Begitu tahu ujian sekolah anak tinggal beberapa minggu lagi, orang tua biasanya juga ikut kepikiran.
Apalagi kalau selama ini anak belum punya jadwal belajar yang teratur dan baru mulai belajar ketika ujian sudah semakin dekat.
Kita pun mungkin pernah ngerasain sendiri betapa repotnya kalau baru mulai belajar saat ujian tinggal hitungan hari.
Nah, sebenarnya bagaimana, sih, cara terbaik yang bisa dilakukan orang tua untuk bantu persiapan ujian sekolah anak agar mereka tak kewalahan?
Simak sampai selesai, ya!
- Mengapa Persiapan Ujian Sekolah Perlu Dilakukan Sejak Awal?
- 10 Cara Membantu Persiapan Ujian Sekolah Anak
- Hal yang Sebaiknya Dihindari Saat Mempersiapkan Ujian Sekolah Anak
Mengapa Persiapan Ujian Sekolah Perlu Dilakukan Sejak Awal?
Persiapan ujian sekolah perlu dimulai sejak awal supaya ada cukup waktu untuk belajar dengan cara yang lebih teratur dan nggak terburu-buru.
Dengan waktu yang cukup, anak bisa belajar secara bertahap dan punya kesempatan untuk memahami materi dengan lebih baik.
1. Membantu Anak Belajar Lebih Teratur
Waktu yang cukup membuat anak punya kesempatan untuk menyusun jadwal belajar yang jelas sesuai dengan materi yang perlu dipelajari.
Anak jadi tahu kapan perlu fokus pada satu mata pelajaran dan kapan fokus pada mata pelajaran lainnya, sehingga lebih terarah daripada mencoba mempelajari semuanya sekaligus dalam satu waktu.
2. Mengurangi Kebiasaan Belajar Sistem Kebut Semalam
Sistem kebut semalam sering jadi pilihan saat hari ujian sudah di depan mata tapi belum sempat belajar.
Akhirnya, anak hanya sempat membaca materi secara sekilas tanpa benar-benar memahaminya.
Dengan persiapan lebih awal, sistem seperti ini bisa dihindari dan proses belajar jadi lebih efektif.
3. Memberi Waktu untuk Memahami Materi yang Sulit
Materi yang rumit umumnya nggak cukup dipelajari sekali sampai anak benar-benar memahaminya.
Waktu yang lebih longgar membuat anak bisa mengulang materi atau bertanya kepada orang tua dan guru ketika masih ada bagian yang belum dipahami.
4. Membantu Anak Lebih Tenang Menghadapi Ujian
Persiapan ujian lebih awal membantu anak agar punya gambaran lebih jelas tentang materi apa saja yang sudah dikuasai dan yang masih perlu dipelajari ulang sebelum ujian.
Hal ini bisa membuat anak merasa lebih siap dan tenang saat menghadapi ujian.
Konsep belajar bertahap sejak awal juga cocok diterapkan saat anak mulai mengenal bahasa Inggris, supaya prosesnya nggak terasa berat di kemudian hari.
Semakin dini starting point-nya, semakin ringan pula proses otak menyerap bahasa baru, karena kondisi otak di usia anak-anak 90% paling optimal menyerap kosakata dan pelafalan bahasa baru secara alami.
Sayangnya kemampuan otak dalam menyerap bahasa baru akan semakin menurun seiring bertambahnya usia.
Banyak orang dewasa menyesal karena nggak dapat stimulasi bahasa Inggris sejak kecil, sehingga sekarang harus mengejar ketertinggalan dengan effort yang jauh lebih berat.
Padahal bahasa Inggris adalah skill yang sangat dibutuhkan di setiap tahap kehidupan anak, mulai dari sekolah sampai karirnya di masa depan.
Jangan sampai potensi dan prestasi si kecil terhambat hanya karena terkendala bahasa Inggris di kemudian hari.

Sparks English hadir untuk anak 3-15 tahun lancar bahasa Inggris sejak dini dengan tingkatan level berbasis CEFR mengikuti standar internasional.
Sesi belajarnya dirancang fun & interactive lewat aktivitas interaktif, story telling, dan role play, hingga mini project supaya anak nggak gampang bosan.
Dengan bimbingan native teacher dan Cambridge TKT certified teacher dalam kelas semi-private, anak punya lebih banyak kesempatan untuk speaking dan confidence building saat menggunakan bahasa Inggris.
Semua fasilitas ini bisa didapat mulai Rp70 ribuan per kelas dan hasilnya sudah dibuktikan oleh lebih dari 25.000 students di Indonesia!
In this economy, bisa stimulasi skill bahasa Inggris anak demi masa depannya dengan biaya ekonomis, yakin nggak mau coba dulu?
Ambil kesempatan free trial class-nya sekarang, mumpung lagi ada diskon Rp1 juta yang kuotanya terbatas!
10 Cara Membantu Persiapan Ujian Sekolah Anak
Kalau alasan untuk mulai lebih awal sudah jelas, sekarang saatnya masuk ke bagian praktisnya.
Berikut ini beberapa cara yang bisa Moms & Dads terapkan agar waktu belajar anak lebih terarah saat persiapan ujian sekolah.
1. Cari Tahu Jadwal dan Materi yang Akan Diujikan
Langkah konkret yang pertama adalah mengetahui kapan ujian berlangsung dan materi apa saja yang akan diujikan.
Informasi ini umumnya bisa didapat dari wali kelas, grup WhatsApp sekolah, atau catatan anak, jadi orang tua nggak bingung menebak-nebak materi apa yang harus dipelajari.
2. Ajak Anak Membuat Jadwal Belajar
Ajak anak menyusun jadwal belajar yang jelas supaya setiap sesi punya target yang spesifik.
Jadwal yang teratur juga membantu anak membagi waktu belajar sesuai tingkat kesulitan dan kebutuhan tiap materi.
3. Bantu Anak Menentukan Materi yang Menjadi Prioritas
Bantu anak menentukan materi mana yang perlu dipelajari lebih dulu berdasarkan tingkat kesulitan dan pemahamannya.
Dengan begitu, anak bisa fokus pada materi yang paling membutuhkan perhatian tanpa mengabaikan materi lainnya.
4. Manfaatkan Kisi-Kisi dari Sekolah
Kalau sekolah memberikan kisi-kisi ujian, gunakan informasi tersebut sebagai panduan untuk menentukan materi yang perlu dipelajari anak.
Kisi-kisi juga bisa dijadikan checklist supaya anak lebih mudah memastikan setiap materi yang perlu dikuasai sudah dipelajari.
5. Sediakan Waktu untuk Latihan Soal
Membaca ulang catatan belum tentu menunjukkan apakah anak benar-benar sudah memahami materinya.
Latihan soal bisa membantu anak menguji pemahamannya sekaligus membiasakan diri dengan bentuk pertanyaan yang mungkin ditemui saat ujian.
6. Ajak Anak Mengevaluasi Jawaban yang Masih Salah
Setelah mengerjakan latihan soal, luangkan waktu untuk melihat jawaban mana yang masih keliru.
Dengan begitu, anak bisa tahu materi mana yang masih perlu dipelajari lagi sebelum ujian.
7. Gunakan Cara Belajar yang Sesuai dengan Kebutuhan Anak
Setiap anak punya cara yang berbeda dalam memahami materi.
Coba perhatikan cara yang paling membantu anak memahami materi, misalnya melalui gambar atau penjelasan langsung.
8. Siapkan Tempat Belajar yang Nyaman dan Minim Gangguan
Tempat belajar yang terlalu berisik atau penuh distraksi bisa membuat anak sulit mempertahankan fokus selama belajar.
Sediakan meja belajar yang rapi dan jauh dari TV atau gadget agar perhatian anak nggak mudah teralihkan.
9. Hindari Membandingkan Anak
Membandingkan pencapaian anak dengan kakak, adik, atau teman justru bisa membuatnya merasa semakin tertekan menjelang ujian.
Lebih baik bantu anak melihat perkembangan dan kemampuan dirinya sendiri selama proses belajar.
10. Berikan Dukungan dan Apresiasi pada Anak
Usaha anak dalam belajar setiap hari tetap layak diapresiasi, bukan hanya hasil ujiannya nanti.
Pujian seperti “belajarnya sudah rajin banget minggu ini” bisa menjadi bentuk apresiasi yang membuat anak merasa usahanya dihargai.
Baca Juga: 12 Cara Meningkatkan Prestasi Akademik Anak, Wajib Dicoba!
Hal yang Sebaiknya Dihindari Saat Mempersiapkan Ujian Sekolah Anak
Selain mengetahui cara belajar yang efektif, orang tua juga perlu memperhatikan kebiasaan yang justru bisa membuat proses belajar anak kurang optimal.
1. Memaksa Anak Belajar Terlalu Lama
Lama waktu belajar nggak selalu berbanding lurus dengan seberapa baik anak memahami materi.
Malah, anak bisa lebih cepat lelah dan kehilangan fokus.
Makanya, sesi belajar yang singkat tetapi dilakukan secara rutin bisa menjadi pilihan yang lebih efektif.
2. Baru Mulai Belajar pada H-1 Ujian
Baru mulai belajar saat H-1 membuat anak harus memahami banyak materi dalam waktu yang sangat terbatas.
Akibatnya, anak bisa lebih sulit mencerna informasi dan nggak punya cukup waktu untuk mengingatnya atau mengulang bagian yang masih belum dipahami.
3. Mengisi Jadwal Belajar Tanpa Waktu Istirahat
Jadwal belajar yang terlalu padat tanpa jeda bisa membuat anak cepat jenuh dan kehilangan energi di tengah proses belajar.
Sisihkan waktu untuk bermain atau melakukan aktivitas yang disukai anak agar ia tetap punya kesempatan untuk beristirahat selama masa persiapan ujian.
4. Hanya Membaca Materi tanpa Menguji Pemahaman
Membaca ulang catatan atau buku pelajaran memang bisa membantu anak mengingat kembali materi, tetapi cara ini belum nggak langsung menunjukkan apakah ia benar-benar sudah paham.
Ajak anak mengerjakan latihan soal atau melakukan tanya jawab agar pemahamannya bisa diuji.
5. Membandingkan Anak dengan Anak Lain
Kebiasaan membandingkan anak dengan teman atau saudara sebaiknya dihindari karena setiap anak punya cara belajar, kemampuan, bahkan perkembangan yang berbeda.
Fokuslah pada perkembangan anak dari waktu ke waktu agar ia bisa melihat kemajuan dirinya sendiri tanpa merasa harus mengejar pencapaian anak lain.
Baca Juga: 12 Kesalahan Orang Tua dalam Mendidik Anak yang Perlu Dihindari
Sama kayak ujian yang idealnya nggak dipersiapkan mendadak, kemampuan bahasa Inggris juga nggak bisa dibangun cuma semalam.
Apalagi zaman sekarang, banyak kesempatan seperti lomba, student exchange, hingga syarat beasiswa yang mengharuskan anak bisa berbahasa Inggris.
Sehingga persiapan sejak dini akan membantu anak untuk membuka jalan kepada kesempatan-kesempatan berharga itu di masa depannya.

Sparks English hadir sebagai les bahasa Inggris anak tk hingga SMP yang siap bantu si kecil jago bahasa Inggris dalam 6 bulan!
Setiap anak juga akan melalui placement test lebih dulu, jadi materi yang diajarkan memang pas dengan level proficiency-nya.
Apalagi masih ada free extra sessions, free student kit, sampai free teacher-parent consultation, biar Moms & Dads juga bisa ikut memantau progres belajar anak.
Cuma Sparks English yang berani kasih kualitas dahsyat dengan harga hemat!
Pastikan ikut free trial class, cuma butuh 1 menit kok lewat live booking instan!


