8 Penyebab Anak Susah Fokus dan 5 Cara Ampuh Mengatasinya

11 August 2026
penyebab anak susah fokus

Baru lima menit belajar, anak sudah main pensil, melamun, atau sibuk melihat ke mana-mana.

Kalau kejadian ini sering berulang, Moms & Dads mungkin mulai bertanya-tanya apa sebenarnya penyebab anak susah fokus.

Soalnya, masalah fokus nggak selalu berarti anak malas atau nggak mau belajar. 

Bisa jadi ada kebiasaan sehari-hari atau kondisi tertentu yang membuat konsentrasinya lebih gampang buyar.

Untuk itu, yuk, kita cari tahu apa saja tanda-tanda anak susah fokus, penyebab, dan gimana Moms & Dads bisa membantu biar si kecil tetap fokus dalam artikel ini!

 

 

Tanda-Tanda Anak Sulit Fokus

Anak sulit fokus biasanya nggak cuma terlihat saat belajar, tapi juga dari kebiasaan sehari-hari yang menunjukkan perhatiannya gampang teralihkan.

 

1. Mudah Teralihkan oleh Hal Kecil

Ketika baru beberapa menit mengerjakan PR, perhatian anak sudah pindah gara-gara suara TV atau orang yang lewat di dekatnya.

Akibatnya, tugas sering terhenti di tengah karena fokusnya gampang berpindah ke hal lain.

 

2. Sulit Menyelesaikan Tugas

Tugas yang sebenarnya sedikit bisa terasa lama selesai karena anak berkali-kali terdistraksi atau sambil melakukan hal lain.

Misalnya, baru mengerjakan beberapa soal, anak sudah sibuk menggambar di buku atau memainkan alat tulisnya.

 

3. Sering Melamun

Buku memang terbuka di depan mata, tapi anak tidak fokus belajar karena melamun dan pikirannya ke mana-mana.

Nggak heran kalau setelah membaca beberapa baris, anak malah lupa apa yang baru saja ia baca.

 

4. Tidak Mendengarkan Saat Diajak Berbicara

Saat diajak berbicara, perhatian anak sering mudah beralih sampai sebagian penjelasan terlewat.

Akibatnya, anak kerap menanyakan kembali hal yang sebenarnya baru saja disampaikan.

 

5. Prestasi Belajar Menurun

Kesulitan menjaga fokus juga bisa ikut memengaruhi hasil belajar, apalagi kalau anak sering melewatkan instruksi atau nggak menyelesaikan tugas.

Kalau nilainya mulai menurun bersamaan dengan tanda-tanda lain di atas, kondisi ini perlu mulai diperhatikan lebih serius.

 

Penyebab Anak Susah Fokus

Ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab anak susah fokus, mulai dari kebiasaan sehari-hari sampai cara belajar yang kurang cocok dengan kebutuhannya.

 

1. Kurang Tidur

Salah satu penyebab anak kurang fokus adalah kurang tidur. 

Anak yang kurang tidur biasanya lebih mudah mengantuk sehingga sulit mempertahankan perhatian saat belajar.

Akibatnya, pelajaran jadi lebih sulit dipahami dan tugas pun membutuhkan waktu lebih lama untuk diselesaikan.

 

2. Terlalu Banyak Screen Time

Terlalu lama menggunakan gadget bisa membuat gangguan fokus pada anak karena anak terbiasa menerima stimulasi yang serba cepat dari layar.

Akibatnya, aktivitas yang lebih tenang dan butuh fokus panjang seperti membaca buku atau mengerjakan tugas terasa lebih membosankan dan sulit dipertahankan fokusnya.

 

3. Pola Makan yang Kurang Seimbang

Pola makan yang kurang seimbang atau belajar dalam kondisi lapar juga bisa membuat anak sulit konsentrasi.

Perhatiannya jadi lebih mudah teralihkan karena tubuh sedang membutuhkan energi untuk kembali beraktivitas dengan nyaman.

 

4. Kurang Aktivitas Fisik

Aktivitas fisik membantu meningkatkan aliran darah dan oksigen ke otak, sehingga anak lebih siap untuk kembali berkonsentrasi.

Kalau kurang bergerak, anak jadi lebih mudah kehilangan fokus saat harus duduk belajar dalam waktu lama.

 

5. Merasa Bosan dengan Metode Belajar

Cara belajar yang monoton juga sering membuat anak kurang fokus dan lebih cepat bosan.

Kalau setiap hari hanya membaca atau mengerjakan soal, anak jadi lebih mudah mencari aktivitas lain yang terasa lebih menarik.

 

Di masa kanak-kanak, memang paling cocok kalau proses belajar dibuat seru dan terasa seperti bermain karena anak lagi gampang banget menyerap stimulasi dari aktivitas yang bikin mereka aktif terlibat.

Makanya, momen ini pas banget buat mulai ngasih stimulasi bahasa Inggris karena anak masih dalam fase paling reseptif untuk menyerap banyak kosakata dan struktur kalimat secara alami.

Sayangnya, fase ini nggak berlangsung lama, dan kemampuan penyerapan secara natural itu akan menurun seiring anak bertambah besar.

Itulah yang membuat banyak orang tua menyesal melewatkan fase emas ini tanpa mengenalkan pada bahasa Inggris, sehingga anak perlu keluarin effort yang jauh lebih besar karena baru mulai belajar setelah dewasa.

design new banner 2026
Agar Moms & Dads nggak merasakan penyesalan yang sama, Sparks English siap membantu si kecil belajar bahasa Inggris lewat stimulasi yang terarah!

Sparks English menggunakan metode fun & interactive yang bikin anak lebih fokus dan antusias.

Kurikulumnya berbasis CEFR yang diakui secara internasional, jadi anak bisa belajar sesuai level kemampuan dan berkembang secara bertahap.

Mulai Rp70 ribuan aja si kecil sudah bisa belajar bersama native teacher dan tutor bersertifikat Cambridge TKT dalam kelas semi-private, lho!

Jadi, selain punya kesempatan lebih banyak buat latihan ngomong, anak juga dapat pendampingan yang lebih personal dari teacher.

Nggak heran kan, kalau Sparks English sudah bantu lebih dari 25.000 students mahir bahasa Inggris dalam 6 bulan!

Nggak perlu nunda lagi, ajak si kecil coba free trial class sekarang juga mumpung ada diskon yang masih bisa diklaim!

 

6. Terlalu Banyak Distraksi

Belajar di tempat yang ramai tentu membuat perhatian anak lebih gampang teralihkan.

Apalagi kalau TV masih menyala atau gadget ada di dekatnya, fokus anak jadi lebih cepat pindah ke hal lain.

 

7. Kurang Percaya Diri

Anak yang merasa dirinya kurang mampu biasanya lebih gampang menyerah saat menemukan soal yang sulit.

Belum sempat mencoba, anak sudah merasa jawabannya pasti salah atau tugasnya terlalu susah.

 

8. Gangguan Belajar (Learning Disorder)

Kalau anak terus kesulitan memahami materi tertentu meski sudah sering dibantu, kondisi ini juga perlu diperhatikan lebih lanjut.

Menurut NICHD, anak dengan gangguan belajar dapat mengalami kesulitan mempertahankan fokus dan lebih mudah terdistraksi.

Kondisi ini juga bisa disertai kesulitan dalam membaca, menulis, atau matematika yang akhirnya menghambat proses belajarnya sehari-hari.

 

Cara Membantu Anak Tetap Fokus Saat Belajar di Rumah

Kalau anak memang gampang kehilangan fokus, ada beberapa cara yang bisa Moms & Dads coba untuk membantunya.

 

1. Buat Target Belajar yang Kecil

Jangan langsung minta anak menyelesaikan banyak tugas sekaligus.

Lebih enak kalau dibagi jadi target kecil, misalnya lima soal dulu, baru lanjut setelah selesai.

 

2. Gunakan Timer Belajar

Timer bisa membantu anak tahu kapan waktunya fokus dan kapan boleh istirahat.

Nggak perlu lama-lama, mulai saja dari durasi yang masih terasa nyaman buat anak.

 

3. Hilangkan Gangguan di Sekitar

Sebelum belajar, coba jauhkan dulu gadget dan matikan TV yang masih menyala.

Semakin sedikit distraksi, semakin gampang anak menjaga perhatian ke tugasnya.

 

4. Dampingi Anak Tanpa Terlalu Mengontrol

Anak susah fokus mungkin perlu ditemani, tapi nggak berarti buru-buru mengambil alih saat ia mulai kesulitan.

Biarkan ia mencoba dulu, lalu bantu kalau sudah benar-benar stuck.

 

5. Berikan Pujian atas Kemajuan Anak

Nggak harus menunggu nilai bagus dulu untuk memberi apresiasi.

Saat anak berhasil fokus lebih lama atau menyelesaikan tugasnya, beri pujian supaya ia tahu usahanya pun dihargai.

Masih ada banyak cara yang bisa Moms & Dads coba untuk membantu si kecil lebih fokus saat belajar. 

Moms & Dads bisa pelajari selengkapnya dalam artikel cara melatih fokus anak.

 

Bantu anak lebih fokus nggak harus dengan cara terus menyuruhnya diam atau berkali-kali mengingatkan supaya konsentrasi, tapi justru kenyamanan belajarnya yang harus dibenahi.

Kemampuan fokus penting untuk dibangun dari sekarang, karena akan kepakai banget buat belajar berbagai skill baru, termasuk bahasa Inggris.

Apalagi, skill bahasa Inggris adalah salah satu investasi buat masa depan, yang bisa membuka peluang beasiswa, student exchange, kuliah di luar negeri, sampai karier internasional.

design new banner 2026

Sparks English adalah kursus bahasa Inggris anak usia 3–15 tahun dengan metode belajar yang seru dan interaktif sehingga anak tetap engaged selama belajar.

Di sini, anak akan belajar dengan:

  • Aktivitas sesuai usia: Dari storytelling, permainan, proyek kreatif, sampai diskusi yang bikin anak lebih aktif selama kelas.
  • Fasilitas kelas modern: Suasana belajar dibuat menyenangkan supaya anak lebih betah dan nggak gampang kehilangan fokus.
  • Pendekatan confidence building: Anak dibiasakan berani speaking dan menyampaikan ide tanpa takut salah.
  • Free extra sessions: Anak punya kesempatan tambahan buat latihan lagi di luar kelas utama dengan berbagai kegiatan menarik.
  • Jadwal fleksibel: Bebas pilih jadwal tersedia dan lokasi center terdekat.

Kualitas, fasilitas, dan harga ekonomis sudah satu paket Moms & Dads dapatkan di Sparks English, yakin masih mau repot cari yang lain?

Coba dulu free trial class-nya biar tahu seseru apa aktivitas kelas di Sparks English, plus ada extra diskon yang bisa diklaim kalau daftar sekarang juga!

Author:

Topik:

Share article: