Mempersiapkan anak untuk sekolah bisa mulai lebih intens dilakukan di saat usia anak pra sekolah.
Anak usia prasekolah adalah anak yang sudah melewati fase balita dan sedang berada di masa sebelum masuk sekolah dasar, biasanya di rentang usia 5–6 tahun menurut Permenkes.
Di fase ini, si kecil sedang berkembang pesat dari sisi bahasa, kognitif, sampai kemampuan bersosialisasi, yang jadi bekal penting sebelum ia resmi jadi anak SD.
Yuk, kenali lebih lengkap ciri-ciri dan cara menstimulasi anak usia pra sekolah lewat artikel berikut!
Usia Anak Pra Sekolah Itu Umur Berapa?
Usia prasekolah menurut Permenkes Nomor 25 Tahun 2014 adalah usia 60–72 bulan (atau sekitar 5–6 tahun).
Kalau ditanya, prasekolah umur berapa, yaitu saat fase balita berakhir dan sebelum anak digolongkan sebagai usia sekolah.
Berikut rentang usia menurut Permenkes ini, dilengkapi gambaran umum fokus perkembangan di tiap tahapnya.
| Tahap | Rentang Usia | Fokus Pengembangan |
| Bayi | 0–11 bulan | Refleks, motorik dasar, ikatan dengan orang tua/pengasuh |
| Balita | 12–59 bulan | Bahasa awal, motorik kasar, mulai belajar mandiri |
| Prasekolah | 60–72 bulan | Bahasa, kognitif, sosial-emosional, kesiapan sekolah |
| Usia Sekolah | 72 bulan ke atas | Calistung, logika, tanggung jawab sosial |
Rentang usia mengacu pada Permenkes No. 25/2014; fokus pengembangan dirangkum sebagai gambaran umum.
Apa yang Dimaksud dengan Anak Usia Prasekolah?
Anak usia pra sekolah adalah anak yang sudah melewati fase balita dan sedang berada di masa sebelum masuk sekolah dasar.
Beberapa tanda berikut bisa membantu kita mengenali perkembangan anak yang mulai mendekati usia sekolah.
1. Anak Mulai Aktif Mengeksplorasi Lingkungan
Lingkungan yang dieksplorasi anak prasekolah mulai semakin luas, dari rumah ke sekolah dan berbagai tempat baru yang belum pernah ia kunjungi sebelumnya.
Rasa ingin tahunya juga semakin besar, misalnya dengan bertanya tentang hal-hal baru yang ia temui atau kenapa aturan di sana berbeda dari aturan di rumah.
2. Anak Mulai Belajar Mandiri
Kemandirian yang mulai dibangun sejak balita kini berkembang menjadi kemampuan melakukan berbagai hal sendiri.
Ia mulai bisa merapikan alat tulis, menyimpan barangnya sendiri, atau menyelesaikan satu kegiatan dari awal sampai akhir tanpa meminta bantuan orang dewasa.
3. Anak Mulai Banyak Bertanya dan Menggunakan Imajinasi
Pertanyaan anak mulai berkembang dari sekadar “apa” menjadi “kenapa” dan “bagaimana” saat ia ingin tahu lebih banyak tentang sesuatu.
Menurut riset Dewi Retno Suminar, dosen Fakultas Psikologi Universitas Airlangga, bermain dengan imajinasi dapat membantu perkembangan cara berpikir, perasaan, dan kemampuan anak berinteraksi dengan orang lain.
Lewat cerita atau permainan khayalan, anak juga belajar memahami apa yang menyebabkan sesuatu terjadi dan mulai melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain.
4. Anak Mulai Belajar Berinteraksi dengan Teman Sebaya
Pertemanan anak prasekolah mulai berkembang menjadi hubungan yang lebih dekat, misalnya dengan memilih satu atau dua teman dekat.
Ia juga mulai belajar mengikuti aturan saat bermain bersama.
5. Kemampuan Bahasa Berkembang Pesat
Anak prasekolah memiliki semakin banyaknya kosakata dan kemampuannya bercerita dengan lebih runtut juga meningkat.
Anak juga mulai semakin peka terhadap bunyi dalam kata, yang nantinya akan membantu saat ia belajar membaca di SD.
Perkembangan bahasa yang pesat di usia ini juga jadi peluang bagus untuk mulai memperkenalkan bahasa kedua seperti bahasa Inggris, lho, Moms & Dads!
Apalagi di usia ini kemampuan otak anak dalam menyerap bunyi dan struktur bahasa baru sedang 90% berkembang pesat dan paling optimal.
Banyak lho, orang tua yang menyesal karena nggak mengenalkan bahasa Inggris sedini mungkin, karena kalau mengenalkannya saat anak sudah jauh lebih besar perlu effort dan waktu yang lebih besar untuk diserap oleh otak.
Padahal bahasa Inggris adalah investasi skill masa depan yang nggak akan sia-sia, karena bisa membuka peluang untuk anak masuk sekolah favorit, berprestasi sampai level internasional, hingga jadi modal karier cemerlang di masa depannya.
Jangan biarkan si kecil kehilangan kesempatan belajar skill yang seharusnya bisa dikuasai sejak dini.

Sparks English punya program yang bantu anak usia 3-18 tahun belajar bahasa Inggris secara konsisten lewat kurikulum berbasis CEFR yang disusun berjenjang sesuai proficiency level.
Menggunakan metode fun & interactive, anak akan belajar tanpa merasa terbebani, karena prosesnya dirancang terasa seperti bermain dan dekat dengan dunia anak.
Kelasnya semi-private dibimbing langsung oleh native teacher dan Cambridge TKT certified teacher, jadi anak dapat lebih banyak kesempatan untuk active speaking sekaligus melatih pronunciation-nya.
Dengan biaya mulai Rp70 ribuan per kelas aja, metode ini sudah terbukti bantu 25.000+ students lebih percaya diri berbahasa Inggris dalam 6 bulan!
Kalau ada les bahasa Inggris anak dengan fasilitas premium tapi biayanya tetap irit demi persiapkan masa depan anak yang lebih cerah, yakin nggak mau coba dulu?
Coba free trial class sekarang dan klaim diskon Rp1 jutanya khusus untuk yang daftar trial sekarang juga!
Apa Saja Ciri-Ciri Anak Usia Prasekolah?
Secara umum, ciri-ciri anak usia prasekolah bisa terlihat dari kemampuan fisik, cara berpikir, bahasa, dan kemampuan bergaul yang semakin berkembang menjelang masuk sekolah dasar.
- Mampu fokus dan duduk tenang lebih lama saat mengikuti kegiatan, seperti mendengarkan cerita atau mengerjakan tugas.
- Mampu mengikuti beberapa instruksi sekaligus, misalnya mengambil buku, duduk, lalu mendengarkan cerita tanpa harus terus diingatkan.
- Motorik halus semakin berkembang sehingga anak bisa menggunting mengikuti garis, memegang pensil dengan lebih tepat, serta mulai menulis huruf atau angka.
- Mulai bisa menahan diri saat keinginannya tidak langsung dituruti, meski sesekali masih bisa meluapkan emosi.
- Mulai merasa bangga atau malu terhadap hasil pekerjaannya sendiri.
- Sudah lebih terbiasa mengikuti rutinitas dan jadwal sehari-hari.
- Mulai punya pilihan dan pendapat sendiri, lengkap dengan alasan di baliknya.
Apa yang Perlu Dipelajari Anak Usia Prasekolah?
Di usia 5 sampai 6 tahun, anak berada di masa persiapan sebelum masuk SD, sehingga berbagai kemampuan dasar yang dipelajari sekarang akan menjadi bekal untuk mengikuti kegiatan di sekolah.
Berikut beberapa kemampuan yang idealnya mulai berkembang pada tahap ini.
1. Mengenal Warna, Bentuk, dan Angka
Di usia ini, mengenal warna dan bentuk sudah bukan hal baru, tetapi anak mulai belajar menggunakannya dalam berbagai kegiatan, seperti menyusun pola atau membandingkan ukuran.
Kemampuan berhitung juga mulai berkembang dari sekadar menghafal urutan angka menjadi memahami jumlah dan membedakan mana yang lebih banyak atau lebih sedikit.
2. Mengenal Huruf dan Bunyi
Kemampuan mengenali bunyi dalam kata yang mulai berkembang sejak balita kini bisa dilanjutkan dengan latihan menggabungkan bunyi menjadi suku kata sederhana.
Banyak anak pada usia ini juga mulai bisa mengenali namanya sendiri saat melihatnya dalam bentuk tulisan.
3. Mengembangkan Kosakata
Kosakata anak semakin banyak dan mulai mencakup kata-kata yang berkaitan dengan waktu, seperti “kemarin”, “besok”, dan “nanti”.
Anak juga mulai memahami kata yang memiliki arti berlawanan dan mengelompokkan benda berdasarkan jenisnya.
4. Mengikuti Instruksi Sederhana
Instruksi yang dipahami anak mulai berkembang dari arahan sederhana di rumah menjadi beberapa arahan sekaligus, seperti “ambil bukumu, duduk di karpet, lalu dengarkan”.
Anak juga mulai belajar melakukan arahan tersebut tanpa harus terus-menerus didampingi.
5. Mengungkapkan Keinginan dan Perasaan
Anak semakin mampu menjelaskan apa yang ia rasakan sekaligus alasan di baliknya, bukan hanya mengatakan bahwa ia sedang senang, sedih, atau marah.
Kemampuan ini membantu anak menyampaikan keinginannya dan mulai mencari jalan keluar saat mengalami masalah dengan teman.
6. Belajar Bergiliran dan Mengikuti Aturan
Aturan yang dipahami anak kini lebih rumit, mencakup permainan kelompok seperti ular tangga atau petak umpet.
Anak juga mulai memahami konsep adil dengan lebih jelas, sehingga ia mungkin protes ketika melihat temannya curang.
Bagaimana Cara Menstimulasi Anak Usia Prasekolah di Rumah?
Menstimulasi anak usia prasekolah bisa dilakukan lewat aktivitas sehari-hari yang konsisten.
Berikut beberapa cara sederhana yang bisa dicoba di rumah.
1. Ajak Anak Membaca Buku Bersama
Sesi membaca bisa ditambahkan dengan memintanya menebak kata dari huruf awal yang sudah dikenalnya.
Pilih buku dengan sedikit lebih banyak teks dibanding sebelumnya, supaya anak terbiasa dengan format bacaan yang akan ia temui di kelas satu SD.
2. Sering Mengajak Anak Berbicara
Obrolan dengan anak prasekolah bisa mulai masuk ke open question, bukan cuma jawaban ya atau tidak.
Tanyakan kenapa ia menyukai sesuatu atau bagaimana caranya menyelesaikan masalah kecil, supaya ia terlatih menyusun alasan sebelum menjawab.
3. Berikan Permainan yang Melatih Pemecahan Masalah
Ada banyak permainan kompleks yang mulai cocok diberikan di usia ini, seperti puzzle dengan potongan lebih banyak atau board game sederhana yang punya aturan main.
Proses mengikuti aturan sekaligus menyusun strategi ini melatih anak berpikir beberapa langkah ke depan.
4. Ajak Anak Bermain Peran
Skenario bermain peran bisa mulai mengarah ke situasi sekolah, seperti main jadi guru dan murid atau berlatih izin ke toilet dengan sopan.
Latihan semacam ini membantu anak lebih siap secara emosional saat benar-benar menghadapi rutinitas dan aturan baru di SD nanti.
5. Latih Motorik Halus melalui Aktivitas Kreatif
Latihan motorik halus sekarang bisa lebih terarah ke menulis, seperti menjiplak garis putus-putus atau menulis huruf namanya sendiri.
Kemampuan menggenggam pensil dengan benar dan mengontrol tekanan tangan ini yang akan paling terasa manfaatnya begitu anak mulai diminta menulis secara mandiri.
Baca Juga: 15 Kegiatan Motorik Halus untuk Melatih Fokus dan Kognitif Anak
6. Ajak Anak Bermain Aktif di Luar Rumah
Energi anak yang masih tinggi bisa disalurkan lewat permainan kelompok yang lebih terorganisir, seperti kejar-kejaran.
Bermain di luar ruangan secara rutin juga membantu anak tidur lebih nyenyak dan lebih jarang rewel di malam hari, jadi ada baiknya rutin menjadwalkan kegiatan outdoor untuk anak.
7. Berikan Kesempatan Anak Mencoba Sendiri
Beri kesempatan mencoba sendiri saat anak menyiapkan tas atau memilih baju untuk sekolah besok.
Sesekali, biarkan anak mengalami akibat dari kelupaannya sendiri agar ia belajar bertanggung jawab.
8. Ajarkan Anak Mengenali dan Mengungkapkan Emosi
Bantu anak mengenali emosi yang sedang dirasakan dengan menyebutkan perasaannya, seperti marah, sedih, kecewa, atau takut.
Ajarkan juga anak mengungkapkan perasaannya dengan kalimat sederhana, misalnya “Aku sedih karena…” atau “Aku kesal karena…” agar ia terbiasa menyampaikan apa yang dirasakan.
9. Batasi Penggunaan Gadget
Batasan screen time sebaiknya makin konsisten, terutama menjelang waktu tidur.
Gadget yang menyala jelang tidur bisa mengganggu kualitas istirahat anak, sehingga esoknya ia bisa jadi lebih rewel dan sulit fokus.
Baca Juga: 10 Cara Mengatasi Anak Kecanduan HP Tanpa Marah-Marah
Anak yang semakin ingin tahu di usia prasekolah, tepat banget untuk mulai dikenalkan dengan skill yang akan jadi investasi buat masa depannya seperti bahasa Inggris.
Apalagi persaingan sekarang makin ketat, anak yang mulai belajar bahasa Inggris lebih awal, punya kelebihan yang unggul untuk menghadapi berbagai peluang dan tantangan di masa depan.
Nggak cuma terpakai di masa sekolah, skill ini bisa terus terpakai hingga anak dewasa, mulai dari kesempatan lomba internasional, beasiswa, sampai kesempatan kuliah atau kerja di luar negeri.

Sparks English adalah les bahasa Inggris anak yang punya program Little Sparks untuk anak usia 3–6 tahun.
Programnya menerapkan play-based learning, di mana kosakata dan bunyi bahasa baru diserap lewat permainan seru, bukan lewat hafalan yang bikin anak cepat bosan.
Kelasnya sudah menerapkan full English environment sehingga anak terbiasa speaking dan listening dalam bahasa Inggris dalam kesehariannya.
Apalagi ada free extra sessions bareng internasional teacher tiap pekan yang bikin ruang belajar bahasa Inggris anak makin variatif dan menyenangkan.
Fasilitas selengkap ini nggak mungkin bisa didapatkan di tempat lain, apalagi harganya ekonomis ramah banget di kantong!
Tunggu apa lagi? Daftar free trial class sekarang lewat live booking instan cuma 1 menit!


