Apa Itu Phrase? Ciri-Ciri, 11 Jenisnya, dan Contoh Lengkap

31 December 2025
phrase adalah

Saat belajar grammar, banyak orang baru sadar kalau phrase adalah bagian penting yang sering dipakai, tapi jarang benar-benar dipahami.

Hampir semua frasa dalam bahasa Inggris dipakai setiap hari, baik saat membaca, menulis, maupun ngobrol santai.

Kalau masih penasaran apa itu phrase, artikel ini akan membahasnya dengan cara yang gampang untuk dicerna.

Mari simak selengkapnya!

 

 

Apa Itu Phrase?

Phrase adalah kumpulan beberapa kata yang punya makna, tapi tidak bisa berdiri sebagai kalimat sendiri. 

Phrase selalu menjadi bagian dari kalimat dan dipakai untuk menjelaskan sesuatu dengan lebih detail. 

Dalam praktiknya, frasa dalam bahasa Inggris sering digunakan untuk menerangkan orang, benda, atau kejadian.

 

Ciri-Ciri Phrase

Banyak orang masih keliru membedakan phrase dengan clause atau sentence karena kelihatannya mirip. 

Padahal, kalau diperhatikan dari strukturnya, phrase punya ciri khas yang cukup jelas. 

Berikut adalah ciri-ciri phrase dalam bahasa Inggris yang paling penting dan sering muncul dalam pembahasan grammar.

  • Tidak memiliki subjek dan verb utama secara bersamaan.
  • Tidak bisa berdiri sendiri sebagai kalimat utuh.
  • Berfungsi sebagai noun, adjective, adverb, dan lainnya.
  • Bisa terdiri dari satu kata atau lebih.
  • Tidak menunjukkan tense karena unsur tense baru muncul ketika struktur sudah berkembang menjadi clause atau sentence.

 

Jenis-Jenis Phrase

1. Noun Phrase

Noun phrase adalah rangkaian kata yang berpusat pada kata benda (noun) atau kata ganti (pronoun) sebagai inti utamanya. 

Kata-kata lain di sekitarnya berfungsi untuk memberi keterangan tambahan, seperti menjelaskan jumlah, sifat, atau kepemilikan.

Secara fungsi, noun phrase dipakai untuk menggantikan posisi kata benda di dalam kalimat. 

Artinya, struktur ini bisa muncul sebagai subjek, objek, maupun pelengkap (complement), tergantung konteks penggunaannya.

Contoh noun phrase dalam kalimat:

  • Noun phrase sebagai subjek: A talented young singer performs on the stage. (Seorang penyanyi muda berbakat tampil di atas panggung.)
  • Noun phrase sebagai objek: She bought a new laptop. (Dia membeli laptop baru.)
  • Noun phrase sebagai complement: His dream is a successful international career. (Mimpinya adalah karier internasional yang sukses.)

 

2. Adjective Phrase

Adjective phrase adalah kumpulan kata yang berpusat pada adjective (kata sifat) dan digunakan untuk memberi keterangan tambahan tentang noun atau pronoun. 

Fungsinya sama seperti adjective tunggal, tetapi dengan makna yang lebih detail dan spesifik.

Dalam kalimat, adjective phrase biasanya muncul untuk menjelaskan sifat, kondisi, atau karakteristik dari kata benda atau kata ganti. 

Karena itu, adjective phrase sering dipakai sebagai pelengkap (complement) atau modifier yang membuat informasi dalam kalimat jadi lebih jelas.

Contoh adjective phrase dalam kalimat:

  • The movie was extremely interesting. (Film itu sangat menarik.)
  • It is too difficult for beginners. (Itu terlalu sulit untuk pemula.)

 

3. Prepositional Phrase

Prepositional phrase adalah rangkaian kata yang terdiri dari preposition (kata depan) dan objeknya, biasanya berupa noun atau pronoun

Jenis phrase ini sangat sering muncul dalam bahasa Inggris sehari-hari, terutama untuk menunjukkan tempat, waktu, arah, atau cara.

Contoh prepositional phrase dalam kalimat:

  • The book on the table is mine. (Buku yang ada di atas meja itu milikku.)
  • We met after the meeting. (Kami bertemu setelah rapat.)

 

4. Adverbial Phrase

Adverbial phrase adalah kelompok kata yang berfungsi seperti adverb (kata keterangan) dalam sebuah kalimat. 

Jenis phrase ini digunakan untuk menjelaskan cara, waktu, tempat, alasan, atau tingkat suatu tindakan yang dilakukan oleh subjek.

Berbeda dari adjective phrase yang fokus ke noun, adverbial phrase memberikan informasi tambahan tentang verb, adjective, atau bahkan adverb lain.

Contoh adverbial phrase dalam kalimat:

  • She speaks English with great confidence. (Dia berbicara bahasa Inggris dengan penuh percaya diri.)
  • In the morning, he usually studies English. (Di pagi hari, dia biasanya belajar bahasa Inggris.)

 

5. Gerund Phrase

Gerund phrase adalah phrase yang dimulai dengan gerund (verb + -ing) dan berfungsi sebagai noun dalam kalimat. 

Inilah yang sering bikin bingung karena bentuknya verb, tapi fungsinya noun.

Gerund phrase bisa berperan sebagai subjek, objek, atau pelengkap.

Contoh gerund phrase dalam kalimat:

  • Sebagai subjek: Learning English every day improves your confidence. (Belajar bahasa Inggris setiap hari akan meningkatkan kepercayaan diri Anda.)
  • Sebagai objek: She enjoys watching movies in English. (Dia senang menonton film berbahasa Inggris.)
  • Sebagai pelengkap: His hobby is playing online games. (Hobinya adalah bermain game online.)

 

6. Participle Phrase

Participle phrase adalah rangkaian kata yang berasal dari verb, tetapi berfungsi sebagai adjective. 

Artinya, meskipun bentuknya kata kerja, perannya bukan sebagai aksi utama, tapi untuk menjelaskan noun dalam kalimat.

Participle phrase biasanya diawali oleh participle (verb + -ing atau verb bentuk -ed / past participle), lalu diikuti kata-kata tambahan seperti objek atau keterangan.

Contoh participle phrase dalam kalimat:

  • Feeling exhausted after work, he went straight to bed. (Merasa kelelahan setelah bekerja, dia langsung pergi tidur.)
  • The girl wearing a red dress is my sister. (Gadis yang mengenakan gaun merah itu adalah kakakku.)

 

7. Appositive Phrase

Appositive phrase adalah frasa yang berfungsi untuk menjelaskan atau memberi informasi tambahan tentang sebuah noun atau pronoun. 

Biasanya, frasa ini diletakkan tepat setelah kata benda yang dijelaskan.

Sederhananya, appositive phrase itu seperti keterangan ekstra yang membantu memperjelas siapa atau apa yang sedang dibicarakan dalam kalimat. 

Contoh appositive phrase dalam kalimat:

  • I bought a new phone, the latest iPhone model. (Saya membeli ponsel baru, model iPhone terbaru.)
  • Jakarta, the capital city of Indonesia, is very crowded. (Jakarta, ibu kota Indonesia, sangat padat penduduknya.)

 

8. Infinitive Phrase

Infinitive phrase adalah rangkaian kata yang diawali oleh infinitive verb, yaitu bentuk dasar kata kerja yang umumnya menggunakan “to”, lalu diikuti kata lain yang melengkapinya agar maknanya lebih jelas.

Infinitive phrase tidak berfungsi sebagai kata kerja utama. 

Frase ini sering dipakai untuk menyatakan tujuan, alasan, atau niat melakukan sesuatu.

Contoh infinitive phrase dalam kalimat:

  • To master English fluently takes time and practice. (Untuk menguasai bahasa Inggris dengan lancar dibutuhkan waktu dan latihan.)
  • She wants to study abroad next year. (Dia ingin belajar di luar negeri tahun depan.)

 

9. Absolute Phrase

Absolute phrase adalah jenis phrase yang berisi noun atau pronoun + participle atau modifier, tetapi tidak terikat langsung dengan subjek utama kalimat. 

Meski terlihat seperti punya “subjek sendiri”, absolute phrase bukan clause karena tidak memiliki verb utama yang menunjukkan tense.

Contoh absolute phrase dalam kalimat:

  • The weather being cold, we decided to stay at home. (Karena cuacanya dingin, kami memutuskan untuk tetap di rumah.)
  • Her hands shaking, she opened the envelope. (Dengan tangan gemetar, dia membuka amplop itu.)

 

10. Interjectional Phrase

Interjectional phrase adalah gabungan kata yang digunakan untuk menyatakan emosi, reaksi spontan, atau perasaan. 

Frasa ini biasanya muncul secara tiba-tiba dan tidak berhubungan langsung dengan struktur utama kalimat.

Contoh interjectional phrase dalam kalimat:

  • Oh my goodness, I forgot my keys at home. (Ya ampun, aku lupa kunciku di rumah.)
  • Well, you know, this isn’t an easy decision. (Yah, kamu tahu, ini bukan keputusan yang mudah.)

 

11. Conjunctional Phrase

Conjunctional phrase adalah frasa yang berfungsi sebagai kata hubung (conjunction) dalam kalimat. 

Biasanya terdiri dari lebih dari satu kata, tetapi tugasnya sama seperti and, but, atau because, yaitu menghubungkan kata, frasa, klausa, atau ide.

Contoh conjunctional phrase dalam kalimat:

  • He kept trying, even though he was tired. (Dia terus mencoba, meskipun dia lelah.)
  • She stayed at home because of the rain. (Dia tetap tinggal di rumah karena hujan.)

 

Apa Perbedaan Phrase dan Clause?

Banyak orang masih mengira phrase dan clause itu sama, padahal keduanya punya perbedaan mendasar dalam struktur dan fungsi.

 

Phrase

Clause

Tidak memiliki subjek Memiliki subjek
Tidak memiliki predikat Memiliki predikat
Tidak bisa berdiri sendiri Bisa berdiri sebagai kalimat
Hanya bagian dari kalimat Sudah menyampaikan ide
Contoh: under the old bridge Contoh: The children played under the old bridge

 

Perbedaan paling mendasar antara phrase dan clause terletak pada kelengkapan strukturnya.

Phrase hanya berfungsi sebagai bagian dari kalimat, sedangkan clause sudah memiliki subjek dan predikat sehingga bisa menyampaikan makna yang lebih lengkap.

 

Baca Juga: Cause and Effect: Panduan Terlengkap, Fungsi, Rumus & Contoh

 

Sekarang kamu sudah paham apa itu phrase, jenis-jenisnya, sampai bedanya dengan clause. 

Tapi jujur aja, grammar baru benar-benar nempel kalau langsung dipakai buat ngomong. 

Di Sparks English, kamu bisa latihan pakai phrase dan struktur kalimat yang benar bareng native speaker dan teman sebaya, bukan cuma hafalan teori. 

 

Banner sparks english for kids

 

Dengan harga kelas mulai Rp70 ribuan, kurikulum internasional, dan suasana belajar yang fun, ini saat paling pas buat upgrade English kamu.

Ayo lanjut belajar di kursus bahasa Inggris Sparks English!

Kamu bisa coba trial class-nya dulu, gratis loh sebelum kuota penuh!

Buktikan sendiri bedanya belajar bahasa Inggris di Sparks English!

Author:

Topik:

Share article: