Apa Itu Fractured Story? Ciri, Struktur, dan 5 Contohnya

31 July 2026
fractured story

Kalau kamu pernah dengar cerita Cinderella yang berangkat ke pesta bukan naik kereta kencana, tapi naik mobil listrik, nah itu salah satu contoh fractured story.

Boleh dibilang, fractured story adalah cerita populer yang beberapa bagiannya diubah jadi versi baru.

Meskipun ada bagian yang diubah, pembacanya akan tetap menyadari kaitannya dengan cerita asli.

Lalu, apa saja ciri fractured story? Bagaimana struktur teks dan contohnya? 

Semua akan kita bahas di artikel ini! Stay tuned!

 

 

Apa Itu Fractured Story?

Fractured story adalah versi baru dari cerita lama yang dibuat dengan mengubah unsur tertentu di dalamnya secara kreatif.

Cerita dasarnya biasanya diambil dari dongeng, legenda, atau kisah klasik yang udah dikenal lama oleh banyak orang.

Penulis fractured story bebas mengubah berbagai unsur cerita, mulai dari tokoh dan latar sampai alur, sudut pandang, genre, atau akhir ceritanya. Itulah kenapa jenis cerita ini disebut “fractured” atau “patah”.

Tokoh jahat, misalnya, bisa saja diceritakan sebagai sosok yang sebenarnya baik, bahkan kisah yang awalnya terkenal romantis pun bisa diubah jadi genre komedi atau petualangan.

Fractured story termasuk salah satu bentuk narrative text dan kerap dibuat dengan mengubah fairy tale. 

Versi seperti ini disebut fractured fairy tales.

Beda dari retelling yang cuma menceritakan ulang kisah asli, fractured story menghadirkan perubahan yang bikin ceritanya terasa baru.

Meski begitu, pembaca tetap bisa mengenali hubungan antara versi baru itu dengan cerita asalnya.

 

Ciri-Ciri Fractured Story

Fractured story biasanya diangkat dari cerita yang udah dikenal banyak orang, terus dibuat jadi versi baru dengan berbagai perubahan kreatif.

Nah, ini lima ciri yang bisa membantu kamu mengenalinya.

 

1. Berasal dari Cerita yang Sudah Dikenal

Fractured story umumnya diambil dari dongeng, legenda, fabel, atau cerita rakyat yang udah populer, kayak Cinderella, Snow White, Malin Kundang, atau Little Red Riding Hood.

Karena pembaca udah tahu versi aslinya, mereka jadi lebih gampang lihat bagian mana yang masih dipertahankan dan mana yang sengaja diubah.

 

2. Memiliki Perubahan pada Alur atau Karakter

Penulis bisa mengubah berbagai bagian cerita. 

Sifat tokoh bisa dibuat beda, konfliknya bisa diganti, dan akhir ceritanya pun nggak harus sama kayak versi asli.

Tokoh yang awalnya digambarkan jahat, misalnya, bisa saja ternyata punya alasan tertentu di balik tindakannya.

Karakter utama juga bisa ambil keputusan beda yang akhirnya mengubah seluruh jalan cerita.

 

3. Tetap Mempertahankan Unsur Cerita Asli

Meski banyak bagian diubah, fractured story tetap mempertahankan beberapa unsur yang bikin pembaca langsung inget sama cerita aslinya.

Versi baru Cinderella, misalnya, masih bisa menampilkan ibu tiri dan pesta dansa.

Sepatu yang ketinggalan dan batas waktu tengah malam juga bisa dipertahankan, meski perannya dibuat beda.

Unsur-unsur lama inilah yang bikin nuansa cerita aslinya tetap terasa, sedangkan twist baru bikin versinya jadi lebih segar.

 

4. Mengandung Unsur Kreativitas

Saat nulis fractured story, penulis bisa main-main dengan berbagai ide yang nggak biasa.

Misalnya saja Snow White yang digambarkan tinggal di laboratorium teknologi, bukan di tengah hutan.

Three Little Pigs pun bisa dibuat kerja sama dengan serigala, bukannya saling musuhan.

Ceritanya boleh dibuat lucu atau menegangkan, tapi setiap perubahan tetap harus masuk akal biar alurnya nggak terasa membingungkan.

 

5. Memiliki Pesan atau Sudut Pandang Baru

Fractured story juga bisa bawa pesan yang beda dari cerita aslinya.

Contohnya, Malin Kundang nggak harus langsung berubah jadi batu selamanya.

Dia bisa saja diberi kesempatan buat memperbaiki kesalahannya dengan meminta maaf dan membantu masyarakat di desanya.

Cerita yang biasanya berfokus pada Malin Kundang juga bisa ditulis dari sudut pandang tokoh lain, misalnya istrinya. 

Dengan begitu, pembaca bisa lihat kejadian yang sama dari sisi yang beda.

 

design new banner 2026
Pusing belajar bahasa Inggris sendiri banyak bingungnya? Ayo belajar bareng Sparks English!

Sparks English tahu metode paling efektif agar grammar mudah dimengerti dan bisa diaplikasikan langsung dalam percakapan sehari-hari.

Kamu akan belajar secara fun dan interaktif, fokus juga pada peningkatan speaking skill kamu agar lebih percaya diri berbahasa Inggris.

Biaya per kelasnya dijamin terjangkau, mulai Rp70,000 bisa belajar dalam kelas semi-private dibimbing native teacher dan tutor bersertifikasi Cambridge TKT!

Cobain deh kelasnya secara gratis lewat free trial class! Jangan nyesel nanti kalau kehabisan promonya setelah waktu berakhir!

 

Struktur Fractured Story

Struktur fractured story umumnya ikut struktur narrative text, yaitu orientation, complication, dan resolution.

Ketiga bagian ini membantu penulis buat mengenali cerita, bangun masalah, lalu kasih penyelesaian.

Buku Bahasa Inggris: Work in Progress untuk SMA/SMK/MA Kelas X dari Kemendikbud juga pakai unsur characters, setting, problem, dan solution sebagai panduan nulis.

 

1. Orientation

Orientation adalah bagian pembuka yang mengenalkan karakter, latar tempat, dan waktu terjadinya cerita.

Bagian ini juga bisa nunjukin perubahan awal yang bedain fractured story dari versi aslinya.

Contoh:

Once upon a time, Cinderella was a talented young programmer who lived with her stepmother. (Pada zaman dahulu, Cinderella adalah seorang programmer muda berbakat yang tinggal bersama ibu tirinya.)

Dari kalimat itu, pembaca langsung tahu kalau Cinderella versi ini punya kemampuan yang beda dari karakter aslinya.

 

2. Complication

Complication adalah bagian ketika karakter menghadapi masalah atau konflik.

Di fractured story, bagian ini biasanya jadi tempat munculnya perubahan besar. 

Konflik dari cerita asli bisa diganti, dibalik, atau diselesaikan dengan cara yang nggak terduga.

Contoh:

Cinderella’s stepmother hid her laptop so she could not join the royal technology contest. (Ibu tiri Cinderella menyembunyikan laptopnya agar ia tidak bisa mengikuti kompetisi teknologi kerajaan.)

 

3. Resolution

Resolution menjelaskan gimana karakter menghadapi dan menyelesaikan masalah.

Penyelesaiannya nggak harus sama kayak versi asli. 

Penulis bisa bikin happy ending, akhir lucu, atau penutup yang menyampaikan pesan baru.

Contoh:

Cinderella recovered her project and won the contest with an application she had created. (Cinderella mendapatkan kembali proyeknya dan memenangkan kompetisi dengan aplikasi yang telah dibuatnya.)

 

Language Features of Fractured Story

Language features dari fractured story membantu cerita terasa hidup sekaligus nunjukin urutan peristiwa dengan jelas.

Beberapa unsur bahasa yang sering dipakai adalah simple past tense, action verbs, time connectives, dan direct speech.

 

1. Simple Past Tense

Simple past tense dipakai buat nyeritain kejadian yang terjadi dan udah selesai di masa lalu.

British Council menjelaskan bahwa bentuk past tense dipakai untuk membicarakan peristiwa masa lalu.

Rumus dasarnya: Subject + Verb 2 + Object/Complement

Contoh: Snow White opened the mysterious box. (Snow White membuka kotak misterius tersebut.)

Kata opened merupakan bentuk kedua dari open.

Untuk kalimat nominal yang tidak memakai kata kerja utama, gunakan was atau were sesuai subjeknya.

Rumus dasarnya: Subject + was/were + Complement

Contoh: The wolf was friendly. (Serigala tersebut ramah.)

 

2. Action Verb

Action verb adalah kata kerja yang nunjukin tindakan yang dilakukan karakter.

Kata ini membantu pembaca membayangkan apa yang sedang terjadi di dalam cerita.

 

Action Verb Arti Contoh Kalimat
ran berlari Cinderella ran toward the palace. (Cinderella berlari menuju istana.)
opened membuka Snow White opened the door carefully. (Snow White membuka pintu dengan hati-hati.)
grabbed mengambil dengan cepat Malin grabbed the rope. (Malin mengambil tali tersebut dengan cepat.)
built membangun The pigs built a stronger house. (Para babi membangun rumah yang lebih kuat.)
shouted berteriak Red Riding Hood shouted for help. (Red Riding Hood berteriak meminta bantuan.)

 

Pilih action verb yang cocok dengan adegan. 

Kata walked, misalnya, pas buat gerakan biasa, sedangkan rushed nunjukin seseorang bergerak dengan terburu-buru.

 

3. Time Connectives

Time connectives adalah kata atau frasa yang menghubungkan kejadian berdasarkan urutan waktu.

Pemakaian time connectives juga membantu fractured story mengalir secara runtut dari awal sampai akhir.

 

Time Connective Arti Contoh
once upon a time pada zaman dahulu Once upon a time, there lived three little pigs. (Pada zaman dahulu, hiduplah tiga babi kecil.)
one day pada suatu hari One day, Malin returned to his village. (Pada suatu hari, Malin kembali ke desanya.)
then kemudian Then, Cinderella entered the hall. (Kemudian, Cinderella memasuki aula.)
suddenly tiba-tiba Suddenly, the mirror began to speak. (Tiba-tiba, cermin tersebut mulai berbicara.)
after that setelah itu After that, the wolf followed the footprints. (Setelah itu, serigala mengikuti jejak kaki.)
finally akhirnya Finally, the pigs understood the warning. (Akhirnya, para babi memahami peringatan tersebut.)

 

Hindari pakai then di setiap kalimat. 

Variasikan time connectives biar ceritamu nggak kedengeran monoton.

 

4. Direct Speech

Direct speech dipakai buat nulis ucapan karakter secara langsung.

Ucapan tersebut ditulis menggunakan tanda petik dan biasanya disertai reporting verb, seperti said, asked, replied, atau shouted.

Direct speech menampilkan percakapan yang benar-benar diucapkan oleh karakter.

Contoh:

“I am not here to hurt you,” said the wolf. (“Aku tidak datang untuk menyakitimu,” kata serigala.)

Cinderella asked, “Can you help me repair my computer?” (Cinderella bertanya, “Bisakah kamu membantuku memperbaiki komputerku?”)

Direct speech bisa bikin adegan terasa lebih hidup karena pembaca seolah-olah dengar percakapan antartokoh.

 

Baca Juga: Cerita Snow White Bahasa Inggris dan Indonesia dengan Pesan Moral

 

Contoh Fractured Story Bahasa Inggris

Ini beberapa contoh fractured story yang sudah dibagi sesuai strukturnya, yaitu orientation, complication, dan resolution.

Tiap cerita mengubah sebagian unsur dari versi aslinya, tapi ciri khasnya tetap nggak hilang.

 

1. Fractured Story of Cinderella

Cinderella and the Midnight Coding Contest

Orientation

Cinderella lived with her demanding stepmother and two stepsisters. They made her do every household chore, but Cinderella spent her free time repairing old computers. One day, the royal academy announced a technology contest at the palace.

Complication

Cinderella wanted to present an application that helped students exchange used books. However, her stepmother locked her laptop in a cupboard and left for the contest with her daughters.

Suddenly, a fairy godmother appeared. She unlocked the cupboard, changed Cinderella’s old apron into a silver jacket, and turned a broom into an electric scooter.

“Everything will return to normal at midnight,” she warned.

Cinderella arrived at the palace and impressed everyone with her application. When the clock struck twelve, she rushed home and accidentally left one of her smart sneakers behind.

Resolution

The young prince found the sneaker and discovered a small code on its sole. The code opened Cinderella’s application and led him to its creator.

The academy invited Cinderella back to the palace. She won a scholarship and later started a free coding club for students in her town. Her stepsisters apologized and became the club’s first members.

 

2. Fractured Story of Snow White

Snow White and the Seven Mini Robots

Orientation

Snow White was a young inventor who loved creating machines powered by clean energy. Her stepmother owned the largest technology company in the kingdom and regularly consulted a digital magic mirror.

“Mirror, who is the greatest inventor of all?” she asked.

The mirror displayed Snow White’s name.

Complication

Jealous of Snow White’s success, the stepmother ordered her guards to take away her inventions. Snow White escaped into the forest and discovered an abandoned workshop inhabited by seven mini robots.

A few days later, the stepmother disguised herself as a computer seller. She gave Snow White an apple-shaped flash drive containing a dangerous virus.

When Snow White connected it to her computer, the virus locked every file in her project.

Resolution

Instead of giving up, Snow White worked with the seven robots to create a recovery program. They restored every file just before the kingdom’s science fair began.

Snow White presented the project as a team effort and won the competition. Her stepmother finally understood that a great inventor did not need to destroy other people’s work to be successful.

 

3. Fractured Story of Malin Kundang

Malin Kundang and the Talking Stone

Orientation

Malin Kundang lived in a small fishing village with his mother. He dreamed of becoming a famous travel creator, so he sailed to different countries and recorded his adventures.

Before he left, his mother gave him a woven bracelet.

“Wear this so you always remember your home,” she said.

Complication

Years later, Malin returned in a luxurious boat with a large filming crew. His mother ran toward him, but Malin felt embarrassed by her simple clothes.

“I don’t know this woman,” he said in front of the cameras.

Suddenly, dark clouds covered the sky. Lightning struck the boat and turned it into stone. A large rock near the shore began to speak in a deep voice, telling Malin that the boat would remain frozen until he honestly admitted his mistake.

Resolution

Malin apologized to his mother and uploaded a video explaining what he had done. He stayed in the village for several weeks and helped the fishermen repair their boats.

When his mother saw that Malin had truly changed, she forgave him. The stone boat slowly returned to normal, but Malin decided to stay longer and use his channel to promote the village.

 

4. Fractured Story of Little Red Riding Hood

Little Red Riding Hood and the Helpful Wolf

Orientation

One morning, Little Red Riding Hood carried a basket of muffins to her grandmother’s cottage. Her mother reminded her to stay on the forest path and avoid talking to strangers.

While walking, Red noticed a large wolf following a trail of footprints.

Complication

When Red arrived at the cottage, she found the wolf standing near the open door. She immediately thought that he had hurt her grandmother.

“Stay away from the house!” Red shouted.

The wolf tried to explain that he was a volunteer forest ranger. He had seen Grandma’s footprints leading toward the river and believed that she might be in danger.

At first, Red did not trust him. Then, they heard Grandma calling for help in the distance.

Resolution

Red and the wolf followed the footprints and found Grandma beside the river. She had slipped on a wet rock and could not climb the steep path.

The wolf pulled her up using a strong vine. Back at the cottage, Grandma invited him to eat muffins with them.

Red thanked the wolf and learned that someone’s appearance did not always reveal their true intentions.

 

5. Fractured Story of The Three Little Pigs

The Three Little Pigs and the Storm Warning

Orientation

Three little pigs decided to build their own houses. The first pig used straw because it was easy to carry. The second chose sticks, while the third carefully built a brick house.

One afternoon, a wolf arrived and knocked on the first pig’s door.

Complication

“A terrible storm is coming! You must leave this house,” the wolf warned.

The pig did not believe him. He had heard stories about wolves blowing down houses, so he ran to the wooden house with his brother.

A powerful wind soon swept through the village. It destroyed the straw house and knocked down the wooden one. The pigs escaped to the brick house, but a fallen tree blocked its door.

Resolution

The wolf took a deep breath and blew the heavy branches away from the door. He guided the pigs to a safe cave until the storm ended.

Afterward, the pigs apologized for ignoring his warning. Together, they built a large shared house using strong wooden frames, brick walls, and straw insulation.

The wolf became their neighbor and helped the village prepare for future storms.

 

Baca Juga: Apa Itu Narrative Text dalam Bahasa Inggris?

 

Nah, sekarang kamu udah tahu kalau fractured story adalah versi baru dari cerita yang sudah dikenal, dengan perubahan di alur, karakter, latar, sudut pandang, atau penyelesaiannya.

Kamu ingin jago bahasa Inggris dalam 6 bulan? Ayo belajar bareng Sparks English!

design new banner 2026

Program Sparks Teen di kursus bahasa Inggris Sparks English memungkinkan kamu berlatih kemampuan speaking lewat metode fun & interactive kayak storytelling, group discussion, dan kegiatan lain yang dekat dengan kehidupan remaja.

Kelasnya dibuat semi-private, jadi kamu punya lebih banyak kesempatan untuk ngobrol langsung dengan native teacher dan tutor bersertifikat Cambridge TKT tanpa takut salah.

Mulai dari Rp70 ribuan per kelas, kamu sudah bisa menikmati pengalaman belajar bahasa Inggris yang seru dan interaktif bareng native teacher.

Sparks English berhasil membuat lebih dari 25.000 students lebih jago bahasa Inggris dalam 6 bulan!

Coba kelasnya gratis lewat free trial class sekarang dan klaim promonya selagi masih ada!

Author:

Topik:

Share article: