Saat belajar grammar bahasa Inggris, kita akan mengenal berbagai bentuk kata kerja.
Salah satu yang paling sering digunakan adalah past participle atau verb 3.
Past participle memiliki peran penting karena digunakan dalam banyak jenis kalimat, mulai dari perfect tense hingga passive voice.
Ingin paham lebih jauh? Mari simak artikel ini!
Apa Itu Past Participle?
Past participle adalah salah satu dari tiga bentuk utama kata kerja (verb) dalam bahasa Inggris, yaitu base form (bentuk dasar), past simple (bentuk lampau sederhana), dan past participle (bentuk ketiga).
Pada verb reguler biasanya dibentuk dengan menambahkan -ed, namun untuk verb irregular memiliki bentuk khusus.
Di dalam penggunaannya, past participle tidak berdiri sendiri sebagai kata kerja utama, ia dipakai bersama kata bantu (auxiliary verb) seperti have, has, had, atau be.
Rumus dasar past participle untuk verb reguler: base form + -ed (contoh: play menjadi played).
Bentuk-Bentuk Past Participle
Past participle dibagi menjadi dua bentuk utama, regular verb dan irregular verb.
Regular Verb (Kata Kerja Beraturan)
Regular verb adalah kata kerja yang past participle-nya dibentuk dengan menambahkan -ed, -d, atau -ied pada bentuk dasar kata kerja (infinitive).
Rumus past participle regular verb: Verb 1 + -ed = Past Participle (V3)
Beberapa aturan terkait regular verb adalah:
- Jika verb berakhiran -e, tambah -d saja (contoh: love menjadi loved).
- Jika berakhiran konsonan + y, ganti y jadi -ied (contoh: study menjadi studied).
- Jika satu suku kata dengan konsonan akhir, gandakan konsonan + -ed (contoh: stop menjadi stopped).
Contoh regular verb yang sering digunakan beberapa diantaranya adalah:
| Base Form (V1) | Simple Past (V2) | Past Participle (V3) | Arti |
| Watch | Watched | Watched | Menonton |
| Listen | Listened | Listened | Mendengarkan |
| Discuss | Discussed | Discussed | Membahas |
| Pull | Pulled | Pulled | Menarik |
| Start | Started | Started | Memulai |
| Fry | Fried | Fried | Menggoreng |
| Encourage | Encouraged | Encouraged | Mendorong |
Irregular Verb (Kata Kerja Tidak Beraturan)
Irregular verb adalah kata kerja yang tidak mengikuti aturan -ed.
Bentuk past participle-nya harus dihafalkan karena bisa berubah total.
Contoh irregular verb yang sering digunakan beberapa diantaranya adalah:
| Base Form (V1) | Simple Past (V2) | Past Participle (V3) | Arti |
| Choose | Chose | Chosen | Memilih |
| Do | Did | Done | Melakukan |
| Swim | Swam | Swum | Berenang |
| See | Saw | Seen | Melihat |
| Grow | Grew | Grown | Tumbuh |
| Give | Gave | Given | Memberi |
| Forget | Forgot | Forgotten | Lupa |
Penggunaan dan Contoh Past Participle
Berikut penjelasan mendalam dengan contoh past participle.
1. Sebagai Kata Kerja dalam Perfect Tense
Past participle dipakai dengan have/has/had untuk menunjukkan aksi yang sudah selesai dalam perfect tense.
Ada tiga jenis utama:
Present Perfect Tense
Present perfect tense merujuk pada aksi lampau yang relevan sekarang.
Rumusnya Subject + have/has + past participle.
Contoh kalimat:
- She has finished her homework. (Dia sudah menyelesaikan PR-nya.)
- They have eaten breakfast. (Mereka sudah sarapan.)
Past Perfect Tense
Past perfect tense menjelaskan kejadian yang sudah selesai sebelum kejadian lain di masa lalu.
Rumusnya Subject + had + past participle.
Contoh kalimat:
- He had left before I arrived. (Dia sudah pergi sebelum aku datang.)
- We had studied English. (Kami sudah belajar bahasa Inggris.)
Future Perfect Tense
Future perfect tense digunakan untuk menyatakan kejadian yang akan sudah selesai di masa depan.
Rumusnya Subject + will have + past participle.
Contoh kalimat:
- She will have completed the test. (Dia akan sudah menyelesaikan ujian.)
- They will have gone home. (Mereka akan sudah pulang.)
2. Sebagai Adjective (Kata Sifat)
Past participle sering digunakan untuk menjelaskan perasaan atau kondisi suatu benda sebagai kata sifat (adjective).
Contoh kalimat:
- I am tired. (Aku lelah.)
- The movie was interesting and exciting. (Film itu menarik dan seru.)
3. Sebagai Kata Kerja Passive Voice
Digunakan dengan be (is/was/will be + past participle) untuk fokus pada objek di dalam passive voice.
Contoh kalimat:
- The cake was made by my mom. (Kue itu dibuat oleh ibuku.)
- The door is opened every morning. (Pintu itu dibuka setiap pagi.)
4. Sebagai Participial Phrase
Past participle digunakan sebagai participial phrase untuk memberikan informasi tambahan dalam kalimat agar lebih pendek.
Contoh kalimat:
- Broken by the wind, the window fell. (Karena rusak oleh angin, jendela itu jatuh.)
- Finished with homework, she played games. (Setelah selesai mengerjakan PR, dia bermain.)
5. Digunakan dalam Conditional If Type 3
If conditional type 3 digunakan untuk kejadian yang tidak mungkin terjadi di masa lalu.
Rumusnya If + had + past participle, would have + past participle.
Contoh kalimat:
- If I had studied, I would have passed the exam. (Jika aku belajar, aku pasti lulus.)
- If she had left earlier, she would have arrived on time. (Jika dia berangkat lebih awal, dia akan tepat waktu.)
Baca Juga: Conditional Sentence: 4 Tipe, Fungsi, dan Contoh Terlengkap
Nah, itulah pembahasan kita mengenai past participle yang akan membantu dalam membuat kalimat yang benar dan percaya diri berbicara bahasa Inggris.
Jika kamu merasa belajar secara teori saja kurang cukup, yuk bergabung di kursus bahasa Inggris Sparks English, dengan metode pembelajaran yang interaktif dan menyesuaikan tumbuh kembang kamu.
Kamu akan diajar langsung oleh guru profesional bahkan ada juga guru native speaker yang akan menambah pengalaman belajar lebih dalam.
Tidak perlu takut dengan biaya, karena mulai dari Rp70 ribu per sesi, kamu sudah bisa join kok!
Coba daftar free trial class dulu juga bisa!
Ayo segera daftar sekarang karena kuota terbatas!



