Otak termasuk salah satu organ paling kompleks dalam tubuh manusia.
Di dalamnya, miliaran sel saraf bekerja sama di setiap proses berpikir anak.
Ada banyak teori tentang otak, salah satunya teori otak kiri dan kanan.
Teori ini pertama kali populer dari penelitian Roger Sperry di tahun 1960-an, yang menemukan bahwa kedua sisi otak memproses informasi secara berbeda.
Di artikel ini, kita akan mengenali fungsi otak kanan dan kiri pada anak, apa bedanya, dan cara melatih keduanya agar seimbang.
Apa Fungsi Otak Kiri?
Secara umum, otak kiri anak lebih condong berperan saat ia berpikir secara terstruktur dan berurutan, baik lewat bahasa maupun angka.
Berikut rincian fungsinya:
1. Mengolah Bahasa
Setiap kali anak menyusun kalimat atau memahami arti sebuah kata, otak kiri sedang bekerja di baliknya.
Bagian ini juga yang membantu anak mengikuti alur sebuah cerita dan menyampaikan pendapatnya dengan runtut.
2. Berpikir Logis dan Analitis
Anak yang terbiasa berpikir tahap demi tahap sebenarnya sedang mengandalkan otak kirinya.
Bagian ini membantu anak memahami hubungan sebab-akibat, misalnya kenapa air bisa tumpah kalau gelasnya dimiringkan.
Kemampuan inilah yang nantinya berguna saat anak menyelesaikan soal cerita di sekolah.
3. Menghitung dan Matematika
Saat anak menjumlahkan angka atau mengenali sebuah pola, otak kiri sedang memproses simbol dan logika di baliknya.
Semakin sering dilatih, semakin terasah pula kemampuan berhitung anak.
4. Mengingat Fakta dan Urutan
Nama teman atau tanggal penting biasanya tersimpan berkat kerja otak kiri.
Kemampuan ini juga yang membuat anak bisa menghafal tabel perkalian atau mengikuti langkah demi langkah sebuah kegiatan.
5. Pemecahan Masalah Secara Sistematis
Otak kiri berperan saat anak mencoba satu solusi, melihat hasilnya, lalu mengganti cara jika belum berhasil.
Pendekatan seperti ini sering muncul saat anak menyusun strategi bermain atau mengerjakan soal logika.
Apa Fungsi Otak Kanan?
Berbeda dengan otak kiri, otak kanan anak lebih condong berperan saat ia berpikir secara intuitif dan penuh imajinasi, seperti saat berkreasi atau mengenali emosi orang lain.
1. Kreativitas
Otak kanan mendukung anak untuk berpikir out of the box dan melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda.
Kemampuan ini terlihat saat anak membuat mainan baru dari barang bekas atau menemukan cara unik untuk menyelesaikan tugasnya.
2. Imajinasi
Sisi kanan otak aktif saat anak membayangkan sesuatu yang belum pernah dilihatnya, seperti dunia dongeng atau karakter khayalan.
Imajinasi inilah yang membuat anak senang bermain peran dan membuat cerita sendiri di kepalanya.
3. Seni dan Musik
Bagian ini bekerja setiap kali anak menggambar atau memadukan warna sesuai seleranya sendiri.
Saat mendengarkan musik pun, fungsi otak kanan membantu anak menikmati alunan nada dan merasakan iramanya.
4. Mengenali Wajah serta Ekspresi
Otak kanan membantu anak membaca ekspresi wajah dan suasana hati orang lain.
Kemampuan ini penting dalam interaksi sosial, misalnya saat anak menyadari temannya sedang sedih, meski tidak dikatakan secara langsung.
5. Kemampuan Visual dan Spasial
Sisi kanan otak berperan dalam memahami ruang dan posisi benda.
Kemampuan ini membantu anak menyusun balok atau memperkirakan jarak saat bermain.
Apa Perbedaan Otak Kanan dan Otak Kiri?
Meski bekerja bersamaan sepanjang waktu, otak kiri dan kanan punya kecenderungan fungsi yang berbeda.
Berikut rangkumannya agar lebih mudah dipahami:
|
Aspek |
Otak Kiri |
Otak Kanan |
| Cara berpikir | Logis, berurutan, analitis | Intuitif, menyeluruh, asosiatif |
| Fokus utama | Bahasa, angka, dan fakta | Gambar, ruang, dan emosi |
| Gaya belajar | Tahap demi tahap, terstruktur | Eksploratif, berdasar gambaran besar |
| Contoh aktivitas | Berhitung, membaca, menghafal | Menggambar, bermusik, berimajinasi |
Perlu diingat, pembagian ini hanya menunjukkan kecenderungan, bukan berarti anak hanya menggunakan salah satu sisi saja.
Faktanya, hampir semua aktivitas anak sehari-hari melibatkan kedua sisi otak secara bersamaan.
Cara Melatih Fungsi Otak Kanan dan Kiri Secara Seimbang
Agar otak kanan dan kiri anak berkembang seimbang, Moms & Dads bisa mengajak si kecil melakukan beberapa aktivitas berikut ini.
1. Membaca Buku
Membaca dapat melatih otak kiri anak untuk memahami kata, struktur kalimat, dan alur cerita.
Di saat bersamaan, membaca juga mengaktifkan otak kanan lewat imajinasi saat anak membayangkan tokoh, tempat, atau kejadian dalam cerita.
Ajak anak menunjuk gambar, menebak kelanjutan cerita, atau menceritakan ulang buku yang baru dibaca agar aktivitas ini semakin optimal.
2. Belajar Bahasa Asing
Belajar bahasa asing jadi salah satu stimulasi paling lengkap untuk kedua sisi otak anak.
Otak kiri bekerja saat anak menyusun kalimat, memahami tata bahasa, dan mengingat kosakata baru.
Sementara itu, otak kanan ikut aktif saat anak menirukan intonasi, memahami konteks percakapan, dan mengekspresikan diri lewat bahasa yang baru dipelajarinya.
Manfaat stimulasi bahasa asing akan berlipat ganda kalau bahasa yang dipelajari adalah bahasa Inggris yang merupakan bahasa internasional.
Kemampuan bahasa Inggris ini akan jadi investasi yang bisa membuka akses ke ilmu pengetahuan, teknologi, pendidikan, hingga karier di dunia global.
Apalagi jika stimulasinya diberikan sejak usia dini, ketika otak anak sedang berkembang pesat dan mampu menyerap bahasa baru layaknya spons.
Sayangnya, banyak orang tua yang baru menyadari ini setelah fasenya terlewat, padahal fase ini tidak akan pernah terulang lagi jika sudah terlewat.

Di sinilah Sparks English hadir sebagai les bahasa Inggris untuk menstimulasi otak anak usia 3-15 tahun lewat metode yang fun dan interaktif.
Anak belajar vocabulary, speaking, listening, sampai reading lewat games, lagu, dan storytelling sehingga otak kiri dan otak kanannya terlatih dalam waktu bersamaan.
Programnya didukung kurikulum berbasis CEFR yang levelnya jelas dan terukur sesuai standar internasional.
Mulai Rp70 ribuan aja sudah dapat kelas semi-private dibimbing langsung native teacher dan tutor bersertifikasi Cambridge TKT lho!
Lebih dari 25.000 students telah buktikan jadi jago bahasa Inggris dalam 6 bulan bersama Sparks English!
Mulai perjalanan si kecil dari free trial class sekarang, selagi promonya masih berlaku!
3. Bermain Puzzle
Puzzle melatih otak kiri anak untuk berpikir strategis dan mencocokkan pola secara berurutan.
Namun, menyusun potongan gambar juga melibatkan otak kanan lewat kemampuan visual dan spasial, misalnya memperkirakan bentuk dan posisi potongan yang tepat.
4. Bermain Musik
Saat bermain alat musik, otak kanan anak aktif menangkap nada, ritme, dan ekspresi lagu.
Di saat bersamaan, otak kiri bekerja untuk mengingat urutan not, membaca notasi, atau mengikuti pola ketukan.
Kombinasi ini membuat musik jadi salah satu stimulasi paling seimbang untuk kedua sisi otak.
5. Menggambar
Menggambar mengasah otak kanan anak lewat imajinasi, pemilihan warna, dan komposisi visual.
Sementara itu, otak kiri turut berperan saat anak merencanakan bentuk, ukuran, dan detail objek yang sedang digambar secara lebih terstruktur.
6. Belajar Coding
Belajar coding sejak dini melatih otak kiri anak untuk berpikir logis, runtut, dan sistematis lewat penyusunan perintah demi perintah.
Di sisi lain, coding juga mengasah otak kanan saat anak perlu berimajinasi menciptakan game, cerita interaktif, atau tampilan visual dari proyek yang dibuatnya.
Baca Juga: 8 Manfaat Coding untuk Anak dan Cara Mengajarkannya di Rumah
7. Bermain Role Play
Bermain peran, seperti berpura-pura menjadi dokter atau kasir, melatih otak kanan anak lewat imajinasi dan pemahaman emosi tokoh yang diperankan.
Aktivitas ini juga melatih otak kiri anak saat menyusun dialog, mengikuti alur cerita, dan menyampaikan kalimat secara runtut.
Benarkah Setiap Orang Punya Satu Sisi Otak yang Dominan?
Banyak orang yang masih sering mempertanyakan, otak kiri lebih dominan artinya apa atau otak kanan lebih dominan artinya apa.
Pelabelan seperti ini sudah lama beredar di masyarakat, bahkan sering dipakai untuk menjelaskan kepribadian maupun bakat seseorang.
Tim peneliti dari University of Utah pernah menganalisis hasil pindai otak lebih dari seribu partisipan berusia 7 hingga 29 tahun untuk melihat pola aktivitas jaringan otak kiri dan kanan mereka.
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal PLOS ONE ini tidak menemukan bukti bahwa seseorang cenderung lebih sering menggunakan jaringan otak kiri atau jaringan otak kanan tertentu.
Hasilnya menunjukkan bahwa setiap orang pada dasarnya menggunakan kedua sisi otak, tanpa ada satu sisi yang benar-benar mendominasi, meski tingkat aktivitas otak tetap bisa berbeda tergantung jenis tugas yang sedang dikerjakan.
Dengan kata lain, anak yang jago menggambar bukan berarti otak kirinya “kalah aktif”, begitu pula anak yang jago berhitung tetap punya sisi kreatif yang bisa terus dikembangkan.
Karena itu, dibanding sibuk mencari tahu otak kanan atau otak kiri yang dominan pada si kecil, akan jauh lebih bermanfaat kalau Moms & Dads fokus memberikan stimulasi yang menyeluruh bagi kedua sisi otaknya.
Salah satu stimulasi paling lengkap untuk melatih otak kiri dan kanan anak sekaligus yang juga bisa jadi investasi berharga bagi masa depan anak adalah bahasa Inggris.
Sparks English menerapkan full English environment sebagai bentuk stimulasi menyeluruh untuk anak usia 3–15 tahun agar anak terdorong untuk lebih berani active speaking.
Mulai Rp70 ribuan aja, Moms & Dads sudah dapat kursus bahasa Inggris anak yang punya:
- Metode belajar yang fun dan interaktif
- Kurikulum internasional CEFR
- Tutor bersertifikat Cambridge TKT dan native teacher
- Kelas semi-private
- Free extra sessions tiap pekan
- Free student kit
Dan masih banyak lagi.
Yakin masih mau nyari yang lain?
Ayo, daftar free trial class sekarang dan klaim promo menariknya selagi masih berlangsung!


