Debat bahasa Inggris adalah kegiatan menyampaikan dan mempertahankan pendapat dalam bahasa Inggris berdasarkan alasan dan bukti yang logis.
Kegiatan ini sering dilakukan di sekolah untuk melatih kemampuan berbicara, berpikir kritis, dan menyampaikan argumen.
Namun, debat bukan sekadar adu pendapat. Ada aturan, pembagian peran, dan struktur debat yang perlu dipahami agar diskusi berjalan dengan baik.
Nah, bagi kamu yang sedang belajar debat dalam bahasa Inggris, yuk, kenali pengertian, tujuan, manfaat, struktur, hingga contoh percakapannya berikut ini!
Apa Itu Debat Bahasa Inggris?
Debat bahasa Inggris atau English debate adalah kegiatan diskusi terstruktur yang melibatkan dua pihak dengan pandangan berbeda terhadap suatu topik atau mosi menggunakan bahasa Inggris.
Dalam debat, terdapat tim afirmatif (affirmative) yang mendukung mosi dan tim negatif (negative) yang menentangnya.
Kedua tim bertugas menyampaikan argumen, memberikan alasan atau bukti pendukung, serta menanggapi pendapat lawan.
Misalnya, dalam debat dengan mosi “Students Should Have Less Homework” (Siswa sebaiknya mendapat lebih sedikit PR), tim afirmatif akan menjelaskan alasan pengurangan PR diperlukan.
Sementara itu, tim negatif akan mempertahankan pendapat bahwa PR tetap penting bagi proses belajar.
Jadi, debat bukan sekadar adu pendapat untuk menentukan siapa yang paling pandai berbicara.
Peserta juga harus mampu menyampaikan argumen yang masuk akal, mendengarkan lawan bicara, dan mempertahankan pandangannya dengan cara yang baik.
Tujuan Debat Bahasa Inggris
Tujuan utama debat bahasa Inggris adalah melatih kemampuan menyampaikan dan mempertahankan pendapat secara logis menggunakan bahasa Inggris.
Selain itu, debat memiliki beberapa tujuan lain, yaitu:
- Melatih kemampuan berbicara bahasa Inggris secara jelas dan terstruktur.
- Mengembangkan kemampuan berpikir kritis dalam memahami suatu permasalahan.
- Membiasakan untuk menyusun argumen berdasarkan alasan dan bukti.
- Melatih kemampuan mendengarkan serta menanggapi sudut pandang berbeda.
- Meningkatkan keberanian berbicara dan menyampaikan ide di depan umum.
- Melatih kerja sama tim dalam menyusun strategi dan menyelesaikan masalah.
Kemampuan tersebut tidak hanya berguna saat mengikuti kompetisi debat, tetapi juga dalam presentasi sekolah, diskusi kelompok, hingga komunikasi sehari-hari.
Manfaat Debat Bahasa Inggris bagi Anak dan Remaja
Mengikuti debat bahasa Inggris bisa membantu kamu mengembangkan kemampuan komunikasi sekaligus cara berpikir.
Berikut lima manfaat yang bisa diperoleh dari latihan debat.
1. Meningkatkan Kemampuan Speaking
Debat memberikan kesempatan untuk menggunakan bahasa Inggris secara aktif.
Saat berdebat, kamu harus menjelaskan pendapat, menyampaikan argumen, dan menanggapi lawan bicara secara langsung.
Aktivitas ini membantu melatih kemampuan speaking, terutama ketika harus menyusun kalimat secara spontan.
Semakin sering berlatih, kamu juga akan semakin terbiasa berbicara tanpa terus-menerus bergantung pada teks atau hafalan.
2. Memperkaya Vocabulary
Setiap topik debat biasanya memiliki kosakata yang berbeda.
Misalnya, ketika membahas lingkungan, kamu bisa mempelajari kata pollution (polusi), climate change (perubahan iklim), dan sustainability (keberlanjutan).
Selain itu, debat juga melatih penggunaan ungkapan untuk menyampaikan pendapat, seperti:
- “In my opinion…” (Menurut pendapat saya…)
- “I strongly believe that…” (Saya sangat yakin bahwa…)
- “I disagree because…” (Saya tidak setuju karena…)
Dengan menggunakan kosakata tersebut secara langsung, kamu bisa lebih mudah mengingat dan menerapkannya dalam percakapan.
3. Melatih Critical Thinking
Dalam debat, menyampaikan pendapat saja belum cukup.
Kamu juga perlu menjelaskan alasan yang mendukung pendapat tersebut.
Misalnya, ketika membahas apakah penggunaan media sosial baik bagi remaja, kamu harus mempertimbangkan manfaat, risiko, dan bukti yang relevan sebelum menyusun argumen.
Proses ini membantu melatih critical thinking atau kemampuan berpikir kritis agar kamu tidak langsung menerima suatu informasi tanpa mempertimbangkannya terlebih dahulu.
4. Meningkatkan Public Speaking
Berbicara di depan banyak orang bisa terasa menegangkan, apalagi kalau harus menggunakan bahasa Inggris.
Melalui latihan debat, kamu dapat belajar mengatur intonasi, menjaga kontak mata, dan menyampaikan argumen dengan runtut agar mudah dipahami audiens.
Keterampilan public speaking ini juga bermanfaat saat melakukan presentasi, mengikuti organisasi sekolah, atau berbicara di depan kelas.
5. Menumbuhkan Rasa Percaya Diri
Takut salah grammar, lupa kosakata, atau bingung menyusun kalimat sering membuat seseorang ragu berbicara bahasa Inggris.
Nah, debat bisa menjadi salah satu cara untuk mengurangi rasa gugup tersebut.
Dengan latihan yang rutin dan suasana yang mendukung, kamu dapat belajar menyampaikan pendapat tanpa terlalu takut melakukan kesalahan.
Paham struktur debat memang penting, tapi saat harus menyampaikan argumen secara spontan, belum tentu semua orang bisa langsung lancar karena selama ini latihannya cuma di atas kertas, bukan dalam percakapan nyata.
Banyak orang sudah hafal vocabulary dan menguasai grammar, tetapi masih bingung ketika harus merangkai kalimat atau menanggapi pendapat orang lain dalam bahasa Inggris.
Itulah kenapa kemampuan speaking perlu dilatih lewat percakapan nyata, bukan cuma menghafal teori!

Sparks English hadir sebagai tempat les bahasa Inggris untuk usia 3–18 tahun dengan kurikulum berstandar internasional CEFR.
Setiap sesi dirancang supaya siswa nggak cuma duduk mendengarkan teacher, tetapi juga aktif speaking lewat diskusi, storytelling, dan aktivitas interaktif lainnya yang disesuaikan dengan level kemampuan.
Dibimbing native teacher dan Cambridge TKT certified teacher dalam kelas semi-private, kamu punya kesempatan lebih banyak untuk speaking dan feedback dari teacher.
Biayanya mulai Rp70 ribuan aja per kelas dan hasilnya sudah dibuktikan oleh lebih dari 25.000 students yang jago bahasa Inggris bersama Sparks English!
Kalau ada tempat belajar yang bisa bantu kamu lebih percaya diri berbicara bahasa Inggris dengan biaya terjangkau dan native teacher, kenapa nggak coba dulu?
Yuk, booking kelas trial GRATIS sekarang dan rasakan langsung pengalaman belajarnya!
Unsur Utama Debat dalam Bahasa Inggris
Sebelum mengikuti debat, kamu perlu memahami unsur-unsur yang terlibat di dalamnya.
Secara umum, unsur debat meliputi mosi, tim pendukung, tim penentang, dan juri.
Dalam kegiatan debat tertentu, ada juga moderator, notulis, atau pihak netral.
Namun, keberadaan dan perannya dapat berbeda sesuai format yang digunakan.
1. Motion (Mosi)
Motion atau mosi adalah pernyataan yang menjadi topik utama perdebatan.
Mosi harus dirumuskan dengan jelas dan memungkinkan munculnya argumen dari dua sudut pandang berbeda.
Contoh motion:
- “This House Would Ban Homework.” (Dewan ini akan melarang PR.)
- “Students Should Be Allowed to Use Smartphones at School.” (Siswa sebaiknya diizinkan menggunakan ponsel pintar di sekolah.)
- “Online Learning Is Better Than Classroom Learning.” (Pembelajaran daring lebih baik daripada pembelajaran di kelas.)
Dalam debat parlementer, mosi sering diawali dengan “This House”, yang merujuk pada pihak yang mengambil keputusan atau posisi dalam perdebatan.
2. Affirmative / Government
Affirmative atau Government adalah pihak yang mendukung mosi.
Tugas tim ini adalah menyampaikan argumen untuk meyakinkan juri atau audiens bahwa mosi tersebut layak diterima.
Misalnya, jika mosinya adalah “Students Should Have Longer Break Times”, tim afirmatif dapat berpendapat bahwa waktu istirahat yang lebih panjang membantu siswa kembali fokus saat belajar.
3. Negative / Opposition
Negative atau Opposition adalah pihak yang menentang mosi.
Tim ini bertugas menjelaskan alasan penolakannya sekaligus menunjukkan kelemahan argumen yang disampaikan tim afirmatif.
Pada mosi tentang waktu istirahat, misalnya, tim negatif dapat berpendapat bahwa memperpanjang jam istirahat berisiko mengurangi waktu pembelajaran jika jadwal sekolah tidak disesuaikan.
4. Adjudicator (Juri)
Adjudicator adalah juri yang bertugas menilai penampilan peserta dan menentukan hasil debat berdasarkan aturan yang berlaku.
Penilaian umumnya mempertimbangkan beberapa aspek, seperti isi argumen, kemampuan memberikan sanggahan, penyampaian, serta strategi debat.
Juri berbeda dengan moderator. Moderator bertugas mengatur jalannya acara, sedangkan juri fokus memberikan penilaian terhadap peserta.
Baca Juga: Asking and Giving Opinion: Pengertian, Cara, & Contoh Dialog Berbagai Situasi
Struktur dan Alur Debat Bahasa Inggris
Struktur debat bahasa Inggris secara umum mencakup lima tahap, yaitu opening, substantive speech, rebuttal, conclusion, dan penutup acara.
Berikut ringkasan struktur debat beserta fungsinya.
| Struktur/Alur | Fungsi |
| Opening | Membuka acara, memperkenalkan mosi, dan menyampaikan posisi tim |
| Substantive Speech | Menyampaikan argumen utama beserta alasan dan bukti pendukung |
| Rebuttal | Menanggapi atau menyanggah argumen pihak lawan |
| Conclusion | Merangkum argumen utama dan menegaskan kembali posisi tim |
| Penutup | Mengakhiri kegiatan debat secara resmi |
Perlu diketahui bahwa setiap jenis debat memiliki aturan dan urutan pidato yang berbeda.
Struktur berikut merupakan alur sederhana untuk membantu pemula memahami jalannya debat.
1. Opening
Opening adalah bagian pembukaan yang digunakan untuk memperkenalkan mosi dan posisi masing-masing tim.
Biasanya, moderator membuka acara terlebih dahulu, kemudian pembicara pertama dari setiap tim memperkenalkan argumennya.
Contoh Opening:
“Good morning, everyone. Today, we will debate the motion ‘Students Should Have Longer Break Times.’ As the affirmative team, we believe that longer breaks can help students feel refreshed, reduce stress, and improve their focus during lessons.”
Artinya:
“Selamat pagi, semuanya. Hari ini, kita akan memperdebatkan mosi ‘Siswa Sebaiknya Memiliki Waktu Istirahat Lebih Lama.’ Sebagai tim afirmatif, kami percaya bahwa waktu istirahat yang lebih panjang dapat membantu siswa merasa lebih segar, mengurangi stres, dan meningkatkan fokus selama pelajaran.”
2. Substantive Speech
Substantive speech adalah bagian ketika peserta menyampaikan argumen utama untuk mendukung posisi tim.
Argumen yang baik perlu disertai alasan serta contoh atau bukti yang relevan. Tujuannya agar pendapat yang disampaikan lebih meyakinkan.
Contoh Substantive Speech:
“Our first argument is that longer breaks give students enough time to rest between lessons. After studying for several hours, students may feel tired and find it difficult to concentrate. Having more time to relax, eat, or talk with friends can help them return to class feeling more prepared.”
Artinya:
“Argumen pertama kami adalah bahwa waktu istirahat yang lebih panjang memberikan siswa cukup waktu untuk beristirahat di antara pelajaran. Setelah belajar selama beberapa jam, siswa mungkin merasa lelah dan sulit berkonsentrasi. Memiliki lebih banyak waktu untuk bersantai, makan, atau berbicara dengan teman dapat membantu mereka kembali ke kelas dengan lebih siap.”
3. Rebuttal
Rebuttal adalah sanggahan terhadap argumen yang disampaikan oleh tim lawan.
Pada bagian ini, peserta harus menjelaskan mengapa argumen lawan kurang kuat atau mengapa terdapat sudut pandang lain yang perlu dipertimbangkan.
Contoh Rebuttal:
“The affirmative team argues that longer breaks can help students focus. However, we believe that the quality of breaks matters more than their length. Students can already rest and refresh their minds during regular breaks. Extending break times without adjusting the schedule may also reduce the time available for learning.”
Artinya:
“Tim afirmatif berpendapat bahwa waktu istirahat yang lebih panjang dapat membantu siswa fokus. Namun, kami percaya bahwa kualitas istirahat lebih penting daripada durasinya. Siswa sebenarnya sudah bisa beristirahat dan menyegarkan pikiran selama jam istirahat biasa. Memperpanjang waktu istirahat tanpa menyesuaikan jadwal juga dapat mengurangi waktu yang tersedia untuk belajar.”
4. Conclusion
Conclusion merupakan bagian kesimpulan yang digunakan untuk merangkum argumen utama dan mempertegas posisi tim.
Bagian ini sebaiknya singkat, jelas, dan tidak memperkenalkan argumen baru.
Contoh Conclusion:
“In conclusion, we believe that students need enough time to rest and recharge during the school day. Longer breaks can give them more opportunities to relax and return to class with better focus. For these reasons, we strongly support the motion.”
Artinya:
“Kesimpulannya, kami percaya bahwa siswa membutuhkan waktu yang cukup untuk beristirahat dan memulihkan energi selama berada di sekolah. Waktu istirahat yang lebih panjang dapat memberi mereka lebih banyak kesempatan untuk bersantai dan kembali ke kelas dengan fokus yang lebih baik. Karena alasan tersebut, kami sangat mendukung mosi ini.”
5. Penutup
Penutup merupakan tahap akhir kegiatan debat yang biasanya disampaikan oleh moderator.
Pada bagian ini, moderator dapat mengucapkan terima kasih kepada peserta dan audiens. Jika debat berlangsung dalam kompetisi, pengumuman pemenang dilakukan sesuai prosedur penyelenggara.
Contoh Penutup:
“Thank you to both teams for sharing your arguments. Today, we have heard different opinions about school break times. Both teams have presented interesting points for us to consider. This concludes our debate. Thank you for your attention!”
Artinya:
“Terima kasih kepada kedua tim yang telah menyampaikan argumen mereka. Hari ini, kita telah mendengar berbagai pendapat mengenai waktu istirahat di sekolah. Kedua tim telah menyampaikan poin-poin menarik untuk dipertimbangkan. Dengan demikian, debat kita selesai. Terima kasih atas perhatiannya!”
Jenis-Jenis Debat Bahasa Inggris
Ada beberapa jenis debat bahasa Inggris yang memiliki aturan dan format berbeda.
Perbedaannya bisa dilihat dari jumlah pembicara, pembagian tim, durasi pidato, hingga cara memberikan sanggahan.
Berikut lima format debat yang bisa kamu pelajari.
1. British Parliamentary Debate
British Parliamentary Debate (BP) adalah format debat yang melibatkan empat tim dengan dua pembicara dalam setiap tim.
Keempat tim tersebut terdiri dari Opening Government, Opening Opposition, Closing Government, dan Closing Opposition.
Meskipun berada pada sisi yang sama, setiap tim tetap dinilai secara terpisah berdasarkan kontribusi argumen dan kemampuannya dalam perdebatan.
Format ini banyak digunakan dalam kompetisi debat universitas, termasuk World Universities Debating Championship (WUDC).
2. Asian Parliamentary Debate
Asian Parliamentary Debate adalah format debat yang melibatkan dua tim, yaitu Government dan Opposition, dengan masing-masing tiga pembicara.
Setiap pembicara memiliki tugas berbeda, mulai dari memperkenalkan argumen, memberikan sanggahan, hingga memperkuat posisi tim.
Dalam format ini juga terdapat reply speech, yaitu pidato singkat yang merangkum perdebatan dari sudut pandang masing-masing tim.
Asian Parliamentary cukup populer dalam kompetisi debat pelajar dan mahasiswa di kawasan Asia.
3. Australasian Debate
Australasian Debate adalah format debat yang umumnya melibatkan dua tim dengan masing-masing tiga pembicara.
Setiap pembicara menyampaikan argumen secara bergantian dan harus menanggapi pendapat lawan.
Salah satu ciri format Australasian yang umum digunakan adalah tidak adanya point of information atau interupsi pertanyaan singkat selama pidato.
Format ini menekankan kemampuan menyusun argumen, kerja sama tim, dan penyampaian sanggahan secara terstruktur.
4. Lincoln-Douglas Debate
Lincoln-Douglas Debate merupakan format debat satu lawan satu yang berfokus pada persoalan nilai, etika, dan prinsip moral.
Berbeda dengan debat tim, peserta dalam format ini harus menyampaikan serta mempertahankan argumennya sendiri.
Contoh mosinya adalah “Individual Freedom Is More Important Than Public Safety” (Kebebasan individu lebih penting daripada keselamatan publik).
Format Lincoln-Douglas banyak digunakan dalam kompetisi debat pelajar di Amerika Serikat.
5. Classroom Debate
Classroom Debate adalah debat yang dilakukan di lingkungan kelas untuk melatih kemampuan berbicara, menyusun argumen, dan berpikir kritis.
Aturannya lebih fleksibel dibandingkan debat kompetitif karena guru dapat menyesuaikan jumlah peserta, durasi, serta tingkat kesulitan topik.
Contoh topik classroom debate:
- “School Should Start Later in the Morning.” (Sekolah sebaiknya dimulai lebih siang pada pagi hari.)
- “Students Should Be Allowed to Choose Their Own Seats.” (Siswa sebaiknya diizinkan memilih tempat duduk sendiri.)
- “Reading Books Is Better Than Watching Movies.” (Membaca buku lebih baik daripada menonton film.)
Format ini cocok untuk pemula karena memberikan kesempatan untuk berlatih menyampaikan pendapat dalam suasana yang lebih santai.
Contoh Debat Bahasa Inggris dan Artinya
Supaya lebih mudah memahami cara debat berlangsung, berikut contoh percakapan debat bahasa Inggris dengan topik yang dekat dengan kehidupan pelajar.
Motion: “Schools Should Have a Four-Day School Week.”
Artinya: Sekolah sebaiknya menerapkan empat hari belajar dalam seminggu.
Dalam debat ini, tim afirmatif mendukung penerapan empat hari sekolah, sedangkan tim negatif berpendapat bahwa jadwal lima hari sekolah tetap lebih baik.
Contoh berikut menggunakan format classroom debate sederhana.
Moderator (Opening)

“Good morning, everyone! Welcome to today’s English debate. Our motion is ‘Schools Should Have a Four-Day School Week.’ The affirmative team will support the motion, while the negative team will oppose it. Each team will present its arguments and respond to the opposing team’s points. Let’s begin with the affirmative team.”
Artinya:
“Selamat pagi, semuanya! Selamat datang di debat bahasa Inggris hari ini. Mosi kita adalah ‘Sekolah Sebaiknya Menerapkan Empat Hari Belajar dalam Seminggu.’ Tim afirmatif akan mendukung mosi, sedangkan tim negatif akan menentangnya. Setiap tim akan menyampaikan argumen dan menanggapi pendapat tim lawan. Mari kita mulai dengan tim afirmatif.”
Affirmative Team – Speaker 1 (Opening Argument)
“Good morning, everyone. We believe that a four-day school week can benefit students. Having an extra day off gives students more time to rest, spend time with their families, and explore their interests. School is important, but students also need time to develop skills outside the classroom.”
Artinya:
“Selamat pagi, semuanya. Kami percaya bahwa empat hari sekolah dalam seminggu dapat memberikan manfaat bagi siswa. Memiliki satu hari libur tambahan memberi siswa lebih banyak waktu untuk beristirahat, berkumpul bersama keluarga, dan mengembangkan minat mereka. Sekolah memang penting, tetapi siswa juga membutuhkan waktu untuk mengembangkan kemampuan di luar kelas.”
Negative Team – Speaker 1 (Opening Argument)
“We disagree with the motion. A four-day school week may sound exciting, but it could create problems for students and teachers. Schools might have to extend daily class hours to cover the same lessons. As a result, students could feel more tired and have less energy after school.”
Artinya:
“Kami tidak setuju dengan mosi tersebut. Empat hari sekolah dalam seminggu mungkin terdengar menyenangkan, tetapi hal ini bisa menimbulkan masalah bagi siswa dan guru. Sekolah mungkin harus memperpanjang jam pelajaran setiap hari agar seluruh materi tetap tersampaikan. Akibatnya, siswa bisa merasa lebih lelah dan memiliki lebih sedikit energi setelah sekolah.”
Affirmative Team – Speaker 2 (Rebuttal)
“The negative team argues that longer school days could make students tired. However, schools do not necessarily need to add many extra hours each day. They could review their schedules and organize lessons more efficiently. An additional day off may also give students more opportunities to join extracurricular activities or learn independently.”
Artinya:
“Tim negatif berpendapat bahwa jam sekolah yang lebih panjang dapat membuat siswa lelah. Namun, sekolah belum tentu harus menambahkan banyak jam pelajaran setiap hari. Sekolah bisa meninjau kembali jadwal dan mengatur pembelajaran dengan lebih efisien. Satu hari libur tambahan juga dapat memberikan siswa lebih banyak kesempatan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler atau belajar secara mandiri.”
Negative Team – Speaker 2 (Rebuttal)
“That is an interesting point, but not every student has the same opportunities outside school. Some students may not have access to extracurricular activities or a suitable place to study at home. A five-day school week provides a consistent schedule and regular access to teachers. We believe schools should improve the learning experience rather than simply reduce the number of school days.”
Artinya:
“Itu pendapat yang menarik, tetapi tidak semua siswa memiliki kesempatan yang sama di luar sekolah. Sebagian siswa mungkin tidak memiliki akses ke kegiatan ekstrakurikuler atau tempat belajar yang memadai di rumah. Lima hari sekolah dalam seminggu memberikan jadwal yang konsisten dan akses rutin kepada guru. Kami percaya sekolah sebaiknya meningkatkan pengalaman belajar daripada sekadar mengurangi jumlah hari sekolah.”
Affirmative Team – Closing Statement
“In conclusion, we believe that a four-day school week is worth considering because students need a healthy balance between studying and personal activities. With careful planning, schools could create more flexible schedules while maintaining learning quality. Therefore, we support the motion.”
Artinya:
“Kesimpulannya, kami percaya bahwa empat hari sekolah dalam seminggu layak dipertimbangkan karena siswa membutuhkan keseimbangan yang sehat antara belajar dan kegiatan pribadi. Dengan perencanaan yang matang, sekolah dapat membuat jadwal yang lebih fleksibel sambil menjaga kualitas pembelajaran. Oleh karena itu, kami mendukung mosi ini.”
Negative Team – Closing Statement
“To conclude, we believe that a five-day school week provides a more consistent learning routine. Reducing school days may create scheduling challenges and unequal learning opportunities. Instead of shortening the school week, schools should focus on making lessons more engaging and effective. For these reasons, we oppose the motion.”
Artinya:
“Sebagai kesimpulan, kami percaya bahwa lima hari sekolah dalam seminggu memberikan rutinitas belajar yang lebih konsisten. Mengurangi jumlah hari sekolah dapat menimbulkan tantangan dalam penyusunan jadwal dan perbedaan kesempatan belajar. Daripada mempersingkat minggu sekolah, sekolah sebaiknya berfokus pada pembelajaran yang lebih menarik dan efektif. Karena alasan tersebut, kami menentang mosi ini.”
Moderator (Closing)
“Thank you to both teams for your thoughtful arguments. Today, we have explored the benefits and challenges of a four-day school week. Both sides have given us important points to consider. This brings our debate to an end. Thank you, everyone!”
Artinya:
“Terima kasih kepada kedua tim atas argumen yang telah disampaikan dengan baik. Hari ini, kita telah membahas manfaat dan tantangan dari penerapan empat hari sekolah dalam seminggu. Kedua pihak telah memberikan poin-poin penting untuk dipertimbangkan. Dengan demikian, debat kita selesai. Terima kasih, semuanya!”
Baca Juga: Contoh Agreement and Disagreement Bahasa Inggris
Dalam debat bahasa Inggris, kamu juga perlu bisa menyampaikan ide dengan jelas, memilih kosakata yang tepat, dan merespons pendapat lawan tanpa terlalu lama berpikir.
Masalahnya, banyak orang sudah paham grammar dan hafal vocabulary, tetapi masih gugup ketika harus berbicara dalam bahasa Inggris secara spontan.
Kalau kamu juga mengalaminya, berarti sekarang saatnya perbanyak latihan speaking bersama Sparks English!

Di kursus bahasa Inggris Sparks English, kamu belajar bahasa Inggris lewat metode interaktif dengan kurikulum berstandar internasional CEFR.
Khusus untuk usia 10–18 tahun, program Sparks Teen menghadirkan aktivitas group discussion, problem solving, dan pembahasan topik-topik menarik yang relevan dengan kehidupan remaja.
Dengan dukungan native teacher, Cambridge TKT certified teacher, dan kelas semi-private, setiap student dapat kesempatan lebih besar untuk aktif speaking dan kemampuan komunikasinya.
Biaya kelasnya juga mulai Rp70 ribuan per kelas aja, lho!
Jadi, daripada cuma menghafal contoh teks debat bahasa Inggris tanpa pernah mempraktikkannya, yuk mulai bangun kebiasaan speaking dari sekarang!
Kamu bisa coba trial class-nya secara GRATIS sekarang dan jangan lewatkan diskonnya karena kuota terbatas!


