Pengen bilang “bodo amat” dalam bahasa Inggris, tapi bosan pakai I don’t care terus?
Mau pakai whatever, takut malah terkesan kasar. Kalau mau yang lebih sopan, harus bilang apa, ya?
Ternyata, bahasa Inggris bodo amat punya banyak variasi, lho guys!
Meskipun artinya mirip, masing-masing ungkapan bisa memberikan kesan berbeda, mulai dari cuek, santai, sampai terdengar kasar.
Biar nggak salah pilih kata, yuk kenali berbagai ungkapan bahasa Inggris bodo amat beserta arti, contoh percakapan, dan alternatif yang lebih sopan!
- Apa Bahasa Inggrisnya Bodo Amat?
- Ungkapan Bodo Amat dalam Bahasa Inggris
- Ungkapan Bodo Amat Bahasa Inggris yang Lebih Sopan
Apa Bahasa Inggrisnya Bodo Amat?
Dalam bahasa Indonesia, bodo amat adalah ungkapan yang menunjukkan sikap acuh tak acuh terhadap suatu hal.
Sedangkan bahasa Inggris bodo amat punya padanan katanya cukup banyak, dan itu kembali pada konteks dan kesan yang ingin disampaikan.
Yang paling populer digunakan adalah “I don’t care”, yang secara harfiah berarti “Aku tidak peduli”.
Masih ada beberapa bodo amat bahasa Inggris yang sering digunakan juga, seperti whatever dan I couldn’t care less.
Ungkapan Bodo Amat dalam Bahasa Inggris
Padanan kata bodo amat bahasa Inggris ada bermacam-macam guys, mulai dari I don’t care, whatever, sampai suit yourself.
Meski memiliki makna yang mirip dengan “bodo amat”, setiap ungkapan bisa menimbulkan kesan dan memiliki konteks penggunaan yang berbeda.
1. I Don’t Care
Ungkapan bahasa Inggris bodo amat yang pertama dan paling umum adalah I don’t care, yang artinya ‘aku tidak peduli’.
Ungkapan ini diucapkan ketika sesuatu nggak terasa penting untukmu atau kamu nggak mau memikirkannya.
Nadanya terdengar tegas. Di beberapa momen, bahkan bisa jadi kasar kalau kamu ucapkan saat seseorang sedang membicarakan hal yang penting baginya.
Contoh percakapan 1:
Nina: People say your music is too loud. (Orang-orang bilang musikmu terlalu keras.)
Rafi: I don’t care. I like it. (Aku nggak peduli. Aku suka musiknya.)
Contoh percakapan 2:
Dian: I’ve spent ages choosing between these two outfits. Which one do you like better? (Aku dari tadi bingung memilih di antara dua baju ini. Menurutmu, yang mana lebih bagus?)
Tari: I don’t care. Just wear whichever one you want. (Aku nggak peduli. Pakai aja yang kamu mau.)
2. Whatever
Whatever juga bisa jadi pilihan ungkapan bahasa Inggris bodo amat, yang arti harfiahnya adalah ‘apa pun’, atau bisa juga diartikan ‘terserah’.
Ungkapan ini bisa digunakan saat kamu nggak mempermasalahkan pilihan yang tersedia.
Di sisi lain, ini juga bisa menunjukkan sikap acuh tak acuh atau kesal, tergantung konteks dan nada bicara.
Kesan yang timbul saat mengatakan ini bisa terdengar mengesalkan dan meremehkan jika diucapkan singkat dan dengan nada ketus.
Contoh percakapan 1:
Maya: Do you want pizza or noodles? (Kamu mau pizza atau mi?)
Dito: Whatever. I’m fine with either. (Terserah. Aku cocok dengan keduanya.)
Contoh percakapan 2:
Dina: I’m sorry I forgot to call you yesterday. (Maaf, kemarin aku lupa meneleponmu.)
Riko: Whatever. You always forget. (Bodo amat. Kamu selalu aja lupa.)
3. I Couldn’t Care Less
Kalau ungkapan yang digunakan saat kamu ingin menegaskan bahwa kamu sama sekali nggak peduli terhadap sesuatu, kamu bisa katakan I couldn’t care less.
I couldn’t care less kurang lebih punya arti “aku sama sekali nggak peduli”.
Dibandingkan I don’t care, ungkapan ini kesannya lebih kuat dan bisa terasa dingin banget kalau diucapkan kepada orang lain.
Contoh percakapan 1:
Lena: People are still talking about your old haircut. (Orang-orang masih membicarakan model rambutmu dulu.)
Arman: I couldn’t care less. It was years ago. (Aku sama sekali nggak peduli. Itu sudah lama sekali.)
Contoh percakapan 2:
Riko: They changed the café’s logo again. (Logo kafenya diganti lagi.)
Mira: I couldn’t care less. I just want them to keep the coffee good. (Aku sama sekali nggak peduli. Yang penting kopinya tetap enak.)
4. Who Cares?
Who cares? secara harfiah berarti “siapa yang peduli?”.
Ungkapan ini menunjukkan bahwa kamu menganggap sesuatu itu adalah hal yang nggak penting.
Namun, jika diucapkan dengan nada ketus, who cares? bisa terdengar jadi meremehkan atau bahkan menantang.
Contoh percakapan 1:
Lisa: I worked really hard on this presentation, and I’m nervous about what the team will think. (Aku sudah berusaha keras menyiapkan presentasi ini, dan aku khawatir dengan pendapat tim.)
Seroja: Who cares? It’s just a presentation. (Memangnya siapa yang peduli? Itu cuma presentasi.”)
Contoh percakapan 2:
Nina: We didn’t win the game. (Kita kalah dalam pertandingan.)
Ganesh: Who cares? We had fun playing. (Memangnya kenapa? Yang penting kita seru-seruan main.)
5. It’s None of My Business
It’s none of my business artinya “itu bukan urusanku”.
Ungkapan ini digunakan saat kamu memilih untuk nggak ikut campur dalam urusan orang lain.
Ungkapan ini bisa terdengar netral jika diucapkan dengan tenang, tetapi juga dapat memberi kesan menjaga jarak.
Contoh percakapan 1:
Dian: Do you know why they argued? (Kamu tahu kenapa mereka bertengkar?)
Eko: I don’t know, and it’s none of my business. (Nggak tahu, dan itu bukan urusanku.)
Contoh percakapan 2:
Yudi: Did you hear that Maya might be moving to another city? (Kamu dengar Maya mungkin akan pindah ke kota lain?)
Tio: I did, but it’s none of my business unless she wants to tell me. (Dengar, sih. Tapi itu bukan urusanku, kecuali dia sendiri yang mau cerita.)
6. That’s Not My Problem
Ungkapan bodo amat atau aku tidak peduli bahasa Inggris juga bisa menggunakan that’s not my problem yang berarti “itu bukan masalahku” atau “itu bukan urusanku”.
Ungkapan ini digunakan saat kamu merasa nggak terkait atau nggak bertanggung jawab atas masalah yang sedang dibicarakan.
Nadanya bisa terdengar keras atau tidak peduli, jadi sebaiknya gunakan dengan hati-hati.
Contoh percakapan 1:
Dani: The printer is out of ink. Can you fix it? (Tinta printernya habis. Bisa kamu urus?)
Siska: I’m not in charge of the office supplies. That’s not my problem. (Aku bukan penanggung jawab perlengkapan kantor. Jadi, itu bukan urusanku.)
Contoh percakapan 2:
Ria: I forgot to charge my phone. Can I borrow yours all day? (Aku lupa mengecas ponselku. Boleh pinjam ponselmu seharian?)
Rahman: That’s not my problem. I need my phone for work. (Itu bukan urusanku. Aku perlu ponselku untuk bekerja.)
7. So What?
So what? adalah ungkapan yang digunakan saat kamu merasa sesuatu nggak terlalu penting untuk dikhawatirkan.
Artinya secara harfiah adalah “lalu apa?”, atau bisa juga berarti “memangnya kenapa?”.
Perhatikan nada bicaramu karena so what? bisa banget terdengar defensif atau menantang.
Contoh percakapan 1:
Rina: You made a small mistake in the report. (Ada sedikit kesalahan di laporanmu.)
Fajar: So what? I can correct it before the meeting. (Memangnya kenapa? Masih bisa kuperbaiki sebelum rapat.)
Contoh percakapan 2:
Doni: You’re wearing sneakers to the picnic. (Kamu pakai sepatu olahraga ke acara piknik.)
Alya: So what? They’re comfortable. (Memangnya kenapa? Sepatunya nyaman, kok.)
8. Suit Yourself
Ungkapan suit yourself bisa digunakan ketika seseorang memilih untuk melakukan sesuatu yang berbeda dari saranmu.
Kalau secara arti, suit yourself ini berarti “terserah kamu” atau “lakukan saja sesukamu”.
Nadanya bisa terdengar biasa saja, tetapi juga dapat terasa kesal atau menyindir jika diucapkan dengan ketus.
Contoh percakapan 1:
Fani: I think I’ll walk home instead of taking a taxi. (Kayaknya aku jalan kaki saja pulang, nggak usah naik taksi.)
Riko: Suit yourself. It might rain, though. (Ya terserah. Tapi mungkin nanti hujan.)
Contoh percakapan 2:
Maya: I’m going to skip the movie and stay home. (Aku nggak ikut nonton. Mau di rumah saja.)
Ryuka: Suit yourself. We’ll be back by nine. (Ya terserah. Kami pulang sebelum jam sembilan.)
Sampai sejauh ini kita belajar kalau menerjemahkan bahasa Inggris bodo amat itu nggak bisa kata per kata ya, guys!
Dalam menyampaikannya, kamu juga perlu memperhatikan gimana konteks dan nada bicaranya supaya nggak terkesan kasar atau malah menyinggung orang lain.
Nah, kemampuan memilah ungkapan mana yang sesuai dengan konteks tertentu bisa diasah kalau kamu terbiasa mempraktikkan bahasa Inggris dalam percakapan langsung, bukan cuma menghafal arti ungkapan per ungkapannya.
Mau lancar bahasa Inggris dalam 6 bulan? Ikut les bahasa Inggris akan sangat membantu!

Sparks English hadir untuk anak usia 3-18 tahun belajar bahasa Inggris dengan kurikulum CEFR dan full English environment.
Setiap sesi dirancang biar kamu nggak cuma duduk dengerin teacher, tapi langsung praktek lewat diskusi, latihan speaking aktif, sampai mini project yang bikin proses belajar lebih menyenangkan dan aplikatif.
Apalagi kelasnya semi-private dibimbing native teacher dan Cambridge TKT certified teacher yang beri kamu lebih banyak ruang untuk aktif speaking dan dapat feedback yang lebih personal.
Semua ini bisa didapat mulai Rp70 ribu per kelas dan hasilnya sudah dibuktikan oleh lebih dari 25.000 students yang jadi jago dan percaya diri berbahasa Inggris bersama Sparks English!
Coba kelas trial gratisnya dulu, selagi ada diskon Rp1 juta kalau daftar trial sekarang juga!
Ungkapan Bodo Amat Bahasa Inggris yang Lebih Sopan
Beberapa ungkapan berikut adalah cara menyampaikan “bodo amat” dengan lebih sopan.
Konteksnya macam-macam, ada yang menunjukkan bahwa kamu nggak keberatan dengan pilihan orang lain, ada pula yang digunakan untuk menolak tawaran dengan lebih halus.
1. It Doesn’t Matter to Me
Kalau suatu pilihan nggak berpengaruh bagimu dan kamu mau mengutarakannya dengan sopan, kamu bisa mengatakan It doesn’t matter to me.
Artinya it doesn’t matter to me adalah “itu nggak masalah untukku” Ungkapan ini biasanya terdengar netral, bukan cuek atau ketus.
Contoh percakapan 1:
Tian: Would you like to sit by the window or near the door? (Kamu mau duduk dekat jendela atau dekat pintu?)
Putri: It doesn’t matter to me. You can choose. (Aku sih bebas. Kamu saja yang pilih.)
Contoh percakapan 2:
Mira: Is it okay if we move the meeting to Thursday? (Kalau rapatnya kita pindah ke hari Kamis, kamu bisa?)
Bani: It doesn’t matter to me. Thursday works just as well. (Bisa. Hari Kamis juga oke buatku.)
2. I’m Fine Either Way
I’m fine either way berarti “aku nggak keberatan, dua-duanya nggak masalah”.
Kamu bisa mengatakan ini saat kamu punya pilihan, tetapi nggak terlalu mempersoalkan mana yang akhirnya dipilih.
Contoh percakapan 1:
Mira: Would you rather eat here or take the food home? (Kamu mau makan di sini atau bawa pulang saja?)
Dani: I’m fine either way. (Bebas aja. Dua-duanya nggak masalah, kok.)
Contoh percakapan 2:
Rani: Should we drive or take the train? (Kita naik mobil atau kereta?)
Tio: I’m fine either way. Let’s do whatever’s easier for you. (Dua-duanya nggak masalah. Pilih yang paling gampang buatmu aja.)
3. That’s Your Choice
Saat ingin menegaskan bahwa keputusan ada di tangan orang lain, kamu bisa mengatakan that’s your choice atau “itu pilihanmu”.
Meski sopan, ungkapan ini bisa terdengar dingin jika disampaikan begitu saja. Kamu bisa menambahkan kalimat yang menunjukkan perhatian agar terasa lebih ramah.
Contoh percakapan 1:
Ryan: I’m thinking of changing my major. (Aku sedang mempertimbangkan untuk pindah jurusan.)
Anti: That’s your choice. Just make sure you’ve thought it through. (Itu keputusanmu. Pastikan saja kamu sudah memikirkannya matang-matang.)
Contoh percakapan 2:
Sahal: I might take a year off before starting college. (Mungkin aku mau jeda setahun sebelum mulai kuliah.)
Dwi: That’s your choice. I hope you choose what feels right for you. (Itu keputusanmu. Semoga kamu memilih yang memang terasa tepat buatmu.)
Baca Juga: 70+ Singkatan Bahasa Inggris Gaul dan Artinya Terbaru 2026
4. It’s Up to You
Kalau kamu ingin menyerahkan keputusan pada lawan bicara, It’s up to you bisa dipakai sebagai versi lebih sopan dari whatever.
Arti dari it’s up to you “terserah kamu” atau “keputusannya ada padamu”.
Contoh percakapan 1:
Ari: Should I book the morning or afternoon train? (Aku sebaiknya pesan kereta pagi atau sore?)
Amel: It’s up to you. Choose whichever is more convenient. (Terserah kamu. Pilih saja yang paling nyaman.)
Contoh percakapan 2:
Tita: Do you want me to invite the whole team? (Kamu mau aku undang seluruh tim?)
Bayu: It’s up to you. You know the group better than I do. (Terserah kamu. Kamu lebih mengenal kelompoknya daripada aku.)
5. This May Not Be Worth My Time
Kalau kamu sedang berada dalam suatu diskusi yang kamu rasa nggak perlu dilanjutkan, kamu bisa pakai ungkapan this may not be worth my time.
Arti ungkapan ini adalah “ini mungkin nggak sepadan dengan waktuku”.
Meski kalimatnya terdengar sopan karena memakai may, kalimat ini tetap bisa terasa meremehkan.
Agar lebih sopan, sampaikan juga alasannya atau usulkan cara lain.
Contoh percakapan 1:
Reno: Do you want to keep arguing about the same issue? (Kamu mau terus berdebat soal masalah yang sama?)
Rio: I don’t think this is worth my time. Let’s focus on finding a solution instead. (Sepertinya membahas ini terus nggak sepadan dengan waktuku. Lebih baik kita fokus mencari solusinya.)
Contoh percakapan 2:
Vivi: Should we attend another meeting to discuss the same updates? (Kita perlu ikut rapat lagi untuk membahas perkembangan yang sama?)
Risang: This may not be worth my time. Could you send me the main points instead? (Sepertinya rapat ini kurang sepadan dengan waktuku. Bisa kirimkan poin-poin utamanya saja?)
6. That’s Not My Priority
Ketika ada hal lain yang perlu kamu dahulukan, kamu bisa mengatakan that’s not my priority yang artinya “itu bukan prioritasku” pada hal lain yang mungkin menyita waktu.
Ungkapan ini membantu menjelaskan bahwa kamu sedang memusatkan perhatian pada hal lain.
Agar nggak terdengar menolak mentah-mentah, kamu bisa tambahkan penjelasan.
Contoh percakapan 1:
Irman: Can you help organize the social event this week? (Bisa bantu mengatur acara sosial minggu ini?)
Ali: I’m sorry, but that’s not my priority this week. I need to finish the project report first. (Maaf, minggu ini aku harus mendahulukan hal lain. Laporan proyeknya perlu kuselesaikan dulu.)
Contoh percakapan 2:
Rama: Can we work on the presentation design today? (Hari ini kita bisa mengerjakan desain presentasinya?)
Sinta: That’s not my priority right now. I need to prepare the data first. (Untuk sekarang, itu belum jadi prioritasku. Aku perlu menyiapkan datanya dulu.)
Baca Juga: Apa Itu Dry Text? Ini Penyebab, Contoh & Cara Menghindarinya
7. Sorry, I’m Not Interested
Untuk menolak tawaran atau ajakan secara sopan, kamu bisa menggunakan sorry, I’m not interested, yang artinya “maaf, aku tidak tertarik”.
Kalimat ini menyampaikan penolakan dengan jelas.
Kamu juga bisa menambahkan ucapan terima kasih agar terdengar lebih ramah.
Contoh percakapan 1:
Salesperson: Would you like to hear about our new membership plan? (Apakah Anda ingin mendengar tentang paket keanggotaan baru kami?)
Nadia: Sorry, I’m not interested. Thank you. (Maaf, saya tidak tertarik. Terima kasih.)
Contoh percakapan 2:
Esti: Do you want to join our book club? (Kamu mau ikut klub buku kami?)
Dewa: Sorry, I’m not interested, but thanks for inviting me. (Maaf, aku belum tertarik. Tapi, terima kasih sudah mengajakku.)
Baca Juga: Compliment dalam Bahasa Inggris dan 35 Contoh Ungkapannya

Mau makin lancar pakai berbagai ungkapan bahasa Inggris lainnya? Yuk gabung di kursus bahasa Inggris Sparks English!
Sebelum mulai, akan ada placement test untuk menentukan level kemampuanmu agar materi yang dipelajari sesuai kebutuhan.
Masih ada bonus free extra sessions bareng native teacher yang memberimu lebih banyak ruang eksplorasi untuk speaking, plus konsultasi teacher gratis lho!
In this economy belajar bahasa Inggris nggak perlu bikin kantong jebol karena di Sparks English mulai Rp70rb aja udah bisa belajar bahkan praktik bareng sama native teacher!
Yuk, cobain free trial class Sparks English dengan daftar lewat live booking instan sekarang, cuma butuh 1 menit!


