Pernah nggak tanpa sadar ikut share berita di grup WhatsApp keluarga, padahal belum tahu informasinya benar atau hoaks?
Orang dewasa aja masih sering kejebak, apalagi anak yang baru mulai kenal dunia digital.
Makanya, digital literacy itu penting dikenalkan sejak dini supaya anak nggak gampang percaya pada informasi yang mereka temukan.
Yuk, pahami apa itu digital literacy, kenapa itu penting, dan bagaimana cara meningkatkannya lewat artikel ini!
Apa Itu Digital Literacy?
Digital literacy adalah kemampuan untuk memakai teknologi digital dengan lebih cerdas dan aman, bukan sekadar bisa buka aplikasi atau browsing.
Menurut UNESCO, kemampuan ini berkaitan dengan cara memahami dan menilai informasi yang ditemukan di dunia digital, lalu menggunakannya dengan tepat.
Jadi, contoh digital literacy bisa sesimpel mengecek sumber tepercaya sebelum memercayai informasi yang lewat di feed, atau lebih waspada saat menerima link login dari akun yang nggak dikenal.
Mengapa Digital Literacy Penting?
Sekarang anak makin sering memakai internet untuk belajar maupun hiburan.
Di sinilah pentingnya bekal digital literacy supaya si kecil lebih siap menghadapi berbagai situasi di dunia online.
1. Membantu Menyaring Informasi yang Benar
Internet penuh dengan informasi yang terlihat meyakinkan, padahal faktanya belum tentu akurat.
Digital literacy membantu anak terbiasa cek sumber tepercaya sebelum memercayai informasi yang mereka temukan.
2. Melindungi Data Pribadi di Internet
Anak belum tentu sadar kalau postingan sederhana bisa ikut membuka informasi pribadinya.
Karena itu, digital literacy penting agar anak lebih hati-hati sebelum membagikan sesuatu atau memberi akses pada aplikasi.
3. Mengurangi Risiko Penipuan Digital
Penipuan online sering muncul dalam bentuk yang menarik, misalnya hadiah game atau promo besar-besaran.
Anak yang paham digital literacy akan lebih waspada sebelum membuka link maupun memasukkan data pribadi.
4. Membantu Beradaptasi dengan Perkembangan AI
AI memang bisa membantu anak mencari dan memahami materi, tapi jawabannya tetap tidak selalu akurat.
Pemahaman digital literacy akan membuat anak memakai AI sebagai alat bantu, bukan langsung menerima semua result-nya sebagai fakta.
5. Mendukung Kesuksesan Akademik
Lewat teknologi, anak bisa menemukan banyak sumber bacaan untuk membantu belajar.
Tapi, digital literacy yang membantu anak menyaring apakah sumber tersebut cukup valid untuk dijadikan referensi.
Selain jago menyaring informasi karena punya digital literacy, skill bahasa Inggris juga penting supaya anak lebih siap menjelajah dunia digital.
Sebab, masih banyak sumber bacaan di internet yang pakai bahasa Inggris, sehingga kemampuan ini bisa banget bantu anak ngerti apa isi informasinya.
Belajar bahasa Inggris idealnya dimulai sejak dini, lho, Moms & Dads!
Karena di fase kanak-kanak justru anak lebih mudah menangkap bunyi dan pola bahasa baru secara natural karena otaknya masih sangat reseptif.
Nggak sedikit orang dewasa baru ngerasa nyesel karena kurang serius belajar bahasa Inggris di waktu kecil.
Dan karena baru mulai sekarang, effort belajarnya jadi terasa jauh lebih berat saat kemampuan otak dalam menyerap bahasa baru sudah menurun.

Nah, Moms & Dads bisa percayakan proses membangun skill bahasa Inggris si kecil ke Sparks English yang sudah memakai kurikulum berbasis CEFR.
Metode belajarnya fun dan interaktif, jadi anak lebih enjoy belajar bahasa Inggris tanpa ngerasa bosan atau tertekan.
Si kecil belajar dalam kelas semi-private bareng native teacher dan tutor bersertifikasi Cambridge TKT, jadi bisa lebih aktif latihan speaking sambil membiasakan accent yang natural.
Semua keunggulan ini sudah bisa didapatkan mulai 70 ribu per sesi dan sudah terbukti bantu lebih dari 25.000 students makin mahir dan pede ngomong bahasa Inggris.
Jangan sia-siakan kesempatan buat coba free trial class-nya, apalagi ada promo potongan harga yang best deal banget!
Manfaat Digital Literacy bagi Anak dan Remaja
Tujuan digital literacy nggak hanya agar anak lebih aman saat online.
Kemampuan ini juga ikut membentuk cara mereka berpikir dan belajar saat kelak lebih mandiri memakai teknologi.
1. Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis
Anak jadi lebih sering mempertanyakan informasi yang mereka lihat.
Misalnya, mereka mulai kepikiran apakah sebuah pendapat yang ia lihat di FYP memang masuk akal dan punya bukti yang mendukung.
Kemampuan berpikir kritis inilah yang terasah saat anak punya kemampuan digital literacy yang baik.
2. Membantu Anak Belajar Lebih Efektif
Saat ada materi di sekolah yang sulit dipahami, anak bisa pakai teknologi untuk cari penjelasan tambahan yang lebih gampang.
Itulah kenapa digital literacy bisa jadi salah satu cara belajar efektif untuk memahami dan menguasai materi baru.
3. Mengembangkan Kemampuan Problem Solving
Digital literacy membantu anak terbiasa cari solusi saat ada masalah.
Misalnya, ketika file tugas nggak bisa dibuka, mereka bisa cari tahu penyebabnya sendiri dulu sebelum langsung minta bantuan.
4. Menumbuhkan Tanggung Jawab Digital
Anak juga belajar kalau apa yang dilakukan di dunia online juga bisa berdampak ke orang lain.
Contohnya, mereka akan mikir dulu sebelum berkomentar yang berpotensi menyakiti orang lain.
5. Mempersiapkan Future Skills
Digital literacy membantu anak tidak hanya memakai, tapi juga terbiasa memahami cara kerja teknologi.
Bekal ini akan berguna saat mereka kelak perlu belajar tools baru yang terus muncul seiring perkembangan dunia sekolah dan kerja.
Cara Meningkatkan Digital Literacy
Cara meningkatkan digital literacy bisa dimulai dari kebiasaan kecil sehari-hari, mulai dari cara anak berkomunikasi di internet sampai kebiasaan mengecek informasi sebelum percaya.
1. Ajarkan Etika Digital Sejak Dini
Anak perlu tahu kalau aturan sopan santun tetap berlaku baik di dunia nyata maupun di dunia maya.
Misalnya, kita nggak bisa asal upload foto teman tanpa izin atau meninggalkan komentar yang bernada menghina.
2. Ajak Anak Berdiskusi tentang Berita dan Informasi
Luangkan waktu untuk ajak anak ngobrolin hal-hal yang mereka lihat atau informasi yang mereka baca di internet.
Tanyakan bagaimana mereka menanggapinya dan ajak diskusi apakah cara tersebut sudah tepat.
Baca Juga: 12 Cara Meningkatkan Prestasi Akademik Anak, Wajib Dicoba!
3. Jadi Contoh Penggunaan Teknologi yang Sehat
Anak juga belajar digital literacy dari cara orang tua menggunakan teknologi sehari-hari.
Misalnya, jangan langsung share berita yang asal-usulnya belum jelas di grup WhatsApp keluarga atau sembarang klik link yang berisiko phishing.
4. Gunakan AI Secara Bijak
Kenalkan AI sebagai alat bantu, bukan justru yang mengerjakan semua tugas.
Kalau anak sedang mengerjakan PR, AI bisa dipakai untuk minta penjelasan tambahan di bagian-bagian sulit, tetapi jangan langsung menyalin jawabannya.
5. Belajar Mengevaluasi Kredibilitas Sumber
Ajarkan anak untuk tidak langsung percaya hanya karena sebuah informasi terasa meyakinkan.
Biasakan cek dulu dari mana sumbernya, lalu bandingkan dengan informasi dari situs yang lebih tepercaya.
6. Pelajari Dasar Keamanan Digital
Anak juga perlu dibiasakan menjaga akun mereka supaya tetap aman.
Ajarkan untuk jangan sembarang membagikan password dan hindari klik link yang dikirim dari akun nggak dikenal.
7. Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggris
Kemampuan bahasa Inggris juga mendukung digital literacy karena anak jadi lebih mudah memahami informasi di internet, termasuk mengenali pesan atau link mencurigakan yang ditulis dalam bahasa Inggris.
Punya digital literacy aja ternyata belum cukup kalau anak mentok saat menemukan sumber bacaan relevan yang cuma tersedia dalam bahasa Inggris.
Padahal, skill bahasa Inggris nggak cuma dipakai buat mengakses sumber informasi, tapi juga jadi investasi skill terbaik yang membuka kesempatan beasiswa, student exchange, kuliah di luar negeri, dan meraih karir impian di masa depan.
Jangan biarkan si kecil kehilangan head start yang seharusnya sudah bisa mereka miliki sejak sekarang.
Inilah waktu yang tepat untuk memulainya!
Sparks English hadir sebagai les bahasa Inggris anak usia 3–15 tahun yang proses belajarnya diawali dengan placement test, sehingga anak belajar dari level yang tepat.
Proses belajarnya juga dirancang fleksibel dan senyaman mungkin, bisa bebas pilih jadwal kelas tersedia dan lokasi center terdekat dari rumah.
Biayanya mulai dari Rp70 ribuan aja, pastinya worth it in this economy untuk bangun skill terbaik demi masa depan anak.
Udah dapat fasilitas belajar premium dengan harga seekonomis ini, yakin masih mau buang waktu cari-cari yang lain?
Coba free trial class dulu, mumpung ada promo potongan harga yang bikin harganya makin hemat!


