7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan Cara Menyukseskannya

16 June 2026
7 kebiasaan anak indonesia hebat

Pernah dengar tentang 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Moms & Dads?

Ini adalah program dari pemerintah melalui Kemendikdasmen untuk membangun rutinitas positif anak sejak dini.

Tujuh kebiasaan dalam program ini sangat dekat dengan aktivitas anak sehari-hari.

Sebagai orang tua, tentu kita punya peran penting untuk turut andil dalam membangun kebiasaan ini.

Karena itu, artikel ini akan membahas apa itu gerakan 7 kebiasaan anak Indonesia Hebat serta peran orang tua agar kebiasaan ini bisa lebih mudah diterapkan oleh anak.

 

 

Apa Itu Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat?

Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat adalah gerakan pembiasaan karakter dari Kemendikdasmen untuk membantu anak memiliki rutinitas positif dalam kehidupan sehari-hari.

Mengacu pada laman Cerdas Berkarakter Kemendikdasmen, gerakan ini mencakup bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat.

Melalui kebiasaan tersebut, anak diarahkan untuk tumbuh sehat secara fisik, mental, dan spiritual, sekaligus menjadi pribadi yang cerdas, kreatif, peduli, serta bertanggung jawab sosial.

 

Apa Saja 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat?

Kebiasaan anak yang termasuk dalam Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di antaranya bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat.

 

1. Bangun Pagi

Bangun pagi membantu anak belajar menghargai waktu sejak kecil. 

Kebiasaan ini juga membuat rutinitas harian terasa lebih produktif.

Orang tua bisa membantu anak menerapkannya dengan membuat jam tidur yang konsisten dan menyelesaikan persiapan sekolah sejak malam sebelumnya agar tidak terburu-buru di waktu pagi.

 

2. Beribadah

Beribadah membantu anak memahami nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

Dari kebiasaan ini, anak juga belajar membangun hubungan harmonis dengan Tuhan, alam, dan sesama. 

Orang tua bisa membantu anak membangun kebiasaan ini dengan memberi contoh secara langsung.

 

3. Berolahraga

Berolahraga membuat tubuh anak lebih aktif dan memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik saat menjalani kegiatan harian.

Aktivitas fisik juga membantu anak menyalurkan energi dengan lebih sehat.

Agar dapat menerapkan kebiasaan ini secara konsisten, pilih aktivitas olahraga yang anak minati.

 

4. Makan Sehat dan Bergizi

Makan sehat dan bergizi membantu anak mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan.

Dengan asupan yang lebih seimbang, anak punya energi yang cukup untuk belajar dan bermain.

Kebiasaan ini bisa dibangun lewat menu harian yang lebih bergizi dan seimbang di rumah.

Orang tua juga bisa mulai menanamkan pemahaman pada anak tentang pentingnya memilih makanan yang baik untuk tubuhnya.

 

5. Gemar Belajar

Gemar belajar membantu anak tumbuh dengan pemahaman yang lebih luas dan membentuk cara berpikir yang lebih terbuka terhadap hal baru.

Orang tua bisa membantu penerapannya dengan mengajak anak mengulas kembali pelajaran di sekolah, menanyakan bagian yang sulit, atau memberi kelas tambahan yang sesuai dengan minat dan kebutuhan anak.

Salah satu kelas tambahan yang bisa mendukung kebiasaan gemar belajar anak adalah bahasa Inggris.

Kemampuan bahasa Inggris bisa membuka akses ke lebih banyak sumber bacaan, termasuk buku dan ensiklopedia berbahasa Inggris.

Sayangnya banyak orang tua yang baru menyesal tidak mengenalkan bahasa Inggris sejak dini. 

Padahal, pada masa golden age anak masih sangat mudah menyerap bahasa baru.

Oleh karena itu, di usia si kecil yang masih dini, Moms & Dads bisa mempertimbangkan Sparks English untuk membangun fondasi bahasa Inggris anak.

 

Very New Banner SEO Sparks English 2026 (1)
Di Sparks English, anak belajar melalui aktivitas ramah anak seperti storytelling, pelafalan (phonics), dan latihan speaking agar lebih percaya diri menggunakan bahasa Inggris.

Dengan kurikulum berbasis CEFR, materi pembelajaran dan metode penyampaian akan disesuaikan dengan usia dan level anak, sehingga proses belajar tidak membuat anak tertekan.

Nggak perlu khawatir soal biaya, karena mulai Rp70 ribuan aja per kelas sudah bisa dapat kelas semi-private, dibimbing native teacher dan tutor bersertifikasi Cambridge TKT.

Moms & Dads bisa mencoba free trial class terlebih dahulu untuk melihat apakah metodenya cocok untuk si kecil!

 

6. Bermasyarakat (Bersosialisasi)

Bermasyarakat atau bersosialisasi membantu anak memahami cara berinteraksi dengan orang lain. 

Dari kebiasaan ini, anak belajar bahwa dirinya adalah bagian dari lingkungan sosial.

Untuk membimbing anak dalam bermasyarakat, orang tua bisa melatihnya secara bertahap. 

Misalnya, ajak anak berkunjung ke kerabat, menyapa orang sekitar, menghargai perasaan orang lain, atau tidak memotong pembicaraan.

Membiasakan anak meminta maaf saat salah dan berterima kasih setelah dibantu juga bisa menjadi salah satu cara melatih anak bersosialisasi.

 

Baca Juga: 15 Basic Manner yang Harus Diajarkan pada Anak Usia Dini

 

7. Tidur Cepat

Tidur cepat membantu anak mendapatkan waktu istirahat yang cukup setelah beraktivitas seharian. Durasi waktu tidur yang cukup juga penting untuk diperhatikan.

Kebiasaan tidur yang baik seperti ini penting untuk menjaga kondisi anak keesokan harinya.

Orang tua bisa mendukung kebiasaan ini dengan mengajak anak mengatur jam tidur dan mengurangi penggunaan gadget sebelum tidur.

 

Peran Orang Tua dalam Menyukseskan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

Sekolah memang bisa mengenalkan dan menguatkan kebiasaan anak, tetapi orang tua tetap menjadi pilar utama yang paling sering dilihat anak setiap hari dalam membangun rutinitas harian di rumah.

 

1. Jadilah Model, Bukan Hanya Pengingat

Anak lebih mudah meniru kebiasaan yang ia lihat secara langsung.

Jika orang tua ingin anak bangun pagi, makan sehat, atau gemar belajar, maka tunjukkan kebiasaan tersebut dalam rutinitas harian orang tua juga agar anak merasa ini bagian dari kehidupan keluarga.

 

2. Buat Lingkungan Rumah yang Mendukung

Kebiasaan baik akan lebih mudah tumbuh jika kondisi dan situasi rumah mendukung.

Ini bisa diwujudkan dengan menata suasana rumah agar anak punya ruang untuk belajar, bergerak, dan beristirahat dengan lebih aman dan nyaman.

 

3. Bangun Rutinitas Harian yang Konsisten

Anak mudah memahami pola yang jelas. Karena itu,penting untuk membangun rutinitas yang konsisten.

Rutinitas seperti jam bangun tidur, waktu belajar, dan jam tidur bisa dibuat konsisten tetapi dengan tetap realistis agar anak tidak merasa seperti dalam tekanan.

 

4. Berikan Pujian yang Tepat

Pujian membantu anak merasa usahanya dihargai. 

Namun, daripada hanya memuji hasil, orang tua bisa lebih mengapresiasi prosesnya.

Misalnya, orang tua bisa memuji anak saat ia mulai lebih konsisten belajar atau berusaha tidur tepat waktu.

 

5. Tangani Resistensi Anak dengan Tenang dan Konsisten

Anak sangat mungkin menolak kebiasaan baru karena belum terbiasa.

Saat hal ini terjadi, orang tua sebaiknya tidak langsung marah, tetapi memberi arahan yang jelas bagi anak.

Sikap tenang dan konsisten membuat anak lebih mudah memahami apa yang harus ia lakukan dan batasan yang berlaku.

 

6. Komunikasikan dengan Sekolah dan Jaga Konsistensi

Selain di rumah, sekolah menjadi tempat anak membangun kebiasaan baiknya.

Oleh karena itu, orang tua bisa berdiskusi dengan guru tentang perkembangan anak, tantangan yang muncul, dan cara sekolah mendukung kebiasaan agar bisa diterapkan secara selaras di rumah.

 

Baca Juga: 4 Tipe Karakter Anak dan 10 Karakter Positif yang Perlu Ditanamkan

 

7. Ajarkan Anak Bahasa Inggris demi Masa Depan Gemilang

Untuk mendukung kebiasaan belajar harian lebih baik lagi, orang tua juga bisa memperluas ruang anak untuk bereksplorasi dengan memberikan fondasi bahasa Inggris sejak dini.

Selain membantu anak mengakses lebih banyak sumber bacaan dan pengetahuan, kemampuan bahasa Inggris juga dapat membantu anak lebih siap menghadapi kebutuhan akademik dan komunikasi di masa depan.

 

Salah satu cara yang bisa dipertimbangkan dalam membangun kemampuan bahasa Inggris anak adalah melalui les bahasa Inggris yang interaktif seperti Sparks English!

Sparks English memiliki program belajar untuk anak usia 3–15 tahun

Anak akan dibimbing melatih phonics, speaking, discussion, hingga real conversation bersama native teacher dan tutor bersertifikat Cambridge TKT, sehingga anak terbiasa mendengar, memahami, dan menggunakan bahasa Inggris secara natural.

Lebih dari 25.000 students telah berhasil lebih percaya diri berbahasa Inggris dalam waktu 6 bulan! 

Ajak si kecil coba free trial class dulu untuk rasakan metode belajarnya, selagi ada promo yang masih tersedia lho!

Author:

Topik:

Share article: