Saat belajar bahasa Inggris, kamu mungkin pernah menemukan kata yang tugasnya bukan melakukan aksi, tapi tetap penting banget.
Kata seperti ini disebut linking verb.
Banyak yang penasaran apa itu linking verb dan kenapa kita perlu tahu.
Sebenarnya, linking verb membantu menghubungkan subjek dengan informasi tambahan supaya kalimat jadi jelas dan enak dibaca.
Mari simak penjelasan selengkapnya!
Apa Itu Linking Verb?
Linking verb adalah kata kerja yang tugas utamanya bukan menunjukkan aksi, tetapi menghubungkan subjek dengan kata yang menjelaskan subjek tersebut.
Jadi, daripada menggambarkan gerakan atau kegiatan, linking verb bekerja sebagai penghubung antara subjek dan informasi tambahan seperti sifat, keadaan, atau identitasnya.
Singkatnya, linking verb membuat kalimat lebih mudah dipahami dengan cara menyambungkan subjek dan penjelasnya sehingga maknanya menjadi lengkap dan jelas.
Peran Linking Verb dalam Kalimat
Dalam bahasa Inggris, linking verb berfungsi menjelaskan keadaan, identitas, atau kondisi yang dialami subjek.
Artinya, kata kerja jenis ini tidak menceritakan tindakan apa pun, tetapi memberi tahu kita seperti apa subjek itu, apa keadaannya, atau siapa dirinya.
Satu hal penting dari linking verb adalah kalimat dengan linking verb selalu membutuhkan subject complement.
Subject complement membuat informasi tentang subjek menjadi lengkap dan jelas.
Ada dua bentuk subject complement yang paling umum, yaitu predikat nomina dan predikat adjektiva.
Keduanya memiliki fungsi yang mirip, tetapi bentuk katanya berbeda.
Berikut penjelasan lengkapnya:
1. Predikat Nomina
Predikat nomina digunakan ketika penjelas subjek berupa kata benda (noun) atau frasa benda (noun phrase).
Bagian ini berfungsi menyebutkan identitas, profesi, peran, atau label yang melekat pada subjek.
Contohnya:
Jonas becomes the team captain this season. (Jonas menjadi kapten tim musim ini.)
Pada kalimat ini, “becomes” berfungsi sebagai linking verb yang menghubungkan subjek “Jonas” dengan frasa “the team captain.”
Bagian tersebut menjadi predikat nomina karena memberikan identitas baru tentang siapa Jonas pada musim ini.
2. Predikat Adjektiva
Predikat adjektiva dipakai ketika penjelas subjek berupa kata sifat (adjectives) atau frasa sifat (adjective phrase).
Bagian ini menggambarkan kondisi, sifat, atau keadaan yang sedang dialami subjek.
Contohnya:
The cookies smell delicious after baking. (Kue-kue itu beraroma lezat setelah dipanggang.)
Kata “smell” menghubungkan subjek “the cookies” dengan kata sifat “delicious.”
Kata sifat ini menggambarkan kualitas cookies, sehingga menjadi predikat adjektiva.
Baca Juga: Apa Itu Phrase? Ciri-Ciri, 11 Jenisnya, dan Contoh Lengkap
Contoh Linking Verb
1. Linking Verb Permanen
Permanent linking verbs biasanya menunjukkan keadaan atau identitas yang bersifat tetap atau relatif permanen.
Kata-kata ini sering dipakai untuk menjelaskan siapa atau apa subjek itu.
Contohnya:
- Is
- Am
- Are
- Was
- Were
- Be
- Become
2. Sensory Linking Verbs
Sensory linking verbs menghubungkan subjek dengan kondisi yang dapat dirasakan melalui panca indera.
Kata-kata ini biasanya menjelaskan bagaimana subjek terlihat, terdengar, terasa, atau berbau.
Contohnya:
- Appear
- Feel
- Look
- Smell
- Sound
- Taste
3. Conditional Linking Verbs
Conditional linking verbs menunjukkan perubahan, kondisi sementara, atau hasil yang mungkin terjadi.
Kata-kata ini sering dipakai untuk menunjukkan keadaan yang tidak tetap atau bersifat sementara.
Contohnya:
- Act
- Equal
- Fall
- Get
- Keep
- Remain
- Turn
- Grow
Baca Juga: Verb Conjugations: Pengertian, 3 Jenis, Penggunaan & Contoh
Contoh Kalimat Linking Verb
1. Linking Verb Permanen
Berikut ini beberapa contoh kalimat linking verb permanen:
- Anna is a skilled artist. (Anna adalah seorang seniman berbakat.)
- The sky became gray before the storm. (Langit menjadi abu-abu sebelum badai.)
- The weather was cold yesterday. (Cuaca kemarin dingin.)
2. Sensory Linking Verbs
Berikut ini beberapa contoh kalimat sensory linking verbs:
- The music sounds relaxing. (Musiknya terdengar menenangkan.)
- The flowers look fresh in the morning. (Bunga-bunga terlihat segar di pagi hari.)
- The soup tastes salty. (Sup itu terasa asin.)
3. Conditional Linking Verbs
Berikut ini beberapa contoh kalimat conditional linking verbs:
- The small seed grew into a tall tree. (Biji kecil itu tumbuh menjadi pohon tinggi.)
- He got tired after playing football all afternoon. (Dia menjadi lelah setelah bermain sepak bola sepanjang sore.)
- Good habits keep us healthy. (Kebiasaan baik membuat kita tetap sehat.)
Kesimpulan
Linking verb adalah kata kerja khusus yang menghubungkan subjek dengan penjelasnya, baik berupa identitas, sifat, atau kondisi.
Berbeda dengan action verb yang menunjukkan kegiatan, linking verb tidak menceritakan aksi, melainkan menjelaskan siapa subjek itu, seperti apa kondisinya, atau apa yang dialaminya.
Perlu diingat bahwa setelah linking verb, selalu ada subject complement yang melengkapi subjek.
Penggunaan linking verb juga bisa disesuaikan tergantung pada tenses yang digunakan.
Baca Juga: 50 Contoh Phrasal Verb Lengkap dengan Penjelasannya
Seru kan belajar linking verb tadi?
Kalau kamu mau bahasa Inggrismu makin lancar, Sparks English punya banyak cara seru untuk belajar!
Mulai dari percakapan, kosakata, grammar, sampai idiom dan ungkapan sehari-hari.
Sparks English sebagai kursus bahasa Inggris anak dan remaja terbaik menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda.
Setiap anak dibimbing langsung oleh native teacher dan lingkungan belajar interaktif supaya anak cepat percaya diri berbahasa Inggris.
Harga per kelasnya mulai Rp70 ribuan aja!
Daftar dulu kelas gratisnya sekarang sebelum penuh!
Lihat sendiri bagaimana Sparks English bisa bikin skill-mu naik level!



