6 Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak yang Sering Disepelekan

26 May 2026
peran ayah dalam pengasuhan anak

“Kok diasuh sama ayahnya. Emang ibunya ke mana?”

Komentar seperti ini mungkin masih sering terdengar ketika ayah terlihat mengurus anak.

Padahal menemani bermain, menenangkan saat anak menangis, atau mendampingi belajar, bukan hanya tugas ibu.

Peran ayah dalam pengasuhan anak juga sama pentingnya untuk membantu si kecil tumbuh aman dan percaya diri.

Sayangnya, keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak masih sering dianggap sebagai “membantu ibu”, bukan bagian dari tanggung jawab orang tua.

Lewat artikel ini, Moms & Dads akan memahami mengapa peran ayah sama pentingnya dengan ibu, apa saja bentuk keterlibatannya, manfaat bagi anak, dan cara sederhana agar ayah bisa lebih aktif dalam pengasuhan sehari-hari.

 

 

Mengapa Peran Ayah Sama Pentingnya dengan Ibu?

Peran ayah dan ibu memang tidak selalu sama, tetapi keduanya sama-sama penting dalam membentuk fondasi tumbuh kembang anak.

Ibu sering dikaitkan dengan kelembutan, kelekatan emosional, dan pengasuhan sehari-hari.

Sementara, ayah sering hadir dengan cara yang berbeda. 

Misalnya melalui permainan fisik, dorongan untuk mencoba hal baru, atau cara berpikir yang lebih eksploratif.

Penelitian Sarkadi, dkk. yang terindeks di PubMed menemukan adanya bukti bahwa keterlibatan ayah dapat berdampak positif pada perkembangan sosial, perilaku, dan psikologis anak.

Artinya, anak membutuhkan figur ayah bukan hanya sebagai pelindung, tetapi juga sebagai teman belajar, pendengar, role model, dan sumber dukungan emosional.

 

Peran Penting Ayah dalam Pengasuhan Anak

Peran ayah dalam pengasuhan anak tak harus selalu dalam bentuk nasihat panjang.

Anak justru sering belajar dari hal-hal yang ia lihat setiap hari, seperti cara ayah merespons masalah dengan tenang.

Berikut beberapa peran penting ayah dalam mendampingi tumbuh kembang si kecil.

 

1. Sebagai Role Model bagi Anak

Ayah adalah salah satu contoh pertama yang dilihat anak dalam kehidupan sehari-hari.

Dari ayah, anak bisa belajar banyak hal, seperti bagaimana bersikap tenang saat menghadapi masalah, bagaimana menghargai orang lain, atau bagaimana menunjukkan tanggung jawab.

Jika ayah terbiasa berbicara sopan, menepati janji, dan meminta maaf saat salah, anak akan melihat bahwa sikap tersebut adalah hal yang wajar untuk dilakukan.

 

2. Memberikan Dukungan Emosional

Anak membutuhkan rasa aman untuk tumbuh percaya diri.

Dukungan emosional dari ayah bisa hadir dalam bentuk sederhana, seperti mendengarkan anak bercerita tanpa langsung menghakimi.

Misalnya saat anak kecewa karena kalah bermain, ayah bisa membantu anak mengenali emosinya dan menenangkannya.

 

3. Membantu Perkembangan Kognitif Anak

Ayah juga berperan penting dalam mendukung kemampuan berpikir anak.

Rollè et al. (2019) menemukan bahwa keterlibatan ayah berkaitan dengan perkembangan kognitif anak pada masa kanak-kanak awal dan pertengahan.

Hubungan tersebut tampak dalam berbagai aspek, seperti kemampuan belajar, literasi, matematika, dan pencapaian akademik.

Cara mendukungnya bisa dilakukan melalui aktivitas sehari-hari, misalnya memberi anak kesempatan untuk mencoba memecahkan masalah.

Contohnya, saat anak sedang menyusun balok dan bangunannya roboh, ayah bisa bertanya “Menurutmu bagian mana yang perlu dibuat lebih kuat agar tidak roboh?”

Pertanyaan seperti ini merangsang anak untuk berpikir sebab akibat yang merupakan bagian dari kognitifnya.

 

4. Membentuk Karakter dan Disiplin Anak

Disiplin bukan berarti keras atau menakutkan. 

Ayah dapat membantu anak memahami aturan dengan cara tegas, tetapi tetap hangat.

Misalnya, ketika anak kecewa karena harus berhenti bermain, ayah bisa tetap memberi batasan tanpa membuat anak merasa disalahkan.

“Kamu boleh kecewa, tapi aturannya tetap sama, mainannya kita rapikan dulu.”

Kalimat seperti ini terdengar tegas tanpa membuat anak merasa diserang. 

Pendekatan seperti ini membuat anak belajar bahwa aturan dibuat bukan untuk mengekang tetapi untuk membantunya bertanggung jawab.

 

5. Menjadi Pelindung dan Pemberi Rasa Aman

Anak yang merasa aman akan lebih berani mengeksplorasi lingkungan sekitarnya.

Rasa aman ini tak hanya tentang perlindungan fisik, tetapi juga kehadiran emosional ayah.

Ketika ayah hadir saat anak takut, anak akan merasa bahwa ia tidak menghadapi dunia sendirian.

Ayah yang terlibat juga dapat membantu anak membangun keberanian, misalnya dengan mendampingi anak saat ia ragu mengendarai sepeda pertama kalinya.

 

6. Terlibat dalam Pendidikan dan Aktivitas Anak

Ayah juga perlu terlibat dalam pendidikan anak, baik di sekolah maupun di rumah.

Bentuknya tidak harus selalu membantu mengerjakan tugas, bisa jadi sesederhana menanyakan kegiatan anak hari itu.

Riset dari University of Leeds menemukan bahwa anak-anak cenderung menunjukkan hasil yang lebih baik di sekolah dasar ketika ayah secara rutin terlibat dalam aktivitas interaktif seperti membaca, bermain, bercerita, menggambar, dan bernyanyi. 

Aktivitas sederhana di rumah juga bisa menjadi ruang belajar yang menyenangkan bagi anak. Misalnya, ayah mengajak anak bermain puzzle, board game, atau berkebun bersama.

 

Baca Juga: 15 Kegiatan Anak SD di Rumah yang Seru dan Anti Bosan 

 

Dukungan ayah terhadap proses belajar anak juga bisa diperkuat dengan memberi lingkungan belajar yang tepat.

Di Sparks English, anak belajar bahasa Inggris sesuai usia dan level melalui kelas interaktif, fun learning, dan media audio visual yang dekat dengan dunia anak.

Very New Banner SEO Sparks English 2026 (1)

 

Programnya dirancang untuk anak usia 3–15 tahun, dengan kurikulum CEFR, kelas semi-private, bimbingan native teacher, dan teacher tersertifikasi Cambridge TKT.

Jika Moms & Dads ingin lihat apakah metode belajarnya cocok untuk si kecil, bisa lho coba free trial class dulu!

 

Manfaat Peran Ayah dalam Tumbuh Kembang Anak

Keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak dapat memberikan dampak yang luas.

Selain mempererat hubungan ayah dan anak, ini juga mendukung perkembangan emosi, sosial, akademik, serta karakter anak.

Berikut beberapa manfaat yang bisa dirasakan anak ketika ayah hadir secara aktif dalam kesehariannya.

 

1. Meningkatkan Kepercayaan Diri Anak

Anak yang merasa didukung oleh ayah akan lebih merasa berharga.

Saat ayah memberi apresiasi pada usaha anak, anak belajar bahwa dirinya mampu mencoba dan berkembang.

Rasa percaya diri ini penting karena anak akan lebih berani bertanya dan mencoba hal baru tanpa merasa terlalu takut salah.

 

2. Membantu Perkembangan Sosial dan Emosional

Ayah yang hadir dan terlibat dalam pengasuhan juga dapat membantu anak belajar memahami emosi dan berinteraksi dengan orang lain.

Melalui kedekatan sehari-hari, anak belajar mengenali perasaan, menerima aturan, dan memahami bahwa tidak semua keinginannya harus langsung terpenuhi.

 

3. Mendukung Prestasi Akademik

Prestasi akademik anak tidak hanya dipengaruhi oleh sekolah.

Dukungan di rumah juga memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan belajar anak. 

Ketika ayah ikut mendampingi proses belajar, anak merasa bahwa pendidikan adalah hal yang penting bagi keluarga.

 

4. Membentuk Anak yang Lebih Mandiri

Ayah sering kali mendorong anak untuk mencoba hal baru. 

Selama dilakukan dengan aman dan sesuai usia, dorongan ini dapat membantu anak menjadi lebih mandiri.

Misalnya, ayah memberi kesempatan anak untuk mencuci sepeda sendiri meskipun awalnya membutuhkan waktu lebih lama.

 

5. Mengurangi Risiko Perilaku Negatif pada Anak

Anak yang mendapatkan perhatian dan dukungan dari orang tua cenderung memiliki ruang yang lebih sehat untuk mengekspresikan emosi.

Kehadiran ayah yang konsisten dapat membantu anak merasa dilihat, didengar, dan diarahkan.

University of Wisconsin-Madison mencatat bahwa keterlibatan ayah yang positif sering dikaitkan dengan lebih sedikit masalah perilaku, rasa aman emosional yang lebih kuat, dan kompetensi sosial yang lebih baik pada anak.

 

Baca Juga: 4 Pola Asuh Anak Usia Dini yang Perlu Orang Tua Pahami

 

Cara Ayah Terlibat Aktif dalam Pengasuhan Anak

Ayah tidak harus menunggu waktu libur panjang untuk terlibat dalam pengasuhan.

Justru, peran ayah dalam mendidik anak yang dilakukan secara rutin setiap hari, sering kali lebih terasa bagi anak.

Berikut beberapa cara yang bisa Moms & Dads coba di rumah:

  • Luangkan waktu khusus untuk anak meskipun hanya 10–15 menit tanpa distraksi gadget.
  • Dengarkan cerita anak sampai selesai sebelum memberi nasihat.
  • Dampingi anak belajar dengan suasana yang santai dan tidak menekan.
  • Bacakan buku atau cerita pendek sebelum tidur.
  • Ikut bermain sesuai minat anak, misalnya bermain puzzle atau board game.
  • Beri pujian pada usaha anak, bukan hanya hasil akhirnya.
  • Ajarkan aturan sederhana secara konsisten dan mudah dipahami.
  • Tunjukkan kasih sayang lewat perhatian, ucapan, atau pelukan.
  • Jadilah contoh dalam mengelola emosi saat menghadapi masalah.
  • Beri anak kesempatan mencoba hal baru dengan pendampingan yang aman.

 

Peran ayah dalam pengasuhan anak bukan membantu ibu. 

Meski caranya mungkin berbeda, ayah juga punya peran yang sama pentingnya dengan ibu dalam tumbuh kembang anak.

Kuncinya bukan seberapa lama aktivitas yang dilakukan, tetapi seberapa konsisten ayah hadir dengan perhatian yang utuh.

Dari keterlibatan sehari-hari, ayah juga jadi bisa lebih mudah melihat minat dan potensi anak.

Misalnya, ketika anak terlihat suka bercerita, cepat mengingat kosakata baru, dan mudah menghafal lagu, bisa jadi kemampuan linguistiknya cukup kuat.

Jika tanda ini mulai terlihat, Moms & Dads bisa mendukungnya dari rumah dengan membacakan buku, bermain tebak kata, atau mulai memperkenalkan bahasa asing dengan cara yang mudah.

 

Baca Juga: Benarkah Kecerdasan Anak Diturunkan dari Ibu? Ini Penjelasan Para Ahli!

 

Agar potensinya berkembang lebih terarah, Moms & Dads juga bisa mengikutkan si kecil ke kursus bahasa Inggris anak yang dirancang sesuai usia anak.

Di Sparks English, anak belajar vocabulary, spelling, listening, speaking, dan pelafalan (phonics), melalui aktivitas interaktif seperti games, storytelling, diskusi, maupun media audiovisual.

Ini semua bisa didapatkan mulai dari Rp70 ribuan saja per sesi.

Sudah lebih dari 25.000 students berhasil lebih percaya diri berbahasa Inggris bersama Sparks English, pastikan anak Moms & Dads yang selanjutnya!

Segera coba free trial class dan klaim promonya selagi masih ada!

Author:

Topik:

Share article: