Kayaknya udah nggak aneh ya Moms & Dads, si kecil selalu nampak segar saat bermain, tapi baru lima menit belajar, sudah menguap lebar.
Sebenarnya rasa kantuk ini nggak muncul gitu aja, ada beberapa hal yang membuat badan dan otak anak gampang lelah saat duduk belajar.
Yuk, cari tahu apa penyebabnya dan bagaimana cara agar tidak ngantuk saat belajar.
- Kenapa Bisa Ngantuk saat Belajar?
- Cara agar Tidak Ngantuk saat Belajar
- Kebiasaan yang Justru Bisa Membuat Anak Makin Ngantuk saat Belajar
Kenapa Bisa Ngantuk saat Belajar?
Rasa ngantuk saat belajar biasanya muncul dari gabungan kondisi fisik yang kurang optimal dan cara belajar yang kurang mendukung.
Berikut ini beberapa alasannya.
1. Kurang Tidur atau Pola Tidur Tidak Teratur
Anak yang baru tidur larut malam biasanya bangun dengan mata yang masih berat.
Menurut Sleep Foundation, anak usia sekolah dasar perlu sekitar 9 sampai 12 jam tidur setiap hari supaya otak sempat memproses ingatan dan memulihkan energi.
Jika jam tidurnya kurang dari itu, rasa kantuk akan lebih gampang muncul saat belajar.
2. Belajar Terlalu Lama tanpa Jeda
Anak yang dipaksa duduk mengerjakan PR matematika dua jam nonstop biasanya mulai nggak fokus.
Otak manusia memang punya batas waktu untuk fokus penuh, jadi semakin panjang durasi belajar tanpa jeda, semakin cepat pula konsentrasi menurun dan kantuk pun muncul.
3. Kurang Bergerak
Duduk diam berjam-jam sejak sore sampai malam membuat aliran darah ke otak melambat, padahal otak perlu pasokan oksigen yang cukup untuk tetap fokus.
Itu sebabnya anak yang jarang bergerak cenderung lebih cepat menguap dibanding yang sempat jalan-jalan sebentar di sela waktu istirahat.
4. Kurang Minum
Anak yang seharian cuma minum sedikit air bisa terkena dehidrasi ringan dan mulai susah berkonsentrasi begitu masuk sesi belajar.
Sebuah tinjauan ilmiah tentang cognitive performance and dehydration bahkan menyebut kekurangan cairan sebesar 2 persen saja dari berat badan sudah cukup mengganggu perhatian dan daya ingat jangka pendek.
5. Metode Belajar Terlalu Monoton
Kalau belajar cuma dengan cara membaca buku teks dan mencatat ulang, otak anak akan gampang bosan dan ngantuk duluan.
Rasa bosan ini kerap disalahartikan sebagai malas, padahal otak sebenarnya sedang mencari rangsangan baru yang lebih menarik supaya bisa tetap fokus.
Begitu udah ketemu cara belajar yang variatif dan nggak monoton, formulanya bisa dipakai buat belajar apa saja, termasuk buat mulai ngenalin bahasa Inggris.
Apalagi di momen kanak-kanak ini otak anak lagi ada di fase paling mudah menangkap bahasa baru secara natural, dan kemampuan ini bisa menurun seiring anak bertambah besar.
Nggak sedikit lho, orang tua yang menyesal karena terus menunda memberi anak stimulasi bahasa Inggris, sampai akhirnya anak bertambah besar dan harus belajar dengan effort yang jauh lebih berat.
Padahal kalau dimulai dari kecil prosesnya jauh lebih ringan dan hasilnya jauh lebih optimal.
Jangan sampai si kecil kehilangan head start yang seharusnya bisa dikuasai sejak dini.

Sparks English hadir buat bantu anak usia 3-15 tahun lancar bahasa Inggris lewat kurikulum berbasis CEFR yang terstruktur dan sesuai kebutuhan usia.
Metode belajarnya dikemas fun & interactive lewat games, story telling, sampai roleplay seru, agar anak tetap enjoy dan nggak bosan.
Di kelas semi-private yang lebih personal, si kecil bakal didampingi langsung oleh native teacher dan teacher bersertifikasi Cambridge TKT, sehingga selain lebih pede dan fasih, pronunciation-nya juga terlatih ala native sejak dini.
Semua keunggulan ini udah berhasil bantu lebih dari 25.000 students jauh lebih percaya diri berbahasa Inggris cuma dalam 6 bulan, lho!
Jangan nunggu kelamaan buat coba free trial class, karena ada diskon sampai Rp1 juta kalau daftar sekarang!
Cara agar Tidak Ngantuk saat Belajar
Ada banyak cara menghilangkan ngantuk saat belajar, mulai dari menjaga jam tidur sampai memilih waktu belajar yang paling pas.
1. Pastikan Tidur yang Cukup
Jika anak terbiasa tidur malam, coba atur ulang jadwal tidurnya agar cukup dan sesuai dengan kebutuhan usianya.
Caranya bisa dimulai bertahap. Coba ajak anak mulai bersiap tidur setidaknya setengah jam lebih awal dari biasanya, misalnya dengan mematikan gadget dan meredupkan lampu kamar.
Kebiasaan kecil ini membantu tubuh masuk ke mode istirahat lebih cepat, sehingga esok paginya anak bangun dengan badan yang benar-benar segar.
2. Belajar di Meja, Bukan di Kasur
Belajar di kasur akan membuat anak lebih gampang ngerasa ngantuk karena sejatinya memang tempat untuk istirahat.
Sementara, duduk tegak di meja belajar menjaga postur tetap aktif dan lebih sulit terbawa suasana kantuk.
3. Gunakan Pencahayaan yang Cukup
Ruangan yang nggak cukup terang membuat otak berada pada mode bersiap istirahat, padahal jam belajar baru saja dimulai.
Cahaya terang di kelas yang mendekati cahaya alami bisa menjadi salah satu cara agar tidak ngantuk di kelas karena membantu tubuh tetap dalam mode waspada dan fokus lebih lama.
4. Atur Waktu Belajar dengan Jeda
Teknik pomodoro, yaitu belajar selama 25 menit lalu istirahat 5 menit, bisa jadi patokan sederhana supaya otak tidak kelelahan di tengah jalan.
Jeda singkat seperti ini bukan membuang-buang waktu belajar, justru membantu otak tetap fokus dalam tugas panjang.
5. Minum Air Putih secara Berkala
Sediakan botol minum di dekat meja belajar, supaya anak tetap rutin minum.
Cukup segelas air setiap satu atau dua jam sekali sudah cukup mencegah dehidrasi ringan yang membuat konsentrasi gampang terganggu di tengah sesi belajar.
6. Lakukan Peregangan atau Bergerak Ringan
Ajak anak meregangkan badan atau jalan kecil keliling ruangan saat jeda belajar.
Ini juga bisa anak lakukan saat jam istirahat di sekolah sebagai cara agar tidak ngantuk di sekolah.
Gerakan ringan seperti ini bisa membantu memperlancar aliran darah ke otak, sehingga rasa kantuk yang mulai muncul bisa reda.
7. Variasikan Cara Belajar agar Tidak Bosan
Daripada berkutat sejam penuh dengan buku, coba selingi dengan video edukasi atau kuis interaktif.
Variasi seperti ini memberi otak rangsangan baru, sehingga anak tetap penasaran dan tidak cepat bosan di tengah sesi belajar.
8. Pilih Camilan yang Mendukung Energi
Buah potong, kacang-kacangan, atau yogurt jadi pilihan camilan yang lebih pas dibanding permen atau minuman manis.
Camilan tinggi gula memang membuat energi naik sekejap, tapi setelahnya gula darah turun drastis dan tubuh malah terasa lebih lemas.
9. Jauhkan Gadget dan Gangguan
Notifikasi chat yang terus masuk membuat mata otomatis melirik ke layar.
Lebih baik simpan HP di ruangan lain atau aktifkan mode DND (Do Not Disturb) supaya perhatian anak tidak gampang teralihkan saat sedang belajar.
10. Pilih Waktu Belajar saat Tubuh Lebih Siap
Waktu paling produktif tiap anak itu beda-beda, ada yang gampang fokus di pagi hari, ada juga yang lebih nyaman belajar sore atau malam.
Cari waktu saat anak dalam kondisi paling segar dan gampang konsentrasi dan gunakan waktu itu untuk mempelajari materi yang butuh fokus ekstra.
Kebiasaan yang Justru Bisa Membuat Anak Makin Ngantuk saat Belajar
Sebelum mencari cara menghilangkan rasa ngantuk saat belajar, ada baiknya juga mengenali kebiasaan yang sebenarnya memperparah kondisi ini.
1. Belajar sambil Rebahan
Kebiasaan belajar sambil tiduran di kasur sering dianggap lebih santai, padahal posisi ini justru mempercepat rasa kantuk datang.
Tubuh yang berbaring otomatis melambatkan detak jantung dan pernapasan, dua sinyal yang diartikan otak sebagai waktu untuk istirahat.
2. Belajar di Ruangan yang Terlalu Gelap
Ruangan gelap atau redup mungkin terasa lebih adem tapi kondisi ini sebenarnya mempercepat produksi hormon melatonin dalam tubuh.
Melatonin inilah yang membuat tubuh merasa sudah waktunya istirahat, walau waktu belajar belum usai.
3. Belajar Berjam-Jam tanpa Jeda
Menjelang ulangan, banyak anak menghabiskan waktu belajar dari sore sampai tengah malam tanpa jeda sama sekali, berharap semua materi bisa langsung nempel di kepala.
Padahal, semakin panjang durasi belajar tanpa istirahat, daya tangkap terhadap materi semakin menurun.
Baca Juga: 12 Cara Belajar Efektif dan Ampuh untuk Raih Prestasi
4. Terlalu Lama Menatap Layar tanpa Istirahat
Main game atau menonton video berjam-jam sebelum waktu belajar membuat mata sudah lelah duluan,
Mata yang sudah capek otomatis mengirim sinyal kantuk ke otak, jadi saat mulai duduk belajar, anak langsung mengantuk.
5. Belajar setelah Makan Terlalu Kenyang
Makan besar sebelum sesi belajar membuat tubuh mengalihkan banyak energi untuk proses pencernaan, bukan untuk menjaga fokus otak.
Itulah sebabnya anak sering terlihat lebih ngantuk setelah makan siang berporsi besar dibanding setelah sekadar camilan ringan.
6. Begadang untuk Mengejar Materi
Sengaja begadang semalaman untuk menghafal atau menyelesaikan tugas masih salah kaprah dianggap solusi cepat kalau waktu belajar sudah mepet.
Padahal keesokan harinya anak justru lebih sulit mengingat materi yang dipelajari semalam, karena proses menyimpan ingatan sebagian besar terjadi saat tidur.
Setelah nggak lagi gampang ngantuk dan si kecil jadi lebih giat belajar, jangan lupa untuk bekali dengan skill penting buat masa depannya seperti bahasa Inggris.
Bahasa Inggris itu bukan sekadar pelajaran sekolah lho, Moms & Dads, tapi juga bekal penting yang membuka banyak peluang berharga bagi anak di masa depan, mulai dari beasiswa kuliah sampai bisa kerja di luar negeri.
Makanya, Sparks English hadir sebagai kursus bahasa Inggris anak yang siap bantu si kecil makin pede ngomong Inggris karena menerapkan full English environment, yang mendorong untuk active speaking selama sesi.
Di Sparks English, fasilitas kelas didesain modern dan luxury lengkap dengan media audio visual yang bikin proses belajar makin nyaman dan nggak bikin gampang ngantuk.
Moms & Dads juga bebas pilih jadwal kelas tersedia dan lokasi center terdekat yang fleksibel dengan rutinitas si kecil.
Kombinasi kualitas internasional, fasilitas lengkap, dan harga super hemat cuma ada di Sparks English! Yakin nggak mau coba dulu?
Coba dulu keseruan kelasnya di free trial class dengan booking instan cukup 1 menit!


