Connective words adalah kata atau frasa yang berfungsi menghubungkan ide agar lebih runtut dan mudah dipahami.
Penggunaan yang tepat bisa membuat pembaca lebih nyaman mengikuti alur tulisan dari awal hingga akhir.
Artikel ini akan membahas apa itu connective words, fungsi, jenis, hingga contoh connective words secara lengkap.
Simak selengkapnya!
Apa Itu Connective Words?
Connective words adalah kata atau frasa (phrase) yang digunakan sebagai transisi untuk menyambungkan satu bagian dengan bagian lain dalam sebuah kalimat atau paragraf.
Tanpa connective words, kalimat memang tetap bisa berdiri sendiri, tapi saat dibaca jadi terasa kaku dan kurang mengalir.
Itulah kenapa connective words memiliki peran penting, terutama saat ingin menambahkan ide, memberi alasan, menunjukkan perbandingan, atau menyimpulkan suatu hal.
Fungsi Connective Words dalam Kalimat
Peran connective words bukan cuma tentang menyambungkan kalimat, tapi juga membantu pembaca memahami arah tulisan.
Karena itu, connective words adalah bagian penting yang bikin ide terasa lebih jelas dan nggak membingungkan.
Berikut fungsi connective words dalam kalimat yang paling umum digunakan:
- Memperkuat atau menekankan poin: Digunakan untuk memberi penegasan pada ide yang dianggap penting.
- Membandingkan dan membahas sudut pandang: Dipakai saat ingin menunjukkan persamaan atau perbedaan ide.
- Menyusun urutan atau timeline: Membantu pembaca mengikuti alur kejadian atau tahapan.
- Menjelaskan sebab-akibat: Digunakan untuk memperjelas alasan atau hubungan sebab-akibat.
- Menarik dan merangkum kesimpulan: Membantu menyatukan seluruh pembahasan di akhir tulisan.
Apakah Conjunction, Prepositions, dan Adverbs bagian dari Connective Word?
Pada dasarnya, connective words adalah payung untuk kata-kata yang berfungsi menghubungkan atau memperjelas hubungan antar ide.
Nah, secara gramatikal, connective words terbagi menjadi tiga kategori grammar, yaitu conjunctions, prepositions, dan adverbs.
Berikut penjelasan sederhananya:
Conjunction (Kata Hubung)
Conjunction memang termasuk bagian dari connective words, tapi keduanya berbeda.
Conjunctions berperan untuk menggabungkan kata, frasa, atau klausa (clause) menjadi kalimat yang lebih panjang dan kompleks.
Contoh conjunctions yang umum digunakan adalah “and”, “but”, “or”, “yet”, dan “for”.
Prepositions (Kata Depan)
Prepositions tidak menggabungkan dua kalimat, tapi menunjukkan posisi, waktu, atau lokasi.
Beberapa contoh kata depan yang umum digunakan adalah “in”, “on”, “at”, “of”, dan lain-lain.
Adverbs (Kata Keterangan)
Adverbs biasanya dipakai untuk memberi keterangan tambahan.
Adverbs berfungsi untuk memodifikasi verbs (kata kerja), adjectives (kata sifat), dan bahkan seluruh klausa.
Contohnya adalah “quickly”, “fortunately”, “nevertheless”, dan lain-lain.
Intinya adalah bukan berarti ketiga kategori tersebut sama persis dengan connective words.
Tapi dalam praktiknya, saat kamu mencari kata penghubung, hampir selalu kamu temukan dalam tiga kategori tersebut.
Ingin upgrade skill bahasa Inggrismu ke next level? Gabung di Sparks English aja!
Di sini, kamu nggak cuma belajar teori, tapi juga aktif speaking lewat diskusi seru dan dapat feedback langsung dari native teacher.
Ayo coba kelas gratisnya sekarang!
Tipe-tipe dan Contoh Connective Word
Setiap jenis connective words punya peran yang berbeda dalam membentuk alur tulisan.
Berikut penjelasan lengkap tipe-tipe connective words beserta contoh connective words yang bisa langsung kamu pakai:
1. Additive Connectives
Additive connectives digunakan ketika kamu ingin menambahkan informasi atau memperkuat ide sebelumnya.
Biasanya dipakai saat kamu belum selesai dengan satu poin dan ingin menambahkan detail lain yang masih relevan.
Contoh connective words: and, also, moreover, furthermore, in addition
Contoh kalimatnya:
- She loves traveling, and she enjoys trying new foods. (Dia suka jalan-jalan, dan dia menikmati mencoba makanan baru.)
- The course is affordable. Moreover, it offers flexible schedules. (Kursus ini terjangkau. Selain itu, kursus ini menawarkan jadwal yang fleksibel.)
2. Adversative Connectives
Adversative connectives dipakai untuk menunjukkan kontras atau pertentangan antara dua ide.
Kata ini digunakan saat ada perbedaan yang ingin ditegaskan.
Contoh connective words: but, however, on the other hand, nevertheless, yet
Contoh kalimatnya:
- The movie is interesting, but it is too long. (Filmnya menarik, tetapi terlalu panjang.)
- He practiced a lot. However, he still felt nervous. (Dia banyak berlatih. Namun, dia tetap merasa gugup.)
Baca Juga: Apa Itu Conjunctive Adverbs? Ini 6 Jenis, Penggunaan, dan Contohnya
3. Causal Connectives
Causal connectives atau konjungsi kausalitas digunakan untuk menjelaskan hubungan sebab dan akibat (cause and effect).
Ini sangat sering dipakai dalam penjelasan, argumen, atau analisis.
Contoh connective words: because, so, therefore, thus, as a result
Contoh kalimatnya:
- She missed the bus, so she arrived late. (Dia ketinggalan bus, jadi dia datang terlambat.)
- He studied hard, therefore he passed the exam. (Dia belajar dengan giat, oleh karena itu dia lulus ujian.)
4. Conditional Connectives
Conditional connectives digunakan untuk menunjukkan syarat atau kondisi tertentu yang harus dipenuhi agar sesuatu terjadi.
Contoh connective words: if, unless, as long as, provided that
Contoh kalimatnya:
- You can go out if you finish your homework. (Kamu boleh keluar jika kamu menyelesaikan PR.)
- I won’t join the trip unless you come with me. (Aku tidak akan ikut perjalanan itu kecuali kamu ikut denganku.)
Baca Juga: Pengertian Suffix, Jenis, dan Contoh Penggunaannya
5. Comparative Connectives
Comparative connectives digunakan untuk membandingkan dua hal, baik itu menunjukkan persamaan maupun perbedaan.
Contoh connective words: similarly, likewise, in comparison, just as
Contoh kalimatnya:
- This phone is affordable. Similarly, the other model is also budget-friendly. (Ponsel ini terjangkau. Sama halnya, model lainnya juga ramah di kantong.)
- He enjoys reading. Likewise, his sister loves books. (Dia suka membaca. Begitu juga, saudara perempuannya juga suka buku.)
6. Sequential Connectives
Sequential connectives berfungsi untuk menunjukkan urutan atau tahapan dalam suatu proses atau cerita.
Contoh connective words: first, then, next, after that, finally
Contoh kalimatnya:
- First, turn on the computer. Then, open the application. (Pertama, nyalakan komputer. Kemudian, buka aplikasinya.)
- She finished her work. After that, she went home. (Dia menyelesaikan pekerjaannya. Setelah itu, dia pulang.)
7. Concessive Connectives
Concessive connectives digunakan untuk menunjukkan kontras yang tetap terjadi meskipun ada kondisi tertentu.
Contoh connective words: although, even though, despite, in spite of
Contoh kalimatnya:
- Although it was raining, they continued playing football. (Meskipun hujan, mereka tetap bermain sepak bola.)
- He kept working despite feeling unwell. (Dia tetap bekerja meskipun merasa tidak enak badan.)
Baca Juga: Apa Itu Collocation? Ini 7 Jenis dan Contoh Lengkapnya!
Kesimpulan
Dari pembahasan di atas, bisa dipahami bahwa connective words adalah elemen penting yang membantu menyambungkan ide agar tulisan terasa lebih runtut dan mudah dipahami.
Pemahaman tentang fungsi, jenis, hingga berbagai contoh connective words akan sangat membantu dalam menyusun kalimat yang jelas dan tidak membingungkan.
Penggunaan yang tepat juga membuat tulisan terasa lebih natural dan nyaman dibaca.
Kalau kamu mau belajar dan kuasai grammar dengan cara yang lebih menyenangkan, ayo gabung di les bahasa Inggris anak Sparks English.
Di sini, kamu nggak hanya belajar grammar, tapi juga langsung mempraktikannya lewat speaking practice, role play, sampai mini project.
Menariknya lagi, dengan biaya mulai Rp70 ribu per sesi, kamu dibimbing langsung native teacher dan tutor berpengalaman, lho.
Coba dulu free trial class sekarang karena kuotanya terbatas!




