Pernah nggak sih kamu spontan bilang “Wow!”, “Oops!”, atau “Yay!” saat kaget atau senang?
Nah, kata-kata seperti itu disebut interjection.
Interjection adalah kata atau ungkapan pendek yang digunakan untuk mengekspresikan emosi.
Ayo bahas lebih dalam dengan contoh interjection yang mudah dipahami!
Apa Itu Interjection?
Menurut Cambridge Dictionary, interjection adalah kata atau bunyi yang digunakan untuk mengekspresikan emosi seperti rasa senang, terkejut, kaget, atau rasa tidak suka.
Sebagian besar interjection sebenarnya berupa bunyi singkat, bukan selalu kata formal, dan biasanya muncul di awal atau akhir kalimat yang kita ucapkan.
Sederhananya, interjection adalah kata seru yang muncul alami dalam percakapan sehari hari.
Cara Menggunakan Interjection
Supaya penggunaan interjection terasa natural dan nggak berlebihan, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan:
1. Gunakan dalam Konteks yang Tepat
Interjection paling cocok dipakai di percakapan santai, dialog cerita, atau tulisan kreatif.
Sebaiknya batasi penggunaan interjection dalam situasi formal seperti laporan akademik atau email profesional.
2. Perhatikan Posisi dalam Kalimat
Interjection biasanya muncul di awal kalimat karena sifatnya spontan.
Tapi, bisa juga disisipkan di tengah kalimat untuk memberi efek dramatis atau penekanan emosi.
3. Sesuaikan dengan Intensitas Emosi
Saat menggunakan interjection, penting untuk memilih kata seru yang benar-benar sesuai dengan tingkat emosi yang ingin kamu tunjukkan.
Setiap interjection punya nuansa yang berbeda.
Ada yang terdengar sangat antusias, ada yang santai, ada juga yang menunjukkan kaget ringan atau bahkan kesal.
4. Penggunaan Tanda Baca (Punctuation) pada Interjection
Tanda baca setelah interjection penting karena membantu menunjukkan seberapa kuat emosi yang diungkapkan dan bagaimana respons itu dirasakan oleh pembaca.
Secara umum, interjection bisa diikuti oleh tanda seru (!), koma (,), titik (.), atau tanda tanya (?), tergantung pada konteks dan intensitas emosinya:
- Tanda seru (!) untuk emosi yang kuat.
- Koma (,) untuk emosi yang lebih ringan atau sebagai pengantar.
- Titik (.) untuk ekspresi yang lebih tenang atau biasa.
- Tanda tanya (?) untuk menunjukkan kebingungan atau pertanyaan.
Jenis-Jenis dan Contoh Interjection

Berikut penjelasan lengkap jenis-jenis interjection dan contoh penggunaannya dalam kalimat.
1. Primary Interjection
Primary interjection adalah kata yang memang diciptakan khusus sebagai ekspresi emosi dan biasanya tidak punya arti lain dalam grammar maupun part of speech.
Kata-kata ini berdiri sendiri dan langsung menunjukkan reaksi spontan.
Contohnya adalah:
| Interjection | Contoh Kalimat |
| Wow! | Wow! That building is huge. (Wow! Gedung itu besar sekali.) |
| Oops! | Oops! I dropped my phone. (Oops! Aku menjatuhkan ponselku.) |
| Yippee! | Yippee! We’re going on vacation! (Hore! Kita akan liburan!) |
| Ouch! | Ouch! That hurts. (Aduh! Itu sakit.) |
| Ugh! | Ugh! This traffic is terrible. (Ih! Macetnya parah sekali.) |
2. Secondary Interjection
Secondary interjection berasal dari kata yang sebenarnya punya fungsi lain seperti noun atau adjective, tapi digunakan sebagai kata seru dalam konteks tertentu.
Contohnya adalah:
| Interjection | Contoh Kalimat |
| Great! | Great! Now we have to start over. (Bagus! Sekarang kita harus mulai lagi.) |
| Goodness! | Goodness! That was unexpected. (Astaga! Itu tidak terduga.) |
| Perfect! | Perfect! Everything is going smoothly. (Sempurna! Semuanya berjalan lancar.) |
| Seriously? | Seriously? You finished already? (Serius? Kamu sudah selesai?) |
| Nice! | Nice! That’s impressive. (Keren! Itu mengesankan.) |

Ingin upgrade skill bahasa Inggrismu ke next level? Gabung di Sparks English aja!
Di sini, kamu nggak cuma belajar teori, tapi juga aktif speaking lewat diskusi seru dan dapat feedback langsung dari native teacher.
Ayo coba kelas gratisnya sekarang!
3. Emotional Interjection
Interjeksi jenis ini digunakan untuk mengekspresikan emosi yang kuat seperti senang, marah, takut, atau sedih.
Kata-kata kasar juga termasuk ke jenis ini sebagai seruan emosional untuk mengekspresikan frustrasi atau kemarahan.
Contohnya adalah:
| Interjection | Contoh Kalimat |
| Oh no! | Oh no! I lost my keys. (Oh tidak! Aku kehilangan kunciku.) |
| Yikes! | Yikes! That’s scary. (Waduh! Itu menyeramkan.) |
| Hooray! | Hooray! We won the match. (Hore! Kita menang pertandingan.) |
| Yum! | Yum! This cake tastes delicious. (Yum! Kue ini rasanya enak sekali.) |
| Yay! | Yay! It’s finally the weekend. (Hore! Akhirnya akhir pekan.) |
4. Mild Interjection
Mild interjection menunjukkan reaksi yang lebih ringan dan tidak terlalu emosional.
Biasanya digunakan dalam percakapan sehari-hari untuk merespons sesuatu secara santai dan dipisahkan dari kalimat lain dengan tanda koma.
Contohnya adalah:
| Interjection | Contoh Kalimat |
| Oh | Oh, I didn’t know that. (Oh, aku tidak tahu itu.) |
| Well | Well, let’s try again. (Yah, mari kita coba lagi.) |
| Hmm | Hmm, that sounds interesting. (Hmm, itu terdengar menarik.) |
| Ah | Ah, now I get it. (Ah, sekarang aku mengerti.) |
| Eh | Eh, it’s fine. (Eh, tidak apa-apa.) |
5. Volitive Interjection
Volitive interjection digunakan untuk memberi perintah, ajakan, atau dorongan kepada orang lain.
Biasanya muncul dalam situasi yang membutuhkan respons cepat.
Contohnya adalah:
| Interjection | Contoh Kalimat |
| Hey! | Hey! Watch out! (Hei! Awas!) |
| Shh! | Shh! The baby is sleeping. (Sst! Bayinya sedang tidur.) |
| Stop! | Stop! Don’t cross the line. (Berhenti! Jangan melewati garis.) |
| Go! | Go! Run faster! (Ayo! Lari lebih cepat!) |
| Ahem! | Ahem, may I say something? (Ehem, bolehkah saya mengatakan sesuatu?) |
6. Cognitive Interjection
Cognitive interjection berkaitan dengan proses berpikir, menyadari sesuatu, atau menunjukkan kebingungan.
Jenis ini sering muncul saat seseorang sedang mencerna informasi.
Contohnya adalah:
| Interjection | Contoh Kalimat |
| Hmm | Hmm, let me think. (Biarkan aku berpikir.) |
| Oh! | Oh! I understand now. (Oh! Sekarang aku paham.) |
| Huh? | Huh? What did you say? (Hah? Kamu bilang apa?) |
| Ah! | Ah! That explains it. (Ah! Itu menjelaskannya.) |
| I see! | I see! So that’s the reason. (Oh begitu! Jadi itu alasannya.) |
7. Discourse Marker Interjection
Interjeksi jenis ini digunakan untuk membantu mengatur alur percakapan dan membuat transisi terasa lebih alami.
Bisa digunakan saat ingin memulai, melanjutkan, atau mengalihkan topik pembicaraan.
Contohnya adalah:
| Interjection | Contoh Kalimat |
| So | So, what’s the next step? (Jadi, apa langkah berikutnya?) |
| Anyway | Anyway, let’s continue the discussion. (Bagaimanapun, mari lanjutkan diskusinya.) |
| Alright | Alright, let’s start the meeting. (Baiklah, mari mulai rapatnya.) |
| Now | Now, listen carefully. (Sekarang, dengarkan baik-baik.) |
| By the way | By the way, have you finished the report? (Ngomong-ngomong, apakah kamu sudah menyelesaikan laporannya?) |
8. Fillers
Interjeksi jenis ini sering digunakan saat seseorang berpikir untuk mencari kata yang tepat atau untuk menunjukkan keraguan dan ketidakpastian.
Contohnya adalah:
| Interjection | Contoh Kalimat |
| Um | Um, I’m not sure. (Um, aku tidak yakin.) |
| Uh | Uh, can you repeat that? (Uh, bisa ulangi?) |
| Er | Er, maybe later. (Er, mungkin nanti.) |
| Like | I was, like, really tired. (Aku, seperti, sangat lelah.) |
| You know | It’s hard, you know. (Itu sulit, kamu tahu.) |
Baca Juga: 50+ Idiom Bahasa Inggris dan Contoh Kalimat Penggunaannya

Mau mahir berbahasa Inggris dengan cara seru? Ikut Les bahasa Inggris di Sparks English aja!
Di Sparks English, kamu belajar dengan metode interaktif yang disesuaikan dengan usia dan level.
Fokus utamanya praktik speaking, supaya kamu makin percaya diri ngobrol pakai bahasa Inggris.
Biayanya terjangkau mulai Rp70 ribu per sesi, tapi kualitas tetap maksimal!
Coba free trial class sekarang karena kuota terbatas!


