Anak Sulit Percaya Diri? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya!

12 May 2026
menumbuhkan percaya diri pada anak

Moms & Dads pasti pernah melihat situasi seperti ini: dalam pentas sekolah, ada anak yang berani tampil di depan, tapi ada juga yang malu dan menolak.

Faktanya, perbedaan ini erat kaitannya dengan rasa percaya diri anak, lho!

Agar Moms & Dads bisa lebih tepat memahaminya, artikel ini akan membahas ciri-ciri anak kurang percaya diri, penyebab-penyebabnya, hingga cara menumbuhkan rasa percaya diri pada anak. Pastikan simak sampai selesai, ya!

 

 

Ciri-Ciri Anak Kurang Percaya Diri

Pada usia 0-5 tahun atau golden age, anak mengalami perkembangan yang pesat, termasuk dalam hal kepercayaan diri.

Rasa percaya diri anak mulai dibangun sejak lahir dan terus berlanjut seiring ia bertumbuh besar melalui interaksi dengan orang tua dan lingkungan.

Namun, tanpa disadari, beberapa pola asuh atau respons sehari-hari juga memengaruhi kurangnya rasa percaya diri anak. 

Karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenali ciri-cirinya.

Berikut ciri-ciri anak kurang percaya diri menurut HealthyChildren.org yang perlu Moms & Dads waspadai:

  • Sering merasa rendah diri: Anak yang kurang percaya diri sering mengatakan hal negatif tentang dirinya, seperti merasa tidak pintar, tidak disukai, atau selalu salah.
  • Mudah menyerah saat mengalami kesulitan: Anak cenderung berhenti berusaha saat menemui satu kesulitan karena takut gagal atau merasa tidak mampu.
  • Emosi mudah berubah (mood swing): Anak yang tidak percaya diri bisa menjadi mudah marah dan mudah frustrasi.
  • Menarik diri dari lingkungan sosial: Anak cenderung suka menyendiri, enggan bermain bersama teman sebaya, dan takut memulai interaksi.
  • Terlalu takut akan penilaian orang lain: Anak sangat khawatir terhadap pendapat dan penilaian orang lain sehingga membuatnya takut berbuat salah.
  • Sulit menerima pujian atau kritik: Anak merasa tidak pantas dipuji, namun juga terluka saat dikritik.
  • Sering mencari alasan atau menyalahkan orang lain saat gagal: Anak cenderung menyalahkan pihak lain dengan perkataan seperti “gurunya yang salah” atau “aku memang nggak suka permainan itu” untuk menutupi rasa malu dan kecewa.

 

Penyebab Anak Tidak Percaya Diri

Penelitian Yulianti dkk. di Universitas PGRI Yogyakarta menjelaskan bahwa anak tidak percaya diri bisa disebabkan oleh banyak faktor, baik faktor internal maupun eksternal.

 

1. Faktor Internal

Faktor internal adalah penyebab anak tidak percaya diri yang berasal dari dalam dirinya. Beberapa contohnya seperti:

  • Pandangan negatif pada diri sendiri: Anak merasa dirinya tidak cukup mampu, tidak cukup baik, dan memiliki banyak kekurangan dibanding teman-temannya.
  • Kurang yakin dengan kemampuan: Anak merasa takut salah, takut gagal, atau takut mengecewakan saat melakukan tugas tertentu.
  • Kondisi fisik dan penampilan: Ketidakpuasan terhadap kondisi fisik atau penampilan membuat anak merasa minder.
  • Rasa cemas: Anak merasa panik dan cemas berlebihan sehingga menghindar untuk tampil, bertanya, atau mengambil inisiatif.

 

2. Faktor Eksternal

Faktor eksternal adalah penyebab anak tidak percaya diri yang berasal dari luar, misalnya:

  • Pola asuh yang kurang tepat: Anak terlalu sering dilarang, dicela, atau dibandingkan dengan orang lain
  • Kurangnya dukungan dari orang tua/guru: Anak jarang mendapat apresiasi, motivasi, maupun bimbingan saat melakukan sesuatu
  • Pengalaman gagal di masa lalu: Pengalaman gagal di masa lalu yang tidak mendapat pendampingan positif membuat anak takut mencoba lagi
  • Meniru contoh yang tidak percaya diri: Figur yang dicontoh anak menunjukkan sikap tidak percaya diri sehingga anak ikut tidak percaya diri

 

Anak yang tidak percaya diri bukan berarti tidak mampu. 

Mungkin saja, ia hanya belum mendapatkan ruang dan dukungan yang cukup untuk merasa berani.

Kabar baiknya, rasa percaya diri bisa dilatih kembali secara bertahap melalui cara-cara yang tepat dan konsisten.

 

Cara Menumbuhkan Rasa Percaya Diri pada Anak

Ada banyak cara meningkatkan percaya diri anak yang bisa Moms & Dads lakukan selama masa pertumbuhannya.

 

1. Berikan Pujian dan Apresiasi yang Tepat

Pujian dan apresiasi membuat anak merasa dihargai. 

Namun, pujian itu harus diberikan secara spesifik.

Daripada mengucapkan “Kamu pintar!”, Moms & Dads bisa mengatakan “Kamu hebat karena sudah menyelesaikannya sampai akhir!” misalnya.

Ucapan spesifik ini membuat anak merasakan orang tua menghargai setiap prosesnya, bukan hanya hasil akhir.

 

2. Biarkan Anak Mencoba dan Belajar dari Kesalahan

Jika anak melakukan kesalahan, orang tua jangan langsung mengambil alih ataupun memarahinya. 

Kesalahan pada anak adalah bagian dari proses belajar.

Sebaiknya, orang tua memberi kesempatan pada anak untuk mencoba mencari solusi sesuai usianya. 

Dari sini anak akan memahami bahwa ia mampu mengatasi suatu masalah.

 

3. Ajarkan Anak Mengenali Kelebihan Dirinya

Anak yang kurang percaya diri cenderung fokus pada sisi negatif dalam dirinya. 

Di sini orang tua berperan untuk membantu anak melihat potensi dirinya.

Cobalah ajak anak untuk mengingat hal-hal yang berhasil dilakukan sebelumnya. 

Dengan begitu, anak akan tahu bahwa ia punya kelebihan yang bisa dikembangkan.

 

Mau bantu anak lebih percaya diri menggunakan bahasa Inggris? Belajar di Sparks English aja!

Di sini, anak tidak hanya belajar bahasa, tapi juga dilatih public speaking secara bertahap lewat aktivitas fun seperti story telling, role play, hingga mini project yang mendorong mereka berani mengungkapkan ide.

Biayanya ekonomis, mulai Rp70 ribuan per kelas dan masih bisa dapat extra discount lho.

Coba kelas trial gratisnya sekarang!

 

4. Hindari Kritik dan Membandingkan Berlebihan

Membandingkan anak dengan saudara atau teman akan membuat anak semakin tidak percaya diri.

Sebaiknya, orang tua fokus pada kemajuan dan perkembangan diri anak sendiri. 

Misalnya, “Kemarin kamu masih bingung mengerjakan soal ini, sekarang kamu sudah bisa!”

 

5. Libatkan Anak dalam Pengambilan Keputusan

Melibatkan anak dalam mengambil keputusan-keputusan kecil bisa menjadi salah satu cara meningkatkan kepercayaan diri anak. 

Hal ini membuat anak merasa didengar dan dipercaya.

Cobalah mulai dengan memberi kesempatan anak untuk memilih sepatu, baju, mainan, atau dongeng yang ingin dibacakan.

 

6. Latih Kemandirian Sejak Dini

Anak akan merasa lebih percaya diri karena mampu melakukan hal-hal sederhana secara mandiri.

Aktivitas seperti menyiapkan buku dan merapikan meja belajar sendiri bisa menjadi salah satu contoh cara meningkatkan percaya diri pada anak SD.

 

7. Dukung Minat dan Bakat Anak

Memiliki aktivitas yang disukai membuat anak lebih percaya diri. 

Minat ini bisa berupa menyanyi, menggambar, olahraga, atau belajar bahasa asing.

Orang tua sebaiknya tidak langsung menekan anak untuk berprestasi di bidang yang mereka minati. 

Sebaliknya, fasilitasi dan beri ruang bagi mereka untuk mengembangkan minatnya.

 

Baca Juga: 6 Cara Mengatasi Kurang Percaya Diri Berbicara Bahasa Inggris

 

8. Ajarkan Anak Berani Berbicara

Beri kesempatan dan dengarkan dengan sungguh-sungguh ketika anak sedang bertanya, mengemukakan pendapat, atau menyampaikan apa yang mereka rasakan.

Dengan begitu, anak akan lebih percaya diri untuk berbicara di sekolah dan lingkungan sosial mereka.

 

9. Berikan Lingkungan yang Positif

Lingkungan yang positif memberi ruang bagi anak untuk mengoptimalkan potensinya. 

Ciptakan ruang aman bagi anak untuk bisa menyampaikan pendapat dan mengembangkan minatnya.

Hindari lingkungan negatif yang cenderung meremehkan atau membandingkan anak dengan orang lain. 

 

10. Jadilah Contoh yang Percaya Diri

Orang tua adalah role model pertama bagi anak. 

Jika orang tua percaya diri, maka anak juga akan mencontoh untuk menjadi percaya diri.

Misalnya saat sedang memperbaiki sesuatu dan menemukan tantangan, orang tua akan berkata “Ayah belum bisa memperbaiki ini, tapi ayah akan cari tahu caranya.”

 

11. Dorong Anak Bersosialisasi

Melalui proses bersosialisasi, anak akan belajar berbicara, bekerja sama, menyampaikan pendapat, dan memahami perbedaan. 

Semua ini bisa melatih keberanian dan rasa percaya diri.

Untuk awal, mulailah mengenalkan anak dengan lingkungan kecil seperti playdate, bermain di taman sekitar rumah, hingga mendaftarkan ke preschool atau kelas minat.

 

12. Dorong Anak Mencoba Hal Baru

Anak yang belum terbiasa melatih kepercayaan dirinya cenderung merasa takut mencoba hal baru karena khawatir salah atau gagal.

Oleh karena itu, orang tua bisa mulai mendorong anak untuk keluar dari zona nyaman dan mencoba hal-hal baru seperti ikut kontes di sekolah atau belajar bahasa asing.

Very New Banner SEO Sparks English 2026 (1)
Sparks English adalah kursus bahasa Inggris berbasis kurikulum CEFR yang dirancang khusus sesuai kebutuhan anak.

Metode belajarnya fun dan interactive untuk mendorong anak lebih berani berbicara dan berinteraksi menggunakan bahasa Inggris.

Mulai dari Rp70 ribuan per kelas, anak sudah bisa mendapatkan fasilitas kelas semi-private dengan berbagai aktivitas seru!

Agar lebih yakin, Moms & Dads bisa coba kelas trial gratis terlebih dahulu.

Booking free trial class-nya sekarang dan klaim promonya!

Author:

Topik:

Share article: