara tepat.
4. Kondisi Medis Tertentu
Riwayat kelahiran prematur atau gangguan pada sistem saraf dapat memengaruhi bagian tubuh yang berperan dalam perkembangan bicara.
Dalam beberapa kasus, speech delay juga disertai keterlambatan kemampuan lain sehingga pemeriksaan dokter diperlukan untuk mengetahui kondisi yang mendasarinya.
5. Lingkungan yang Minim Interaksi
Kemampuan bicara berkembang melalui percakapan dua arah di mana anak punya kesempatan untuk mendengar sekaligus merespons.
Jika anak jarang diajak berinteraksi, maka ia memiliki lebih sedikit kesempatan untuk belajar berbicara.
6. Kurangnya Stimulasi Bahasa
Kurangnya stimulasi bahasa membuat anak tidak memperoleh latihan yang cukup untuk memahami dan menggunakan kata dalam situasi sehari-hari.
Kondisi ini dapat terjadi misalnya ketika percakapan hanya berlangsung seperlunya dan anak lebih banyak menerima bahasa secara pasif dari gadget.
Kemampuan berbahasa anak tumbuh melalui stimulasi dan interaksi yang berulang.
Setelah perkembangan bicaranya mendapat penanganan sesuai kebutuhan, Moms & Dads dapat memperluas pengalaman bahasanya secara bertahap dengan mengenalkan bahasa Inggris.
Masa kanak-kanak menjadi waktu ideal untuk memulainya karena otak masih sangat mudah menangkap pola bahasa baru secara alami.
Banyak orang dewasa baru menyadari pentingnya bahasa Inggris setelah besar, saat proses belajarnya lebih membutuhkan usaha ekstra dibandingkan jika sudah dibiasakan sejak kanak-kanak.
Jangan sampai si kecil merasakan penyesalan yang sama di kemudian hari!

Untuk memaksimalkan potensi anak, Sparks English hadir untuk usia 3–15 tahun mahir bahasa Inggris sejak dini dengan program yang mengikuti kebutuhan belajar setiap usia.
Kurikulumnya berbasis CEFR membantu anak membangun kemampuan bahasa Inggris melalui target pembelajaran yang jelas dan sesuai standar internasional.
Anak diajak aktif selama kelas melalui metode fun & interactive bersama native teacher dan tutor bersertifikat Cambridge TKT, yang sekaligus membentuk pelafalan yang tepat.
Mulai Rp70 ribuan aja, anak sudah dapat belajar di kelas semi-private agar teacher bisa lebih fokus pada perkembangan setiap student.
Sudah lebih dari 25.000 students lancar bahasa Inggris dalam 6 bulan bersama Sparks English!
Segera daftarkan si kecil ke free trial class dan manfaatkan diskonnya selagi kuota masih ada!
Dampak Speech Delay Jika Tidak Ditangani
Speech delay yang tidak segera ditangani dapat menghambat aktivitas sehari-hari, mulai dari sulit berkomunikasi hingga gangguan perkembangan bahasa.
1. Kesulitan Berkomunikasi
Speech delay membuat anak sulit menyampaikan kebutuhan atau perasaannya dengan jelas.
Karena tak kunjung dipahami, anak dapat meluapkan rasa frustrasinya melalui tangisan maupun perilaku tantrum.
2. Hambatan dalam Belajar
Kemampuan bahasa dibutuhkan untuk memahami penjelasan guru dan mengerjakan tugas.
Jika berlangsung terus-menerus, kesulitan tersebut dapat membuat anak tertinggal dalam pelajaran dan memengaruhi nilai akademiknya.
3. Menurunnya Rasa Percaya Diri
Ucapan yang sulit dipahami dapat membuat anak ragu berbicara di depan orang lain, terutama jika ia sering dikoreksi atau diminta mengulang.
Lama-kelamaan, anak mungkin memilih diam meskipun sebenarnya sudah terpikirkan perkataan yang ingin disampaikan.
4. Kesulitan Bersosialisasi
Anak butuh memahami bahasa untuk bisa bermain dan berinteraksi dengan teman.
Ketika belum mampu mengungkapkan maksudnya, ia lebih rentan mengalami kesalahpahaman dan memilih bermain sendiri.
Baca Juga: 10 Cara Mengatasi Anak yang Sulit Bersosialisasi Tanpa Paksaan
5. Gangguan Perkembangan Bahasa Jangka Panjang
Tidak semua anak akan mengalami dampak jangka panjang, tetapi speech delay yang tidak segera diatasi dapat terus berlanjut menjadi kesulitan berbahasa.
Evaluasi sejak dini membantu menemukan penyebabnya agar anak segera memperoleh solusi yang tepat.
Cara Menstimulasi Anak dengan Speech Delay di Rumah
Stimulasi anak speech delay dapat dilakukan melalui kegiatan yang mendorongnya memahami bahasa dan mencoba berbicara.
Cara ini mendukung perkembangan anak, tetapi tidak menggantikan pemeriksaan dokter atau terapi wicara jika memang diperlukan.
1. Ajak Anak Berbicara Sesering Mungkin
Ajak anak berbicara sambil menjalani aktivitas sehari-hari agar ia terbiasa mendengar kata sesuai konteksnya.
Misalnya, saat mencuci tangan, katakan “Airnya dingin” dan beri kesempatan anak menirukan kata yang didengarnya.
2. Bacakan Buku Cerita Setiap Hari
Membacakan cerita anak membantu mereka mengenal kosakata melalui alur yang menarik dan konteks yang mudah dipahami.
Saat membaca, tunjuk bagian tertentu sambil menyebutkan apa yang dilakukan tokoh, lalu beri anak waktu untuk menanggapi.
3. Kurangi Screen Time Berlebihan
Meski memperdengarkan banyak percakapan, video tidak selalu memberi anak kesempatan untuk merespons secara langsung.
Kurangi waktu menonton dan ganti dengan aktivitas bermain bersama agar terbangun komunikasi dua arah.
Baca Juga: 12 Dampak Screen Time bagi Anak dan Tips Membatasinya
4. Gunakan Kalimat yang Sederhana dan Jelas
Menggunakan kalimat pendek membuat anak lebih mudah memahami maksudnya.
Daripada memberikan instruksi panjang, cukup katakan “Ambil gelas”, lalu tambahkan kata lain setelah anak mulai memahaminya.
5. Berikan Waktu Anak untuk Merespons
Anak dengan speech delay biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami pertanyaan sebelum menjawabnya.
Tunggu selama beberapa detik dan hindari langsung berbicara mewakili anak ketika ia masih berusaha merespons.
6. Bernyanyi Bersama Anak
Pengulangan kata dalam lagu membantu anak mengenali bunyi bahasa dengan lebih mudah dan menyenangkan.
Berhentilah sebelum kata terakhir pada bagian yang sudah familier agar anak terdorong untuk melengkapinya, misalnya, “Balonku ada…”, anak akan menjawab “… lima!”
7. Bermain Nama Nama Benda
Gunakan benda di sekitar rumah untuk memperkenalkan kosakata secara konkret.
Misalnya, tunjukkan sebuah sendok sambil menyebutkan namanya, lalu minta anak memilih sendok di antara beberapa pilihan.
8. Konsisten Melakukan Stimulasi Setiap Hari
Stimulasi singkat yang dilakukan secara rutin lebih efektif daripada latihan panjang yang hanya sesekali.
Pilih kegiatan yang disukai anak agar sesi stimulasi terasa menyenangkan dan bisa dilakukan secara konsisten.
Cara Mencegah Speech Delay pada Anak
Tidak semua kasus speech delay dapat dicegah, tetapi Moms & Dads dapat mendukung perkembangan bahasa anak dan mengenali tanda keterlambatan sejak dini melalui beberapa langkah berikut.
- Pantau kemampuan bicara anak sesuai tahapan usianya.
- Berikan stimulasi bahasa melalui percakapan sehari-hari.
- Batasi screen time agar anak lebih banyak berinteraksi langsung.
- Periksakan pendengaran jika anak jarang merespons suara.
- Konsultasikan ke tenaga profesional jika perkembangannya mengkhawatirkan.
Meski setiap anak berkembang dengan kecepatan berbeda, tanda speech delay tetap perlu dipantau.
Sebab, semakin cepat hambatannya dikenali, semakin cepat pula anak memperoleh pendampingan yang sesuai.
Baca Juga: 12 Ide Stimulasi Anak 3 Tahun untuk Optimalkan Golden Age
Setelah kemampuan bahasa dasarnya berkembang dengan baik, Moms & Dads dapat mengenalkan bahasa Inggris sebagai pengalaman belajar baru yang memperluas kemampuan komunikasinya.
Bahasa Inggris bukan sekadar pelajaran tambahan, tetapi investasi yang dapat membuka lebih banyak pilihan pendidikan dan karier bagi anak di masa depan.
Sebagai kursus bahasa Inggris anak, kemampuan bahasa Inggris dibangun lewat cara yang paling efektif, yaitu dengan langsung menggunakannya.
Lewat aktivitas interaktif, storytelling, diskusi, dan latihan komunikasi aktif bersama native teacher dan tutor bersertifikasi Cambridge TKT, setiap anak pasti bisa lebih pede berbahasa Inggris dengan cepat.
Masih banyak benefit lain yang bisa anak dapatkan saat belajar di Sparks English seperti free extra sessions, student kit, hingga konsultasi professional teacher.
In this economy, kalau ada les bahasa Inggris yang fasilitasnya high quality tapi harganya tetap ekonomis seperti di Sparks English, buat apa cari yang lain?
Coba kelas trial gratisnya sekarang dan klaim potongan harga selama promo masih berlangsung!


