Anak umur 5 tahun lagi seru-serunya.
Cerewet, banyak tanya, dan kadang bikin Moms & Dads bingung sendiri jawabnya.
Di balik tingkahnya yang aktif, ada banyak hal penting yang telah terjadi di tubuh dan otak si kecil.
Ditambah, usia ini juga menjadi milestone penting sebelum anak masuk usia sekolah.
Agar Moms & Dads punya gambaran utuh tentang bagaimana tahapan perkembangan anak usia 5 tahun, simak artikel ini sampai selesai, ya!
Apa Saja Perkembangan Anak Usia 5 Tahun?
Pada lima tahun pertama kehidupan anak, otak berkembang paling pesat.
Bahkan, di usia 5 tahun volumenya sudah mencapai sekitar 90% dari otak dewasa.
Berikut lima aspek utama perkembangan anak 5 tahun yang penting dipantau dan contoh perkembangannya menurut CDC dan beberapa sumber lainnya.
1. Perkembangan Fisik dan Motorik Kasar
Anak 5 tahun umumnya punya kontrol tubuh yang jauh lebih stabil dibanding setahun sebelumnya.
Di usia ini, anak biasanya lebih percaya diri berlari, melompat, menjaga keseimbangan, atau mengikuti permainan yang membutuhkan aturan gerak.
Contoh perkembangannya:
- Melompat dengan satu kaki.
- Menangkap bola berukuran sedang dengan dua tangan.
- Naik turun tangga tanpa berpegangan.
- Mengayuh sepeda roda tiga atau roda empat.
2. Perkembangan Motorik Halus
Motorik halus terlihat dari kemampuan anak menggunakan jari, tangan, dan koordinasi mata-tangan.
Kemampuan ini penting untuk aktivitas sehari-hari, seperti makan dan menulis.
Contoh perkembangannya:
- Mengancingkan beberapa kancing baju.
- Memegang pensil atau krayon dengan lebih rapi.
- Menulis beberapa huruf, terutama namanya.
- Menggunting mengikuti garis.
- Menggambar bentuk yang lebih jelas, seperti orang, rumah, atau pohon.
3. Perkembangan Bahasa
Di usia 5 tahun, kemampuan bahasa berkembang pesat.
Anak mulai bisa bercerita hingga melakukan percakapan yang lebih panjang.
NIDCD juga menekankan bahwa bahasa bisa berkembang optimal dalam lingkungan yang kaya akan paparan suara, interaksi, dan penuturan bahasa yang konsisten.
Contoh perkembangannya:
- Anak bisa menceritakan kembali cerita yang pernah didengar atau cerita karangannya sendiri dengan setidaknya dua kejadian. Misalnya, ada kucing terjebak di pohon, lalu petugas pemadam menolongnya.
- Anak mampu menjawab pertanyaan sederhana tentang buku atau cerita setelah dibacakan.
- Anak bisa mempertahankan percakapan lebih dari tiga kali percakapan bolak-balik.
- Anak mulai menggunakan atau mengenali rima sederhana, seperti “bat-cat” atau “ball-tall” dalam bahasa Inggris.
4. Perkembangan Kognitif
Perkembangan anak usia 5 tahun dari segi kognitif berkaitan dengan cara anak memahami dunia di sekitarnya.
Di usia ini, anak mulai sadar bahwa sesuatu bisa terjadi karena alasan tertentu, lalu mencoba menebak, menghitung, mengingat, dan menghubungkan pengalaman harian.
Contoh perkembangannya:
- Anak bisa menghitung sampai 10 dan menyebut beberapa angka antara 1 sampai 5 saat ditunjukkan.
- Anak mulai menggunakan kata yang berkaitan dengan waktu, seperti “kemarin”, “besok”, “pagi”, atau “malam”.
- Anak bisa fokus sekitar 5–10 menit saat melakukan aktivitas, misalnya mendengarkan cerita atau membuat prakarya. Screen time tidak termasuk.
- Anak mulai bisa menulis beberapa huruf dari namanya dan dapat menyebut beberapa huruf saat ditunjukkan.
5. Perkembangan Sosial dan Emosional
Pada umur 5 tahun, perkembangan sosial dan emosional anak mulai belajar menjadi bagian dari kelompok.
Mereka belajar menunggu giliran, berbagi mainan dan mengikuti aturan permainan.
Contoh perkembangannya:
- Anak mulai bisa mengikuti aturan atau menunggu giliran saat bermain dengan anak lain.
- Anak senang bernyanyi, menari, atau bermain peran di depan orang tua.
- Anak mulai bisa membantu pekerjaan ringan di rumah, seperti mencocokkan kaus kaki atau membereskan meja setelah makan.
Baca Juga: Tumbuh Kembang Balita 1–5 Tahun dan Cara Mengoptimalkannya
Di usia 5 tahun, anak masih berada di masa golden age di mana otak mereka berada di kondisi terbaik untuk menyerap bahasa baru secara natural.
Di fase ini, setiap stimulasi bahasa yang konsisten dan terarah akan memberikan dampak yang jauh lebih besar dari yang Moms & Dads kira.
Banyak orang tua menyesal tidak memanfaatkan usia 5 tahun untuk stimulasi bahasa Inggris lebih serius.
Padahal semakin besar anak, semakin sulit bahasa baru diserap secara natural.

Di sinilah Sparks English hadir dengan program Little Sparks untuk anak 3–6 tahun menggunakan konsep learning through play, jadi anak bisa belajar vocabulary, phonics, hingga speaking untuk memaksimalkan penyerapan bahasa di golden age-nya.
Biaya per kelasnya ekonomis, mulai Rp70.000 bisa dapat kelas semi-private dibimbing native teacher dan tutor bersertifikasi Cambridge TKT.
Lebih dari 25.000 students terbukti berhasil lebih percaya diri berbahasa Inggris dalam 6 bulan bersama Sparks English!
Coba free trial class-nya untuk mengetahui kecocokan si kecil dengan metode belajar Sparks English!
Apa Tanda Masalah Perkembangan Anak Usia 5 Tahun yang Perlu Diwaspadai?
Perbedaan tempo perkembangan itu wajar.
Namun, orang tua sebaiknya tidak menunda konsultasi jika anak kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah dikuasai.
Konsultasi juga perlu dilakukan jika anak terlihat sangat tertinggal dari milestone umum atau ada kekhawatiran yang terus muncul.
- Anak masih sangat kesulitan berlari, melompat, atau menjaga keseimbangan.
- Anak belum bisa menggunakan tangan dengan cukup terarah untuk menggambar, menggunting, atau memegang alat makan.
- Ucapan anak sering sulit dipahami oleh orang di luar keluarga.
- Anak belum mampu menceritakan kejadian pendek dengan alur yang bisa diikuti.
- Anak kesulitan memahami instruksi singkat yang sesuai usianya.
- Anak tidak menunjukkan minat pada buku, cerita, permainan, atau interaksi sederhana.
- Anak sulit fokus meski aktivitasnya menarik dan sesuai usia.
- Anak tampak sangat menarik diri dari teman sebaya.
- Anak sering menunjukkan perilaku agresif ekstrem atau tantrum yang sangat sulit diredakan.
- Anak kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah bisa dilakukan.
- Dicurigai adanya gangguan pendengaran, penglihatan, atau respons saat dipanggil.
Kalau Moms & Dads melihat salah satu tanda ini, jangan tunggu lama untuk konsultasi.
Deteksi dini bisa sangat menentukan keberhasilan intervensi.
Cara Menstimulasi Perkembangan Anak 5 Tahun
Stimulasi yang konsisten di rumah punya dampak besar untuk semua aspek perkembangan, mulai dari motorik sampai bahasa.
Berikut beberapa aktivitas yang efektif dan bisa langsung dicoba.
1. Membiasakan Anak Membaca Buku
Membaca buku membantu anak mengenal alur cerita, memahami emosi tokoh, dan menambah kosakata.
Reach Out and Read menemukan anak yang rutin dibacakan buku punya kosakata reseptif jauh lebih tinggi.
2. Ajak Anak Bermain Roleplay
Roleplay membuat anak belajar memakai bahasa dalam situasi yang terasa nyata.
Saat bermain toko-tokoan atau dokter-dokteran, anak berlatih menyusun kalimat, memahami peran orang lain, menunggu giliran, dan mengekspresikan ide.
3. Bermain Puzzle dan Permainan Edukatif
Puzzle membantu anak berpikir sebelum bertindak.
Saat mencoba mencocokkan potongan gambar, anak belajar mengamati, mengingat posisi, mengatur strategi, dan menyelesaikan masalah tanpa harus merasa sedang belajar serius.
Baca Juga: 10 Mainan Edukasi Anak 5 Tahun yang Kreatif dan Seru untuk Belajar
4. Melatih Motorik Melalui Aktivitas Seni
Menggambar, mewarnai, melipat kertas, atau bermain clay membantu anak mengontrol gerakan tangan dengan lebih rapi.
Aktivitas seni juga memberi ruang bagi anak untuk berekspresi, fokus, dan menyiapkan keterampilan awal untuk menulis.
5. Rutin Ngobrol dengan Anak
Riset LENA Foundation menemukan jumlah “conversational turns” antara orang tua dan anak punya korelasi kuat dengan perkembangan bahasa, kemampuan sosial, hingga skor IQ.
Ajak si kecil bercerita tentang harinya, tanyakan pendapatnya, dan dengarkan tanpa memotong.
Baca Juga: Perkembangan Anak Umur 7 Tahun dan 8 Cara Stimulasinya!
6. Batasi Screen Time
Menurut rekomendasi AAP, screen time untuk anak usia 5 tahun tidak boleh lebih dari 1 jam per hari, bahkan harusnya lebih sedikit.
Screen time berlebihan terkait dengan keterlambatan bahasa dan masalah pada span fokus.
Ganti screen time dengan permainan aktif atau interaksi langsung.
7. Berikan Nutrisi Seimbang
Stimulasi dari luar sama pentingnya dengan asupan nutrisi untuk tubuh anak.
Otak yang berkembang pesat butuh asupan yang lengkap, terutama protein, omega-3, zat besi, dan zink.
Hindari makanan tinggi gula tambahan karena bisa memengaruhi konsentrasi dan suasana hati anak.
Baca Juga: 5 Perkembangan Anak Usia 4 Tahun yang Perlu Orang Tua Pahami
8. Mengenalkan Bahasa Inggris Sejak Dini
British Council menyatakan bahwa anak-anak merupakan natural language acquirer, yang artinya otak anak sangat fleksibel menyerap bahasa baru.
Mengenalkan bahasa Inggris sejak dini melalui lagu, cerita, atau permainan bisa mengoptimalkan perkembangan bahasa anak.
Mengenalkan bahasa Inggris pada anak 5 tahun bukan berarti memaksa anak belajar grammar berat.
Justru, yang paling penting adalah membuat anak familiar dengan bunyi, kosakata, dan ekspresi sehari-hari dengan cara yang menyenangkan.
Di les bahasa Inggris Sparks English, anak bisa belajar melalui storytelling, games, roleplay, dan aktivitas seru lainnya agar kosakata tak hanya dihafal, tapi juga dipakai dalam konteks sehari-hari.
Kurikulumnya berbasis CEFR yang diakui internasional sehingga pencapaian kompetensi anak terukur dari sisi listening, speaking, reading, dan writing.
Hingga saat ini Sparks English sudah dipercaya lebih dari 25.000 students untuk memaksimalkan potensi bahasa Inggrisnya.
Moms & Dads bisa ajak si kecil ikut free trial class dulu lho! Selagi ada promo potongan harga khusus untuk Moms & Dads yang daftar free trial class sekarang.


