Discussion text adalah salah satu jenis teks bahasa Inggris yang umum dipelajari di sekolah.
Discussion text dipakai untuk membahas suatu isu dari dua sisi berbeda.
Artikel ini akan membahas secara lengkap mulai dari pengertian, struktur discussion text, kaidah kebahasaan, hingga contohnya yang mudah dipahami.
Ayo simak sama-sama!
Apa Itu Discussion Text?
Discussion text artinya teks diskusi dalam bahasa Indonesia.
Discussion text adalah jenis teks dalam bahasa Inggris yang digunakan untuk membahas suatu isu dengan menampilkan dua sudut pandang berbeda berupa argumen yang mendukung (pro) dan menentang (kontra).
Tujuannya adalah membantu pembaca melihat suatu masalah dari berbagai sisi sebelum akhirnya menarik kesimpulan yang lebih objektif.
Baca Juga: Apa Itu Spoof Text?
Ciri-Ciri Discussion Text
Setelah memahami pengertian discussion text, kamu juga perlu tahu ciri-ciri utamanya.
Ciri-ciri ini penting karena membantu kita membedakan teks diskusi bahasa Inggris dengan jenis teks bahasa Inggris lainnya.
Beberapa ciri-ciri discussion text antara lain:
1. Membahas Isu atau Topik yang Bisa Diperdebatkan
Discussion text mengangkat topik yang memiliki lebih dari satu pendapat, misalnya tentang teknologi, pendidikan, atau media sosial.
Topik seperti ini memungkinkan munculnya argumen pro dan kontra dalam pembahasan.
2. Menyajikan Argumen Pro dan Kontra
Salah satu ciri paling jelas dari discussion text adalah adanya dua sisi pendapat.
Penulis akan menampilkan argumen yang mendukung suatu isu sekaligus argumen yang menentangnya agar pembahasan lebih seimbang.
3. Menggunakan Struktur yang Jelas
Dalam penulisannya, discussion text mengikuti struktur discussion text yang terdiri dari pengenalan isu, penyampaian argumen dari kedua sisi, lalu diakhiri dengan kesimpulan atau rekomendasi.
4. Menggunakan Bahasa yang Logis dan Objektif
Karena berisi perbandingan pendapat, penulis biasanya menggunakan language features of discussion text.
Misalnya kata penghubung “however”, “on the other hand”, “in contrast”, atau “therefore” agar hubungan antar argumen lebih jelas.
5. Diakhiri dengan Kesimpulan atau Rekomendasi
Di bagian akhir, penulis akan memberikan ringkasan dari argumen yang sudah dibahas atau menyampaikan pandangan akhir berdasarkan pembahasan topik tersebut.
Baca Juga: Narrative Text Adalah? Ini Struktur, Jenis, dan Contohnya
Apa Saja Struktur Discussion Text?
Berikut adalah bagian-bagian utama dalam struktur discussion text.

1. Issue
Bagian issue adalah pembuka dalam discussion text yang berisi pengenalan topik atau masalah yang akan dibahas.
Pada bagian ini, penulis menjelaskan secara singkat isu yang sedang diperdebatkan agar pembaca memahami konteks pembahasan.
Topik-topik yang diangkat bisa tentang pendidikan, teknologi, politik, dan lain-lain.
Contoh potongan paragraf:
Nowadays, online learning has become a common method of education. However, many people still debate whether online learning is more effective than traditional classroom learning.
2. Supporting Arguments
Bagian supporting arguments berisi argumen yang mendukung suatu isu atau pendapat.
Di sini penulis menjelaskan alasan-alasan mengapa suatu hal dianggap baik atau memiliki manfaat.
Contoh potongan paragraf:
Online learning allows students to study from anywhere, making education more accessible. Moreover, students can manage their time more flexibly compared to traditional classes.
3. Contrasting Arguments
Setelah menyampaikan argumen yang mendukung, discussion text juga menampilkan contrasting arguments, yaitu pendapat yang menentang atau memberikan sudut pandang berbeda terhadap isu tersebut.
Bagian ini menunjukkan sisi kontra dari isu yang dibahas.
Contoh potongan paragraf:
On the other hand, some people believe that online learning is less effective because students may find it difficult to stay focused. In addition, the lack of direct interaction with teachers can affect students’ understanding.
4. Conclusion atau Recommendation
Bagian terakhir dalam struktur discussion text adalah conclusion atau recommendation.
Pada bagian ini, penulis merangkum argumen yang sudah dibahas sebelumnya atau memberikan saran terkait isu tersebut.
Kesimpulan ini nggak selalu harus memihak salah satu sisi, tapi bisa juga berupa ringkasan dari kedua pendapat yang ada.
Contoh potongan paragraf:
In conclusion, online learning offers flexibility and accessibility for students. However, it also has several challenges that need to be considered. Therefore, a balanced approach between online and traditional learning may be the best solution.

Ingin belajar bahasa Inggris dengan cara yang seru? Ayo belajar di Sparks English!
Setiap sesi dirancang biar kamu nggak cuma duduk dengerin teacher, tapi langsung praktek lewat diskusi, latihan speaking aktif, sampai mini project yang bikin proses belajar lebih menyenangkan dan aplikatif.
Dibimbing native teacher dan Cambridge TKT certified teacher di kelas semi-private, setiap anak dapat perhatian lebih dan kesempatan praktek yang jauh lebih banyak dibanding kelas reguler biasa.
Dengan budget mulai Rp70 ribuan aja per kelas, lebih dari 25.000 students telah membuktikan hasilnya jadi lebih percaya diri berbahasa Inggris bersama Sparks English!
Kalau ada les bahasa Inggris dengan fasilitas premium tapi biayanya tetap irit tanpa mengorbankan kualitas, yakin nggak mau coba dulu?
Booking kelas trial gratis sekarang dan jangan sia-siakan diskonnya sebelum kehabisan!
Language Features of Discussion Text
Berikut beberapa language features yang paling sering muncul dalam discussion text.
1. Menggunakan Simple Present Tense
Salah satu kaidah kebahasaan yang paling umum adalah penggunaan simple present tense.
Simple present tense adalah bentuk tense yang digunakan untuk menyatakan fakta umum, kebiasaan, atau pendapat yang masih berlaku sampai sekarang.
Karena discussion text biasanya membahas isu yang bersifat umum, penggunaan tense ini sangat sering muncul.
Contoh kalimat:
- Many students prefer online learning because it is flexible.
- Social media helps people communicate with others easily.
- Some people believe that technology improves education.
Baca Juga: Describing People: Arti, Cara, Aturan Grammar dan Contohnya
2. Menggunakan Common Noun
Kaidah kebahasaan discussion text selanjutnya adalah penggunaan common noun.
Common noun adalah kata benda yang digunakan untuk menyebut sesuatu secara umum, bukan nama khusus.
Common noun sering dipakai karena discussion text membahas topik umum seperti teknologi, pendidikan, atau lingkungan.
Contoh common noun:
- Student
- Teacher
- Technology
- Education
- Internet
Contoh kalimat:
- Many students use the internet to find learning materials.
- Some teachers believe that technology improves the quality of education.
3. Menggunakan Connective Words
Penulis juga sering menggunakan connective words.
Connective words adalah kata penghubung yang digunakan untuk menghubungkan ide, terutama saat membandingkan argumen pro dan kontra.
Kata-kata ini membantu pembaca memahami alur argumen dengan lebih jelas.
Contoh connective words:
- However
- On the other hand
- Moreover
- In addition
- Therefore
Contoh kalimat:
- Online learning is flexible. However, it can reduce direct interaction.
- Social media helps people communicate. On the other hand, it may cause addiction.
Baca Juga: Mengenal Announcement Text dalam Bahasa Inggris
4. Menggunakan Thinking Verbs
Thinking verbs adalah kata kerja yang digunakan untuk menyatakan pendapat, keyakinan, atau pemikiran seseorang terhadap suatu isu.
Thinking verbs sangat penting karena discussion text memang berisi berbagai sudut pandang.
Contoh thinking verbs:
- Think
- Believe
- Consider
- Argue
- Assume
Contoh kalimat:
- Many people believe that online learning is more practical.
- Some experts argue that social media affects teenagers negatively.
5. Menggunakan Modal Verbs
Modal verbs adalah kata kerja bantu yang digunakan untuk menyatakan kemungkinan, saran, kemampuan, atau kewajiban.
Dalam discussion text, modal verbs sering digunakan saat penulis memberikan saran atau kemungkinan solusi.
Contoh modal verbs:
- Can
- Could
- Should
- May
- Must
Contoh kalimat:
- Students can access learning materials anytime through online platforms.
- Governments should regulate social media usage among teenagers.
Baca Juga: Apa Pengertian dan Fungsi Hortatory Text?
Cara Membuat Discussion Text Bahasa Inggris
Setelah memahami struktur dan ciri-cirinya, sekarang waktunya mencoba membuat discussion text sendiri.
Kuncinya, pilih topik yang memang punya dua sudut pandang sehingga kamu bisa membahas alasan yang mendukung maupun yang menentangnya.
Supaya lebih mudah, ikuti langkah berikut.
1. Pilih Topik yang Bisa Diperdebatkan
Pilih isu yang memungkinkan munculnya pendapat pro dan kontra.
Misalnya:
- Should students wear school uniforms?
- Is online learning better than face-to-face learning?
- Should students be allowed to use smartphones at school?
- Is homework necessary for students?
Hindari topik yang jawabannya sudah terlalu jelas.
Semakin banyak sudut pandang yang bisa dibahas, semakin mudah kamu mengembangkan argumennya.
2. Tentukan Argumen Pro dan Kontra
Setelah menentukan topik, catat alasan yang mendukung dan menentang isu tersebut.
Tidak perlu langsung membuat paragraf panjang.
Cukup tuliskan poin-poin utamanya terlebih dahulu.
Misalnya, untuk topik Should students be allowed to use smartphones at school?:
Arguments for:
- Smartphones can help students find information quickly.
- Students can use educational apps for learning.
- Smartphones can be useful in emergencies.
Arguments against:
- Students may use smartphones to play games during class.
- Smartphones can distract students from their lessons.
- Excessive use of smartphones may affect students’ focus.
Dari poin-poin tersebut, kamu bisa mengembangkannya menjadi paragraf yang lebih lengkap.
3. Buat Bagian Issue
Mulai teks dengan memperkenalkan isu yang ingin dibahas.
Jelaskan sedikit mengapa topik tersebut menarik untuk didiskusikan.
Contohnya:
Nowadays, smartphones are commonly used by students. They can be useful for learning, but they can also distract students during class. Therefore, many people have different opinions about whether students should be allowed to use smartphones at school.
4. Kembangkan Arguments For dan Arguments Against
Selanjutnya, jelaskan alasan yang mendukung dan menentang isu tersebut.
Jangan hanya menuliskan pendapat, tetapi tambahkan alasan atau contoh agar argumen lebih jelas.
Kamu bisa menggunakan kata penghubung seperti:
- Firstly
- Moreover
- In addition
- However
- On the other hand
- In contrast
- Nevertheless
Dengan begitu, pembaca bisa lebih mudah mengikuti hubungan antara satu argumen dan argumen lainnya.
5. Buat Conclusion atau Recommendation
Terakhir, rangkum kembali poin-poin penting yang sudah dibahas.
Jika diperlukan, kamu juga bisa memberikan rekomendasi.
Ingat, discussion text tidak harus berakhir dengan memilih salah satu pihak.
Yang penting, kesimpulannya tetap sesuai dengan argumen yang sudah dibahas sebelumnya.
Tips: Sebelum mengumpulkan tugas, coba baca kembali discussion text yang sudah dibuat.
Pastikan bagian issue, argumen pro, argumen kontra, dan conclusion sudah lengkap serta saling berhubungan.
Contoh Discussion Text
Sekarang saatnya melihat contoh discussion text secara langsung.
Dengan melihat contoh ini, kamu bisa memahami bagaimana strukturnya diterapkan.
1. The Use of Smartphones in School

Issue:
Smartphones are now an essential part of daily life, and many students bring them to school. However, there is an ongoing debate about whether smartphones should be allowed during school hours, since they can be both helpful and distracting.
Supporting Arguments:
Smartphones can be very useful for students in several ways. They allow quick access to learning materials, educational apps, and online resources, which can help students understand lessons better. Moreover, smartphones make it easier for students to communicate with teachers and classmates about assignments or group projects. In addition, they can be used to organize schedules, set reminders, and improve time management. With careful use, smartphones can support independent learning and even enhance digital literacy, which is increasingly important in today’s education.
Contrasting Arguments:
On the other hand, smartphones can also cause distractions and reduce students’ focus during lessons. Many students may spend class time on social media, games, or chatting instead of paying attention to teachers. In addition, excessive smartphone use can affect social skills, as students interact less face-to-face with peers. Not all students have equal access to high-quality devices or the internet, which can create inequalities. Furthermore, teachers may find it difficult to monitor students’ progress when everyone is on their phones, and long screen time can negatively impact health, such as causing eye strain or sleep problems.
Conclusion:
In conclusion, smartphones have both benefits and drawbacks for students at school. While they can enhance learning, communication, and organization, they can also distract and create inequality. Therefore, schools should set clear rules on smartphone use, allowing them to be used responsibly for educational purposes.
2. Is Online Learning Better Than Face-to-Face Learning?

Issue:
The way students learn has changed significantly with the development of technology. Online learning allows students to study from almost anywhere, while face-to-face learning gives them the opportunity to interact directly with teachers and classmates. Because both methods have their own advantages and disadvantages, many people debate which one is better for students.
Supporting Arguments:
One advantage of online learning is flexibility. Students can attend lessons from home and sometimes have more freedom to manage their learning schedule. Online classes can also give students access to a wider range of digital resources, such as videos, online exercises, and interactive learning platforms.
Another benefit is that students can become more familiar with technology. They learn how to use different digital tools, communicate online, and find information independently. These skills can be useful as technology becomes a bigger part of education and everyday life.
Contrasting Arguments:
However, online learning also has some disadvantages. Students may find it difficult to stay focused when they study from home because there are many distractions around them. Some students may also feel less motivated when they do not have direct interaction with their teachers and classmates.
In contrast, face-to-face learning allows students to communicate directly with their teachers. They can ask questions immediately, participate in discussions, and work together with their classmates. This interaction can make students feel more engaged in the learning process. However, face-to-face classes usually require students to follow a fixed schedule and travel to a specific location.
Conclusion:
In conclusion, both online and face-to-face learning have their own strengths and weaknesses. Online learning offers flexibility and easy access to digital resources, while face-to-face learning provides direct interaction and a more structured learning environment. Therefore, the best choice may depend on the students’ needs, learning styles, and the situation in which they are studying.
Baca Juga: Analytical Exposition Text: Pengertian, Struktur, dan Contoh
Gimana? Sangat mudah dipahami, kan?
Selain belajar mandiri, kalau kamu ingin belajar materi bahasa Inggris lainnya dan jadi juara 1 di sekolah, ikut kursus bahasa Inggris tentu jauh lebih efektif!

Di Sparks English, metode belajarnya interaktif dan dirancang khusus mengikuti usia anak dan remaja, jadi penyampaian materinya tepat sasaran.
Kenapa harus Sparks English?
- Kurikulum berbasis CEFR: kurikulum standar internasional sesuai proficiency level.
- Metode aplikatif: belajar lewat public speaking, story telling, role play, games, hingga mini project kreatif.
- Certified teacher: dibimbing langsung native teacher dan tutor bersertifikasi Cambridge TKT.
- Kelas semi-private: Belajar dalam kelas kecil yang lebih personal dengan full english environment.
- Jadwal fleksibel: bebas pilih jadwal kelas yang tersedia dan lokasi center terdekat.
- Bonus: Free extra sessions bareng native teacher, student kit, hingga konsultasi bareng teacher profesional.
Bisa dapat semua fasilitas lengkap ini mulai Rp70 ribuan aja untuk upgrade skill-mu, in this economy it’s definitely worth every penny!
Daftar free trial class sekarang karena kuotanya terbatas!



