Kenapa si kecil bisa asyik banget sama satu aktivitas, tapi gampang bosan di aktivitas lain?
Kenapa juga ada anak yang terus semangat coba satu aktivitas yang sama lagi meski gagal berkali-kali?
Jawabannya mungkin ada pada passion, ketertarikan yang tumbuh alami dari dalam diri anak.
Sayangnya, tanpa arahan orang tua, anak sering nggak sadar apa yang sebenarnya ia sukai, padahal banyak potensi yang bisa diasah dengan tahu passion sejak dini.
Yuk, pahami cara mengenali passion anak lewat artikel berikut!
- Apa Itu Passion Anak?
- Mengapa Orang Tua Perlu Membantu Anak Mengenali Passionnya?
- Cara Mengetahui Passion Anak
- Tanda Anak Mulai Menemukan Passionnya
Apa Itu Passion Anak?
Sama halnya seperti pada orang dewasa, passion anak adalah ketertarikan yang muncul dari dalam diri anak terhadap suatu aktivitas.
Menurut Self-Determination Theory yang dikembangkan psikolog Edward Deci dan Richard Ryan, dorongan semacam ini disebut motivasi intrinsik, yaitu anak melakukan sesuatu karena memang menikmati prosesnya.
Untuk membedakan dengan bakat, bakat adalah kecakapan yang membuat anak lebih cepat menguasai sesuatu, sementara passion adalah hal yang membuat anak senang dan betah menjalaninya.
Mengapa Orang Tua Perlu Membantu Anak Mengenali Passionnya?
Anak mungkin belum bisa mengenali apa yang benar-benar ia sukai, apalagi di usia yang masih kecil.
Di sinilah peran orang tua penting untuk membantu anak melihat pola ketertarikannya sebelum ia cukup dewasa untuk menyadarinya sendiri.
1. Membantu Anak Mengenal Hal yang Disukai
Anak sering nggak menyadari kenapa ia lebih tertarik pada satu aktivitas dibanding aktivitas lainnya, apalagi kalau nggak ada yang bantu menunjukkan polanya.
Komentar seperti “Mama lihat kamu semangat banget menggambar seharian tadi, sampai lupa waktu, ya!” bisa bikin anak makin sadar kalau ia memang senang melakukan itu.
2. Memberikan Arah saat Anak Memilih Aktivitas
Anak bisa merasa bingung saat punya pilihan aktivitas yang terlalu banyak atau bahkan nggak punya pilihan.
Orang tua bisa bantu menyaring saat pilihan terlalu banyak, atau mulai mengenalkan beberapa aktivitas kalau selama ini anak nggak kepikiran mencoba aktivitas apa pun.
3. Mendukung Anak Mengembangkan Potensinya
Ketertarikan yang dibiarkan begitu saja tanpa difasilitasi cenderung meredup dengan sendirinya.
Anak yang suka menyanyi, bisa terus diberi kesempatan ikut lomba nyanyi mulai dari lingkup kecil atau les vokal agar potensinya lebih terasah dibanding cuma bernyanyi sendiri di kamar.
4. Membantu Anak Membangun Rasa Percaya Diri
Rasa percaya diri anak biasanya tumbuh dari hal-hal yang benar-benar ia kuasai.
Begitu usaha di bidang yang disukai diarahkan dengan baik dan membuahkan hasil, anak akan mendapat pengakuan tentang kemampuannya sendiri sehingga semakin percaya diri.
5. Mendorong Anak Mengenal Tujuan dan Ketertarikannya
Anak yang paham apa yang ia sukai umumnya juga lebih mudah menentukan arah jangka panjang.
Anak yang suka membongkar mainan bisa jadi kelak akan tertarik pada bidang teknik atau rekayasa.
Sama seperti passion pada bidang tertentu, ketertarikan anak terhadap bahasa Inggris juga akan lebih gampang berkembang kalau mulai dikenalkan sejak usia dini.
Otak anak pada rentang usia ini bahkan mampu dengan mudah menangkap kosakata dan cara pengucapan bahasa asing secara alami, lho!
Ini terjadi karena reseptivitas otak anak usia dini berada di kondisi paling optimal, yang sayangnya ini bisa menurun seiring anak bertambah besar.
Banyak orang tua yang menyesal karena baru mengenalkan bahasa Inggris setelah anak semakin besar, padahal kalau baru mulai serius belajar saat sudah besar, proses belajarnya butuh usaha yang jauh lebih berat untuk bisa diserap otak.
Jangan sampai si kecil kehilangan starting point yang seharusnya bisa mereka kuasai sejak dini.

Di Sparks English, anak belajar lewat metode fun & interactive dengan kurikulum berbasis CEFR yang bikin kelasnya seru dan progresnya terarah sesuai level anak.
Mulai Rp70 ribuan per kelas, anak bisa langsung belajar di kelas semi-private, dibimbing oleh native teacher dan Cambridge TKT certified teacher sehingga nggak cuma lancar conversation tapi juga punya accent natural.
Metodenya udah terbukti bantu lebih dari 25.000 students jago bahasa Inggris bersama Sparks English!
Beri kesempatan si kecil coba free trial class untuk lihat antusiasmenya dan klaim diskon Rp1 juta selagi belum berakhir!
Cara Mengetahui Passion Anak
Setelah paham mengapa penting untuk mengenali passion anak, langkah berikutnya adalah bagaimana cara mengetahuinya.
Berikut beberapa cara mengetahui passion anak yang bisa dicoba di rumah.
1. Amati Aktivitas yang Membuat Anak Bersemangat
Coba perhatikan aktivitas apa yang bikin anak excited hingga lupa waktu saat melakukannya.
Anak yang terus asyik menggambar sampai nggak sadar udah lewat jam mandi sore, itu tandanya ia benar-benar menikmati aktivitas itu.
2. Dengarkan Hal yang Sering Dibicarakan Anak
Topik obrolan anak sehari-hari juga bisa jadi petunjuk tentang apa yang menarik perhatiannya.
Saat anak terus-terusan cerita soal dinosaurus atau planet, sangat mungkin ia memang punya ketertarikan di bidang itu.
3. Perhatikan Hal yang Membuat Anak Ingin Belajar Lebih Banyak
Ada aktivitas yang anak jalani agar sekadar cepat selesai, tapi ada juga yang bikin dia penasaran dan pengin belajar lebih banyak.
Misalnya, setelah nonton video masak, anak minta diantar beli bahan buat coba resepnya karena ingin mempelajarinya lebih jauh.
4. Berikan Anak Kesempatan Eksplorasi dan Mencoba Berbagai Aktivitas
Anak nggak akan tahu apa yang benar-benar ia sukai kalau nggak mencobanya.
Orang tua bisa ajak anak mencoba renang atau main musik secara bergantian, lalu lihat aktivitas mana yang terus dia minta untuk lakukan lagi.
Jika tidak keduanya, orang tua bisa beri kesempatan eksplorasi aktivitas lainnya.
5. Amati Cara Anak Menghadapi Tantangan
Reaksi anak saat aktivitasnya mulai terasa sulit juga bisa jadi petunjuk penting.
Anak yang tetap mau coba lagi meski gagal beberapa kali biasanya memang punya ketertarikan pada aktivitas itu.
Misalnya, anak begitu fokus bermain LEGO meski susunan buatannya sempat ambruk atau gagal.
6. Tanyakan Pendapat Anak tentang Aktivitas yang Disukainya
Kadang cara paling sederhana buat tahu passion anak adalah langsung tanya kepada mereka.
Pertanyaannya cukup sederhana aja, seperti “Gimana, kamu suka nggak latihan bulu tangkis?” bisa membuka obrolan yang jauh lebih jujur dibanding menebak-nebak sendiri.
7. Jangan Hanya Fokus pada Nilai atau Prestasi Anak
Nilai bagus di sekolah atau prestasi di aktivitas yang ia geluti nggak selalu mencerminkan apa yang benar-benar anak sukai atau kuasai.
Anak yang jago matematika belum tentu passion-nya di matematika, bisa jadi ia hanya rajin belajar agar tidak dimarahi.
Tanda Anak Mulai Menemukan Passionnya
Setiap anak bisa menunjukkan tanda yang berbeda-beda saat menemukan passion-nya.
Meski begitu, ada beberapa pola umum yang biasanya muncul dan bisa dijadikan acuan awal.
1. Anak Melakukan Aktivitas karena Memang Tertarik
Anak tidak perlu dipaksa atau diiming-imingi hadiah saat melakukan aktivitas yang memang sesuai passion-nya.
Ia rela menyisihkan waktu main buat lanjut menggambar atau berlatih alat musik, sekalipun nggak ada yang menyuruh.
2. Anak Ingin Mempelajari Hal yang Berkaitan dengan Minatnya
Passion umumnya nggak berhenti saat anak menguasai satu saja.
Anak yang suka futsal nggak akan puas dengan skill menggiring bola, ia akan terus belajar hal lainnya seperti teknik mengumpan bola atau strategi bermain.
3. Anak Memiliki Rasa Ingin Tahu yang Tinggi
Anak yang selalu ingin tahu lebih banyak tentang aktivitasnya juga kerap jadi ciri anak yang sedang menemukan passion-nya.
Pertanyaan “kenapa” yang nggak ada habisnya saat belajar astronomi bisa jadi tanda ketertarikan yang dalam.
4. Anak Tetap Tertarik Meskipun Mengalami Kesulitan
Saat menghadapi kesulitan biasanya jadi tanda paling jelas untuk melihat seberapa dalam ketertarikan anak pada sesuatu.
Psikolog Angela Duckworth, lewat konsep grit, menemukan bahwa anak yang benar-benar punya passion pada suatu bidang cenderung tetap konsisten dan nggak gampang pindah ke minat lain, meski usahanya belum langsung membuahkan hasil.
Baca Juga: 8 Cara Menemukan Hobi Anak yang Cocok, Plus Rekomendasinya!
5. Anak Sering Kembali pada Aktivitas yang Sama
Ada anak yang terus-menerus kembali ke satu aktivitas yang sama meski sudah dikenalkan banyak pilihan aktivitas lain.
Ia mungkin sempat coba-coba aktivitas melukis, tapi tetap balik lagi ke aktivitas merajut yang jadi favoritnya.
Selain mengenalkan passion yang benar-benar ia sukai, ada satu kemampuan lain yang penting banget buat mulai dikenalkan pada anak sejak dini, yaitu bahasa Inggris.
Bahasa Inggris adalah investasi yang manfaatnya terus terasa seumur hidup anak, mulai dari membuka kesempatan beasiswa impian, pertukaran pelajar, sampai berkarier di luar negeri.
Kalau nggak mulai diasah dengan serius dari usia anak-anak, anak akan melewatkan kesempatannya untuk bisa menguasai bahasa Inggris lebih cepat dan natural.
Sparks English adalah les bahasa Inggris anak 3–15 tahun yang siap bantu anak asah kemampuan berbahasa Inggris secara bertahap, sesuai proficiency level.
Setiap kelas menerapkan full English environment mendorong anak terbiasa aktif berbahasa Inggris sejak sesi pertama.
Selain itu, ada free extra session, free student kit, hingga free teacher-parent consultation, agar orang tua bisa terus pantau perkembangan anak dari waktu ke waktu.
In this economy, ngeluarin mulai 70 ribuan per sesi untuk bisa upgrade skill bahasa Inggris anak demi masa depannya, yakin nggak mau coba dulu untuk berikan yang terbaik?
Langsung aja coba free trial class sekarang! Daftarnya mudah, cukup satu menit lewat live booking instan!


