Belajar bahasa Inggris dari nol, terutama untuk anak-anak perlu dilakukan dengan mengenalkan dasar bahasa Inggris seperti grammar, listening, speaking, dan writing.
Mari simak penjelasan lengkap terkait dasar-dasar belajar bahasa Inggris untuk pemula dalam artikel ini!
Grammar Dasar Bahasa Inggris
Di dalam belajar bahasa Inggris, grammar sering kali dianggap hal yang sulit dan menakutkan.
Padahal, menguasai grammar adalah fondasi dalam menyusun kalimat yang baik.
Grammar memiliki 16 tenses yang digunakan untuk menjelaskan waktu (sekarang, lampau, dan yang akan datang).
Namun, untuk proses belajar bahasa Inggris dari nol, kamu bisa fokus pada tenses dasar berikut ini:
1. To Be
To be adalah salah satu materi grammar dasar yang penting dipahami saat mulai belajar bahasa Inggris.
To be digunakan untuk menghubungkan subjek dengan informasi tentang dirinya, seperti identitas, kondisi, sifat, atau lokasi.
Dalam bentuk present, to be terdiri dari am, is, dan are.
Penggunaannya bergantung pada subjek yang digunakan.
| Subject | To Be | Contoh |
|---|---|---|
| I | am | I am happy. |
| He, She, It | is | She is a student. |
| You, We, They | are | They are at school. |
To be juga dapat digunakan dalam kalimat negatif dengan menambahkan not.
- I am not tired. (Saya tidak lelah)
- She is not at home. (Dia tidak di rumah)
- They are not angry. (Mereka tidak marah)
2. Simple Present Tense
Simple present tense digunakan untuk menjelaskan rutinitas, kebiasaan, atau fakta umum.
Contohnya, kegiatan yang dilakukan setiap hari atau sesuatu yang selalu benar.
Rumus simple present tense:
| Bentuk | Rumus | Contoh |
|---|---|---|
| Positif (+) | Subject + Verb 1 (s/es) + Object/Complement | She reads a book every day. |
| Negatif (-) | Subject + do/does + not + Verb 1 + Object/Complement | She does not read a book every day. |
| Interogatif (?) | Do/Does + Subject + Verb 1 + Object/Complement? | Does she read a book every day? |
Contoh kalimat:
- Positif: She reads a book every day. (Dia membaca buku setiap hari.)
- Negatif: She does not read a book every day. (Dia tidak membaca buku setiap hari.)
- Interogatif: Does she read a book every day? (Apakah dia membaca buku setiap hari?)
Catatan: Gunakan does untuk subjek he, she, dan it, serta do untuk I, you, we, dan they.
Pada kalimat negatif dan tanya, kata kerja kembali ke bentuk dasar tanpa tambahan -s/-es.
Baca Juga: Singular dan Plural Noun: Pengertian, Perbedaan, & Contoh Lengkap
3. Present Continuous Tense
Present continuous tense digunakan untuk menjelaskan kegiatan yang sedang berlangsung saat ini atau sekitar waktu sekarang.
Rumus present continuous tense:
| Bentuk | Rumus | Contoh |
|---|---|---|
| Positif (+) | Subject + am/is/are + Verb-ing + Object/Complement | She is reading a book. |
| Negatif (-) | Subject + am/is/are + not + Verb-ing + Object/Complement | She is not reading a book. |
| Interogatif (?) | Am/Is/Are + Subject + Verb-ing + Object/Complement? | Is she reading a book? |
Contoh kalimat:
- Positif: She is reading a book. (Dia sedang membaca buku.)
- Negatif: She is not reading a book. (Dia tidak sedang membaca buku.)
- Interogatif: Is she reading a book? (Apakah dia sedang membaca buku?)
Catatan: Gunakan am untuk I, is untuk he, she, dan it, serta are untuk you, we, dan they.
Untuk membuat kalimat negatif, tambahkan not setelah am/is/are.
Untuk kalimat tanya, letakkan am/is/are sebelum subjek.
4. Simple Past Tense
Simple past tense digunakan untuk menyatakan kegiatan atau peristiwa yang sudah terjadi dan selesai di masa lalu.
Keterangan waktu seperti yesterday, last week, dan two days ago sering digunakan dalam tense ini.
Rumus simple past tense:
| Bentuk | Rumus | Contoh |
|---|---|---|
| Positif (+) | Subject + Verb 2 + Object/Complement | We watched a movie yesterday. |
| Negatif (-) | Subject + did not + Verb 1 + Object/Complement | We did not watch a movie yesterday. |
| Interogatif (?) | Did + Subject + Verb 1 + Object/Complement? | Did we watch a movie yesterday? |
Contoh kalimat:
- Positif: We watched a movie yesterday. (Kami menonton film kemarin.)
- Negatif: We did not watch a movie yesterday. (Kami tidak menonton film kemarin.)
- Interogatif: Did we watch a movie yesterday? (Apakah kami menonton film kemarin?)
Catatan: Kalimat negatif dan tanya menggunakan did, sehingga kata kerja utama harus kembali ke bentuk pertama (Verb 1), bukan Verb 2.
Baca Juga: 7 Cara Belajar Grammar yang Efektif dan Anti Bosan
5. Simple Future Tense
Simple future tense digunakan untuk menyatakan prediksi, keputusan, atau kegiatan yang akan dilakukan di masa depan.
Rumus simple future tense:
| Bentuk | Rumus | Contoh |
|---|---|---|
| Positif (+) | Subject + will + Verb 1 + Object/Complement | They will play football tomorrow. |
| Negatif (-) | Subject + will not + Verb 1 + Object/Complement | They will not play football tomorrow. |
| Interogatif (?) | Will + Subject + Verb 1 + Object/Complement? | Will they play football tomorrow? |
Contoh kalimat:
- Positif: They will play football tomorrow. (Mereka akan bermain sepak bola besok.)
- Negatif: They will not play football tomorrow. (Mereka tidak akan bermain sepak bola besok.)
- Interogatif: Will they play football tomorrow? (Apakah mereka akan bermain sepak bola besok?)
Catatan: Will not dapat disingkat menjadi won’t.
Selain menggunakan will, kamu juga bisa memakai pola be going to untuk membicarakan rencana atau prediksi tertentu.
Contohnya, She is going to study tonight (Dia akan belajar malam ini).
Nah, sambil terus latihan dari hal-hal kecil sehari-hari, progress belajar bahasa Inggris akan jauh lebih cepat keliatan kalau ada bimbingan yang terarah dan konsisten.
Soalnya belajar bahasa Inggris sendirian itu gampang stuck, terutama buat pemula yang belum tahu harus mulai dari mana.
Banyak orang yang udah lama belajar tapi nggak ada perkembangan berarti karena metodenya nggak tepat, dan akhirnya nyesel udah buang waktu lama tapi hasilnya nggak sesuai ekspektasi.
Sparks English hadir buat mastiin hal itu nggak terjadi!
Setiap sesi dirancang biar student nggak cuma duduk dengerin teacher, tapi langsung praktek lewat diskusi, latihan speaking aktif, sampai mini project yang bikin proses belajar lebih menyenangkan dan aplikatif.
Apalagi dibimbing native teacher dan Cambridge TKT certified teacher di kelas semi-private sehingga progres setiap anak lebih diperhatikan teacher, sekaligus dapat kesempatan praktek yang jauh lebih banyak dibanding kelas reguler biasa.
Dengan biaya mulai Rp70 ribuan per kelas, lebih dari 25.000 students telah membuktikan hasilnya jadi lebih percaya diri berbahasa Inggris bersama Sparks English!
Kalau ada les bahasa Inggris dengan fasilitas premium tapi biayanya tetap irit tanpa mengorbankan kualitas, yakin nggak mau coba dulu?
Coba kelas trial gratisnya sekarang dan jangan lewatkan diskon Rp1 jutanya karena kuota terbatas!
Part of Speech

Part of speech adalah kategori kata yang menjelaskan fungsi kata tersebut dalam sebuah kalimat.
Di dalam bahasa Inggris part of speech dibagi menjadi 9 jenis:
1. Noun
Noun adalah kata yang digunakan untuk menyebut orang, hewan, tempat, benda, atau sesuatu yang bersifat abstrak.
Noun dapat berfungsi sebagai subjek maupun objek dalam kalimat.
Contoh noun:
- Teacher: guru
- School: sekolah
- Cat: kucing
- Book: buku
- Happiness: kebahagiaan
Contoh dalam kalimat:
- My teacher is kind. (Guru saya baik.)
- I have a book. (Saya memiliki sebuah buku.)
2. Verb
Verb atau kata kerja digunakan untuk menunjukkan tindakan, aktivitas, kejadian, atau keadaan.
Contoh verb:
- Eat: makan
- Drink: minum
- Study: belajar
- Play: bermain
- Sleep: tidur
- Run: berlari
Contoh dalam kalimat:
- I study English every day. (Saya belajar bahasa Inggris setiap hari.)
- They play football after school. (Mereka bermain sepak bola setelah sekolah.)
3. Adjective
Adjective adalah kata yang digunakan untuk menjelaskan atau memberikan informasi lebih detail tentang noun atau pronoun.
Contoh adjective:
- Big: besar
- Small: kecil
- Happy: senang
- Beautiful: indah
- Smart: pintar
- Friendly: ramah
Contoh dalam kalimat:
- She has a beautiful dress. (Dia memiliki gaun yang indah.)
- The cat is small. (Kucing itu kecil.)
4. Adverb
Adverb atau kata keterangan digunakan untuk memberikan informasi tambahan tentang verb, adjective, atau bahkan keseluruhan kalimat.
Adverb dapat menjelaskan bagaimana, kapan, atau seberapa sering sesuatu terjadi.
Contoh:
- Quickly: dengan cepat
- Slowly: dengan lambat
- Always: selalu
- Sometimes: terkadang
- Yesterday: kemarin
Contoh dalam kalimat:
- He runs quickly. (Dia berlari dengan cepat.)
- I always study at night. (Saya selalu belajar pada malam hari.)
5. Pronoun
Pronoun adalah kata yang digunakan untuk menggantikan noun sehingga kita tidak perlu mengulang kata benda yang sama berkali-kali.
Contoh subject pronoun:
- I
- You
- He
- She
- It
- We
- They
Contoh dalam kalimat:
- Rina is my friend. She is very kind. (Kata she digunakan untuk menggantikan Rina.)
6. Preposition
Preposition adalah kata yang menunjukkan hubungan antara satu kata dengan kata lainnya, terutama berkaitan dengan tempat, waktu, atau arah.
Contoh:
- in
- on
- at
- under
- behind
- beside
Contoh dalam kalimat:
- The book is on the table. (Buku itu berada di atas meja.)
- The cat is under the chair. (Kucing itu berada di bawah kursi.)
7. Conjunction
Conjunction adalah kata yang digunakan untuk menghubungkan kata, frasa, atau kalimat.
Contoh:
- and (dan)
- but (tetapi)
- or (atau)
- because (karena)
Contoh dalam kalimat:
- I like apples and bananas. (Saya suka apel dan pisang)
- She is tired but she keeps studying. (Dia lelah tapi dia tetap belajar)
8. Interjection
Interjection adalah kata atau ungkapan yang digunakan untuk menunjukkan emosi atau reaksi secara spontan.
Contoh:
- Wow!
- Oh!
- Ouch!
- Hey!
- Great!
Contoh dalam kalimat:
- Wow! Your drawing is beautiful.
- Ouch! My hand hurts.
9. Determiner
Determiner adalah kata yang memberikan informasi lebih spesifik tentang noun, misalnya menunjukkan jumlah, kepemilikan, atau benda tertentu.
Contoh:
- This
- That
- These
- Those
- My
- Your
- Some
- Many
Contoh dalam kalimat:
- This book is interesting. (Buku ini menarik)
- My bag is blue. (Tas ku berwarna biru)
Vocabulary Dasar Bahasa Inggris
Selain grammar, vocabulary atau kosakata merupakan dasar penting dalam belajar bahasa Inggris.
Semakin banyak kosakata yang dipahami, semakin mudah seseorang memahami percakapan, membaca teks, dan menyampaikan sesuatu dalam bahasa Inggris.
Pemula tidak perlu langsung menghafalkan ribuan kata.
Mulailah dari kosakata yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
| Tema | Contoh Kosakata |
|---|---|
| Family | mother, father, sister, brother |
| School | teacher, book, classroom, pencil |
| Food | rice, bread, milk, apple |
| Animals | cat, dog, bird, elephant |
| Body Parts | head, hand, eyes, nose |
| Colors | red, blue, yellow, green |
| Activities | eat, sleep, study, play |
| Feelings | happy, sad, angry, excited |
Listening
Listening adalah kemampuan memahami bahasa Inggris yang didengar.
Kemampuan ini penting karena dalam komunikasi sehari-hari, kita tidak hanya perlu bisa berbicara, tetapi juga memahami apa yang dikatakan orang lain.
Listening juga membantu kamu terbiasa dengan berbagai pronunciation, vocabulary, intonasi, dan pola kalimat dalam bahasa Inggris.
Ada banyak cara untuk melatih listening, salah satunya memanfaatkan channel Youtube belajar bahasa Inggris seperti BBC Learning English.
Reading

Jika bingung dari mana belajar bahasa Inggris dari nol, cobalah untuk mulai dari reading atau membaca.
Membaca membantu memperkaya kosa kata, mengenali struktur kata, dan frasa.
Lalu, bagaimana cara agar reading benar-benar bisa meningkatkan dasar bahasa Inggrismu?
- Cobalah pilih buku yang menarik agar bisa meningkatkan motivasi.
- Mulailah dari teks-teks pendek seperti artikel, cerpen, atau cerita anak-anak untuk membangun kepercayaan diri dan pemahaman bahasa.
- Bacalah dengan suara keras untuk melatih pengucapan dan intonasi.
Baca Juga: 25+ Materi Les Bahasa Inggris anak SD Lengkap, Dasar hingga Lanjutan
Speaking
Menguasai kemampuan berbicara atau speaking menjadi dasar bahasa Inggris yang penting untuk menunjang kemampuan komunikasi lebih efektif.
Untuk meningkatkan kemampuan speaking, cobalah teknik shadowing, di mana kamu mendengarkan native speaker mengucapkan suatu kata dan menirunya untuk mengikuti nada, ritme, dan intonasinya.
Tidak perlu menunggu sampai menguasai seluruh grammar untuk mulai speaking.
Justru, semakin sering berlatih, semakin terbiasa kamu menggunakan vocabulary dan struktur kalimat yang sudah dipelajari.
Writing
Writing adalah kemampuan menyampaikan ide, informasi, atau pengalaman melalui tulisan dalam bahasa Inggris.
Kemampuan ini berkaitan erat dengan vocabulary dan grammar karena keduanya digunakan untuk membentuk kalimat yang mudah dipahami.
Untuk pemula, latihan writing dapat dimulai dari hal yang sederhana.
Untuk meningkatkan skill writing, coba mulai dari hal sederhana dengan kalimat pendek dan paragraf yang mudah dipahami.
Ungkapan Bahasa Inggris Sehari-hari
Selain memahami grammar dan vocabulary, pemula juga perlu mengenal ungkapan bahasa Inggris yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan mempelajari ungkapan secara langsung, anak dapat mulai menggunakan bahasa Inggris untuk berkomunikasi dalam situasi sederhana.
Greeting atau sapaan:
- Hello! (Halo!)
- Good morning! (Selamat pagi!)
- How are you? (Apa kabar?)
- Nice to meet you. (Senang bertemu denganmu.)
Introducing yourself:
- My name is Rina. (Nama saya Rina.)
- I am 10 years old. (Saya berusia 10 tahun.)
- I live in Jakarta. (Saya tinggal di Jakarta.)
- My favorite food is pizza. (Makanan favorit saya adalah pizza.)
Asking for help:
- Can you help me? (Bisakah kamu membantuku?)
- Can you repeat that? (Bisakah kamu mengulanginya?)
- I don’t understand. (Saya tidak mengerti.)
Baca Juga: Ini Perbandingan Biaya Kursus Bahasa Inggris di 10 Lembaga!
Lancar Bahasa Inggris dalam 6 Bulan Mulai Rp70 Ribu!
Belajar bahasa Inggris dari nol jauh lebih mudah dan menyenangkan kalau ada panduan yang tepat dan lingkungan belajar yang supportif.
Tentunya hasilnya pun akan jauh lebih cepat terasa kalau ikut kursus bahasa Inggris karena kamu dapat bimbingan yang lebih terarah dan bisa praktik langsung bareng native speaker.
Di Sparks English, programnya dirancang khusus sesuai usia 3-18 tahun dan tingkatan proficiency level berbasis CEFR.
Mengapa banyak orang memilih Sparks English?
- Kurikulum berbasis CEFR: kurikulum standar internasional sesuai proficiency level.
- Metode aplikatif: belajar lewat public speaking, story telling, role play, games, hingga mini project kreatif.
- Certified teacher: dibimbing langsung native teacher dan tutor bersertifikasi Cambridge TKT.
- Kelas semi-private: Belajar dalam kelas kecil yang lebih personal dengan full english environment.
- Jadwal fleksibel: bebas pilih jadwal kelas yang tersedia
- Bonus: Free extra sessions bareng native teacher, student kit, hingga konsultasi professional teacher gratis untuk konsultasi kemajuan belajarmu.
Fasilitas selengkap ini nggak mungkin bisa didapatkan di tempat lain, dengan harga ekonomis mulai Rp70 ribuan per kelas!
Penasaran? Coba kelas trial gratisnya aja, sekaligus klaim diskonnya kalau mau harga lebih hemat!




