Tahukah Moms & Dads bahwa permainan puzzle, balok LEGO, atau origami, adalah beberapa contoh aktivitas bermain yang juga mengasah otak.
Ada banyak sekali jenis permainan mengasah otak anak SD yang bisa membantu anak belajar fokus, berpikir kreatif, problem solving, hingga kemampuan berbahasa.
Di artikel ini, kita akan mempelajari alasan pentingnya permainan untuk perkembangan otak dan contoh-contoh permainan asah otak anak yang bisa jadi pilihan untuk si kecil!
- Mengapa Permainan Penting untuk Perkembangan Otak Anak?
- Permainan Mengasah Otak Anak yang Wajib Dicoba
Mengapa Permainan Penting untuk Perkembangan Otak Anak?
Bagi anak, permainan bisa jadi bukan sekadar hiburan.
Proses bermain bisa menjadi cara alami bagi anak untuk belajar, mencoba strategi, mengatur emosi, hingga berkomunikasi.
Beberapa alasan pentingnya permainan untuk perkembangan otak anak antara lain:
- Melatih fokus dan konsentrasi: Anak belajar menyelesaikan permainan sampai tuntas, misalnya menyusun puzzle atau mengikuti aturan permainan.
- Mengembangkan kemampuan problem solving: Anak berusaha mencari solusi saat menghadapi tantangan dalam permainan.
- Mendorong kreativitas dan imajinasi: Permainan seperti origami, menggambar, ataupun balok bongkar pasang membantu anak berimajinasi membentuk suatu benda.
- Melatih daya ingat: Flashcard, tebak gambar, atau tebak kata membantu anak mengingat gambar, kosakata, atau urutan.
- Mengasah kemampuan bahasa dan berkomunikasi: Permainan seperti storytelling mengasah otak anak untuk mengeluarkan kosakata dan menyusunnya menjadi kalimat yang bisa dimengerti.
- Membantu regulasi emosi: Permainan dengan aturan tertentu mengajarkan anak menunggu giliran dan menghadapi kekalahan, sehingga anak belajar untuk mengelola emosinya.
- Mendukung kemampuan sosial: Jika permainan dimainkan bersama, anak akan belajar bekerja sama, berdiskusi, juga lebih memahami orang lain.
Hal ini sejalan dengan laporan klinis American Academy of Pediatrics yang menyebutkan bahwa bermain berperan penting dalam mendukung perkembangan sosial-emosional, kognitif, bahasa, hingga regulasi diri anak.
Baca Juga: Perkembangan Otak Anak: Tahapan Penting dan Cara Mengoptimalkannya
Permainan Mengasah Otak Anak yang Wajib Dicoba
Sekarang sebuah pertanyaan mungkin muncul di benak Moms & Dads, yaitu “Apa saja game mengasah otak anak yang bisa dicoba bersama si kecil?”
Berikut ini beberapa game asah otak anak yang bisa Moms & Dads coba:
1. Puzzle

Permainan yang cukup klasik ini masih sangat relevan dimainkan.
Bahkan, permainan ini juga punya banyak manfaat untuk anak.
Saat bermain puzzle, anak akan terlatih berpikir runtut, mengenal bentuk, dan menyelesaikan masalah secara bertahap.
Bermain puzzle dapat membantu melatih kemampuan mengenali pola, melatih konsentrasi, koordinasi mata dan tangan, ketelitian, hingga kesabaran pada anak.
2. Tebak Gambar
Tebak gambar bisa menjadi permainan yang menyenangkan untuk melatih kemampuan visual, daya ingat, kecepatan berpikir, hingga kemampuan bahasa.
Permainannya bisa dibuat dengan flashcard, buku gambar, buku cerita, mainan, atau benda-benda di rumah.
Cara mainnya simpel, orang tua menunjuk gambar hewan, kendaraan, atau benda sehari-hari dan meminta anak menebak namanya.
Bisa juga dikembangkan dengan meminta anak menyebutkan ciri-cirinya, seperti warna, bentuk, suara, atau kegunaan benda tersebut.
3. Susun Balok
Menyusun balok membantu anak memahami bentuk, ukuran, dan keseimbangan.
Saat anak mencoba menyusun balok terlalu tinggi lalu roboh, anak akan belajar sebab akibat dan memahami bahwa susunannya perlu dibuat lebih stabil.
Permainan susun balok seperti ini dapat melatih motorik halus, logika spasial, koordinasi tangan, hingga kreativitas.
4. Memory Game
Memory game adalah permainan mencocokkan kartu yang melatih anak mengingat posisi gambar.
Dalam permainan ini, orang tua bisa menyiapkan beberapa pasang kartu bergambar yang sama, lalu meletakkannya dalam posisi tertutup.
Anak diminta membuka dua kartu secara bergantian.
Jika gambar dua kartu sama, anak berhasil menemukan pasangannya.
Jika berbeda, kartu ditutup kembali dan anak perlu mengingat posisi gambar tersebut untuk giliran menebak berikutnya.
Permainan ini bisa membantu melatih daya ingat, fokus, konsentrasi, kemampuan mengenali pola, serta ketelitian anak.
Moms & Dads tahu nggak kalau di usia SD, kemampuan anak menyerap hal baru juga lagi cepat berkembang, termasuk saat belajar bahasa Inggris.
Banyak orang tua mulai sadar bahwa bahasa Inggris sebaiknya dikenalkan sejak dini karena jauh lebih mudah diserap saat anak masih kecil.
Demi masa depan si kecil yang cerah, ayo ajak anak belajar bahasa Inggris di Sparks English!
Di Sparks English, anak belajar lewat metode interaktif dan dibimbing sampai benar-benar paham.
Anak akan belajar grammar, kosakata, hingga speaking yang bikin anak lebih percaya diri berbahasa Inggris.
Lebih dari 25.000 students sudah buktikan hasilnya!
Bisa coba kelas trial gratisnya dulu lho, selagi ada promo nih!
5. LEGO atau Bongkar Pasang
Berbeda dengan balok biasa, LEGO mengajak anak merakit bagian-bagian kecil yang perlu dipasang dan dilepas dengan teliti.
Dari kegiatan ini anak belajar mengontrol gerakan jari serta menekan kepingan yang melatih perkembangan motorik halusnya.
Selain itu, permainan bongkar pasang seperti ini juga melatih kreativitas, koordinasi mata dan tangan, perencanaan, logika, dan imajinasi.
Baca Juga: 10 Ide Mainan Edukasi Anak 3 Tahun, Jangan Salah Pilih!
6. Catur atau Dam
Jika anak sudah mulai memahami aturan permainan, orang tua bisa memperkenalkan permainan catur atau dam.
Untuk awal, mulai saja dengan aturan dasar, seperti bagaimana cara bidak bergerak, cara menyerang, dan cara mempertahankan posisi.
Permainan ini melatih kemampuan anak berpikir strategis, perencanaan, pengambilan keputusan, hingga kemampuan memprediksi konsekuensi.
7. Scrabble Junior

Scrabble Junior bisa menjadi pilihan permainan menarik bagi anak yang mulai mengenal huruf dan kata.
Lewat permainan ini, anak diajak menyusun huruf-huruf menjadi kata sederhana.
Aktivitas menyusun kata pada Scrabble Junior terasa seperti bermain, namun sebenarnya anak sedang belajar.
Mereka mengenal huruf, memperkaya kosakata, dan berpikir kreatif.
8. Tebak Kata
Permainan ini cukup sederhana namun sangat baik untuk mengasah kemampuan bahasa, daya ingat, dan komunikasi anak.
Permainan tebak kata bisa dilakukan secara lisan atau menggunakan kartu.
Misalnya orang tua bertanya, “Aku hewan yang punya telinga panjang dan suka sekali wortel. Siapakah aku?”, atau “Aku berjalan dengan rumah di punggungku. Siapakah aku?”.
Dari pertanyaan ini anak akan belajar memahami deskripsi dan menghubungkannya dengan jawaban yang tepat.
9. Permainan Storytelling
Permainan storytelling bisa dilakukan dengan menceritakan objek tertentu yang disukai anak, seperti boneka, mainan, atau cerita sehari-hari.
Misalnya, orang tua meminta anak membuat cerita tentang camping ke kaki gunung bersama keluarga.
Permainan ini melatih anak berimajinasi, menyusun narasi dan kosakata, mengekspresikan emosi, dan kemampuan menyusun alur cerita.
10. Sudoku Anak
Sudoku untuk anak bisa dibuat lebih sederhana daripada untuk dewasa.
Orang tua bisa menggunakan angka, warna, gambar, atau bentuk agar lebih mudah dipahami anak.
Tujuan permainan ini bukan menyelesaikan soal yang sulit, tapi membantu anak mengenal pola dan memahami aturan permainan.
Sudoku anak dapat melatih logika, fokus, kemampuan mengenali pola, dan ketelitian.
11. Congklak
Salah satu permainan tradisional menyenangkan ini juga bisa menjadi permainan asah otak anak.
Saat bermain congklak, anak belajar menghitung dan memindahkan biji, memperkirakan langkah, dan menentukan strategi.
Permainan ini juga mengajarkan anak untuk sabar menunggu giliran.
Manfaat congklak mencakup kemampuan berhitung, strategi, kesabaran, koordinasi tangan, konsentrasi, dan pengambilan keputusan.
12. Origami
Origami, atau seni melipat kertas, adalah aktivitas menyenangkan yang membutuhkan fokus dan ketelitian.
Origami melatih anak mengikuti instruksi langkah demi langkah. Dari selembar kertas, anak bisa membuat bentuk sederhana seperti kapal, burung, hewan, atau bunga.
Permainan ini bermanfaat untuk motorik halus, konsentrasi, ketelitian, kesabaran, pemahaman instruksi, kreativitas, serta koordinasi mata dan tangan.
13. Mewarnai dan Menggambar
Mewarnai dan menggambar memberi ruang bagi anak untuk mengekspresikan ide dan imajinasinya.
Permainan ini bisa dilakukan oleh anak dari berbagai rentang usia.
Dari mulai menggambar bentuk sederhana hingga menggambar keluarga, rumah, hewan kesukaan, dan benda yang dilihat anak sehari-hari.
Aktivitas ini mengembangkan kreativitas, motorik halus, pengenalan warna, dan ekspresi diri.
14. Berburu Harta Karun
Jika mencari permainan yang seru sekaligus menantang, berburu harta karun bisa menjadi pilihan.
Orang tua bisa menyembunyikan benda tertentu di rumah dan memberikan petunjuk pada anak berupa gambar, kalimat pendek, atau instruksi arah untuk menemukannya.
Tingkat kesulitan petunjuk bisa disesuaikan dengan usia anak.
Permainan ini melatih kemampuan problem solving, kemampuan mengikuti instruksi, mengasah logika, dan rasa ingin tahu.
15. Rubik
Anak yang sudah lebih besar dan menyukai game mengasah logika bisa dikenalkan dengan rubik.
Anak tidak harus langsung bisa menyelesaikan rubik.
Permainannya bisa dimulai dengan mengenal warna, pola, gerakan, atau mencoba strategi sederhana.
Dari bermain rubik, anak belajar ketelatenan dalam menyelesaikan tantangan.
Permainan ini juga melatih logika spasial, konsentrasi, kesabaran, daya ingat, hingga strategi.
Baca Juga: 15 Kegiatan Anak SD di Rumah yang Seru dan Anti Bosan
Permainan mengasah otak bisa menjadi cara sederhana membantu si kecil belajar banyak hal, mulai dari fokus, daya ingat, logika, kreativitas, sampai kemampuan bahasa, dan komunikasi.
Kalau bermain bisa jadi media belajar, belajar pun bisa terasa seseru bermain di Sparks English!
Kursus bahasa Inggris Sparks English memiliki tutor berpengalaman dan bersertifikasi Cambridge TKT, yang memiliki bekal pengetahuan mengajar bahasa Inggris sesuai usia, level, dan kebutuhan anak.
Kelasnya dirancang fun lewat aktivitas interaktif, permainan, cerita, dan kegiatan kreatif, sehingga proses belajar terasa lebih natural.
Hasilnya, anak nggak cuma paham bahasa Inggris, tapi juga lebih percaya diri untuk menggunakannya di kehidupan sehari-hari.
Kelasnya juga terjangkau, mulai Rp70 ribuan per kelas dengan kelas semi-private.
Yuk coba kelas trial gratis sekarang dan dapatkan extra discount sebelum promonya berakhir!



