Banyak orang tua dan pendidik yang menyadari bahwa setiap anak memiliki cara belajar yang berbeda.
Salah satu metode yang terbilang efektif adalah metode multisensori.
Metode multisensori adalah cara belajar yang melibatkan beberapa indera sekaligus.
Lalu, apa yang membuatnya efektif dan mengapa banyak sekolah dan lembaga pendidikan mulai menerapkan pendekatan multisensori dalam proses belajar mengajar?
Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!
Apa Itu Metode Multisensori?
Metode multisensori adalah pendekatan pembelajaran yang melibatkan lebih dari satu indera secara bersamaan selama proses belajar.
Anak tidak hanya melihat atau mendengar informasi, tetapi juga menyentuh, bergerak, berbicara, bahkan melakukan aktivitas langsung yang berkaitan dengan materi yang dipelajari.
Dalam pembelajaran multisensori, berbagai saluran sensorik seperti visual (penglihatan), auditori (pendengaran), kinestetik (gerakan), dan taktil (sentuhan) digunakan secara terpadu.
Tujuannya adalah membantu otak memproses informasi dengan lebih efektif sehingga pemahaman dan daya ingat anak menjadi lebih kuat.
Pendekatan ini sangat cocok diterapkan pada anak usia dini hingga usia sekolah dasar karena sesuai dengan cara alami anak belajar melalui pengalaman langsung.
Mengapa Pembelajaran Multisensori Efektif Secara Ilmiah?
Secara ilmiah, otak manusia memproses informasi melalui jalur sensorik yang berbeda.
Ketika anak belajar menggunakan multiple senses (banyak indra), otak akan membentuk jaringan sinapsis yang lebih kuat dan saling terhubung.
Berbagai studi dalam bidang psikologi kognitif dan neurosains, termasuk penelitian berbasis pendekatan Orton-Gillingham yang fokus pada literasi menunjukkan bahwa stimulasi multisensori mengaktifkan area otak yang lebih luas.
Penelitian dari National Institute of Child Health and Human Development (NICHD) juga membuktikan bahwa anak yang diajar dengan metode multisensori menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan membaca, mengeja, dan retensi bahasa jangka panjang dibandingkan anak yang belajar dengan metode konvensional berbasis visual saja.
Bagi anak-anak, proses belajar yang melibatkan aktivitas aktif juga membantu menjaga fokus dan mengurangi kejenuhan.
Mereka tidak hanya menjadi penerima informasi pasif, tetapi berpartisipasi langsung dalam proses pembelajaran.
Karena alasan inilah banyak program pendidikan modern, termasuk pembelajaran bahasa Inggris untuk anak, mulai mengadopsi pendekatan multisensori sebagai bagian penting dari metode pengajaran mereka.
Manfaat Pembelajaran Metode Multisensori bagi Anak
Menerapkan metode multisensori sejak dini memberikan banyak keuntungan bagi perkembangan akademis dan kognitif anak, antara lain:
1. Meningkatkan Pemahaman Konsep yang Abstrak
Beberapa konsep pelajaran sulit dipahami hanya melalui penjelasan verbal.
Dengan menggunakan alat bantu visual, benda nyata, gerakan, atau simulasi, anak dapat memahami konsep yang abstrak menjadi lebih konkret dan mudah dipahami.
Dalam pembelajaran bahasa Inggris, misalnya, kosakata tentang emosi atau aktivitas dapat lebih mudah dipahami melalui gambar, ekspresi wajah, dan permainan peran.
2. Meningkatkan Daya Ingat Anak
Ketika informasi diterima melalui banyak jalur sensorik, otak memiliki lebih banyak “jejak memori” untuk mengingatnya kembali.
Anak yang belajar sambil melihat gambar, mendengar suara, mengucapkan kata, dan melakukan gerakan biasanya lebih mudah mengingat materi dibandingkan hanya membaca atau mendengarkan saja.
Baca Juga: 10 Cara Meningkatkan Daya Ingat Anak dan Daya Tangkapnya
3. Meningkatkan Keterlibatan dan Motivasi Belajar Anak
Belajar menjadi lebih menyenangkan ketika anak aktif bergerak, bermain, bernyanyi, atau melakukan eksperimen sederhana.
Aktivitas yang interaktif membuat anak lebih antusias mengikuti pembelajaran dan mengurangi risiko kehilangan fokus.
Motivasi belajar yang tinggi pada akhirnya berdampak positif terhadap hasil belajar mereka.
4. Mengakomodasi Anak dengan Gaya Belajar Beragam
Setiap anak memiliki preferensi gaya belajar yang berbeda.
Ada yang lebih mudah memahami informasi secara visual, sementara yang lain lebih responsif terhadap aktivitas fisik atau pendengaran.
Melalui metode multisensori, berbagai kebutuhan belajar tersebut dapat terakomodasi secara bersamaan.
Contoh Penerapan Pembelajaran Multisensori
Berikut adalah beberapa contoh nyata bagaimana pembelajaran multisensori dapat diterapkan dalam aktivitas belajar sehari-hari:
1. Belajar Berhitung Menggunakan Benda Sekitar
Anak dapat menggunakan balok, kancing, mainan, atau benda sehari-hari untuk memahami konsep angka dan operasi matematika sederhana.
Aktivitas ini membantu mereka melihat dan merasakan konsep yang dipelajari.
2. Membaca dengan Huruf Timbul atau Flashcard
Huruf timbul memungkinkan anak mengenali bentuk huruf melalui sentuhan.
Sementara itu, flashcard dengan gambar menarik membantu menghubungkan kata dengan makna secara visual.
Dalam pembelajaran bahasa Inggris, metode ini efektif untuk memperkenalkan kosakata baru.
3. Menghafal Materi Melalui Lagu dan Musik
Musik membantu anak mengingat pola bahasa, kosakata, maupun konsep tertentu dengan lebih mudah.
Banyak anak dapat mengingat lagu berbahasa Inggris lebih cepat dibandingkan menghafal daftar kata secara tradisional.
4. Menggunakan Gerakan Tubuh Saat Belajar
Metode Total Physical Response (TPR) merupakan salah satu contoh penerapan pendekatan multisensori dalam pembelajaran bahasa.
Saat guru mengatakan “jump”, “run”, atau “clap”, anak melakukan gerakan yang sesuai.
Aktivitas ini membantu menghubungkan bahasa dengan pengalaman fisik secara langsung.
5. Praktik Langsung Melalui Eksperimen Sederhana
Eksperimen sederhana memungkinkan anak belajar melalui observasi dan pengalaman nyata.
Misalnya, saat mempelajari konsep sains, anak dapat melakukan percobaan sederhana yang melibatkan pengamatan visual dan aktivitas fisik.
6. Bermain Peran untuk Melatih Kemampuan Bahasa
Role play atau bermain peran membantu anak meningkatkan kemampuan bahasa dalam konteks nyata.
Mereka dapat berpura-pura menjadi pelanggan di toko, dokter, guru, atau karakter lain sambil menggunakan kosakata dan kalimat bahasa Inggris yang sedang dipelajari.
7. Kegiatan Seni sebagai Media Pembelajaran
Menggambar, mewarnai, membuat kerajinan tangan, atau proyek kreatif lainnya dapat digunakan untuk memperkuat pemahaman materi.
Misalnya, anak membuat poster tentang hewan dalam bahasa Inggris sambil mempelajari nama-nama hewan dan karakteristiknya.
8. Belajar Bahasa melalui Permainan
Permainan edukatif merupakan salah satu bentuk pembelajaran multisensori yang sangat disukai anak-anak.
Board game, memory game, scavenger hunt, hingga permainan digital interaktif dapat membantu anak mempelajari kosakata, tata bahasa, dan keterampilan komunikasi dengan cara yang menyenangkan.
Melalui pendekatan multisensori, anak tidak hanya belajar secara pasif, tetapi juga mengalami langsung proses belajar melalui aktivitas yang menyenangkan dan bermakna.
Hal inilah yang membuat pembelajaran multisensori menjadi salah satu metode yang sangat relevan untuk pendidikan anak masa kini, termasuk dalam pembelajaran bahasa Inggris.
Baca Juga: Apa Itu Metode Montessori? Kenali Prinsip dan Manfaatnya untuk Anak
Di masa golden age, pendekatan ini memberikan dampak yang jauh lebih besar karena otak anak paling mudah menyerap bahasa baru lewat pengalaman langsung yang melibatkan semua inderanya.
Banyak orang tua menyesal tidak memberikan stimulasi bahasa Inggris yang tepat lebih awal.
Padahal semakin kaya pengalaman belajar yang anak dapatkan di usia ini, semakin kuat fondasi bahasa Inggris yang terbentuk untuk masa depannya.
Jika Moms & Dads mencari kursus Bahasa Inggris anak dengan metode multisensori, Sparks English adalah tempatnya!

Di Sparks English, anak-anak belajar bahasa Inggris melalui berbagai aktivitas interaktif dan fun.
Mulai dari permainan edukatif, lagu, gerakan tubuh, role play, hingga proyek kreatif, setiap kegiatan membantu anak memahami Bahasa Inggris secara alami dan menyenangkan.
Biaya per kelasnya ekonomis, mulai dari 70 ribu sudah dapat kelas semi-private dibimbing native speaker dan tutor bersertifikat Cambridge TKT.
Lebih dari 25.000 students berhasil lebih percaya diri berbahasa Inggris dalam waktu 6 bulan!
Ayo daftarkan si kecil free trial class sekarang dan klaim promo potongan harga untuk dapat harga yang lebih hemat!


