Moms & Dads ingin si kecil tumbuh mandiri dan bertanggung jawab, tetapi tetap merasa didengar dan didukung?
Authoritative parenting bisa menjadi salah satu pendekatan pola asuh yang dapat diterapkan di rumah.
Berbeda dari pola asuh yang hanya berfokus pada kepatuhan, authoritative parenting menggabungkan batasan yang jelas dengan komunikasi dua arah.
Anak mengetahui apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, sekaligus mendapat kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya.
Ayo pahami lebih jauh dalam artikel ini!
- Apa Itu Authoritative Parenting?
- Ciri-Ciri Authoritative Parenting
- Manfaat Authoritative Parenting bagi Anak
- Cara Menerapkan Authoritative Parenting
Apa Itu Authoritative Parenting?
Authoritative parenting adalah pola asuh yang menggabungkan aturan dan batasan yang jelas dengan sikap hangat, responsif, serta terbuka terhadap kebutuhan anak.
Orang tua tetap memegang peran dalam menetapkan aturan, tetapi tidak sekadar meminta anak menurut tanpa penjelasan.
Menurut American Psychological Association (APA), pengasuhan otoritatif adalah parenting yang berfokus pada pembentukan perilaku positif anak melalui komunikasi dua arah, batasan yang jelas, serta bimbingan yang suportif.
Berbeda dengan pola asuh otoriter, dalam pola asuh ini Moms & Dads juga memberikan ruang bagi anak untuk bertanya, mengutarakan pendapat, dan mengambil keputusan sesuai usianya.
Ketika aturan dilanggar, konsekuensi diberikan secara konsisten dengan tujuan membantu anak memahami kesalahannya, bukan sekadar menghukum.
Baca Juga: Positive Parenting: Manfaat bagi Anak dan Cara Menerapkannya
Ciri-Ciri Authoritative Parenting
Penerapan authoritative parenting dapat terlihat dari cara orang tua membuat aturan, berkomunikasi, hingga merespons kesalahan anak.
Berikut beberapa cirinya.
1. Menetapkan Aturan dan Batasan yang Tegas
Moms & Dads tetap memiliki aturan yang perlu dipatuhi anak.
Misalnya, ada waktu untuk belajar, bermain, menggunakan gadget, dan tidur.
Aturan yang jelas membantu anak memahami batasan serta perilaku yang diharapkan darinya.
Bedanya, aturan tersebut diterapkan secara wajar dan disesuaikan dengan usia serta kemampuan anak.
2. Menjelaskan Alasan di Balik Aturan
Moms & Dads menjelaskan mengapa sebuah aturan dibuat.
Contohnya, saat meminta si kecil berhenti bermain dan tidur tepat waktu, jelaskan bahwa tubuhnya membutuhkan istirahat agar besok bisa bangun dengan segar dan beraktivitas dengan nyaman.
Dengan begitu, anak tidak hanya belajar mengikuti aturan, tetapi juga memahami tujuan di balik aturan tersebut.
3. Mendengarkan Pendapat Anak
Authoritative parenting memberikan ruang untuk komunikasi dua arah.
Moms & Dads dapat mendengarkan perasaan, pendapat, atau alasan anak sebelum memberikan respons.
Mendengarkan bukan berarti semua permintaan anak harus dituruti.
Orang tua tetap dapat mengambil keputusan akhir sambil menunjukkan bahwa suara anak dihargai.
4. Memberikan Kebebasan Sesuai Usia Anak
Seiring bertambahnya usia, anak perlu mendapatkan kesempatan untuk membuat keputusan sederhana secara mandiri.
Untuk anak yang lebih kecil, Moms & Dads bisa membiarkannya memilih pakaian atau buku yang ingin dibaca.
Saat anak semakin besar, pilihan yang diberikan dapat berkembang sesuai kemampuan dan tanggung jawabnya.
5. Menunjukkan Bimbingan dan Dukungan
Saat anak menghadapi kesulitan, orang tua tidak selalu langsung mengambil alih dan menyelesaikan masalah untuknya.
Moms & Dads dapat memberikan arahan, pertanyaan, atau bantuan secukupnya agar si kecil mencoba menemukan solusi sendiri.
Anak pun tetap merasa didampingi tanpa kehilangan kesempatan untuk belajar mandiri.
6. Memberikan Konsekuensi secara Konsisten
Aturan akan lebih mudah dipahami ketika konsekuensinya jelas dan konsisten.
Misalnya, anak sudah mengetahui bahwa waktu bermain baru dimulai setelah tugas sekolah selesai.
Jika tugas belum selesai, waktu bermain perlu ditunda sesuai kesepakatan.
Konsekuensi seperti ini membantu anak memahami hubungan antara pilihan dan akibatnya.
7. Mendorong Anak Bertanggung Jawab
Dalam authoritative parenting, anak dilibatkan dalam tanggung jawab yang sesuai dengan usianya.
Mulai dari merapikan mainan, menyiapkan perlengkapan sekolah, mengerjakan tugas, hingga mengakui kesalahan.
Kebiasaan sederhana tersebut memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar bahwa setiap tindakan memiliki tanggung jawab.
Selain memberikan kebebasan sesuai usianya, Moms & Dads juga perlu membekali si kecil dengan skill yang bisa mendukung kemandiriannya di masa depan.
Salah satunya adalah skill bahasa Inggris sejak dini.
Apalagi di usia ini kemampuan otak anak dalam menyerap bunyi dan struktur bahasa baru sedang 90% berkembang paling optimal.
Jangan sampai Moms & Dads menyesal karena nggak mengenalkan bahasa Inggris sedini mungkin, karena kalau baru mulai belajar saat dewasa perlu effort dan waktu yang lebih besar juga untuk diserap oleh otak.
Padahal bahasa Inggris adalah investasi skill masa depan yang nggak akan sia-sia, karena bisa membuka peluang untuk anak masuk sekolah favorit, berprestasi sampai level internasional, hingga jadi modal karier cemerlang di masa depannya.
Jangan sampai anak melewatkan banyak kesempatan di kemudian hari hanya karena terkendala nggak bisa bahasa Inggris.

Sparks English siap bantu Moms & Dads memberikan stimulasi bahasa Inggris anak usia 3–18 tahun sesuai proficiency level melalui CEFR-based curriculum.
Metode belajarnya dibuat fun & interactive, mulai dari storytelling, game edukatif, hingga group discussion dan mini project.
Anak jadi punya banyak kesempatan untuk mencoba, berkomunikasi, dan terlibat aktif dalam proses belajar tanpa merasa terbebani.
Melalui kelas semi-private yang lebih personal, anak juga didampingi native teacher dan Cambridge TKT-certified teacher yang bantu mengembangkan kemampuan bahasa Inggris sekaligus membentuk pronunciation yang lebih natural.
Mulai Rp70 ribuan aja per kelas dan hasilnya sudah dibuktikan oleh 25.000+ students yang lebih percaya diri berbahasa Inggris dalam 6 bulan!
Coba kelasnya gratis lewat free trial class dan dapatkan diskon 1 juta rupiah sebelum kuota habis!
Manfaat Authoritative Parenting bagi Anak
Pola asuh bukan satu-satunya faktor yang menentukan perkembangan anak.
Kepribadian, lingkungan, budaya, dan berbagai faktor lain juga berperan.
Namun, penelitian mengenai pola asuh mengaitkan pendekatan authoritative dengan sejumlah perkembangan positif pada anak.
Berikut beberapa manfaat yang dapat didukung melalui penerapan authoritative parenting.
1. Membantu Anak Belajar Mandiri
Ketika diberikan kesempatan mengambil keputusan sesuai usia, anak terbiasa mencoba melakukan sesuatu sendiri.
Moms & Dads tetap menyediakan batasan dan bantuan saat diperlukan, tetapi anak tidak selalu bergantung pada orang tua untuk menentukan setiap langkahnya.
Dari proses inilah kemandirian dapat berkembang secara bertahap.
2. Mendorong Rasa Percaya Diri
Kesempatan untuk berbicara, memilih, mencoba, dan menyelesaikan masalah dapat membantu anak mengenali kemampuannya sendiri.
Respons orang tua juga berperan penting.
Saat Moms & Dads menghargai usaha anak dan memberikan dukungan yang proporsional, si kecil memiliki lebih banyak kesempatan untuk membangun keyakinan terhadap dirinya.
3. Membantu Anak Mengembangkan Leadership
Leadership tidak hanya berarti menjadi pemimpin sebuah kelompok.
Kemampuan ini juga berkaitan dengan keberanian mengambil keputusan, berkomunikasi, menyelesaikan masalah, dan bertanggung jawab terhadap pilihan.
Authoritative parenting memberi anak ruang untuk melatih kemampuan tersebut melalui pengalaman sehari-hari.
Misalnya, membiarkan anak memilih kegiatan, menyampaikan pendapat, atau mencari solusi ketika menghadapi masalah sederhana.
Baca Juga: 12 Contoh Aturan di Rumah untuk Anak
4. Mendukung Kemampuan Sosial dan Emosional
Komunikasi yang terbuka memberikan kesempatan kepada anak untuk mengenali dan mengungkapkan emosinya dengan cara yang tepat.
Anak juga belajar bahwa orang lain mempunyai pendapat, perasaan, dan batasan yang perlu dihargai.
Hal ini dapat mendukung perkembangan kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: 4 Pola Asuh Anak Usia Dini yang Perlu Orang Tua Pahami
5. Membantu Anak Memahami Tanggung Jawab
Aturan dan konsekuensi yang konsisten membantu anak memahami bahwa setiap keputusan mempunyai dampak.
Jika melakukan kesalahan, anak tidak hanya dimarahi.
Ia dibimbing untuk memahami apa yang terjadi, menerima konsekuensi yang relevan, dan memikirkan apa yang sebaiknya dilakukan berikutnya.
Cara Menerapkan Authoritative Parenting
Authoritative parenting tidak harus diterapkan melalui perubahan besar sekaligus.
Moms & Dads bisa memulainya melalui kebiasaan sehari-hari berikut.
1. Buat Aturan yang Sesuai Usia Anak
Tetapkan aturan yang realistis dan dapat dipahami anak sesuai tahap perkembangannya.
Aturan untuk anak usia 5 tahun tentu berbeda dengan anak usia 12 tahun.
Semakin besar anak, Moms & Dads juga dapat menyesuaikan batasan serta tanggung jawab yang diberikan.
2. Jelaskan Alasan di Balik Aturan
Ketika membuat aturan, beri penjelasan singkat dan mudah dimengerti.
Misalnya, daripada hanya mengatakan, “Jangan main gadget terus,” jelaskan bahwa waktu menggunakan gadget perlu dibatasi agar ada waktu untuk belajar, bergerak, bermain, dan beristirahat.
Penjelasan tidak harus panjang. Hal terpenting adalah anak memahami alasan yang masuk akal di balik aturan tersebut.
3. Dengarkan Pendapat Anak
Berikan kesempatan kepada anak untuk menjelaskan apa yang ia pikirkan atau rasakan.
Saat terjadi perbedaan pendapat, dengarkan terlebih dahulu sebelum memberikan respons.
Moms & Dads tetap dapat mengatakan tidak, tetapi sampaikan keputusan dengan tenang dan jelas.
4. Berikan Pilihan yang Terbatas
Memberikan pilihan dapat menjadi cara sederhana untuk melatih kemampuan mengambil keputusan tanpa kehilangan batasan.
Misalnya, “Mau mengerjakan PR sekarang atau setelah makan?” atau “Mau membaca buku yang ini atau yang itu sebelum tidur?”
Anak tetap memiliki kebebasan memilih, sementara Moms & Dads menentukan pilihan yang sama-sama dapat diterima.
5. Tetapkan Konsekuensi yang Konsisten
Jika sebuah aturan memiliki konsekuensi, usahakan menerapkannya secara konsisten.
Hindari memberikan konsekuensi berdasarkan emosi sesaat.
Pilih konsekuensi yang masuk akal dan berkaitan dengan tindakan anak agar ia lebih mudah memahami hubungan antara perilaku dan akibatnya.
6. Berikan Pujian atas Usaha Anak
Jangan hanya memberikan pujian ketika anak memperoleh nilai tinggi atau menjadi juara. Perhatikan juga proses dan usahanya.
Moms & Dads dapat mengatakan, “Kamu tadi tetap mencoba meskipun soalnya sulit,” atau “Terima kasih sudah merapikan mainan tanpa perlu diingatkan lagi.”
Pujian yang spesifik membantu anak mengetahui perilaku positif apa yang telah ia lakukan.
7. Beri Ruang untuk Anak Belajar dari Kesalahan
Tidak semua kesalahan anak perlu langsung dicegah atau diselesaikan oleh orang tua, terutama jika tidak membahayakan.
Saat anak lupa membawa perlengkapan atau salah mengambil keputusan sederhana, jadikan pengalaman tersebut sebagai kesempatan belajar.
Ajak ia memikirkan apa yang terjadi dan apa yang bisa dilakukan agar kesalahan yang sama tidak terulang.
Memberikan ruang untuk mencoba, gagal, lalu mencoba kembali membantu anak belajar menghadapi konsekuensi dan mencari solusi.
Baca Juga: Metode Time Out dan Cara Menerapkannya pada Anak
Sama halnya dengan belajar bahasa Inggris, Moms & Dads perlu memberikan kesempatan belajar yang konsisten pada anak dan belajar dari kesalahan.
Ingatlah bahwa kemampuan ini paling mudah dan paling natural terbentuk di usia kanak-kanak, dan masa golden age anak nggak akan bisa diulang dua kali.
Jangan biarkan si kecil kehilangan kesempatan belajar skill yang seharusnya bisa dikuasai sejak dini.
Di kursus bahasa Inggris Sparks English, menghadirkan pembelajaran bahasa Inggris untuk anak dan remaja dengan kegiatan interaktif yang disesuaikan dengan tahapan usia.
Si kecil tidak hanya belajar materi bahasa Inggris, tetapi juga mendapatkan ruang untuk aktif berkomunikasi dan membangun kepercayaan diri.
Sebelum mulai kelas, anak akan ikut placement test dulu biar levelnya cocok dengan kemampuannya sehingga materinya tidak membebani dan mudah dipahami anak.
Apalagi ada bonus free extra sessions tiap pekan bareng native teacher yang bikin ruang belajar bahasa Inggris anak makin variatif dan menyenangkan.
Nggak gampang nemuin kursus bahasa Inggris yang berani kasih fasilitas berlimpah dengan budget hemat di kantong kayak gini kalau bukan di Sparks English!
Coba free trial class-nya untuk buktiin sendiri, bisa lewat live booking instan cuma 1 menit!



