Ada kalanya si kecil sangat tekun menyusun balok sampai bentuknya sesuai keinginan, tetapi ia juga sering langsung kesal bahkan tantrum waktu susunannya ambruk.
Di satu sisi, ia tipikal yang pantang menyerah.
Namun, di sisi lain, ia mungkin masih perlu belajar mengelola emosi saat menerima hasil yang nggak sesuai harapan.
Hal seperti ini wajar, kok, Moms & Dads. Kelebihan dan kekurangan diri itu satu paket, jadi nggak mungkin cuma punya kelebihan saja tanpa ada kekurangan.
Itulah kenapa, Moms & Dads perlu mengenali apa saja kelebihan dan kekurangan anak.
Di artikel ini, akan dibahas apa saja contoh kelebihan dan kekurangan anak dan bagaimana Moms & Dads bisa mengetahuinya.
Mengapa Orang Tua Perlu Mengenali Kelebihan dan Kekurangan Anak?
Mengenali kelebihan dan kekurangan anak membantu orang tua menentukan cara mendampingi yang lebih pas.
Jadi, anak nggak sekadar dituntut memperbaiki kekurangannya, tetapi juga mendapat ruang untuk mengembangkan hal yang sudah menjadi kekuatannya.
1. Membantu Anak Lebih Percaya Diri
Anak akan lebih percaya diri saat ia tahu ada kemampuan dalam dirinya yang layak dibanggakan, meski bukan selalu soal nilai rapor atau prestasi.
Misalnya, si kecil belum lancar membaca, tetapi sudah bisa menceritakan kembali isi buku dengan bahasanya sendiri.
Hal seperti ini juga tetap layak diapresiasi.
2. Menentukan Cara Belajar yang Tepat
Kelebihan dan kekurangan anak sekolah juga bisa terlihat dari cara belajarnya.
Ada yang cepat paham lewat penjelasan, ada juga yang baru mengerti setelah mencoba langsung.
3. Mendukung Minat dan Bakat Anak
Minat anak biasanya terlihat dari kegiatan yang terus ia pilih sendiri meski tidak pernah disuruh.
Kalau si kecil betah menggambar karakter lalu membuat cerita tentangnya, berarti bisa jadi ia punya ketertarikan pada seni sekaligus storytelling.
4. Membantu Anak Mengatasi Tantangan
Orang tua akan lebih mudah membantu kalau sudah tahu bagian yang membuat anak kesulitan.
Anak yang lama mengerjakan PR belum tentu malas karena mungkin ia hanya kesulitan fokus atau bingung menentukan tugas mana yang harus dikerjakan lebih dulu.
5. Menghindari Perbandingan dengan Anak Lain
Kalau terus dibandingkan, anak jadi lebih sibuk mengejar kemampuan orang lain daripada melihat perkembangan dirinya sendiri.
Kakaknya cepat mengerjakan soal berhitung, sedangkan adiknya lebih suka belajar bahasa, keduanya tetap punya kelebihan masing-masing.
Faktor yang Memengaruhi Kelebihan dan Kekurangan Anak
Kelebihan dan kekurangan diri anak terbentuk dari banyak hal, mulai dari karakter bawaan, pola asuh, lingkungan, sampai pengalaman yang ia dapatkan sehari-hari.
1. Faktor Genetik
Sejak lahir, setiap anak punya temperamen yang berbeda, misalnya ada yang lebih aktif, tenang, atau berhati-hati saat menghadapi hal baru.
Faktor genetik ikut memengaruhi kecenderungan ini, jadi respons setiap anak terhadap situasi yang sama bisa berbeda.
2. Pola Asuh Orang Tua
Cara pola asuh orang tua merespons kesalahan juga menentukan apakah ke depannya anak akan berani mencoba lagi atau malah takut melakukan sesuatu sendiri.
Kalau anak salah mengerjakan soal, hindari langsung menyebutnya ceroboh, tapi ajak ia melihat bagian yang keliru supaya tetap berani mencoba lagi.
3. Lingkungan Belajar
Dalam lingkungan yang nyaman, anak bisa lebih leluasa bertanya, mencoba, dan menunjukkan kemampuan yang ia punya.
Contohnya saja, anak yang cenderung diam dan hanya mengamati di kelas, jauh lebih aktif waktu belajar di tempat les yang jumlah muridnya sedikit.
4. Minat serta Kepribadian Anak
Anak biasanya lebih fokus saat materi yang dipelajari dekat dengan hal yang ia sukai.
Misalnya, kalau anak kesulitan memahami penjumlahan dari buku, ia bisa jadi langsung lancar saat diminta menghitung jumlah mobil mainannya.
5. Pengalaman dan Kesempatan
Kemampuan anak sering belum terlihat karena ia tidak dapat kesempatan untuk mencoba.
Anak yang pada awalnya nggak tertarik memasak bisa berubah antusias setelah diajak mengaduk adonan dan menghias roti sendiri.
Kelebihan anak sering baru terlihat setelah ia mendapat kesempatan mencoba berbagai hal.
Nah, salah satu kesempatan yang penting untuk diberikan adalah belajar bahasa Inggris.
Apalagi, semakin awal dikenalkan, otak anak jauh lebih mudah untuk menyerap dan membentuk pemahaman bahasa Inggris secara alami.
Sayangnya, banyak orang menyesal baru serius mempelajarinya saat dewasa, saat baru menyadari bahwa skill bahasa Inggris semakin dibutuhkan di mana-mana.
Skill yang sebenarnya bisa mudah dipelajari saat kecil ini pun jadi harus dikejar dengan usaha yang jauh lebih berat saat dipelajari di usia dewasa.

Agar si kecil tidak mengalami penyesalan yang sama, Sparks English hadir untuk anak usia 3–15 tahun mahir bahasa Inggris sejak dini demi persiapkan masa depannya.
Materinya mengacu pada kurikulum berbasis CEFR dan diajarkan dengan metode fun & interactive supaya anak bisa belajar dengan suasana yang seru tanpa bosan.
Kelas semi-private juga bikin anak punya lebih banyak kesempatan untuk speaking, sekaligus mendapat arahan yang personal sesuai dengan kebutuhan setiap anak.
Setiap sesi dibimbing langsung oleh native teacher dan tutor bersertifikat Cambridge TKT dengan biaya mulai Rp70 ribuan aja.
Lebih dari 25.000 students jadi jago bahasa Inggris dalam 6 bulan! Si kecil juga bisa lho, Moms & Dads!
Buktikan langsung mulai dari free trial class dan klaim diskonnya selama promo masih berjalan!
Contoh Kelebihan dan Kekurangan Anak
Contoh kelebihan dan kekurangan anak bisa terlihat dari cara belajar, berkomunikasi, bermain dengan teman, sampai menghadapi masalah sehari-hari.
| Aspek | Contoh Kelebihan | Contoh Kekurangan |
| Akademik | Cepat memahami pelajaran | Perlu waktu lebih lama untuk memahami materi |
| Bahasa | Mudah menyampaikan pendapat | Kesulitan merangkai kata saat berbicara |
| Sosial | Mudah berbaur dengan teman | Sulit memulai interaksi |
| Kerja sama | Mau berbagi tugas dengan teman | Ingin mengerjakan semuanya sendiri |
| Emosional | Mampu menyampaikan perasaan | Mudah terbawa emosi |
| Empati | Peka terhadap perasaan orang lain | Kurang memahami sudut pandang orang lain |
| Kreativitas | Punya banyak ide baru | Sulit mengikuti instruksi yang terstruktur |
| Problem solving | Suka mencari cara lain saat gagal | Mudah menyerah ketika cara pertama tidak berhasil |
| Kepemimpinan | Berani mengambil inisiatif | Terlalu sering mengatur teman |
| Kemandirian | Terbiasa menyelesaikan tugas sendiri | Enggan meminta bantuan saat kesulitan |
| Tanggung jawab | Menyelesaikan tugas yang diberikan | Sering lupa dengan kewajibannya |
| Konsentrasi | Bisa fokus dalam waktu cukup lama | Mudah terdistraksi oleh hal di sekitarnya |
| Ketelitian | Memeriksa kembali hasil pekerjaannya | Sering melewatkan detail kecil |
| Manajemen waktu | Terbiasa mengikuti jadwal | Sering menunda sampai waktu hampir habis |
| Adaptasi | Cepat menyesuaikan diri dengan kegiatan baru | Membutuhkan waktu lebih lama untuk menerima perubahan |
| Keberanian | Mau mencoba hal yang belum pernah dilakukan | Ragu tampil atau berbicara di depan orang lain |
| Rasa ingin tahu | Aktif bertanya dan mencari tahu | Sulit berhenti sebelum mendapat jawaban yang diinginkan |
| Motorik | Aktif dan lincah dalam kegiatan fisik | Masih kesulitan menjaga keseimbangan |
Cara Mengetahui Kelebihan dan Kekurangan Anak
Cara mengetahui kelebihan dan kekurangan anak bisa dimulai dari kebiasaan kecil yang terlihat saat ia bermain, belajar, atau menghadapi sesuatu yang tidak berjalan sesuai keinginan.
1. Amati Aktivitas yang Paling Disukai Anak
Perhatikan kegiatan yang sering dipilih anak tanpa diminta dan bisa membuatnya betah dalam waktu cukup lama.
Kalau ia selalu ingin mengatur permainan bersama sepupunya, mungkin ada potensi memimpin yang masih perlu diimbangi dengan kebiasaan mendengarkan.
2. Perhatikan Cara Anak Belajar
Lihat apa yang biasanya dilakukan anak ketika belum memahami sesuatu, apakah ia memilih bertanya, mengamati contoh, atau langsung mencobanya.
Moms & Dads juga bisa perhatikan gaya belajar anak.
Misalnya, anak baru memahami konsep berat dan ringan setelah mengangkat dua benda dengan tangannya sendiri.
3. Dengarkan Pendapat Guru atau Pengasuh
Guru dan pengasuh bisa melihat sisi anak yang mungkin jarang muncul ketika ia sedang bersama orang tua.
Si kecil mungkin terlihat pendiam bersama keluarga, tetapi ternyata cukup aktif membantu teman dan menyampaikan pendapat saat bekerja dalam kelompok.
4. Berikan Kesempatan Mencoba Berbagai Aktivitas
Anak perlu merasakan sendiri sebuah kegiatan sebelum tahu apakah ia menyukainya atau justru merasa kurang nyaman dengan itu.
Coba beri ia pilihan, misalnya ajak berkebun atau membuat kerajinan, lalu lihat kegiatan mana yang membuatnya penasaran dan ingin mencoba lagi.
5. Ajak Anak Berdiskusi tentang Minatnya
Anak yang sudah cukup besar bisa diajak ngobrol santai tentang kegiatan yang disukai dan tidak disukai.
Misalnya, coba tanyakan tugas sekolah apa yang paling ia suka dan kenapa alasannya.
6. Lihat Respons Anak Saat Menghadapi Tantangan
Cara anak menghadapi kesulitan bisa menunjukkan bagaimana ia mencari solusi.
Ketika puzzle belum selesai, lihat apakah ia mencoba cara lain, meminta bantuan, atau langsung melemparkannya karena kesal.
Cara Mengembangkan Kelebihan Anak
Kelebihan anak akan lebih terasah kalau ia punya kesempatan berlatih tanpa terus dibebani atau dituntut menjadi yang terbaik.
- Sediakan kesempatan untuk berlatih. Anak yang senang menggambar bisa mencoba cat air atau membuat kolase tanpa harus selalu menghasilkan karya yang rapi.
- Berikan apresiasi yang spesifik. Daripada hanya berkata “Bagus,” coba katakan, “Kamu teliti banget memilih warna untuk setiap bagian.”
- Tambah tantangan sedikit demi sedikit. Anak yang sudah lancar membaca cerita pendek bisa mulai mencoba buku dengan kalimat yang lebih panjang.
- Libatkan dalam kegiatan sehari-hari. Anak yang pandai berhitung bisa diminta membantu membagi buah untuk seluruh anggota keluarga.
- Ajarkan cara menerima masukan. Anak yang pintar bercerita tetap perlu belajar mengatur volume suara dan memberi orang lain kesempatan berbicara.
- Tetap berikan waktu bermain. Jadwal latihan yang terlalu penuh bisa membuat anak kehilangan minat pada kegiatan yang awalnya sangat ia sukai.
Baca Juga: Anak Takut Gagal? Ini Ciri, Penyebab dan 9 Cara Mengatasinya
Cara Membantu Anak Mengatasi Kekurangannya
Kekurangan anak sebaiknya dilihat sebagai bagian yang masih perlu dilatih, bukan sifat negatif yang seakan-akan tidak bisa hilang darinya.
- Cari tahu dulu penyebabnya. Anak yang belum menyelesaikan tugas mungkin tidak memahami instruksinya, bukan sengaja menolak mengerjakan.
- Pecah tugas menjadi bagian kecil. Daripada langsung meminta anak membereskan seluruh kamar, mulai dulu dari memasukkan mainan ke tempatnya.
- Tunjukkan caranya secara langsung. Anak yang kesulitan bergabung dalam permainan bisa diberi contoh cara menyapa dan meminta izin untuk ikut bermain.
- Latih dalam suasana yang aman. Sebelum presentasi di sekolah, biarkan anak mencoba berbicara selama satu menit di depan keluarga.
- Hindari memberi label negatif. Ganti kalimat “Kamu memang ceroboh” dengan arahan yang lebih jelas, seperti meminta anak memeriksa kembali isi tasnya.
- Apresiasi kemajuan kecil. Anak yang biasanya langsung menangis mungkin mulai bisa menarik napas dan menyampaikan rasa kesalnya lewat kata-kata.
Setiap anak punya prosesnya sendiri, jadi nggak perlu terburu-buru membandingkannya dengan anak lain, Moms & Dads.
Yang jauh lebih penting adalah memberi ruang untuk mencoba, gagal, dan belajar lagi sampai ia menemukan versi terbaik dari dirinya sendiri.
Sambil mendampingi prosesnya, ada satu investasi skill yang sayang untuk ditunda yaitu bahasa Inggris.
Anak yang mulai lebih awal punya keunggulan yang tidak bisa dibeli belakangan.
Fondasi yang dibangun di usia ini adalah yang paling kuat, dan dampaknya akan terasa jauh ke depan, mulai dari beasiswa, student exchange, kuliah di luar negeri, hingga karier tanpa batas.
Sparks English adalah kursus bahasa Inggris Anak yang pengalaman belajar bahasa Inggrisnya seru dan dirancang sesuai usia anak.
Lewat full English environment, anak terbiasa aktif berbicara dalam bahasa Inggris di setiap sesi sampai kepercayaan dirinya tumbuh dengan sendirinya.
Moms & Dads juga tidak perlu pusing soal jadwal karena cabang Sparks English yang tersebar di berbagai kota besar dan jadwalnya bebas pilih sesuai yang tersedia.
Nggak perlu habisin waktu cari-cari yang lain kalau fasilitas premium, kurikulum internasional, teacher kompeten, dan harga ekonomis sudah bisa didapatkan sekaligus di Sparks English!
Langsung ikutkan si kecil ke free trial class, dan ambil diskonnya untuk dapat harga lebih terjangkau lagi!


