15 Basic Manner yang Harus Diajarkan pada Anak Usia Dini

19 May 2026
Basic manner untuk anak

Moms & Dads pasti ingin si kecil tumbuh dengan sopan santun dan etika yang baik.

Namun semua ini tidak bisa diwujudkan secara instan.

Menanamkan nilai sopan santun atau basic manner kepada anak adalah proses yang panjang dan konsisten. Ini juga perlu dibangun sejak anak usia dini.

Dalam artikel ini, kita akan bahas apa itu basic manner, mengapa harus diajarkan sejak usia dini, dan apa saja contoh basic manner yang harus diajarkan kepada anak.

Pastikan simak sampai selesai, ya, Moms & Dads!

 

 

Apa yang Dimaksud dengan Basic Manner?

Basic manner adalah tata krama dasar yang menjadi acuan anak untuk bersikap dan berinteraksi dengan orang-orang di lingkungannya.

Dalam bahasa Indonesia, basic manner bisa dipahami sebagai sopan santun, adab, atau etika.

Menurut Cambridge Dictionary, manners berarti cara sopan dalam memperlakukan orang lain dan berperilaku di depan umum.

Dengan kata lain, basic manners adalah kebiasaan dasar yang perlu dilakukan anak untuk memperlakukan orang lain dengan sopan dan beretika.

Basic manner bagi anak-anak bisa dimulai sesederhana mengajarkan anak mengucapkan “tolong” ketika butuh bantuan, mengucapkan “maaf” ketika berbuat salah, mengantre saat menunggu giliran main, atau bagaimana berbicara dengan nada yang baik.

 

Mengapa Basic Manner Penting Diajarkan Sejak Dini?

Basic manner penting diajarkan sejak dini karena masa anak-anak adalah fase pembentukan kebiasaan dan karakter anak.

Apa yang anak lihat, dengar, dan lakukan setiap hari dapat membentuk kebiasaan yang terbawa hingga mereka tumbuh besar.

Di usia dini, orang tua menjadi contoh yang paling sering dilihat oleh anak sehari-hari. 

Apa yang orang tua katakan dan lakukan adalah gambaran yang anak terima tentang bagaimana harus bersikap.

Jika anak melihat orang tua meminta maaf saat salah, mereka juga akan memahami bahwa meminta maaf adalah hal yang patut dilakukan dan tidak memalukan ketika berbuat salah.

 

Basic Manner yang Wajib Diketahui Anak Sejak Dini

Ada banyak basic manner sederhana yang bisa diperkenalkan dan diajarkan pada anak sejak dini.

Namun, tentu saja, Moms & Dads tidak perlu mengajarkan semuanya sekaligus. 

Mulailah dari kebiasaan kecil yang paling sering dilakukan sehari-hari.

 

1. Mengucapkan Tolong, Maaf, dan Terima Kasih

Ini adalah tiga kata yang menjadi dasar sopan santun anak.

Ajarkan anak mengucapkan “tolong” saat membutuhkan bantuan, “maaf” saat melakukan kesalahan, dan “terima kasih” saat menerima bantuan atau kebaikan.

Orang tua juga perlu menjelaskan alasannya. 

Misalnya, “Ibu berterima kasih kepada Kakak karena Kakak telah membantu ibu.”

 

2. Menghormati Orang yang Lebih Tua

Anak harus dibiasakan berbicara sopan kepada yang lebih tua, baik orang tua, guru, kakek dan nenek, serta orang dewasa lainnya.

Beri pemahaman bahwa menghormati berbeda dengan takut. 

Menghormati orang yang lebih tua berarti bersikap baik, mendengarkan, dan tidak berbicara dengan nada kasar.

 

3. Menyapa Orang Lain saat Bertemu

Menyapa adalah kebiasaan sehari-hari yang membuat anak menjadi ramah.

Ajarkan anak untuk mengucapkan “halo”, “hai”, “selamat pagi”, atau “apa kabar?” saat bertemu orang lain.

Jika anak pemalu, maka orang tua bisa mencontohkan dahulu dan mendampinginya saat mencoba menyapa orang.

 

4. Tidak Memotong Pembicaraan Orang Lain

Anak-anak biasanya memotong pembicaraan karena ingin segera menyampaikan sesuatu. 

Namun, mereka perlu tahu bahwa setiap orang punya giliran untuk berbicara dan memotong pembicaraan bisa membuat lawan bicara merasa kurang dihargai.

Ajarkan anak untuk menunggu giliran. 

Jika memang akan menyampaikan yang penting, ajarkan untuk mengatakan kalimat sederhana seperti, “Ma, maaf, boleh aku bicara sebentar?”

Dengan begitu, anak tetap bisa menyampaikan pesannya tanpa mengabaikan orang lain.

 

5. Menjaga Nada Bicara tetap Sopan

Selain memperhatikan kata-kata, basic manner artinya juga menjadi nada bicara.

Kalimat yang biasa saja bisa terdengar kurang sopan jika diucapkan dengan nada tinggi, membentak, atau mengejek.

Ajarkan anak berbicara dengan suara yang jelas, tenang, dan tidak menyakiti perasaan orang lain.

 

6. Meminta Izin sebelum Mengambil Sesuatu

Anak harus memahami bahwa tidak semua barang boleh diambil sesukanya, apalagi jika barang itu milik orang lain.

Sebelum mengambil atau memakai barang orang lain, biasakan anak untuk bertanya, “Boleh aku pinjam?” atau “Boleh aku ambil?”

Kebiasaan ini mengajarkan tentang batasan dan menghargai milik orang lain.

 

7. Sabar Mengantre

Mengantre adalah kebiasaan yang harus dibudayakan. 

Kebiasaan ini mengajarkan anak tentang giliran, kesabaran, bahkan hak dan kewajiban.

Kebiasaan ini bisa dilatih saat menunggu giliran menggunakan perosotan di taman, membeli makanan, atau giliran berbicara.

Anak mungkin belum langsung bisa bersabar, ada proses yang harus dilalui.

Namun, dengan latihan terus-menerus secara konsisten, mereka akan terbiasa melakukannya.

 

8. Menjaga Kebersihan Diri dan Lingkungan

Menjaga kebersihan juga termasuk basic manner.

Anak perlu dibiasakan mencuci tangan, membuang sampah pada tempatnya, dan merapikan mainannya sendiri setelah digunakan.

Tak hanya baik untuk kesehatan, anak akan belajar bahwa kebersihan membuat lingkungan terasa lebih bersih, sehat, dan nyaman.

 

9. Mendengarkan saat Orang Lain Berbicara

Mendengarkan adalah salah satu bentuk menghargai orang.

Saat orang lain berbicara, ajarkan anak untuk memperhatikan, bukan malah menyela, berteriak, atau sibuk sendiri.

Orang tua bisa mencontohkannya dengan mendengarkan anak bercerita dengan saksama.

 

10. Tidak Berkata Kasar atau Menghina

Anak belum tentu memahami mana kata yang kasar atau tidak pantas jika belum dijelaskan.

Oleh karena itu, anak perlu diberi pemahaman bahwa kata-kata kasar akan menyakiti yang mendengarnya.

Biasakan anak tidak mengejek, merundung, atau memanggil teman dengan sebutan yang merendahkan.

 

11. Mengakui Kesalahan

Saat anak berbuat salah, bantu mereka memahami apa yang terjadi terlebih dahulu. 

Kemudian, ajarkan anak untuk meminta maaf dan memperbaiki keadaan.

Beri pemahaman kepada anak bahwa mengakui kesalahan bukanlah hal yang memalukan.

 

12. Menjaga Kontak Mata saat Berbicara

Menjaga kontak mata saat berbicara adalah salah satu bentuk menghargai lawan bicara. 

Selain itu, menjaga kontak mata membuat anak terlihat lebih percaya diri.

Namun, sebaiknya orang tua mengajarkannya secara perlahan agar anak nyaman.

 

Baca Juga: Anak Sulit Percaya Diri? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya!

 

13. Menghargai Waktu

Selain bentuk menghargai orang lain, menghargai waktu juga melatih anak untuk disiplin dan bertanggung jawab.

Kebiasaan menghargai waktu bisa diajarkan mulai dari hal sederhana seperti menyelesaikan tugas, bangun tidur tepat waktu, dan tidak membuat orang lain menunggu saat ada janji bertemu.

 

14. Menutup Mulut saat Bersin, Batuk, dan Menguap

Menutup mulut saat bersin, batuk, dan menguap adalah basic manner yang menunjukkan kepedulian kepada orang sekitar.

Ajarkan anak menutup mulut dengan tisu atau siku bagian dalam saat batuk dan bersin.

Selain itu, biasakan juga anak untuk mengucapkan “maaf” setelah bersin, batuk, dan menguap di dekat orang lain.

 

15. Memahami Table Manners

Table manners atau tata krama saat makan juga menjadi bagian dari basic manner.

Untuk anak, mulailah ajari dari hal sederhana, misalnya mencuci tangan sebelum makan, duduk dengan baik, dan tidak berbicara saat mulut berisi makanan.

Kebiasaan ini akan membuat anak terbiasa sopan saat makan bersama keluarga, teman, atau guru.

 

Baca Juga: Gentle Parenting Bukan Memanjakan Anak, Ini yang Perlu Dipahami Orang Tua

 

Basic manner adalah bekal penting agar anak tumbuh menjadi pribadi yang sopan, percaya diri, beretika, dan menghargai orang lain.

Nah, jika Moms & Dads juga ingin anak lebih percaya diri dalam berkomunikasi, termasuk dalam bahasa Inggris, Sparks English bisa jadi pilihan yang tepat.

 

Very New Banner SEO Sparks English 2026 (1)
Di kursus bahasa Inggris Sparks English, anak akan belajar lewat metode fun & interactive learning, kelas semi-private, serta program yang sesuai untuk usia 3–15 tahun.

Di sini, anak akan belajar melalui aktivitas seru seperti games, storytelling, roleplay, hingga proyek kreatif yang melatih anak percaya diri.

Pembelajarannya didukung kurikulum CEFR, tutor profesional bersertifikat Cambridge TKT hingga native teacher!

Kalau masih ragu, Moms & Dads bisa coba free trial class-nya dulu, lho!

Author:

Topik:

Share article: