Moms & Dads sedang buru-buru menyiapkan anak untuk sekolah.
Tiba-tiba anak nyeletuk kalau pagi ini ditugaskan membawa beberapa peralatan untuk kelas prakarya di sekolah.
Moms & Dads harus mencari kertas warna, lem, gunting, dan peralatan lainnya yang sebenarnya bisa disiapkan jauh-jauh hari.
Momen seperti ini mungkin terlihat sederhana.
Namun, kalau cukup sering terjadi, orang tua bisa mulai bertanya-tanya tentang cara meningkatkan daya ingat anak agar ia lebih mudah mengingat tugas, instruksi, dan informasi penting.
Di artikel ini kita akan bahas cara meningkatkan daya ingat anak, namun sebelumnya kita harus pahami dulu apa saja penyebab daya ingat anak terlihat lemah.
- Apa Penyebab Daya Ingat Anak Lemah?
- Cara Meningkatkan Daya Ingat Anak Secara Efektif
Apa Penyebab Daya Ingat Anak Lemah?
Ada banyak faktor yang memengaruhi daya ingat anak menjadi tampak kurang optimal atau mudah lupa.
Daya ingat anak sangat berkaitan dengan fokus, kualitas tidur, nutrisi, kondisi emosi, dan stimulasi yang diterima anak sehari-hari.
Penyebab daya ingat anak tampak lemah bisa berbeda-beda antara anak satu dengan yang lain.
Namun, secara umum, penyebabnya adalah beberapa hal ini:
- Kurang tidur atau tidur kurang berkualitas: Saat anak kurang tidur, ia akan cepat lelah sehingga lebih sulit fokus dan lebih mudah lupa.
- Asupan makanan belum mendukung fungsi otak: Nutrisi yang kurang seimbang bisa memengaruhi energi, konsentrasi, dan kesiapan anak menerima dan mengingat informasi.
- Terlalu banyak screen time: Screen time berlebihan dapat mengurangi waktu anak untuk beristirahat yang bisa mengurangi fokus.
- Kurangnya stimulasi: Anak yang jarang diajak bermain, membaca, bercerita, atau mencoba aktivitas baru bisa kekurangan latihan mengingat dan mengolah informasi.
- Stres, cemas, kurang dukungan emosional: Ketidaknyamanan atau rasa tertekan yang anak rasakan membuat anak lebih sulit fokus.
- Masalah fokus atau working memory: Working memory membantu anak menyimpan informasi sementara. Jika kemampuan ini belum optimal, anak lebih mudah lupa instruksi, tugas, atau urutan kegiatan yang baru saja dijelaskan.
Cara Meningkatkan Daya Ingat Anak Secara Efektif
Jika Moms & Dads merasa daya ingat si Kecil tampak lemah, ada kabar baik.
Daya ingat anak bisa dilatih melalui kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.
Berikut beberapa cara meningkatkan konsentrasi dan daya ingat anak yang bisa Moms & Dads terapkan di rumah.
1. Memberikan Makanan Bergizi Seimbang
Makanan dengan gizi seimbang penting untuk mendukung energi, konsentrasi, dan fungsi otak anak.
Gizi seimbang berarti anak mendapatkan berbagai zat gizi yang dibutuhkan tubuh seperti karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, hingga serat dalam porsi yang sesuai.
Protein bisa didapat dari ikan, ayam, tahu, atau tempe.
Lengkapi juga dengan karbohidrat dari nasi, kentang, oatmeal, atau roti gandum, lemak sehat dari alpukat dan ikan, serta vitamin-mineral dari sayuran hijau dan buah-buahan.
2. Membiasakan Anak Tidur yang Cukup
Saat tidur cukup, tubuh anak lebih fit dan otaknya lebih siap menerima informasi baru.
Kebutuhan jam tidur anak berbeda-beda sesuai usianya.
Menurut CDC, anak usia 3–5 tahun butuh 10–13 jam tidur setiap hari, 6–12 tahun butuh 9–12 jam, sedangkan usia remaja membutuhkan 8–10 jam per hari.
Orang tua bisa bantu mengatur jam tidur anak dengan membuat rutinitas yang konsisten, seperti mandi air hangat, membaca dongeng, meredupkan lampu, dan jam tidur yang sama setiap malam.
3. Bermain Permainan yang Mengasah Otak
Pada anak-anak, kegiatan belajar akan terasa lebih mudah jika aktivitasnya dibuat seperti bermain.
Saat ini sudah banyak jenis permainan mengasah otak, yang selain seru, juga bisa jadi sarana belajar untuk anak.
Orang tua bisa mengajak anak bermain puzzle, memory card, tebak gambar, menyusun balok sesuai pola, atau main board game bersama.
Permainan seperti memory card, di mana anak perlu mengingat posisi gambar, juga bisa menjadi cara melatih daya ingat anak.
4. Mengajak Anak Membaca dan Bercerita
Kegiatan membaca atau bercerita juga bisa jadi salah satu cara melatih daya ingat anak.
Orang tua bisa membacakan buku sebelum anak tidur, lalu tanyakan beberapa hal seperti “Siapa tokoh utamanya?” atau “Apa yang terjadi setelah gajah masuk hutan?”
Pertanyaan sederhana seperti ini membantu anak mengingat alur, tokoh, dan detail cerita.
Anak pun belajar menyusun informasi dengan bahasanya sendiri.
Baca Juga: 10 Dongeng Sebelum Tidur untuk Anak yang Penuh Pesan Moral
5. Melakukan Aktivitas Multisensori
Salah satu cara meningkatkan daya ingat dan daya tangkap anak bisa dengan aktivitas multisensori, atau aktivitas yang menggunakan lebih dari satu indranya.
Misalnya, saat belajar angka atau huruf, anak tidak hanya melihat bentuknya, tapi menyebut bunyinya, menelusuri bentuknya dengan jari, dan mencari benda sejumlah angka atau yang dimulai dengan huruf tersebut.
Aktivitas multisensori juga bisa diterapkan lewat proses belajar bahasa Inggris yang interaktif.
Saat anak belajar sambil mendengar, berbicara, melihat gambar, hingga ikut bergerak dan bermain, otak mereka jadi lebih aktif dalam menyerap dan menyimpan informasi baru.

Di Sparks English, metode belajar dirancang supaya anak nggak cuma duduk diam menghafal.
Ada games, conversation practice, visual learning, dan aktivitas seru yang membantu anak lebih fokus sekaligus melatih daya ingatnya secara natural.
Kelasnya dibimbing oleh tutor bersertifikasi Cambridge TKT dan native teacher dengan biaya mulai Rp70 ribuan per kelas.
Kalau ingin lihat bagaimana anak belajar dengan cara yang lebih menyenangkan, Moms & Dads bisa coba dulu free trial class-nya.
Selagi ada promo nih, ayo klaim sebelum berakhir ya!
6. Bernyanyi dan Bermain Musik
Tidak jarang, anak-anak lebih cepat menghafal lagu daripada materi pelajaran.
Ini terjadi karena lagu punya pola, ritme, dan pengulangan yang membuat informasinya lebih mudah menempel di ingatan.
Karena itu, bernyanyi bisa menjadi cara menyenangkan untuk mengenalkan kosakata, angka, warna, hari, atau instruksi sederhana.
Misalnya, anak bisa belajar alfabet lewat lagu ABCD, mengenal anggota tubuh lewat lagu Head, Shoulders, Knees, and Toes, dan sebagainya.
7. Memberikan Aktivitas Fisik yang Cukup
Selain penting untuk tubuh, aktivitas fisik juga mendukung kesiapan anak untuk belajar.
Saat anak beraktivitas fisik dengan cukup, tubuhnya akan lebih bugar, energinya pun tersalurkan dengan baik.
Kondisi tubuh yang bugar dapat membantu anak lebih siap untuk fokus, mendengarkan, dan mengingat informasi setelahnya.
Untuk anak usia sekolah, terutama usia 6–17 tahun, direkomendasikan melakukan aktivitas fisik minimal 60 menit per hari.
Kegiatannya tidak harus berupa olahraga formal.
Bisa juga dengan menari, berlarian di halaman, atau jalan-jalan sore.
8. Membatasi Screen Time
Sebenarnya, screen time tidak selalu buruk, apalagi jika kontennya edukatif dan aktivitasnya didampingi orang tua.
Namun, jika sudah menjadi terlalu lama dan tak terkontrol, anak akan kehilangan waktu untuk aktivitas lainnya seperti tidur, bergerak, membaca, bermain, dan bersosialisasi.
Padahal, aktivitas-aktivitas tersebut bisa banyak membantu anak belajar mengingat.
Orang tua bisa mulai dengan membuat aturan pembatasan gadget, tidak boleh saat makan, tidak sebelum tidur, dan hanya boleh menonton konten tertentu yang sudah diseleksi.
Anak usia 2–5 tahun, screen time non-edukatif sebaiknya dibatasi sekitar 1 jam pada hari sekolah dan 3 jam pada hari libur.
9. Mengulang Pelajaran Secara Berkala
Anak biasanya mudah lupa materi pelajaran jika hanya belajar sekali di kelas dan tidak pernah diulang.
Orang tua bisa membantu anak untuk mengulang pelajaran di rumah secara berkala.
Durasinya tidak perlu lama, yang penting dilakukan dengan konsisten.
Misalnya, orang tua mengajak anak mengulang materi hari ini di sekolah selama 5–10 menit saja, lalu mengulang lagi beberapa hari kemudian, dan mengulang lagi di pekan berikutnya.
Cara ini mengikuti prinsip spaced practice, yaitu mengulang proses belajar dalam beberapa sesi yang diberi jeda waktu.
Ini akan membuat anak lebih mudah mengingatnya dalam jangka panjang.
10. Memberikan Pujian dan Dukungan Emosional
Kepercayaan diri dan rasa aman juga memengaruhi daya ingat anak.
Jika anak sering dimarahi ketika lupa, anak bisa menjadi takut untuk mencoba.
Akibatnya, proses belajar bisa membuat anak merasa tertekan.
Oleh karena itu, orang tua perlu membantu anak dengan memberi pujian yang spesifik setiap berhasil melatih ingatannya.
Misalnya, “Kamu hebat karena sudah berusaha mengingat urutannya”, atau “Nggak apa-apa kalau lupa, kita ulang lagi ya”
Dengan begitu, anak belajar bahwa lupa bukanlah kegagalan, melainkan sebuah proses belajar.
Baca Juga: 10 Cara Mengatasi Anak Kecanduan HP Tanpa Marah-Marah
Seperti yang sudah kita bahas, anak biasanya lebih mudah mengingat saat belajar lewat aktivitas yang menyenangkan, interaktif, dan melibatkan banyak indra.
Nah, pendekatan seperti ini juga bisa Moms & Dads temukan di kursus bahasa Inggris Sparks English!
Di sini, anak belajar bahasa Inggris melalui games, storytelling, roleplay, aktivitas kreatif, serta media audio-visual yang membuat proses belajar lebih seru.
Kelasnya juga semi-private sehingga teacher bisa lebih fokus mendampingi perkembangan setiap anak.
Lebih dari 25.000 students sudah buktikan hasilnya, sekarang giliran si kecil!
Yuk coba free trial class sekarang sebelum promonya berakhir!


