“Anakku energinya kok kayak nggak habis-habis ya..”
Pemikiran ini mungkin sering banget muncul di benak Moms & Dads yang punya anak aktif.
Padahal, di balik tenaga yang seolah tanpa batas itu, ada banyak hal menarik yang bisa dipahami, mulai dari kenapa si kecil bisa seenergik itu sampai cara terbaik menyalurkannya.
Yuk, pahami ciri-ciri anak aktif, apa penyebabnya, dan bagaimana cara mengetahui perbedaan anak aktif dan hiperaktif dalam artikel ini.
- Apa Itu Anak Aktif?
- Ciri-Ciri Anak Aktif
- Mengapa Anak Bisa Sangat Aktif?
- Perbedaan Anak Aktif dan Hiperaktif
- Cara Mendukung Anak Aktif agar Tetap Terarah
Apa Itu Anak Aktif?
Anak aktif adalah anak yang senang bergerak, penuh rasa ingin tahu, serta cenderung sulit diam dalam waktu lama.
Meski begitu, mereka tetap bisa mengikuti arahan serta menyelesaikan hal yang sedang dikerjakan.
Kondisi ini berbeda dari hiperaktif, karena hiperaktif adalah kondisi saat anak terus-menerus sulit fokus dan sulit mengendalikan diri di hampir semua situasi, bukan cuma soal seberapa banyak dia bergerak.
Menurut penjelasan dari CDC Amerika Serikat, wajar saja kalau anak sesekali susah fokus atau susah diam, apalagi saat sedang bermain atau berada di suasana baru.
Ciri-Ciri Anak Aktif
Ciri-ciri anak aktif bisa dilihat dari kesehariannya, mulai dari aktivitas fisik sampai cara dia menanggapi hal-hal baru di sekitarnya.
Semua masih terhitung wajar, selama anak tetap bisa diarahkan dan tidak mengganggu orang lain.
- Susah diam dalam waktu lama: baru duduk sebentar, sudah berdiri lagi untuk lari-larian atau naik-turun tangga.
- Cepat penasaran dengan hal baru: langsung mendekat begitu melihat mainan atau benda asing di sekitarnya.
- Banyak bertanya: soal apa saja yang dilihatnya, dari kenapa semut jalan berbaris sampai kenapa balon bisa meletus.
- Senang aktivitas fisik yang menantang: seperti memanjat sofa, melompat dari anak tangga paling bawah, atau lari kejar-kejaran dengan saudaranya.
- Masih bisa tenang saat diminta: misalnya duduk manis waktu makan meski cuma bertahan beberapa menit.
- Tidur lebih nyenyak: setelah seharian bergerak, karena energinya memang benar-benar terpakai.
- Tetap merespons: saat dipanggil atau diberi instruksi, meski kadang perlu diulang dua-tiga kali.
Mengapa Anak Bisa Sangat Aktif?
Tingkat energi anak dipengaruhi oleh berbagai faktor.
Itulah yang membuat sebagian anak bisa jauh lebih aktif dibanding sebayanya.
1. Energi dan Temperamen Anak
Sejak lahir, setiap anak sudah punya tingkat energi dan temperamen yang beda-beda, ini bagian dari bawaan alami, bukan hasil didikan yang salah.
Makanya, dalam satu keluarga saja bisa ada anak yang anteng dan anak yang heboh.
2. Rasa Ingin Tahu yang Tinggi
Anak usia dini memang lagi rajin eksplorasi dan mengenal dunia sekitar.
Rasa ingin tahu yang besar dapat dilihat lewat gerak dan eksplorasi fisik, seperti langsung membuka semua laci begitu masuk ruangan baru.
3. Lingkungan yang Mendorong Anak Bergerak
Rumah dengan ruang gerak yang luas atau kebiasaan main di luar rumah membuat anak terbiasa banyak bergerak.
Anak yang punya teman energik juga bisa ikut terpacu untuk bergerak dan bereksplorasi.
4. Kebutuhan Bermain dan Bereksplorasi
Bergerak dan bermain sebenarnya kebutuhan dasar anak untuk berkembang, bukan sekadar cara menghabiskan waktu.
Loncat-loncat di atas kasur atau berlari kejar bola ke sana kemari bisa sekaligus melatih koordinasi tubuh dan keseimbangan anak.
Energi berlebih dan rasa ingin tahu anak aktif sebenarnya nggak perlu diredam, cukup diarahkan ke aktivitas yang bikin mereka makin berkembang, seperti belajar bahasa Inggris.
Apalagi, di awal-awal usianya, plastisitas otak anak sedang berada dalam kondisi terbaik sehingga ia bisa menyerap hal baru secepat spons, termasuk menyerap kosakata dan struktur bahasa baru.
Kondisi terbaik ini nggak berlangsung selamanya, plastisitas otak akan menurun seiring anak bertambah dewasa.
Inilah yang membuat banyak orang dewasa menyesal nggak belajar bahasa Inggris sejak awal, sebab effort yang dibutuhkan jadi jauh lebih besar, sementara tuntutan kemampuan bahasa Inggris justru makin banyak di era sekarang.
Sparks English siap bantu anak usia 3–15 tahun belajar bahasa Inggris dengan kurikulum berbasis CEFR yang terarah dan sesuai tahap usia.
Sesi belajarnya dikemas dengan metode fun & interactive, sehingga si kecil bisa tetap terlibat aktif tanpa merasa sedang belajar dengan cara yang kaku.
Kelas semi-private-nya juga memungkinkan pendampingan yang lebih personal sehingga teacher bisa memperhatikan perkembangan setiap anak.
Mulai dari Rp70 ribuan per kelas, si kecil sudah bisa dibimbing langsung oleh native teacher dan Cambridge TKT certified teacher, sehingga accent dan struktur bahasa Inggris anak juga terbentuk natural.
Metode belajar ini berhasil membantu lebih dari 25.000 students jago dan percaya diri berbahasa Inggris bersama Sparks English!
Mulai pengalaman seru belajar bahasa Inggris si kecil lewat free trial class, mumpung ada diskon Rp1 jutanya yang masih bisa diklaim!
Perbedaan Anak Aktif dan Hiperaktif
Perbedaan anak aktif dan hiperaktif nggak mudah didentifikasi dengan sekilas, sebab keduanya sama-sama punya energi besar dan sulit diam.
Menurut Anggiastri, seorang psikolog klinis, yang membedakan anak aktif dan hiperaktif bukan cuma seberapa banyak anak bergerak, tapi caranya menyesuaikan diri dan berhenti sesuai situasi.
1. Kemampuan Mengendalikan Fokus
Anak aktif biasanya tetap bisa fokus kalau lagi mengerjakan sesuatu yang dia sukai, meski sebentar-sebentar mengalihkan pandangan ke sekitar.
Anak dengan kecenderungan hiperaktif lebih gampang teralihkan, bahkan saat mengerjakan hal yang sebenarnya dia senangi, misalnya baru mulai menyusun puzzle langsung pindah ke mainan lain.
2. Kemampuan Mengendalikan Emosi
Soal emosi, anak aktif umumnya masih bisa meredam diri kalau sedang kesal atau kecewa, walau tetap butuh waktu untuk tenang lagi.
Sebaliknya, luapan emosi pada anak hiperaktif cenderung lebih meledak-ledak dan susah diredakan, bahkan untuk hal yang sebenarnya sepele, seperti kalah main game.
3. Kemampuan dalam Hubungan Sosial
Dalam pertemanan, anak aktif umumnya masih paham giliran main dan bisa menyesuaikan diri kalau temannya minta istirahat sebentar.
Anak hiperaktif kerap kesulitan menunggu giliran atau membaca situasi sosial, sehingga temannya bisa merasa kewalahan.
4. Perilaku di Berbagai Situasi
Anak aktif bisa menyesuaikan tingkah lakunya sesuai tempat, misalnya lebih riang di taman bermain tapi lumayan tenang saat di ruang tunggu dokter.
Pada anak hiperaktif, perilaku aktif berlebihan biasanya muncul di berbagai situasi, misalnya di rumah, sekolah, maupun tempat umum, meski tingkat keaktifannya bisa berbeda.
5. Dampak pada Aktivitas Sehari-hari
Untuk anak aktif, energi besarnya jarang sampai mengganggu rutinitas harian seperti makan, mandi, atau belajar, karena dia masih bisa diarahkan.
Pada anak dengan kecenderungan hiperaktif, rutinitas sehari-hari lebih sering terganggu, misalnya waktu makan jadi lama karena susah duduk tenang.
Kalau Moms & Dads masih ragu si kecil termasuk aktif atau sudah mengarah ke hiperaktif, sebaiknya coba berkonsultasi ke psikolog anak atau dokter tumbuh kembang, supaya dapat gambaran yang lebih jelas.
Baca Juga: 10 Cara Mengatasi Anak Hiperaktif agar Lebih Tenang dan Fokus
Cara Mendukung Anak Aktif agar Tetap Terarah
Anak aktif tidak perlu diredam energinya, cukup diarahkan supaya tetap produktif dan tidak mengganggu orang di sekitarnya.
Berikut beberapa cara yang bisa dicoba di rumah.
1. Berikan Kesempatan untuk Banyak Bergerak
Anak aktif butuh ruang untuk menyalurkan energinya, entah lewat main di taman, olahraga, atau sekadar lari-larian di halaman rumah.
Kalau energinya tersalurkan dengan cukup, anak jadi lebih gampang tenang saat waktunya belajar atau istirahat.
2. Ajak Anak Melakukan Aktivitas yang Terstruktur
Selain main bebas, anak aktif juga perlu dikenalkan pada aktivitas yang punya aturan dan urutan jelas, seperti kelas renang atau olahraga tim.
Aktivitas semacam ini melatih anak untuk tetap bergerak sambil belajar mengikuti instruksi dan menunggu giliran.
3. Buat Aturan yang Sederhana dan Konsisten
Aturan yang jelas tentang kapan waktunya main dan kapan waktunya tenang, membuat anak aktif lebih gampang tahu batasan tanpa merasa dikekang.
Konsistensi juga penting, sebab anak akan lebih cepat paham kalau aturan yang sama diterapkan setiap hari.
4. Berikan Pilihan Aktivitas Sesuai Minat
Melibatkan anak dalam memilih aktivitas yang ingin dicoba, bisa sekaligus melatihnya dalam mengambil keputusan.
Misalnya, tawarkan pilihan antara ikut kelas menari atau kelas basket, supaya dia belajar menimbang sesuai minatnya sendiri.
5. Berikan Pujian pada Perilaku Positif
Pujian sederhana saat anak berhasil mengontrol diri di situasi yang harus tenang, bisa jadi penyemangat untuk kepercayaan dirinya.
Fokus pada usaha yang sudah dilakukan, bukan cuma hasil akhirnya, supaya anak makin percaya diri untuk mencoba hal serupa ke depannya.
Rasa ingin tahu yang besar dan energi berlimpah anak aktif bisa jadi modal yang sangat bagus untuk disalurkan ke aktivitas yang bermanfaat.
Salah satu aktivitas yang bermanfaat sekaligus jadi investasi skill terbaik demi masa depan anak adalah belajar bahasa Inggris.
Apalagi di Sparks English metodenya dirancang agar dekat dengan dunia anak, jadi anak bisa sekaligus asah kreativitas, problem solving, dan soft skills lainnya.
Sparks English hadir sebagai les bahasa Inggris anak dengan full English environment, sehingga anak terbiasa dan mahir bahasa Inggris sejak dini!
Sebelum mulai kelas, si kecil akan ikut placement test terlebih dulu agar dapat kelas dengan level yang sesuai kemampuannya.
Proses belajar bahasa Inggris di Sparks English makin maksimal karena ada free extra sessions yang bisa diikuti tiap pekan hingga free teacher consultation.
Sparks English udah kasih fasilitas lengkap dengan harga yang tetap hemat, nggak perlu repot cari yang lain lagi, deh!
In this economy, rugi banget kalau ngelewatin kesempatan upgrade skill bahasa Inggris anak demi masa depannya dengan biaya mulai 70 ribuan aja. Yakin nggak mau coba dulu?
Daftar free trial class-nya, apalagi cuma butuh 1 menit aja kalau daftar lewat live book booking instan!



