Kunci utama agar anak mahir membaca dan menulis dalam bahasa Inggris adalah dari pemahaman mereka tentang ejaan bahasa inggris atau spelling.
Berbeda dengan bahasa Indonesia yang diucapkan sesuai dengan hurufnya, bahasa Inggris memiliki keunikan di mana satu huruf bisa berbunyi berbeda tergantung kata yang dibentuk.
Yuk, ajak si kecil memahami dasar-dasar mengeja bahasa inggris dengan cara yang mudah dan menyenangkan di bawah ini!
- Apa Itu Ejaan Bahasa Inggris (Spelling)?
- Ejaan Bahasa Inggris A-Z dan Cara Pengucapannya
- Aturan Dasar Ejaan Bahasa Inggris
- Contoh Ejaan Bahasa Inggris Menggunakan Spelling Alphabet
- Perbedaan Ejaan British dan American English
- Cara Membaca Ejaan Bahasa Inggris dengan Benar
Apa Itu Ejaan Bahasa Inggris (Spelling)?
Ejaan atau spelling adalah cara menyebutkan huruf-huruf yang membentuk sebuah kata secara berurutan.
Sebagai contoh, kata cat dieja menjadi C-A-T, sedangkan kata book dieja menjadi B-O-O-K.
Kemampuan mengeja membantu anak mengenali hubungan antara bentuk huruf, nama huruf (alphabet), bunyi, dan susunan kata.
Hal ini sangat berguna ketika anak harus menulis nama, mencatat kosakata baru, mencari kata di kamus, atau memastikan bahwa sebuah kata ditulis dengan benar.
Ejaan Bahasa Inggris A-Z dan Cara Pengucapannya
Langkah pertama untuk belajar cara membaca ejaan bahasa inggris adalah dengan menguasai spelling abjad dasar.
Berikut adalah tabel panduan pengucapan abjad A-Z yang dilengkapi dengan simbol fonetik dasar agar memudahkan si kecil menirukannya:
| Abjad | Ejaan Bahasa Inggris |
| A | ei [eɪ] |
| B | bi [biː] |
| C | si [siː] |
| D | di [diː] |
| E | i [iː] |
| F | ef [ef] |
| G | ji [dʒiː] |
| H | eich [eɪtʃ] |
| I | ai [aɪ] |
| J | jei [dʒeɪ] |
| K | kei [keɪ] |
| L | el [el] |
| M | em [em] |
| N | en [en] |
| O | ou [əʊ] atau [oʊ] |
| P | pi [piː] |
| Q | kyu [kjuː] |
| R | ar [ɑː] atau [ɑːr] |
| S | es [es] |
| T | ti [tiː] |
| U | yu [juː] |
| V | vi [viː] |
| W | dabel-yu [ˈdʌbəl.juː] |
| X | eks [eks] |
| Y | wai [waɪ] |
| Z | zed [zed] atau zi [ziː] |
Aturan Dasar Ejaan Bahasa Inggris
Agar anak tidak bingung saat belajar mengeja bahasa inggris, mari kita bedah aturan dasar penting berikut ini beserta contohnya:
1. Kombinasi “ie” dan “ei”
Aturan klasik dalam bahasa Inggris adalah “I before E, except after C”.
Artinya, huruf ‘i’ biasanya ditulis sebelum ‘e’, kecuali jika kombinasi tersebut terletak tepat setelah huruf ‘c’ atau berbunyi seperti “ey” (seperti pada kata neighbor).
Contoh penggunaan ie:
- Believe berarti percaya. Susunan tengahnya adalah lie, bukan lei.
- Field berarti lapangan. Kata ini menggunakan kombinasi ie setelah huruf f.
- Piece berarti bagian atau potongan. Ejaannya adalah p-i-e-c-e.
- Chief berarti pemimpin atau kepala. Huruf i berada sebelum e.
- Thief berarti pencuri. Kata ini juga memakai susunan ie.
Contoh penggunaan ei setelah huruf c:
- Receive berarti menerima. Setelah huruf c, digunakan susunan ei.
- Ceiling berarti langit-langit. Ejaannya dimulai dengan c-e-i.
- Deceive berarti menipu. Bagian akhirnya ditulis ceive.
- Receipt berarti tanda terima. Huruf p pada kata ini tidak dibunyikan.
- Perceive berarti memahami atau menangkap sesuatu melalui indra.
2. Perubahan “y” Menjadi “i”
Ketika sebuah kata berakhir dengan konsonan diikuti huruf y, huruf y sering berubah menjadi i sebelum mendapat akhiran tertentu.
Perhatikan contoh berikut:
- Baby menjadi babies. Huruf y berubah menjadi i sebelum ditambahkan -es.
- Story menjadi stories. Bentuk jamaknya tidak ditulis storys, tetapi stories.
- Happy menjadi happier. Saat membandingkan dua hal, y berubah menjadi i sebelum -er.
- Easy menjadi easiest. Pada bentuk paling mudah, y berubah menjadi i sebelum -est.
- Carry menjadi carried. Untuk bentuk lampau, y berubah menjadi i sebelum -ed.
- Beauty menjadi beautiful. Huruf y berubah menjadi i ketika ditambahkan akhiran -ful.
Namun, saat menambahkan -ing, huruf y biasanya tetap dipertahankan. Contohnya, carry menjadi carrying, bukan carriing.
3. Huruf Konsonan Punya Lebih dari Satu Bunyi
Dalam bahasa Inggris, satu huruf konsonan dapat menghasilkan bunyi yang berbeda.
Bunyi tersebut dipengaruhi oleh posisi huruf dan huruf lain yang berada di dekatnya.
Berikut beberapa contohnya:
Huruf C
- Cat dibaca /kæt/. Huruf C menghasilkan bunyi /k/.
- City dibaca /ˈsɪti/. Huruf C menghasilkan bunyi /s/.
Huruf G
- Go dibaca /ɡəʊ/. Huruf G menghasilkan bunyi /ɡ/.
- Giant dibaca /ˈdʒaɪənt/. Huruf G menghasilkan bunyi /dʒ/.
Huruf S
- Sun dibaca /sʌn/. Huruf S menghasilkan bunyi /s/.
- Rose dibaca /rəʊz/. Huruf S menghasilkan bunyi /z/.
Huruf X
- Box dibaca /bɒks/. Huruf X menghasilkan bunyi /ks/.
- Exam dibaca /ɪɡˈzæm/. Huruf X menghasilkan bunyi /ɡz/.
Huruf H
- House dibaca /haʊs/. Huruf H menghasilkan bunyi /h/.
- Honest dibaca /ˈɒnɪst/. Huruf H tidak dibunyikan.
Contoh tersebut menunjukkan mengapa anak tidak cukup hanya menghafal nama huruf.
Anak juga perlu mempelajari letter sounds atau bunyi huruf melalui phonics.
4. Silent Letters
Silent letters adalah huruf yang tetap ditulis di dalam sebuah kata, tetapi tidak diucapkan saat kata tersebut dibaca.
Fenomena ini menjadi salah satu alasan mengapa pengejaan bahasa Inggris terkadang terasa menantang.
Anak mungkin melihat sebuah huruf dalam tulisan, tetapi tidak mendengarnya ketika kata diucapkan.
Berikut beberapa contoh silent letters:
- Knife — /naɪf/
Huruf K tidak dibunyikan.
- Write — /raɪt/
Huruf W tidak dibunyikan.
- Lamb — /læm/
Huruf B tidak dibunyikan.
- Honest — /ˈɒnɪst/
Huruf H tidak dibunyikan.
- Listen — /ˈlɪsən/
Huruf T tidak dibunyikan.
- Knee — /niː/
Huruf K tidak dibunyikan.
- Castle — /ˈkɑːsəl/
Huruf T tidak dibunyikan.
- Comb — /kəʊm/
Huruf B tidak dibunyikan.
- Island — /ˈaɪlənd/
Huruf S tidak dibunyikan.
- Answer — /ˈɑːnsə/
Huruf W tidak dibunyikan.
5. Berakhiran Huruf Konsonan Ganda
Pada kata-kata tertentu, huruf konsonan terakhir perlu digandakan sebelum menambahkan akhiran seperti -ing, -ed, -er, atau -est.
Pola ini sering ditemukan pada kata pendek dengan susunan:
konsonan + vokal + konsonan
Pola tersebut juga dikenal sebagai pola CVC atau consonant–vowel–consonant.
Contohnya:
- Run menjadi running
Huruf N digandakan sebelum menambahkan -ing.
- Sit menjadi sitting
Huruf T digandakan sebelum menambahkan -ing.
- Swim menjadi swimming
Huruf M digandakan sebelum menambahkan -ing.
- Plan menjadi planned
Huruf N digandakan sebelum menambahkan -ed.
- Stop menjadi stopped
Huruf P digandakan sebelum menambahkan -ed.
- Big menjadi bigger
Huruf G digandakan sebelum menambahkan -er.
- Hot menjadi hotter
Huruf T digandakan sebelum menambahkan -er.
- Thin menjadi thinnest
Huruf N digandakan sebelum menambahkan -est.
Namun, konsonan terakhir tidak selalu digandakan.
Kata yang berakhir dengan dua konsonan atau memiliki pola berbeda umumnya tidak mengikuti aturan tersebut.
Contohnya:
- Help menjadi helping, bukan helpping.
- Work menjadi worked, bukan workked.
- Open menjadi opening, bukan openning.
- Visit menjadi visited, bukan visitted.
- Clean menjadi cleaner, bukan cleanner.
Belajar spelling adalah salah satu stimulus penting untuk mendukung kemampuan bahasa Inggris.
Apalagi bila stimulus ini diberikan pada masa golden age, masa di mana anak bisa menyerap Bahasa secara alami.
Tapi, sayangnya banyak orang tua menyesal tidak memberikan stimulus Bahasa Inggris pada anak sejak kecil, hingga akhirnya si anak banyak tertinggal Ketika dewasa.
Jangan sampai Moms & Dads jadi orang tua yang menyesal.
Beruntungnya, ada Sparks English yang hadir dengan program kursus Bahasa Inggris untuk anak usia 3-15 tahun.
Di Sparks English anak tidak hanya belajar vocabulary, tapi juga banyak praktik lewat diskusi, role play, sampai speaking bersama native teacher dan tutor bersertifikasi Cambridge TKT.
Dengan metode fun & interactive, serta kurikulum berbasis CEFR, anak bisa belajar dengan cara menyenangkan, tetapi tetap dengan progres yang jelas dan terukur sesuai standar internasional.
Biaya les juga ekonomis, mulai dari Rp70 ribu per kelas anak sudah bisa belajar di kelas semi-private, sehingga perkembangannya bisa dipantau lebih personal.
Ayo daftar free trial class sekarang dan dapatkan juga potongan harganya selagi promonya belum berakhir!
Contoh Ejaan Bahasa Inggris Menggunakan Spelling Alphabet
Mari kita lihat 10 contoh pengejaan kata benda populer menggunakan panduan spelling abjad di bawah ini beserta artinya:
| Kata | Cara Mengeja | Arti |
| Banana | B–A–N–A–N–A: [bi] [eɪ] [en] [eɪ] [en] [eɪ] | Pisang |
| Apple | A–P–P–L–E: [eɪ] [piː] [piː] [el] [iː] | Apel |
| Book | B–O–O–K: [biː] [əʊ] [əʊ] [keɪ] | Buku |
| Cat | C–A–T: [siː] [eɪ] [tiː] | Kucing |
| House | H–O–U–S–E: [eɪtʃ] [əʊ] [juː] [es] [iː] | Rumah |
| School | S–C–H–O–O–L: [es] [siː] [eɪtʃ] [əʊ] [əʊ] [el] | Sekolah |
| Family | F–A–M–I–L–Y: [ef] [eɪ] [em] [aɪ] [el] [waɪ] | Keluarga |
| Friend | F–R–I–E–N–D: [ef] [ɑːr] [aɪ] [iː] [en] [diː] | Teman |
| Pencil | P–E–N–C–I–L: [piː] [iː] [en] [siː] [aɪ] [el] | Pensil |
| Rainbow | R–A–I–N–B–O–W: [ɑːr] [eɪ] [aɪ] [en] [biː] [əʊ] [ˈdʌbəl.juː] | Pelangi |
Perhatikan bahwa pengejaan dan pengucapan kata merupakan dua hal berbeda.
Kata apple, misalnya:
- Dieja: A–P–P–L–E.
- Dibaca: /ˈæpəl/.
Perbedaan Ejaan British dan American English
British English dan American English memiliki beberapa perbedaan dalam penulisan kata.
Perbedaannya dapat terlihat dari penggunaan akhiran, jumlah huruf konsonan, atau urutan huruf tertentu.
Keduanya tetap benar. Hal terpenting adalah menggunakan salah satu gaya secara konsisten, terutama dalam tugas sekolah atau tulisan formal.
Berikut beberapa contoh perbedaan ejaan British dan American English:
| British English | American English |
| Colour | Color |
| Favourite | Favorite |
| Honour | Honor |
| Neighbour | Neighbor |
| Centre | Center |
| Theatre | Theater |
| Metre | Meter |
| Travelling | Traveling |
| Cancelled | Canceled |
| Defence | Defense |
| Jewellery | Jewelry |
| Grey | Gray |
| Cheque | Check |
| Programme | Program |
| Analyse | Analyze |
| Catalogue | Catalog |
1. Akhiran -our dan -or
British English sering menggunakan -our, sedangkan American English menggunakan -or.
Contohnya:
- Colour menjadi color
- Favourite menjadi favorite
- Honour menjadi honor
- Labour menjadi labor
- Neighbour menjadi neighbor
2. Akhiran -re dan -er
Beberapa kata British English berakhir dengan -re, sedangkan American English menggunakan -er.
Contohnya:
- Centre menjadi center
- Theatre menjadi theater
- Metre menjadi meter
- Litre menjadi liter
- Fibre menjadi fiber
3. Penggunaan huruf L ganda
British English lebih sering menggandakan huruf L sebelum menambahkan akhiran tertentu.
American English biasanya menggunakan satu L apabila tekanan kata tidak berada pada suku kata terakhir.
Contohnya:
- Travelling menjadi traveling
- Travelled menjadi traveled
- Traveller menjadi traveler
- Cancelled menjadi canceled
- Cancelling menjadi canceling
4. Akhiran -ise dan -ize
Sebagian kata dalam British English ditulis menggunakan -ise, sedangkan American English lebih sering menggunakan -ize.
Contohnya:
- Analyse menjadi analyze
- Organise menjadi organize
- Recognise menjadi recognize
- Realise menjadi realize
- Apologise menjadi apologize
Baca Juga: Apa Itu Suffix, Bedanya dengan Prefix, dan Contoh Penggunaannya
Cara Membaca Ejaan Bahasa Inggris dengan Benar
Untuk membaca bahasa Inggris dengan benar, anak perlu membedakan tiga hal:
- Nama huruf.
- Bunyi huruf.
- Pengucapan kata secara utuh.
Sebagai contoh, huruf A memiliki nama /eɪ/. Akan tetapi, bunyi A di dalam kata dapat berubah.
- A dalam cat berbunyi /æ/.
- A dalam cake berbunyi /eɪ/.
- A dalam about berbunyi /ə/.
Karena itu, menghafal ejaan bahasa Inggris A-Z merupakan langkah awal, bukan satu-satunya cara untuk belajar membaca.
1. Kenali Bunyi Vokal Bahasa Inggris
Bahasa Inggris memiliki lima huruf vokal utama, yaitu A, E, I, O, dan U.
Namun, kelima huruf tersebut dapat menghasilkan lebih dari lima bunyi.
Anak dapat mulai dengan membandingkan bunyi vokal pendek dan panjang.
Huruf A
- Cat — /kæt/
- Map — /mæp/
- Cake — /keɪk/
- Name — /neɪm/
- About — /əˈbaʊt/
Huruf E
- Bed — /bed/
- Pen — /pen/
- He — /hiː/
- Me — /miː/
- These — /ðiːz/
Huruf I
- Sit — /sɪt/
- Fish — /fɪʃ/
- Time — /taɪm/
- Bike — /baɪk/
- Find — /faɪnd/
Huruf O
- Hot — /hɒt/
- Dog — /dɒɡ/
- Home — /həʊm/
- Rose — /rəʊz/
- Go — /ɡəʊ/
Huruf U
- Cup — /kʌp/
- Sun — /sʌn/
- Use — /juːz/
- Cute — /kjuːt/
- Put — /pʊt/
Latihan membandingkan dua kata dapat membantu anak mendengar perbedaan bunyi dengan lebih jelas.
Contohnya:
- Cat dan cake
- Sit dan site
- Hop dan hope
- Cut dan cute
- Pet dan Pete
2. Kenali Bunyi Konsonan Bahasa Inggris
Beberapa konsonan bahasa Inggris memiliki bunyi yang cukup mirip dengan bahasa Indonesia.
Namun, ada juga konsonan yang memerlukan latihan posisi lidah, bibir, dan aliran udara.
Berikut beberapa bunyi konsonan yang penting dikenali anak:
- C pada cat menghasilkan bunyi /k/.
- C pada city menghasilkan bunyi /s/.
- G pada go menghasilkan bunyi /ɡ/.
- G pada giant menghasilkan bunyi /dʒ/.
- S pada sun menghasilkan bunyi /s/.
- S pada rose menghasilkan bunyi /z/.
- SH pada ship menghasilkan bunyi /ʃ/.
- CH pada chair menghasilkan bunyi /tʃ/.
- TH pada think menghasilkan bunyi /θ/.
- TH pada this menghasilkan bunyi /ð/.
Bunyi TH sering menjadi tantangan bagi pelajar Indonesia karena tidak memiliki padanan yang benar-benar sama dalam bahasa Indonesia.
Untuk menghasilkan bunyi TH, ujung lidah dapat diletakkan secara ringan di antara gigi atas dan bawah.
Setelah itu, keluarkan udara perlahan.
Bandingkan dua contoh berikut:
- Think — /θɪŋk/
- This — /ðɪs/
Posisi lidahnya hampir sama, tetapi bunyi pada kata this menggunakan getaran suara, sedangkan bunyi pada kata think tidak.
Anak tidak perlu langsung menghasilkan bunyi yang sempurna.
Berikan contoh secara perlahan dan beri kesempatan untuk meniru tanpa takut melakukan kesalahan.
3. Pelajari Phonetic Symbols atau IPA
IPA adalah singkatan dari International Phonetic Alphabet.
IPA merupakan kumpulan simbol yang digunakan untuk menunjukkan cara suatu bunyi diucapkan.
Simbol IPA biasanya dapat ditemukan di dalam kamus setelah sebuah kata.
Contohnya:
- Cat — /kæt/
- Sit — /sɪt/
- Ship — /ʃɪp/
- Chair — /tʃeə/
- Think — /θɪŋk/
- This — /ðɪs/
- Sing — /sɪŋ/
Beberapa simbol yang bisa diperkenalkan:
| Simbol IPA | Contoh | Bunyi |
| /æ/ | Cat | Bunyi A pendek |
| /ɪ/ | Sit | Bunyi I pendek |
| /iː/ | See | Bunyi I panjang |
| /ʃ/ | Ship | Bunyi “sh” |
| /tʃ/ | Chair | Bunyi “ch” |
| /θ/ | Think | Bunyi “th” tanpa getaran |
| /ð/ | This | Bunyi “th” dengan getaran |
| /ŋ/ | Sing | Bunyi “ng” |
| /ə/ | About | Bunyi schwa atau vokal lemah |
| /dʒ/ | Jump | Bunyi “j” |
Baca Juga: Angka 1 Sampai 100 dalam Bahasa Inggris dan Cara Membacanya
Memahami ejaan bahasa Inggris membantu anak mengenali susunan huruf, menulis kata dengan benar, dan mengembangkan kemampuan membaca.
Jika Moms & Dads mencari kursus bahasa Inggris yang bisa meningkatkan kepercayaan diri dan komunikasi si kecil, Sparks English bisa jadi pilihan terbaik.
Kursus bahasa Inggris Sparks English menghadirkan pembelajaran bahasa Inggris anak yang fun dan interaktif.
Anak dapat berlatih speaking, listening, reading, kosakata, dan pelafalan melalui aktivitas yang disesuaikan dengan tahap perkembangannya.
Menariknya lagi, masih ada free extra sessions, student kit, sampai free konsultasi professional teacher yang bisa didapatkan di Sparks English!
Tak hanya itu, lingkungan belajarnya juga suportif, modern, dan premium, agar anak senantiasa nyaman dan bisa speaking secara aktif tanpa takut salah.
Dengan semua fasilitas ini, biaya kursus masih terjangkau mulai dari 70 ribu per kelas saja!
Kalau Sparks English bisa kasih semua fasilitas ini dengan harga ramah di kantong, kenapa harus cari yang lain?
Yuk, tidak usah pikir dua kali langsung daftar free trial class dan ambil promonya!



