Kamu mungkin sudah nggak asing saat mendengar kata “to be” sejak pertama kali belajar bahasa Inggris.
To be adalah salah satu kata kerja paling dasar sekaligus paling penting dalam bahasa Inggris.
Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang apa itu to be, bentuk-bentuk to be, sampai rumus dan penggunaannya dalam tenses.
Ayo bahas sama-sama!
Apa Itu To Be dalam Bahasa Inggris?
To be adalah kata kerja (verb) paling mendasar dalam bahasa Inggris yang digunakan untuk menyatakan identitas, keadaan, sifat, atau lokasi seseorang maupun sesuatu.
To be dalam bahasa Inggris tidak berdiri sendiri tanpa fungsi.
Ia berperan sebagai penghubung antara subjek dan pelengkap (complement).
Contohnya pada kalimat “I am a student”.
Nah, di sini to be “am” menghubungkan subjek dengan keterangan.
Bentuk-Bentuk To Be Apa Saja?
To be adalah kata kerja yang memiliki beberapa bentuk berbeda dalam present, past, future, dan perfect tense.
Berikut penjelasan lengkapnya.
To Be dalam Bentuk Present
Dalam bentuk present, to be digunakan untuk menyatakan identitas, keadaan, sifat, atau kondisi yang berlaku saat ini.
Bentuk present dari to be terdiri dari “am”, “is”, dan “are”.
Penggunaannya bergantung pada subjek dalam kalimat.
- Am: Digunakan untuk subjek orang pertama tunggal “I”.
- Is: Digunakan untuk subjek orang ketiga tunggal “he”, “she”, “it”.
- Are: Digunakan untuk subjek orang kedua tunggal “you” dan subjek jamak seperti “we” dan “they”.
To Be dalam Bentuk Past
To be digunakan dalam bentuk past untuk menyatakan keadaan atau kondisi yang terjadi di masa lampau.
Bentuk past dari to be meliputi:
- Was: Digunakan untuk subjek “I”, “he”, “she”, dan “it” dalam bentuk past tense.
- Were: Digunakan untuk subjek “you”, “we”, dan “they” dalam bentuk past tense.
Perubahan dari “am”, “is”, “are” menjadi “was” dan “were” menunjukkan bahwa situasi tersebut terjadi di waktu yang sudah berlalu.
Inilah salah satu perubahan bentuk to be yang paling penting untuk dipahami karena sering muncul dalam berbagai jenis teks dan percakapan bahasa Inggris.
To Be dalam Bentuk Future
To be dalam bentuk future tense tidak berubah menjadi bentuk khusus seperti pada present atau past.
Bentuk yang digunakan adalah “will be” yang menandakan waktu yang akan datang.
Bentuk “be” adalah bentuk dasar (base form) dari “am”, “is”, “are”, “was”, dan “were”.
Kata kerja ini bisa berfungsi sebagai main verb maupun auxiliary verb, tergantung struktur kalimat yang digunakan.
To Be dalam Bentuk Perfect
Dalam perfect tense, bentuk “be” berubah menjadi “been”.
“Been” adalah past participle dari kata dasar “be”.
Bentuk ini digunakan setelah has, have, atau had dalam struktur perfect tense.
Supaya kamu lebih mudah memahami to be apa saja dalam setiap tenses, mari simak tabel ringkasan berikut!
|
Subject |
Present | Past | Future |
Perfect |
| I | Am | Was | Will be | Have been |
| You | Are | Were | Will be | Have been |
| We | Are | Were | Will be | Have been |
| They | Are | Were | Will be | Have been |
| He | Is | Was | Will be | Has been |
| She | Is | Was | Will be | Has been |
| It | Is | Was | Will be | Has been |
Ingin upgrade skill bahasa Inggrismu ke next level? Gabung di Sparks English aja!
Di sini, kamu nggak cuma belajar teori, tapi juga aktif speaking lewat diskusi seru dan dapat feedback langsung dari native teacher.
Ayo coba kelas gratisnya sekarang!
Rumus Penggunaan To Be dan Contoh Kalimat
Setelah memahami apa itu to be dan to be apa saja, sekarang kita masuk ke bagian paling penting, yaitu rumus penggunaan to be dalam bahasa Inggris lengkap dengan pola kalimat dan contoh.
1. Rumus To Be untuk “Am”
Kata “am” digunakan ketika subjek dalam kalimat adalah “I”.
Simple Present Tense
Rumus:
- Positif: I + am + complement
- Negatif: I + am not + complement
- Interogatif: Am + I + complement?
Contoh kalimat:
- I am ready. (Saya siap.)
- I am not tired. (Saya tidak lelah.)
- Am I late? (Apakah saya terlambat?)
Present Continuous Tense
Rumus:
- Positif: I + am + verb-ing
- Negatif: I + am not + verb-ing
- Interogatif: Am + I + verb-ing?
Contoh kalimat:
- I am studying now. (Saya sedang belajar.)
- I am not sleeping. (Saya tidak sedang tidur.)
- Am I disturbing you? (Apakah saya mengganggu kamu?)
2. Rumus To Be untuk “Is”
Bentuk “is” digunakan ketika subjek adalah “he”, “she”, atau “it”, yaitu subjek tunggal selain “I”.
Simple Present Tense
Rumus:
- Positif: S + is + complement
- Negatif: S + is not + complement
- Interogatif: Is + S + complement?
Contoh kalimat:
- She is a teacher. (Dia seorang guru.)
- He is not angry. (Dia tidak marah.)
- Is it cold? (Apakah dingin?)
Present Continuous Tense
Rumus:
- Positif: S + is + verb-ing
- Negatif: S + is not + verb-ing
- Interogatif: Is + S + verb-ing?
Contoh kalimat:
- She is working. (Dia sedang bekerja.)
- He is not watching TV. (Dia tidak sedang menonton TV.)
- Is she studying? (Apakah dia sedang belajar?)
Baca Juga: Perbedaan Do, Does, Did, dan Done serta Penggunaannya
3. Rumus To Be untuk “Are”
Bentuk “are” digunakan untuk subjek jamak seperti “you”, “we”, dan “they”.
Simple Present Tense
Rumus:
- Positif: S + are + complement
- Negatif: S + are not + complement
- Interogatif: Are + S + complement?
Contoh kalimat:
- They are happy. (Mereka bahagia.)
- We are not busy. (Kami tidak sibuk.)
- Are you ready? (Apakah kamu siap?)
Present Continuous Tense
Rumus:
- Positif: S + are + verb-ing
- Negatif: S + are not + verb-ing
- Interogatif: Are + S + verb-ing?
Contoh kalimat:
- They are playing. (Mereka sedang bermain.)
- We are not studying. (Kami tidak sedang belajar.)
- Are you listening? (Apakah kamu sedang mendengarkan?)
4. Rumus To Be untuk “Was”
Bentuk “was” digunakan untuk subjek tunggal seperti “I”, “he”, “she”, atau “it” saat menyatakan keadaan atau identitas di masa lalu.
Simple Past Tense
Rumus:
- Positif: S + was + complement
- Negatif: S + was not + complement
- Interogatif: Was + S + complement?
Contoh kalimat:
- She was at home. (Dia berada di rumah.)
- I was not sad. (Saya tidak sedih.)
- Was he sick? (Apakah dia sakit?)
Past Continuous Tense
Rumus:
- Positif: S + was + verb-ing
- Negatif: S + was not + verb-ing
- Interogatif: Was + S + verb-ing?
Contoh kalimat:
- She was studying. (Dia sedang belajar.)
- I was not sleeping. (Saya tidak sedang tidur.)
- Was he working? (Apakah dia sedang bekerja?)
5. Rumus To Be untuk “Were”
Bentuk “were” digunakan untuk subjek jamak seperti “you”, “we”, dan “they” dalam past tense.
Simple Past Tense
Rumus:
- Positif: S + were + complement
- Negatif: S + were not + complement
- Interogatif: Were + S + complement?
Contoh kalimat:
- They were late. (Mereka terlambat.)
- We were not ready. (Kami tidak siap.)
- Were you at school? (Apakah kamu di sekolah?)
Past Continuous Tense
Rumus:
- Positif: S + were + verb-ing
- Negatif: S + were not + verb-ing
- Interogatif: Were + S + verb-ing?
Contoh kalimat:
- They were playing. (Mereka sedang bermain.)
- We were not studying. (Kami tidak sedang belajar.)
- Were you sleeping? (Apakah kamu sedang tidur?)
6. Rumus To Be untuk “Be”
Dalam simple future tense, bentuk “be” digunakan bersama kata bantu “will” untuk menandai aktivitas, kondisi, atau identitas di masa depan.
Kata “be” di sini tetap merupakan kata kerja dasar yang memegang makna utama kalimat.
Rumus:
- Positif: S + will + be + complement
- Negatif: S + will not + be + complement
- Interogatif: Will + S + be + complement?
Contoh kalimat:
- I will be a doctor. (Saya akan menjadi dokter.)
- She will not be late. (Dia tidak akan terlambat.)
- Will they be here? (Apakah mereka akan ada di sini?)
7. Rumus To Be untuk “Been”
Bentuk “been” adalah past participle dari kata dasar “be” yang digunakan dalam present perfect tense.
Bentuk ini menunjukkan bahwa suatu keadaan atau aktivitas telah terjadi dan masih relevan sampai sekarang.
Subjek menentukan penggunaan has atau have sebelum “been”.
Rumus:
- Positif: S + has/have + been + complement
- Negatif: S + has/have not + been + complement
- Interogatif: Has/Have + S + been + complement?
Contoh kalimat:
- She has been busy. (Dia sudah sibuk.)
- They have not been ready. (Mereka belum siap.)
- Have you been there? (Apakah kamu sudah pernah ke sana?)
Baca Juga: Mengenal Perbedaan Has, Have, dan Had dengan Penggunaannya
Ingin belajar bahasa Inggris dengan cara mudah dan menyenangkan? Ayo gabung di kursus bahasa Inggris Sparks English!
Metode pembelajaran dirancang khusus sesuai usia dan dipandu oleh native teacher dan tutor berpengalaman.
Setiap grammar dan kosakata juga langsung dipraktikkan, jadi progres belajar langsung terukur.
Menariknya lagi, biaya kursusnya terjangkau mulai Rp70 ribu aja per sesi!
Daftar free trial class sekarang karena kuotanya terbatas!




