Fase Fantastic Five Anak 5 Tahun dan 6 Cara Mendukungnya!

23 July 2026
fase fantastic five

Memasuki usia 5 tahun, anak biasanya menunjukkan perkembangan yang semakin pesat.

Mulai dari kemampuan kognitif hingga kemampuan bersosialisasi, banyak aspek dari si kecil yang akan membuat Moms & Dads takjub setiap harinya!

Itulah kenapa fase ini dikenal dengan fantastic five.

Dalam artikel ini, kita akan bahas apa itu fantastic five, aspek perkembangan anak di fase ini, ciri-ciri, hingga cara mendukung anak dalam fase ini agar tumbuh kembangnya optimal.

 

 

Apa Itu Fantastic Five?

Istilah populer fantastic five artinya fase perkembangan anak usia 5 tahun, tepat sebelum memasuki jenjang sekolah dasar.

Meski ini bukanlah sebutan atau diagnosis medis, fantastic five bisa mewakili lonjakan perkembangan anak di berbagai aspek yang hampir bersamaan, mulai dari cara berpikir, kemampuan bicara, sampai cara bergaul dengan teman.

Menurut CDC, anak lima tahun umumnya sudah mampu mengikuti aturan permainan, bergantian dengan teman, menghitung hingga 10, serta melakukan gerakan fisik dengan lebih terkoordinasi.

Meski demikian, kecepatan perkembangan setiap anak tidak selalu sama karena dipengaruhi oleh pengalaman, kesempatan belajar, lingkungan, dan karakter masing-masing.

 

Lima Aspek Perkembangan Anak pada Fase Fantastic Five

Untuk memahami lebih detail perkembangan apa saja yang umumnya terjadi pada fase fantastic five, berikut daftarnya berdasarkan aspek kognitif, sosial, motorik, emosional, dan bahasa.

 

1. Perkembangan Kognitif

Anak umur 5 tahun umumnya mulai mampu berpikir lebih runtut dan logis.

Balok yang disusun terlalu tinggi lalu roboh sudah cukup membuatnya paham bahwa ada batas ketinggian tertentu agar balok tetap berdiri kokoh.

Rasa penasaran anak juga meningkat drastis, terlihat dari pertanyaan seperti “Kenapa bulan ikut kita jalan?”, yang makin sering terlontar hari demi harinya.

 

2. Perkembangan Sosial

Anak mulai memahami bahwa temannya juga punya perasaan dan keinginan sendiri.

Kalau temannya sedih karena mainannya direbut, anak mulai bisa berempati dan mau bergantian.

Pemahamannya dalam permainan kelompok juga makin terlihat, misalnya saat anak sabar menunggu giliran bersembunyi ketika bermain petak umpet.

 

3. Perkembangan Motorik

Dari segi motorik kasar, anak semakin lincah bergerak. 

Ini bisa dilihat dari kemampuannya berdiri dengan satu kaki selama beberapa detik tanpa kehilangan keseimbangan.

Sementara itu, segi motorik halusnya juga berkembang.

Anak sudah lebih baik dalam memegang gunting untuk memotong kertas dan biasanya sudah jauh lebih rapi dibanding setahun sebelumnya.

 

4. Perkembangan Emosional

Anak mulai lebih mampu mengenali dan menamai perasaannya sendiri.

Saat rencana bermain tiba-tiba batal, ia sudah bisa bilang “Aku kesal!” alih-alih langsung menangis meraung.

Meski demikian, anak umur 5 tahun masih tetap butuh bantuan untuk mengelola emosi yang lebih rumit.

Ledakan emosi atau tantrum di fase ini biasanya mulai berkurang, karena anak sudah lebih bisa regulasi emosi.

 

5. Perkembangan Bahasa

Kosakata anak berkembang pesat, dan ia mulai bisa menyusun kalimat yang lebih panjang serta kompleks saat bercerita.

Sepulang sekolah, anak bisa menceritakan ulang kejadian tadi pagi secara detail, lengkap dengan siapa saja yang terlibat dan apa yang mereka lakukan.

 

Perkembangan bahasa pada fase fantastic five juga membuka kesempatan untuk mengenalkan bahasa Inggris.

Apalagi, usia 5 tahun masih termasuk golden age, di mana otak mudah menyerap bahasa baru dengan natural.

Masa golden age ini hanya terjadi satu kali seumur hidup. 

Jika terlewat, maka belajar bahasa Inggris akan butuh effort yang jauh lebih besar dibandingkan jika belajar dalam fase ini.

Inilah yang membuat banyak orang dewasa menyesal tidak memaksimalkan masa kanak-kanaknya untuk belajar bahasa Inggris dengan serius.

Jangan sampai si kecil merasakan penyesalan yang sama, ya, Moms & Dads!

design new banner 2026
Sparks English menyediakan program Little Sparks yang dirancang khusus untuk anak usia 3–6 tahun.

Di program ini, anak akan belajar menggunakan metode fun & interactive dengan pendekatan play-based learning sehingga proses belajarnya dekat dengan dunia anak.

Mulai Rp70 ribuan aja per kelas, anak sudah bisa belajar dalam kelas kecil dengan format semi-private yang mendorongnya lebih berani speaking dengan percaya diri.

Apalagi dibimbing langsung oleh native teacher dan tutor bersertifikat Cambridge TKT yang bantu anak bangun fondasi bahasa Inggris dengan accent dan struktur kalimat yang natural.

Inilah yang membuat lebih dari 25.000 students jadi jago bahasa Inggris dalam 6 bulan!

Coba metode belajarnya lewat free trial class dan ambil diskon selama promonya masih berlangsung!

 

Ciri-Ciri Anak yang Sedang Mengalami Fase Fantastic Five

Ciri-ciri anak yang sedang mengalami fase fantastic five bisa dikenali dari cara berpikir yang lebih strategis, sikap yang lebih mandiri, hingga rasa ingin tahu yang lebih besar.

 

1. Mulai Mampu Berpikir Lebih Logis

Anak mulai memahami bahwa sebuah kejadian bisa punya alasan atau akibatnya sendiri.

Ketika sepeda roda tiganya oleng dan hampir jatuh, ia sudah bisa berpikir bahwa alasannya karena mengayuh terlalu kencang sambil berbelok tajam.

Kemampuan memprediksi pun mulai muncul. 

Anak bisa minta dibawakan camilan sebelum berangkat ke taman karena mungkin akan lapar saat bermain.

 

2. Menunjukkan Kemandirian dalam Aktivitas Sehari-hari

Keinginan untuk melakukan sesuatu sendiri cukup menonjol pada usia lima tahun.

Anak bisa bersikeras memasang sendiri kancing piyamanya, meski butuh waktu lama dan hasilnya miring sebelah.

Meski hasilnya belum sempurna, proses tersebut membantu anak menumbuhkan rasa mampu dan bertanggung jawab.

 

3. Mampu Berkomunikasi dengan Kalimat Lebih Kompleks

Anak mulai menggunakan kalimat yang lebih panjang saat ingin menjelaskan sesuatu.

Misalnya, ia tidak hanya bilang, “Aku sedih”, tapi sudah bisa menjelaskan, “Aku sedih karena temanku nggak mau gantian pakai ayunan.”

Percakapan dengan anak pun terasa lebih hidup, karena ia sudah bisa menanggapi balik apa yang ditanyakan.

 

4. Mulai Memahami Aturan dan Kerja Sama

Anak usia lima tahun mulai mampu mengikuti aturan sederhana dan memahami bahwa teman-temannya juga berhak mendapat giliran ketika bermain.

Ia juga mulai menyadari bahwa tindakannya bisa memengaruhi perasaan orang lain, seperti temannya akan kecewa jika ia mengambil mainan teman tersebut.

Meski begitu, pendampingan orang tua tetap diperlukan, karena kemampuan mengendalikan keinginan dan emosi di usia ini belum sepenuhnya matang.

 

5. Memiliki Rasa Ingin Tahu yang Tinggi

Anak dalam fase fantastic five akan semakin sering melontarkan pertanyaan atas apa yang terjadi di sekitarnya.

Anak bisa tiba-tiba penasaran kenapa magnetnya bisa menempel di pintu kulkas, tapi langsung jatuh kalau ditempelkan ke pintu kamarnya yang terbuat dari kayu.

Rasa ingin tahu semacam ini jadi bekal awal anak belajar mengamati, berpikir kritis, dan mencari jawabannya sendiri atas hal-hal di sekitarnya.

 

Cara Mendukung Perkembangan Anak pada Fase Fantastic Five

Cara mendukung perkembangan anak pada fase fantastic five bisa dilakukan lewat kegiatan sederhana sehari-hari, seperti mengajak anak berdiskusi, membacakan buku, hingga bermain permainan yang merangsang kognitif.

 

1. Ajak Anak Berdiskusi dan Bertanya

Biasakan bertanya balik saat anak melontarkan pertanyaan, misalnya “Coba, menurut kamu kenapa begitu?” sebelum memberi jawaban.

Cara ini melatih anak berpikir kritis sekaligus membuatnya merasa pendapatnya dihargai.

 

2. Bacakan Buku dan Cerita Bersama

Membacakan cerita setiap hari membantu memperkaya kosakata anak sekaligus melatih daya imajinasinya.

Sehabis membaca, coba minta anak menceritakan ulang bagian yang paling ia suka dengan bahasanya sendiri.

 

3. Berikan Permainan yang Merangsang Kognitif

Puzzle sederhana bisa jadi cara efektif melatih anak berpikir logis, karena ia perlu memperhatikan bentuk dan pola sebelum menyusun potongannya jadi utuh.

Permainan tebak-tebakan ringan, seperti menebak benda hanya dari ciri-cirinya, juga melatih fokus anak tanpa terasa seperti belajar formal.

 

Baca Juga: 12 Alat Permainan Edukatif untuk Tumbuh Kembang Anak

 

4. Dorong Anak Bermain Bersama Teman Sebaya

Ajak anak main bersama tetangga sebayanya di sore hari, misalnya bikin markas-markasan dari kardus bekas di halaman rumah.

Dari situ, anak belajar bekerja sama dan berbagi tugas dengan temannya, misalnya membagi siapa yang menyusun kardus dan siapa yang menghias markasnya.

 

5. Latih Keterampilan Motorik melalui Aktivitas Fisik

Bersepeda keliling kompleks setiap sore adalah cara sederhana melatih motorik kasar anak, sekaligus jadi momen menyenangkan bersama keluarga.

Untuk motorik halus, coba ajak anak melipat origami bentuk binatang. 

Selain melatih jari-jarinya, kegiatan ini juga mengasah kesabarannya.

 

6. Kenalkan Bahasa Baru melalui Aktivitas Menyenangkan

Coba putarkan lagu anak berbahasa Inggris yang mudah diikuti, misalnya lagu tentang warna atau angka, saat anak sedang santai bermain di rumah.

Pendekatan santai semacam ini membuat anak menyerap bahasa baru secara alami, tanpa merasa terbebani seperti sedang belajar formal.

Lagu dan permainan bisa menjadi stimulasi awal yang menyenangkan, sementara kursus bahasa Inggris membantu mengoptimalkannya secara lebih terarah dan konsisten.

Kemampuan bahasa Inggris adalah salah satu investasi terbaik masa depan anak karena membuka berbagai peluang seperti beasiswa, kompetisi internasional, student exchange, hingga karier impian anak.

Untuk membangun kemampuan tersebut, kursus bahasa Inggris Sparks English berfokus pada active speaking dan confidence building sehingga kepercayaan diri anak dalam berbahasa Inggris dapat terbawa hingga dewasa.

Dengan kurikulum berbasis CEFR, anak usia 3–15 tahun akan belajar menggunakan materi yang telah disesuaikan dengan kebutuhan di setiap tahap usianya.

Di mana lagi bisa temukan kursus bahasa Inggris berkualitas internasional dengan pengajar berpengalaman dan harga ekonomis sekaligus kalau bukan di Sparks English?

Daftarkan si kecil ke free trial class sekarang selagi promonya masih berlaku!

Author:

Topik:

Share article: