Anak Malas Mengerjakan PR? Penyebab dan 10 Cara Mengatasinya

26 August 2026
anak malas mengerjakan pr

Setiap hari harus nyuruh anak berkali-kali cuma buat mulai ngerjain PR?

Tenang dulu, Moms & Dads, ini bukan berarti anak jadi pemalas.

Bisa jadi, ada alasan lain di balik sikapnya, mulai dari kelelahan, belum paham materi, sampai belum punya rutinitas belajar yang pas.

Yuk, pahami mengapa anak malas mengerjakan PR, lengkap dengan cara mengatasinya, di artikel berikut!

 

 

Mengapa Anak Malas Mengerjakan PR?

Biasanya, anak malas mengerjakan PR punya alasan tertentu di balik sikapnya. 

Jadi, penting untuk cari tahu dulu apa yang membuat si kecil berat mulai belajar.

 

1. Tugas Terasa Sulit atau Terlalu Banyak

PR yang terlalu sulit atau terlalu banyak kadang membuat anak merasa kewalahan duluan.

Akhirnya, anak memilih menunda karena merasa tugasnya akan sulit diselesaikan.

 

2. Anak Belum Memahami Materi Pelajaran

Anak malas mengerjakan PR karena belum benar-benar paham materi yang dipelajari di sekolah.

Alhasil, anak jadi lebih lama mengerjakan tugas atau bahkan stuck di tengah jalan.

 

3. Anak Merasa Lelah setelah Sekolah

Setelah seharian belajar, energi anak sudah nggak sebanyak saat pagi.

Makanya, anak sering kali lebih memilih rebahan daripada langsung membuka buku tugas.

 

4. Anak Sulit Berkonsentrasi

Ada anak yang sudah duduk di meja belajar, tapi tetap susah memulai tugas.

Fokusnya bisa terganggu karena masih kepikiran bermain atau belum benar-benar siap beralih dari aktivitas sebelumnya ke waktu belajar.

 

5. Terlalu Banyak Distraksi

Benda di sekitar anak juga gampang menarik perhatiannya dari PR.

Baru mengerjakan satu soal, misalnya, anak sudah berhenti karena melihat notifikasi di gadget.

 

6. Belum Memiliki Rutinitas Belajar

Kalau anak belum terbiasa belajar setiap hari, menyisihkan waktu untuk mengerjakan PR biasanya terasa sulit.

Sebaliknya, kalau sudah punya rutinitas belajar, PR jadi bagian dari kebiasaan sehari-hari sehingga anak lebih mudah untuk memulai.

 

7. Kurang Mendapat Motivasi untuk Belajar

Anak kadang butuh dorongan dari orang tua supaya terbiasa melihat belajar di rumah sebagai hal yang penting.

Kalau dorongan ini kurang, anak bisa merasa belajar cukup dilakukan di sekolah sehingga PR lebih mudah ditunda.

 

8. Cara Belajar Kurang Sesuai dengan Kebutuhan Anak

Nggak semua anak nyaman belajar hanya lewat buku atau lembar soal.

Ada yang baru lebih paham setelah melihat contoh langsung, seperti belajar pecahan lewat potongan pizza atau belajar kosakata bahasa Inggris lewat benda-benda yang ada di rumah.

 

Nah, cara belajar yang relevan seperti itu ternyata juga berlaku saat stimulasi bahasa Inggris. 

Di usia-usia awal, otak anak lagi sangat reseptif buat nangkep pola bahasa Inggris secara natural, persis seperti dulu saat mereka belajar ngomong bahasa Indonesia. 

Makanya nggak heran, orang-orang yang sekarang fasih bahasa Inggris rata-rata udah dibiasain dari kecil. 

Sementara itu, banyak orang tua lain yang nyesel karena baru serius stimulasi bahasa Inggris saat anak makin besar, padahal kemampuan otak menyerap bahasa baru sudah menurun.

design new banner 2026
Sparks English bisa jadi andalan Moms & Dads untuk stimulasi bahasa Inggris anak lewat program yang dirancang khusus untuk anak usia 3–15 tahun.

Materi belajarnya sudah berbasis kurikulum CEFR, sehingga progress belajar bahasa Inggris anak akan lebih terarah dan sesuai level standar internasional.

Lewat metode fun & interactive, proses belajar akan terasa seperti bermain sehingga nggak bikin si kecil bosan dan pastinya mudah dipahami anak.

Anak juga belajar dalam kelas semi-private bareng native teacher dan tutor bersertifikasi Cambridge TKT dengan biaya mulai Rp70 ribuan per kelas aja!

Semua keunggulan ini terbukti bantu lebih dari 25.000 students mahir dan pede ngomong pakai bahasa Inggris bersama Sparks English!

Jangan sampai nyesel karena tidak memanfaatkan masa kanak-kanak dengan optimal.

Bisa booking free trial class dulu lho buat cobain kelasnya, apalagi ada diskon 1 juta kalau daftar sekarang juga!

 

Cara Mengatasi Anak Malas Mengerjakan PR

Cara mengatasi anak malas mengerjakan PR sebaiknya disesuaikan dengan penyebabnya.

Anak jangan cuma disuruh belajar, tapi juga dibantu supaya lebih mudah mulai dan terbiasa menyelesaikan tugas.

 

1. Cari Tahu Alasan Anak Tidak Mau Mengerjakan PR

Coba cari tahu dulu apa yang membuat anak nggak mau mengerjakan PR.

Kalau penyebabnya sudah jelas, orang tua juga bisa memberi bantuan yang lebih tepat dan nggak terasa memaksa bagi anak.

 

2. Buat Jadwal Mengerjakan PR yang Konsisten

Tentukan waktu mengerjakan PR yang sama setiap hari supaya anak terbiasa punya waktu tertentu untuk belajar.

Kalau rutinitasnya sudah terbentuk, anak jadi lebih mudah mengerjakan PR karena dianggap sebagai bagian dari kegiatan sehari-hari.

 

3. Berikan Waktu Istirahat setelah Sekolah

Jangan langsung meminta anak mengerjakan PR sepulang sekolah karena energinya mungkin sudah habis dan perlu istirahat dulu.

Beri waktu untuk makan atau mungkin tidur siang sebentar supaya anak fokus lagi.

 

4. Pecah PR Menjadi Tugas-Tugas Kecil

Agar anak nggak kewalahan saat dapat PR yang banyak, orang tua bisa memberi arahan untuk memecah PR jadi tugas-tugas kecil.

Misalnya, minta anak menyelesaikan beberapa soal dulu sebelum lanjut ke bagian berikutnya.

 

5. Dampingi Anak tanpa Mengerjakan Tugasnya

Saat anak masih membangun kebiasaan belajar, orang tua bisa mendampingi dan memberi arahan ketika ia menemui kesulitan.

Tapi, tetap biarkan anak yang mencoba dan menyelesaikan tugasnya sendiri.

 

6. Gunakan Metode Belajar yang Lebih Menyenangkan

Kalau anak cepat bosan dengan buku, coba gunakan cara belajar yang lebih dekat dengan aktivitas sehari-hari.

Contohnya, bahasa Inggris bisa dipelajari lewat percakapan sederhana sehari-hari, seperti mengucapkan good morning saat bangun atau good night sebelum tidur.

 

7. Singkirkan Distraksi saat Belajar

Buat waktu mengerjakan PR lebih fokus dengan menjauhkan hal yang sering menarik perhatian anak.

Kalau gadget nggak dibutuhkan untuk belajar, simpan dulu sampai tugas selesai.

 

Baca Juga: Gangguan Belajar Anak: Jenis, Penyebab & Cara Mengatasinya

 

8. Berikan Apresiasi terhadap Usaha Anak

Apresiasi nggak harus menunggu anak mendapat nilai bagus bahkan sempurna.

Pujian yang diberikan setiap anak mau mengerjakan PR bisa membuat usahanya terasa dihargai.

 

9. Ajarkan Anak Mengatur Waktu

Ajarkan anak untuk mulai mengerjakan PR lebih awal dan nggak menunggu sampai mendekati deadline.

Dengan begitu, anak punya waktu yang cukup untuk menyelesaikan tugas tanpa merasa kewalahan.

 

10. Bantu Anak Membuat Target Belajar yang Realistis

Bantu anak menentukan target belajar yang sesuai dengan kemampuannya supaya proses belajar nggak terasa terlalu berat.

Misalnya, hari ini cukup menyelesaikan satu bagian PR dulu, lalu lanjut ke bagian berikutnya setelah target pertama selesai.

 

Prinsip target belajar yang realistis ini juga berlaku untuk skill jangka panjang, salah satunya bahasa Inggris. 

Kayak PR yang terasa mudah kalau dicicil dikit-dikit, kemampuan bahasa Inggris juga jauh lebih optimal kalau distimulasi bertahap sejak dini, bukan dikejar sekaligus pas anak sudah besar.

Bahasa Inggris itu bukan cuma untuk pelajaran sekolah, tapi juga investasi terbaik masa depan anak yang bisa buka peluang beasiswa, student exchange, kuliah internasional, sampai berkarier di luar negeri.

design new banner 2026

Sparks English adalah kursus bahasa Inggris anak di mana anak belajar dalam full English environment yang mendorong anak lebih berani dan aktif speaking di tiap sesinya.

Moms & Dads bisa bebas pilih jadwal kelas tersedia dan lokasi center terdekat sehingga gampang mengatur jadwal rutinitas si kecil.

Bahkan, masih ada bonus lain seperti free extra sessions bareng internasional teacher, student kit, hingga parent teacher consultation untuk memantau progress perkembangan anak.

Mulai 70 ribuan aja bisa bantu upgrade skill bahasa Inggris anak dengan fasilitas selengkap ini, yakin nggak mau coba dulu? Percaya deh it’s definitely worth every penny!

Booking free trial class-nya sekarang, jangan lupa klaim promo untuk dapat harga lebih hemat!

Author:

Topik:

Share article: