10 Board Game Edukasi Terbaik untuk Anak dan Manfaatnya

14 August 2026
board game edukasi

Tahukah Moms & Dads bahwa ada cara interaktif dan menyenangkan untuk mengalihkan perhatian anak dari layar sekaligus mengasah otak mereka? 

Jawabannya adalah melalui board game edukasi!

Tak heran jika board game kini banyak digunakan sebagai salah satu alternatif aktivitas edukatif untuk membantu anak belajar sambil bermain.

Lalu, apa itu board game edukasi, apa saja manfaatnya, dan permainan apa yang bisa Moms & Dads pilih untuk anak? 

Simak pembahasannya berikut ini.

 

 

Apa Itu Board Game Edukasi?

Board game adalah permainan papan yang dimainkan di atas permukaan datar oleh dua orang atau lebih menggunakan komponen seperti bidak, dadu, kartu, atau kepingan khusus.

Sementara itu, board game edukasi adalah board game yang tidak hanya bertujuan memberikan hiburan, tetapi juga dapat membantu melatih kemampuan tertentu pada anak.

Kemampuan tersebut dapat berupa kemampuan bahasa, berhitung, pemecahan masalah, kreativitas, komunikasi, hingga kerja sama.

Karena proses belajarnya dikemas dalam bentuk permainan, anak dapat memperoleh pengalaman belajar yang terasa lebih menyenangkan dan interaktif.

 

Manfaat Board Game Edukasi bagi Anak

Selain menjadi pilihan aktivitas untuk mengisi waktu bersama keluarga, board game edukasi dapat memberikan berbagai manfaat bagi perkembangan anak.

Berikut beberapa di antaranya.

 

1. Melatih Kemampuan Problem Solving

Saat bermain board game, anak dihadapkan pada rintangan, tantangan aturan, dan pergerakan lawan. 

Situasi ini melatih problem solving, menuntut anak untuk berpikir cepat mencari solusi terbaik agar bisa menyelesaikan permainan dengan sukses.

 

2. Mengembangkan Critical Thinking

Board game tertentu membutuhkan kemampuan berpikir sebelum mengambil keputusan.

Misalnya, anak perlu memperkirakan langkah lawan, mempertimbangkan konsekuensi dari sebuah pilihan, atau menentukan strategi berdasarkan kondisi permainan.

Aktivitas seperti ini dapat membantu mengembangkan kemampuan critical thinking atau berpikir kritis.

 

3. Meningkatkan Konsentrasi dan Fokus

Aturan board game mengharuskan pemain untuk menyimak giliran, mengingat strategi, serta memperhatikan alur permainan. 

Ini menjadi sarana latihan yang luar biasa untuk melatih daya ingat, rentang perhatian (attention span), dan fokus anak.

 

Baca Juga: 12 Cara Melatih Fokus Anak Sesuai Usia yang Efektif

 

4. Mengembangkan Kemampuan Komunikasi

Anak dapat belajar menyampaikan pendapat, menjelaskan sesuatu, bertanya, mendengarkan pemain lain, serta mengikuti aturan komunikasi selama permainan berlangsung.

Beberapa board game bahkan secara khusus meminta pemain memberikan petunjuk, menjelaskan ide, atau menebak maksud pemain lainnya.

Aktivitas tersebut dapat membantu anak mengembangkan kemampuan komunikasi secara alami.

 

5. Meningkatkan Kerja Sama Tim

Banyak jenis board game modern yang mengusung konsep kooperatif di mana semua pemain harus bekerja sama demi mencapai tujuan bersama. 

Hal ini membentuk jiwa kepemimpinan, empati, dan kolaborasi sejak dini.

 

6. Mengasah Kreativitas

Board game juga dapat menjadi sarana untuk mengembangkan kreativitas anak.

Permainan yang melibatkan gambar, cerita, kata-kata, atau imajinasi membuat anak perlu menemukan berbagai ide baru selama bermain.

Anak dapat belajar melihat sebuah situasi dari sudut pandang berbeda sekaligus mengekspresikan gagasannya dengan lebih bebas.

 

Board game adalah salah satu cara paling menyenangkan untuk mengenalkan bahasa Inggris pada anak. 

Di masa kanak-kanak, pendekatan seperti ini sangat efektif karena bahasa baru diserap secara mudah dan natural oleh otak lewat aktivitas yang anak sukai.

Banyak orang dewasa menyesal tidak belajar bahasa Inggris lebih serius sejak kecil, karena setelah besar proses penyerapan bahasa baru jauh lebih berat dan hasilnya tidak pernah senatural saat belajar di masa kanak-kanak.

Biar si kecil nggak merasakan penyesalan yang sama, Sparks English hadir untuk bantu Moms & Dads memberi stimulasi efektif dan terarah bagi si kecil sejak dini!

design new banner 2026

Aktivitas belajarnya juga disesuaikan sama usia dengan metode Fun & Interactive Learning yang menggabungkan aktivitas seru, educational games, dan project-based learning berbasis Kurikulum Internasional CEFR!

Semua ini bisa didapatkan mulai dari Rp70 ribuan per kelas, lengkap dengan fasilitas kelas semi-private, native teacher, dan tutor bersertifikasi Cambridge TKT.

Sudah lebih dari 25.000 students jago bahasa Inggris dalam 6 bulan!

In this economy, bisa dapat fasilitas selengkap ini dengan harga ekonomis, yakin nggak mau coba dulu?

Langsung booking free trial class-nya, sekaligus klaim promonya kalau mau dapat harga lebih hemat!

 

Rekomendasi Board Game Edukasi Terbaik

Berikut beberapa board game edukasi populer yang dapat dipertimbangkan.

 

1. Scrabble

Scrabble merupakan permainan menyusun kata menggunakan kepingan huruf yang memiliki nilai poin berbeda.

Pemain perlu menyusun kata di atas papan permainan sekaligus mencari kombinasi yang menghasilkan skor terbaik.

Permainan ini cocok untuk membantu anak mengenal lebih banyak kosakata sekaligus melatih kemampuan mengeja dan menyusun kata.

Selain kemampuan bahasa, Scrabble juga mengajak pemain berpikir strategis mengenai posisi peletakan setiap huruf.

 

2. Boggle

Boggle juga cocok untuk anak yang ingin mengembangkan kemampuan bahasa.

Dalam permainan ini, pemain perlu mencari sebanyak mungkin kata dari susunan huruf yang tersedia dalam batas waktu tertentu.

Karena waktunya terbatas, anak perlu berpikir cepat sekaligus memperhatikan berbagai kemungkinan kombinasi huruf.

Boggle dapat menjadi aktivitas menarik untuk melatih kosakata, ketelitian, serta kecepatan berpikir.

 

3. Monopoly

Monopoly menjadi salah satu board game klasik yang dikenal luas.

Pemain bergerak mengelilingi papan permainan sambil membeli properti, mengatur uang, membayar biaya tertentu, dan membuat berbagai keputusan finansial sederhana.

Melalui mekanisme tersebut, anak dapat diperkenalkan pada konsep dasar pengelolaan uang, perhitungan, negosiasi, serta pengambilan keputusan.

Namun, sebaiknya pilih versi Monopoly yang sesuai dengan rentang usia anak agar aturan permainan tetap mudah dipahami.

 

4. UNO

Meskipun lebih dikenal sebagai permainan kartu, UNO juga dapat menjadi pilihan permainan edukatif yang praktis untuk dimainkan bersama keluarga.

Pemain perlu mencocokkan kartu berdasarkan warna atau angka sambil memperhatikan kartu khusus yang dapat mengubah jalannya permainan.

UNO dapat membantu anak berlatih mengenali warna dan angka, mengikuti aturan, berkonsentrasi, serta mengambil keputusan dengan cepat.

 

5. Catur

Catur merupakan permainan strategi yang dimainkan oleh dua orang.

Setiap jenis bidak memiliki aturan pergerakan yang berbeda sehingga pemain perlu memahami berbagai kemungkinan langkah sebelum bergerak.

Permainan ini dapat membantu melatih konsentrasi, perencanaan, kemampuan menganalisis situasi, serta berpikir beberapa langkah ke depan.

Untuk pemula, anak dapat mulai belajar melalui aturan dasar dan latihan sederhana sebelum mencoba strategi yang lebih kompleks.

 

6. Sequence

Sequence menggabungkan unsur permainan kartu dan strategi pada sebuah papan permainan.

Pemain perlu menggunakan kartu yang dimiliki untuk menempatkan kepingan pada posisi tertentu dan membentuk rangkaian sesuai tujuan permainan.

Permainan ini dapat membantu melatih kemampuan mengenali pola, menyusun strategi, memperhatikan gerakan lawan, serta membuat keputusan.

Karena mekanismenya cukup sederhana, Sequence juga cocok digunakan sebagai permainan keluarga.

 

7. Dixit

Dixit merupakan board game berbasis gambar dan imajinasi.

Dalam permainan ini, pemain perlu memberikan petunjuk berdasarkan ilustrasi pada sebuah kartu. Pemain lain kemudian mencoba menebak kartu yang dimaksud.

Keunikan ilustrasinya membuat setiap kartu dapat memiliki banyak interpretasi.

Dixit dapat membantu anak mengembangkan kreativitas, kemampuan bercerita, imajinasi, komunikasi, serta kemampuan memahami sudut pandang orang lain.

 

8. Blokus

Blokus merupakan permainan strategi menggunakan kepingan geometris berwarna.

Pemain perlu meletakkan sebanyak mungkin kepingannya di papan dengan mengikuti aturan penempatan tertentu.

Meskipun mekanismenya terlihat sederhana, pemain harus memperhitungkan ruang yang tersedia sekaligus mengantisipasi gerakan pemain lainnya.

Blokus dapat membantu anak melatih kemampuan spasial, mengenali bentuk, menyusun strategi, serta memecahkan masalah.

 

9. Ticket to Ride

Ticket to Ride mengajak pemain membangun jalur kereta api yang menghubungkan berbagai kota pada peta.

Untuk menyelesaikan rute, pemain perlu mengumpulkan kartu tertentu sekaligus menentukan jalur yang akan digunakan.

Permainan ini dapat membantu melatih perencanaan, pengambilan keputusan, kemampuan mengenali pola, serta strategi.

Peta yang digunakan dalam permainan juga dapat menjadi kesempatan untuk memperkenalkan anak pada berbagai nama kota dan wilayah.

 

10. Guess Who?

Guess Who? merupakan permainan menebak karakter melalui serangkaian pertanyaan.

Pemain harus mengajukan pertanyaan yang dapat membantu mempersempit kemungkinan karakter milik lawan.

Misalnya dengan menanyakan karakteristik tertentu seperti warna rambut, penggunaan aksesori, atau ciri fisik lainnya.

Permainan ini dapat membantu anak berlatih membuat pertanyaan, mengelompokkan informasi, berpikir logis, serta menggunakan proses eliminasi untuk menemukan jawaban.

 

Cara Memilih Board Game Edukasi yang Tepat untuk Anak

Agar manfaat dari board game dapat terserap secara maksimal, pastikan Moms & Dads memilih permainan yang tepat sesuai kriteria berikut:

  • Sesuaikan dengan Usia & Tahap Tumbuh Kembang: Perhatikan label rekomendasi usia (Age Range) pada kemasan agar tingkat kesulitannya tidak membuat anak frustrasi atau malah merasa bosan.
  • Pilih Berdasarkan Minat Anak: Jika anak menyukai petualangan, pilihlah game bertema eksplorasi. Jika menyukai kata-kata, pilihlah word game seperti Scrabble atau Boggle.
  • Perhatikan Durasi Permainan: Untuk anak usia dini (3–6 tahun), pilih board game dengan durasi singkat (10–20 menit) agar sesuai dengan kapasitas attention span mereka.
  • Utamakan Komponen Bahasa yang Interaktif: Pilih game yang merangsang anak untuk berbicara, berdiskusi, dan memperkaya kosakata (terutama kosakata bahasa Inggris).
  • Pilih Game dengan Nilai Replayability Tinggi: Pastikan permainan memiliki variasi strategi sehingga tidak membosankan untuk dimainkan berulang kali bersama keluarga.

 

Baca Juga: 10 Manfaat Bermain LEGO untuk Tumbuh Kembang Anak

 

Memanfaatkan board game edukasi di rumah adalah langkah awal yang baik.

Tapi, investasi skill terbaik yang bisa Moms & Dads berikan adalah Bahasa Inggris yang akan membuka lebih banyak pintu kesempatan untuk masa depan si kecil yang lebih cerah.

design new banner 2026

Di kursus bahasa Inggris Sparks English, memadukan kurikulum internasional CEFR dengan aktivitas permainan edukatif, group discussion, dan proyek kreatif yang membuat belajar terasa seperti bermain!

Belajarnya dibimbing oleh native teacher dan tutor bersertifikat Cambridge TKT dalam kelas semi-private, jadi anak juga terbiasa mendengar pronunciation dan accent yang lebih tepat.

Plus masih ada free extra sessions, free student kit, sampai free teacher-parent consultation yang melengkapi dukungan belajar anak.

Fasilitas sekomplit ini bisa didapat mulai Rp70 ribuan per kelas aja lho, yakin nggak mau coba dulu demi masa depan anak?

Daripada kelamaan ragu, mending langsung ajak si kecil cobain free trial class-nya!

Author:

Topik:

Share article: