Saat mendengar native speaker berbicara bahasa Inggris, kamu mungkin pernah merasa, “Kok kata-katanya terdengar menyambung, ya?”
Misalnya, kalimat “What are you doing?” sering terdengar seperti “Whatcha doing?” atau “Can I have it?” terdengar seperti “Canai havit?”
Nah, inilah yang disebut connected speech.
Dalam bahasa Inggris sehari-hari, kata-kata tidak selalu diucapkan satu per satu secara terpisah.
Bunyi antar kata bisa saling menyambung, berubah, hilang, atau bahkan muncul bunyi tambahan agar ucapan terdengar lebih lancar dan natural.
Mari pelajari lebih lengkap dalam artikel ini!
Apa Itu Connected Speech
Connected speech adalah cara bunyi dalam bahasa Inggris saling terhubung ketika seseorang berbicara secara alami.
Dalam percakapan sehari-hari, native speaker jarang mengucapkan setiap kata dengan jeda yang jelas.
Sebaliknya, mereka menggabungkan bunyi agar kalimat terdengar lebih cepat, halus, dan natural.
Contohnya, kalimat:
“I want to eat an apple.”
Jika diucapkan satu per satu, setiap katanya terdengar terpisah.
Namun dalam connected speech, kalimat tersebut bisa terdengar seperti:
“I wanna eatan apple.”
Bukan berarti kata-katanya berubah secara resmi, ya.
Tulisan tetap sama, tetapi cara pengucapannya bisa terdengar lebih menyambung.
Tipe-Tipe Connected Speech
Ada beberapa tipe connected speech yang sering muncul dalam percakapan bahasa Inggris.
Berikut penjelasan lengkapnya beserta contoh yang mudah dipahami.
1. Catenation (Linking)
Catenation atau linking terjadi ketika bunyi akhir sebuah kata tersambung dengan bunyi awal kata berikutnya.
Biasanya, hal ini terjadi saat kata pertama berakhir dengan bunyi konsonan dan kata berikutnya dimulai dengan bunyi vokal.
Contoh:
- “Pick it up” terdengar seperti “Pi-ki-tup”
- “Turn off” terdengar seperti “Tur-noff”
- “An apple” terdengar seperti “A-napple”
- “I need it” terdengar seperti “I nee-dit”
Dalam percakapan, linking membuat kalimat terdengar lebih mengalir.
Orang yang terbiasa mengenali linking akan lebih mudah memahami ucapan bahasa Inggris yang terdengar cepat.
2. Intrusion (Penambahan Bunyi)
Intrusion adalah penambahan bunyi kecil di antara dua kata agar pengucapan terasa lebih halus.
Bunyi tambahan ini biasanya berupa /w/, /j/, atau /r/, tergantung bunyi vokal di sekitarnya.
Contoh:
- “Go away” bisa terdengar seperti “Go-w-away”
- “I agree” bisa terdengar seperti “I-y-agree”
- “Law and order” bisa terdengar seperti “Law-r-and order”
- “She asked” bisa terdengar seperti “She-y-asked”
Intrusion sering tidak disadari oleh pembicara karena muncul secara natural saat berbicara.
Untuk anak-anak, mengenali pola ini bisa membantu mereka tidak bingung saat mendengar kata yang terdengar seperti punya bunyi tambahan.
3. Elision (Penghilangan Bunyi)
Elision terjadi ketika satu bunyi dalam kata atau frasa tidak diucapkan.
Hal ini biasanya dilakukan agar kalimat lebih mudah dan cepat diucapkan.
Contoh:
- “Next day” bisa terdengar seperti “Nex day”
- “Must be” bisa terdengar seperti “Mus be”
- “Friendship” bisa terdengar seperti “Frenship”
- “I don’t know” sering terdengar seperti “I dunno”
Elision sangat sering muncul dalam percakapan sehari-hari.
Karena itu, orang yang hanya terbiasa mendengar kata dalam bentuk pelan dan terpisah mungkin akan merasa kesulitan saat mendengar bahasa Inggris natural.
Dengan latihan yang tepat, mereka akan mulai mengenali bunyi yang “hilang” ini.
4. Assimilation (Perubahan Bunyi)
Assimilation adalah perubahan bunyi karena dipengaruhi oleh bunyi di dekatnya.
Dalam connected speech, dua bunyi yang bertemu bisa berubah menjadi bunyi baru agar lebih mudah diucapkan.
Contoh:
- “Don’t you” bisa terdengar seperti “Donchu”
- “Would you” bisa terdengar seperti “Wudju”
- “Did you” bisa terdengar seperti “Didju”
- “Meet you” bisa terdengar seperti “Meechu”
Misalnya, dalam “Don’t you”, bunyi /t/ dan /y/ bisa terdengar seperti /ch/.
Inilah yang membuat ucapan native speaker terdengar berbeda dari tulisan.
Orang yang belajar assimilation akan lebih mudah memahami frasa umum dalam percakapan, terutama saat mendengar pertanyaan atau instruksi singkat dalam bahasa Inggris.
5. Geminates
Geminates terjadi ketika dua bunyi konsonan yang sama bertemu di akhir kata pertama dan awal kata berikutnya.
Alih-alih mengucapkan dua bunyi secara terpisah, pembicara biasanya menahannya sedikit lebih panjang.
Contoh:
- “Big game” terdengar seperti “Biggame”
- “Good day” terdengar seperti “Goodday”
- “Same mistake” terdengar seperti “Samemistake”
- “Black cat” terdengar seperti “Blackcat”
Pada geminates, bunyinya tidak benar-benar hilang, tetapi menyatu.
Misalnya, “big game” tidak diucapkan “big” lalu berhenti, kemudian “game”.
Bunyinya mengalir menjadi satu rangkaian yang lebih natural.
Cara Meningkatkan Skill Connected Speech
Connected speech bisa dilatih secara bertahap.
Kamu tidak harus langsung menguasai semua tipe dalam satu waktu.
Yang terpenting adalah mereka terbiasa mendengar, meniru, dan menggunakan bahasa Inggris dalam konteks yang menyenangkan.
1. Asah Listening Skills
Langkah pertama untuk memahami connected speech adalah memperbanyak latihan mendengar.
Kamu bisa mulai dari audio pendek, lagu anak berbahasa Inggris, cerita sederhana, atau video edukatif dengan pengucapan yang jelas.
Saat latihan listening, kamu bisa menebak kata yang terdengar menyambung.
Misalnya, setelah mendengar “turnoff”, kenali bahwa frasa tersebut berasal dari “turn off”.
Latihan listening yang rutin akan membantumu memahami bahwa bahasa Inggris dalam percakapan nyata bisa terdengar berbeda dari tulisan.
2. Gunakan Teknik Shadowing
Shadowing adalah teknik menirukan ucapan pembicara setelah mendengarnya.
Teknik ini sangat baik untuk melatih pronunciation, intonation, rhythm, dan connected speech.
Caranya mudah:
- Dengarkan satu kalimat pendek.
- Ulangi kalimat tersebut dengan meniru cara pengucapannya.
- Perhatikan bagian yang terdengar menyambung.
- Ulangi beberapa kali sampai terdengar lebih natural.
Contoh latihan:
Audio: “Can I have it?”
Anak menirukan: “Canai havit?”
Dengan shadowing, anak tidak hanya tahu arti kalimat, tetapi juga belajar bagaimana kalimat tersebut diucapkan secara alami.
3. Latihan Berdialog
Connected speech akan lebih mudah dikuasai jika kamu sering berlatih dalam percakapan.
Dialog sederhana membantu kamu menggunakan bahasa Inggris secara aktif, bukan hanya mendengarkan atau menghafal.
Kamu bisa mulai dari percakapan pendek seperti menyapa, meminta bantuan, bertanya makanan favorit, atau bermain peran di rumah.
Semakin sering berlatih, semakin terbiasa mereka menghubungkan bunyi dalam kalimat.
Contoh Connected Speech dalam Percakapan
Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh connected speech dalam dialog singkat.
Dialog:
A: Hi, what are you doing?
B: I’m trying to pick it up.
A: Oh, is it your new toy?
B: Yes! Can I show it to you?
A: Sure, but don’t you drop it again.
B: I won’t. I want to put it on the table.
A: Good idea. Let’s turn off the TV first.
B: Okay, then we can play a game.
Dalam dialog tersebut, beberapa contoh connected speech yang bisa muncul adalah:
- “What are you” terdengar seperti “Whatcha”
- “Pick it up” terdengar seperti “Pi-ki-tup”
- “Can I” terdengar seperti “Canai”
- “Don’t you” terdengar seperti “Donchu”
- “Turn off” terdengar seperti “Tur-noff”
- “Play a game” terdengar seperti “Playa game”
Baca Juga: Adjective Order: Pengertian, Jenis, Contoh, dan Penggunaannya
Connected speech adalah bagian penting dalam bahasa Inggris lisan.
Jika kamu ingin jago dan percaya diri berbahasa Inggris dalam 6 bulan, ayo belajar bareng Sparks English!
Di kursus bahasa Inggris Sparks English, kamu akan belajar bahasa Inggris dengan metode fun & interactive.
Kurikulumnya berbasis CEFR, standar internasional yang membuat materi disusun sesuai level kemampuan sehingga perkembangan progress-mu bisa terukur.
Biaya per kelasnya ekonomis, mulai Rp70 ribuan aja, kamu sudah dapat kelas semi privat, guru native speaker dan tutor bersertifikat Cambridge TKT.
Lebih dari 25.000 students buktikan hasilnya, lebih lancar berbahasa Inggris dalam 6 bulan!
Yuk coba kelasnya secara gratis lewat free trial class, selagi promonya masih berlaku biar dapat harga makin hemat!



