Anak mengerjakan PR baru lima menit, tetapi penghapusnya sudah lebih sibuk daripada pensilnya?
Situasi seperti ini sering membuat Moms & Dads ingin segera turun tangan agar tugasnya cepat selesai.
Padahal, mendampingi bukan berarti mengambil alih karena PR dapat menjadi ruang bagi anak untuk berpikir sendiri dan mengelola tanggung jawabnya.
Yuk, pahami manfaat PR serta cara mendampingi si kecil agar waktu belajar di rumah tetap efektif tanpa berubah menjadi sesi penuh tekanan!
Mengapa Anak Perlu Mengerjakan PR?
Menurut Education Endowment Foundation, manfaat anak mengerjakan PR di rumah yaitu memberi kesempatan kepada anak untuk belajar secara mandiri sekaligus memperkuat keterampilan yang telah dipelajari di sekolah.
PR juga membantu anak mendalami materi, mempersiapkan pelajaran berikutnya, atau mengulang pembelajaran sebelum ujian.
1. Mengulang Materi yang Dipelajari di Sekolah
Materi yang baru dijelaskan guru dapat terlupakan jika anak tidak memperoleh kesempatan untuk menggunakannya kembali.
Misalnya, PR menghitung pecahan membantu anak mengingat langkah yang dipelajari sekaligus mengetahui bagian yang masih membingungkan.
2. Melatih Tanggung Jawab dan Disiplin
PR mengenalkan anak bahwa tugas perlu diselesaikan meskipun tidak selalu terasa menyenangkan.
Anak belajar memulai sesuai jadwal dan menyerahkan tugas tepat waktu tanpa terus-menerus diingatkan.
3. Mengembangkan Kemampuan Problem Solving
Beberapa soal membutuhkan proses berpikir dan problem solving sebelum anak dapat menemukan jawabannya.
Ketika menemui soal cerita, anak perlu memahami informasi yang tersedia sebelum menentukan cara menghitungnya.
4. Membangun Kebiasaan Belajar Mandiri
Meski dikerjakan di rumah, jangan sampai orang tua mengerjakan PR anak.
Sebab, dengan menyelesaikan PR sendiri, anak dapat belajar mengatur waktu.
Anak juga belajar menyelesaikan tugas tanpa selalu bergantung pada bantuan orang lain
5. Meningkatkan Kepercayaan Diri Anak
Anak akan merasa lebih percaya diri ketika berhasil menyelesaikan PR sendiri.
Misalnya, ia menjadi lebih berani mencoba soal lain setelah berhasil menemukan jawaban dari soal yang awalnya terasa sulit.
Saat berhasil menyelesaikan PR sendiri, anak semakin yakin bahwa ia mampu menghadapi tantangan belajar berikutnya.
Rasa percaya diri tersebut bisa diperkuat dengan membekali anak kemampuan bahasa Inggris, lho!
Sehingga ia juga lebih siap memahami materi di sekolah dan berkomunikasi di lingkungan yang lebih luas.
Memulai pembelajaran bahasa Inggris lebih baik dilakukan sejak dini karena otak anak lebih mudah menyerap pola bahasa baru secara alami melalui latihan yang konsisten dan terarah.
Jangan sampai kelak anak menyesal karena baru menyadari pentingnya bahasa Inggris saat ia sudah dewasa dan butuh effort lebih besar untuk mempelajarinya.

Sparks English hadir untuk anak usia 3–15 tahun mahir bahasa Inggris sejak dini dengan metode belajar sesuai kebutuhan usia.
Kurikulumnya berbasis CEFR supaya anak belajar sesuai level dan Moms & Dads dapat melihat perkembangan kemampuannya dengan lebih jelas.
Metode fun & interactive dalam kelas semi-private bantu perkembangan setiap anak lebih terarah sekaligus memberi anak lebih banyak ruang untuk active speaking.
Mulai Rp70 ribu aja per kelas, anak dapat bimbingan langsung dari native teacher dan tutor bersertifikat Cambridge TKT agar ia terbiasa dengan accent natural sejak awal.
Lebih dari 25.000 students sudah jago bahasa Inggris dalam 6 bulan lho, yakin nggak mau coba dulu?
Coba kelasnya secara gratis lewat free trial class dan serbu diskonnya selagi masih tersedia!
10 Cara Mendampingi Anak Mengerjakan PR dengan Efektif
Mendampingi anak mengerjakan PR dapat dilakukan dengan membantu proses belajarnya tanpa mengambil alih tugas.
Orang tua cukup menyiapkan suasana yang mendukung, memberi arahan saat dibutuhkan, dan membiarkan anak menemukan jawabannya sendiri.
1. Siapkan Waktu Belajar yang Konsisten
Tentukan waktu belajar yang sama setiap hari agar anak terbiasa memulai PR tanpa harus terus diingatkan.
Misalnya, anak mulai mengerjakan tugas setelah makan sore dan beristirahat selama 30 menit.
2. Ciptakan Lingkungan Belajar yang Nyaman
Pilih tempat belajar yang tenang dengan meja yang rapi dan pencahayaan yang cukup.
Jauhkan mainan atau ponsel agar perhatian anak tidak mudah teralihkan saat mengerjakan PR.
3. Biarkan Anak Membaca Soal Terlebih Dahulu
Berikan waktu kepada anak untuk membaca dan memahami soal sebelum menawarkan bantuan.
Anak dapat diminta menjelaskan kembali isi pertanyaan dengan bahasanya sendiri.
4. Ajukan Pertanyaan yang Memancing Anak Berpikir
Gunakan pertanyaan sederhana untuk membantu anak menemukan langkah yang perlu dilakukan.
Misalnya, tanyakan informasi apa yang sudah diketahui atau cara apa yang pernah dipelajari di sekolah.
Baca Juga: 10 Cara Melatih Anak Berpikir Kritis yang Mudah Dipraktikkan
5. Berikan Petunjuk, Bukan Jawaban
Berikan arahan kecil ketika anak mulai kesulitan, tetapi jangan langsung menyebutkan jawabannya.
Orang tua dapat mengajak anak melihat kembali catatan atau contoh soal yang mirip.
6. Bagi Tugas Menjadi Beberapa Bagian
Tugas yang panjang sering membuat anak merasa lelah sebelum mulai mengerjakannya.
Ajak anak menyelesaikan tiga soal terlebih dahulu, lalu lanjutkan ke bagian berikutnya setelah selesai.
7. Berikan Waktu Istirahat Singkat
Anak dapat kehilangan fokus jika mengerjakan PR terlalu lama tanpa jeda.
Berikan waktu beberapa menit untuk minum atau meregangkan tubuh sebelum kembali belajar.
8. Berikan Apresiasi atas Usaha Anak
Hargai usaha anak meskipun jawabannya belum semuanya benar.
Misalnya, puji anak karena mau mencoba kembali setelah melakukan kesalahan.
9. Dorong Anak Bertanya Jika Tidak Paham
Ajarkan anak untuk menyampaikan bagian yang membuatnya bingung.
Anak dapat menandai soal tersebut agar dapat ditanyakan kepada guru pada hari berikutnya.
10. Bangun Rutinitas Belajar yang Positif
Akhiri kegiatan belajar dengan memeriksa kembali tugas dan memasukkan buku ke dalam tas.
Rutinitas ini membantu anak merasa lebih siap dan tidak terburu-buru saat berangkat sekolah.
Baca Juga: 12 Cara Belajar Efektif dan Ampuh untuk Raih Prestasi
Rutinitas belajar yang positif membentuk anak yang tidak mudah menyerah dan siap menghadapi hal baru.
Lengkapi dengan kemampuan bahasa Inggris sejak dini, karena inilah investasi skill yang akan membuka lebih banyak pintu untuk masa depan si kecil.
Sebagai kursus bahasa Inggris, Sparks English tahu metode paling efektif agar anak lancar bahasa Inggris sejak kecil.
Anak juga bisa bebas pilih jadwal tersedia dan lokasi center terdekat agar belajar lebih nyaman dan fleksibel sesuai waktu anak.
Full English environment di Sparks English memastikan anak terbiasa menggunakan bahasa Inggris secara aktif biar anak makin pede!
Masih ada free extra sessions, study kit, hingga professional teacher consultation sebagai fasilitas gratis yang bisa didapatkan lho.
Cuma di Sparks English si kecil bisa belajar dengan fasilitas modern, kurikulum internasional, dan teacher profesional dengan harga yang tetap super terjangkau!
Ayo coba kelas trial gratisnya dan ambil diskonnya sebelum masa promo berakhir!


