Menjelang ujian anak, banyak orang tua mulai gencar mencari tips belajar untuk ujian yang efektif.
Sebab, beberapa kali si kecil terlihat menghafal semalaman, tapi saat materi itu diujikan malah lupa.
Sebenarnya, ada strategi belajar yang terbukti jauhi lebih efektif daripada menghafal, apalagi dari sistem kebut semalam.
Di artikel ini kita akan bahas tips belajar untuk ujian yang bisa Moms & Dads coba saat mendampingi anak mempersiapkannya.
Yuk, simak!
Tips Belajar untuk Ujian agar Lebih Efektif
Tips belajar efektif untuk ujian nggak cuma soal durasi belajarnya, tapi juga penggunaan strategi yang tepat.
Berikut ini adalah sepuluh langkah yang bisa dicoba anak agar persiapan ujiannya lebih terarah dan hasilnya lebih efektif.
1. Ketahui Materi yang Akan Diujikan
Sebelum mulai belajar, anak perlu tahu apa saja materi yang bakal diujikan.
Beberapa guru biasanya memberi kisi-kisi atau daftar bab yang akan diujikan.
Dengan tahu cakupan materi, anak bisa menyusun rencana belajar yang efisien agar nggak kewalahan menjelang hari-H.
2. Buat Jadwal Belajar dari Sekarang
Jadwal belajar yang disusun jauh-jauh hari tentunya akan membantu anak nggak kewalahan belajar di hari-hari terakhir menjelang ujian.
Anak bisa mulai dengan bikin list mata pelajaran yang akan dipelajari tiap harinya selama dua minggu sebelum ujian, lengkap dengan jam belajarnya.
Jadwal ini akan mempermudah anak melihat progresnya sehingga tahu topik mana yang sudah dipelajari dan mana yang belum.
3. Tentukan Materi yang Menjadi Prioritas
Nggak semua materi punya tingkat kesulitan yang sama bagi anak, jadi ia perlu tahu materi apa yang paling ia rasa sulit.
Dengan memprioritaskan materi yang sulit atau yang paling sering keluar dalam ujian, waktu belajar yang terbatas pun bisa dipakai dengan efisien.
4. Pecah Materi Menjadi Target Belajar Kecil
Materi ujian yang menumpuk akan terasa berat kalau langsung ditargetkan untuk dipelajari sekaligus, jadi lebih baik dipecah jadi target-target kecil per hari.
Daripada menulis “belajar IPA” di jadwal, ubah jadi target yang lebih spesifik seperti “hafalkan proses fotosintesis”.
Selain terhindar dari rasa kewalahan, target kecil-kecil yang lebih cepat di-checklist juga bisa jadi modal semangat buat lanjut ke target berikutnya.
5. Jangan Hanya Membaca, Coba Ingat Kembali Materinya
Membaca ulang buku pelajaran mungkin terasa produktif, tapi belum tentu bikin materi nempel di ingatan anak.
Otak ternyata lebih kuat menyimpan informasi dengan cara mengingat kembali dari memori.
Coba minta anak menutup bukunya, lalu ceritakan ulang apa yang baru dia pelajari pakai kata-katanya sendiri.
6. Buat Rangkuman dengan Manfaatkan Kisi-Kisi
Kisi-kisi ujian sebenarnya mempermudah anak menyusun rangkuman belajar.
Anak bisa bikin catatan singkat per poin kisi-kisi yang bisa diisi dengan materi, seperti rumus pelajaran matematika, tanggal kejadian di pelajaran sejarah, atau definisi istilah di pelajaran IPA.
Rangkuman ini bisa dipakai untuk review cepat di hari-hari mendekati ujian.
7. Gunakan Teknik Belajar Aktif
Teknik belajar aktif nggak menempatkan anak hanya sebagai pendengar, tapi harus ikut mengolah materi dengan caranya sendiri.
Misalnya, anak menjelaskan materi ke adik atau orang tua atau diskusi soal dengan teman.
Cara-cara ini bisa memicu otak bekerja lebih aktif dan materi lebih nempel, dibanding sekadar mendengarkan atau membaca.
8. Perbanyak Latihan Soal
Paham teori saja nggak cukup, anak juga perlu terbiasa menghadapi soal-soal.
Ajak anak kerjakan soal-soal ujian tahun lalu atau latihan dari buku, lalu cek jawabannya dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya.
9. Evaluasi Jawaban yang Masih Salah
Latihan soal pun tentunya harus disertai dengan evaluasi untuk mengetahui jawaban yang masih keliru, sambil dicari tahu letak kesalahannya.
Proses ini bikin anak lebih aware dengan pola kesalahan yang sering dia lakukan, dan bisa diperbaiki sebelum menghadapi ujian yang sesungguhnya.
10. Belajar Secara Bertahap dan Hindari Sistem Kebut Semalam
Belajar secara bertahap dan dilakukan sejak jauh-jauh hari terbukti lebih efektif dibanding sistem kebut semalam alias SKS.
Ini karena otak juga butuh waktu untuk memindahkan informasi dari ingatan jangka pendek ke ingatan jangka panjang.
Itulah kenapa sangat penting untuk belajar rutin setiap hari daripada ditumpuk menjelang ujian.
Daripada belajar pakai sistem kebut semalam yang nggak efektif, belajar bertahap dan terjadwal sejak jauh-jauh hari tentu lebih baik.
Dalam belajar bahasa Inggris pun sama, jangan baru mau dipelajari saat ketemu syarat masuk sekolah, beasiswa, kuliah, atau kerja yang menuntut skill ini, tapi justru harus dipersiapkan bahkan sejak usia dini.
Sebab, di usia dini, otak anak ada dalam kondisi paling optimal dalam menyerap bunyi dan struktur bahasa baru secara alami lewat kebiasaan dan stimulasi yang konsisten.
Sayangnya, kemampuan ini akan menurun dan terbatas seiring bertambahnya usia.
Banyak orang menyesal baru mempelajari skill ini dengan serius setelah besar, padahal kalau aja dimulai dari kecil, bahasa Inggris bisa dikuasai lebih cepat dan mudah.
Jangan biarkan si kecil kehilangan kesempatan belajar skill yang seharusnya bisa dikuasai sejak dini.

Sparks English siap bantu anak usia 3–18 tahun lancar bahasa Inggris sejak dini dengan kurikulum berbasis CEFR mengikuti proficiency level.
Menggunakan metode fun & interactive, anak akan belajar tanpa merasa terbebani, karena prosesnya dirancang lewat cara yang paling tepat sesuai usianya.
Apalagi kelasnya semi-private dibimbing native teacher dan Cambridge TKT certified teacher yang mendorong anak active speaking, bahkan dengan accent natural.
Dengan biaya mulai Rp70 ribuan per kelas aja, metode ini sudah terbukti bantu 25.000+ students lebih percaya diri berbahasa Inggris dalam 6 bulan!
Kalau ada les bahasa Inggris anak dengan fasilitas premium tapi biayanya tetap irit demi persiapkan masa depan anak yang lebih cerah, yakin nggak mau coba dulu?
Coba kelasnya gratis di free trial class dan jangan sia-siakan diskon 1 jutanya karena kuota terbatas!
Teknik Belajar yang Bisa Digunakan Sebelum Ujian
Beberapa tips yang dijelaskan tadi sebenarnya adalah bagian dari teknik belajar yang sering digunakan, seperti active recall, teknik Feynman, spaced repetition, hingga teknik Pomodoro.
1. Active Recall
Active recall adalah teknik dengan memaksa otak mengingat kembali informasi dari memori, tanpa mengintip catatan.
Riset dari Washington University in St. Louis menemukan siswa yang rutin menguji ingatannya sendiri bisa mengingat materi jauh lebih baik dibanding yang cuma membaca ulang berkali-kali.
2. Teknik Feynman
Teknik Feynman sederhananya adalah menjelaskan ulang materi yang sudah dipelajari dengan bahasa sendiri seolah sedang mengajari orang yang sama sekali belum paham.
Kalau anak masih terbata-bata, berhenti di tengah jalan, atau bingung ketika ditanya, maka tandanya masih ada bagian materi yang belum benar-benar dia pahami.
3. Spaced Repetition
Spaced repetition adalah teknik mengulang materi dengan jeda waktu tertentu, misalnya mereview materi hari ini, mengulanginya dua hari kemudian, lalu sekali lagi seminggu setelahnya.
Riset Swansea University menemukan bahwa pengulangan yang diberi jeda bisa menghasilkan ingatan yang setara dengan pengulangan terus-menerus, tapi dengan waktu belajar yang jauh lebih singkat.
4. Teknik Pomodoro
Teknik Pomodoro adalah cara belajar dengan membagi waktu jadi sesi-sesi pendek, biasanya 25 menit fokus belajar lalu istirahat 5 menit, atau disesuaikan dengan kemampuan anak.
Pola belajar-istirahat seperti ini bikin anak tetap fokus di tiap sesi dan nggak gampang mengalami burnout.
Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari Saat Belajar untuk Ujian
Selain mengetahui cara belajar untuk ujian yang efektif, penting juga untuk mengetahui kesalahan yang sebaiknya dihindari saat belajar menjelang ujian.
Berikut ini beberapa kesalahan yang masih sering dilakukan saat mempersiapkan ujian, lengkap dengan alasan kenapa sebaiknya dihindari.
1. Belajar Semua Materi dalam Satu Waktu
Mencoba menguasai semua mata pelajaran sekaligus dalam satu sesi belajar hanya akan bikin kewalahan.
Ini karena otak punya batas kemampuan menyerap informasi baru dalam satu waktu, jadi jika ditumpuk sekaligus cenderung gampang tertukar atau terlupa.
2. Hanya Menghafal Tanpa Memahami Konsep
Menghafal tanpa memahami konsep berpotensi bikin bingung saat soal ujian disajikan dengan cara berbeda.
Misalnya, anak hafal rumus keliling lingkaran tapi nggak paham maksud dari tiap simbolnya, sehingga saat menghadapi soal cerita, dia nggak tahu bagaimana menerapkan rumusnya.
Baca Juga: 12 Cara Meningkatkan Prestasi Akademik Anak, Wajib Dicoba!
3. Tidak Pernah Berlatih Mengerjakan Soal
Anak yang cuma baca teori tanpa nyoba mengerjakan soal sering kali kebingungan saat ketemu format soal yang sedikit berbeda.
Selain melatih pemahaman, latihan soal juga membuat anak lebih familier dengan bentuk-bentuk soal.
4. Mengabaikan Materi yang Sulit
Materi yang terasa susah sering di-skip gitu aja karena anak merasa nggak nyaman dan frustrasi.
Padahal, materi sulit itu bisa jadi mengandung poin penting yang berkesinambungan dengan materi-materi selanjutnya.
5. Belajar sampai Larut Malam
Belajar sampai larut malam menjelang ujian sekilas seperti bentuk usaha ekstra, padahal efeknya bisa berbalik jadi merugikan.
Kurang tidur justru menurunkan konsentrasi dan daya ingat anak, sehingga materi yang dipaksakan dihafal semalaman belum tentu bisa diingat dengan baik saat ujian besok paginya.
Baca Juga: 10 Cara Bantu Persiapan Ujian Sekolah Agar Anak Makin Siap!
Kalau mempersiapkan ujian aja harus serius, apalagi mempersiapkan masa depan anak.
Nah, salah satu yang bisa Moms & Dads lakukan untuk membantu anak mempersiapkannya adalah membangun skill bahasa Inggris sebagai investasi terbaik masa depan.
Skill ini makin dibutuhkan di era sekarang, mengingat pendidikan hingga dunia kerja ke depan menuntut banyak orang untuk bisa skill bahasa Inggris agar bisa bersaing.
Ingatlah bahwa skill ini paling mudah dan paling natural terbentuk di usia kanak-kanak, dan masa golden age anak nggak akan bisa diulang dua kali.

Sparks English hadir sebagai kursus bahasa Inggris yang menerapkan full English environment untuk membiasakan anak mendengar dan merespons bahasa Inggris.
Kelasnya dilengkapi fasilitas modern dan ramah anak agar si kecil bisa belajar dengan aman dan nyaman.
Ada juga bonus free extra sessions tiap pekan yang penuh kegiatan menarik dan edukatif serta teacher-parent consultation gratis biar Moms & Dads bisa selalu pantau progress si kecil.
Percaya deh, fasilitas selengkap ini nggak mungkin bisa didapatkan di tempat lain dengan harga yang ekonomis ramah banget di kantong!
Biar lebih yakin, coba free trial class sekarang juga, bisa lewat live booking instan cuma 1 menit!


