Perkembangan Anak 8 Tahun Sudah Bisa Apa? Cek Tahapannya!

15 June 2026
perkembangan anak 8 tahun

Saat anak menginjak umur 8 tahun, rasanya anak sudah mulai besar, ya, Moms & Dads!

Ia mulai punya pendapat sendiri dan ingin dipercaya. 

Perubahan seperti ini tentunya merupakan bagian dari perkembangannya.

Meski tidak sedrastis perkembangan di masa balita, perkembangan anak 8 tahun tetap sangat perlu diperhatikan dan dipantau dengan baik.

Dalam artikel ini, kita akan membahas perkembangan anak 8 tahun dari segi fisik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, hingga cara mendukungnya agar tumbuh optimal.

 

 

Pertumbuhan Fisik Anak Usia 8 Tahun

Pada usia 8 tahun, pertumbuhan fisik anak biasanya terlihat dari tinggi badan, berat badan, koordinasi gerak, kemampuan menulis, dan pergantian gigi.

 

1. Tinggi dan Berat Badan Ideal Anak 8 Tahun

Menurut HealthLink BC, anak umur 8 tahun biasanya tumbuh 6 cm dan bertambah berat sebanyak 3 kg dalam 1 tahun.

Namun, tinggi dan berat badan ideal anak tidak bisa ditentukan dari satu angka mutlak karena dipengaruhi jenis kelamin, genetik, nutrisi, aktivitas fisik, tidur, dan kondisi kesehatan.

Untuk melihat tinggi badan ideal, orang tua bisa mengacu pada growth chart tinggi badan berdasarkan usia atau stature-for-age chart.

Sementara untuk berat badan sehat ditentukan dengan persentil indeks massa tubuh (IMT) berdasarkan usia dan jenis kelamin anak.

 

2. Kemampuan Motorik Kasar yang Sudah Dikuasai

Pada usia 8 tahun, motorik kasar anak biasanya makin kuat secara otot dan koordinasi.

Menurut Kid Sense, anak 8 tahun biasanya sudah menguasai hal-hal berikut: 

  • Berlari lebih stabil, dengan gerakan tangan dan kaki yang seimbang.
  • Berlari melewati rintangan tanpa mudah kehilangan keseimbangan.
  • Melompat melewati benda dan mendarat dengan dua kaki bersamaan.
  • Melakukan aktivitas koordinasi seperti forward roll, skipping rope, dan bersepeda.

 

3. Perkembangan Motorik Halus

Selain motorik kasar yang semakin matang, motorik halus anak umur 8 tahun juga sudah semakin terkoordinasi.

Menurut Ability Innovations, anak umur 8 tahun umumnya sudah bisa:

  • Menulis dengan rapi.
  • Mempertahankan tulisan tangan yang rapi dalam waktu yang lama.
  • Menggunting bentuk dengan rapi.
  • Menyelesaikan puzzle yang lebih rumit.

 

4. Perkembangan Gigi Anak

Dalam hal perkembangan gigi, anak umur 8 tahun masuk ke fase mixed dentition. 

Artinya, beberapa gigi permanen anak sudah tumbuh, namun gigi susu masih ada.

Menurut HealthLink BC, anak usia 8 tahun bisa kehilangan sekitar empat gigi susu dalam setahun.

Gigi permanen yang umumnya sudah tumbuh atau mulai tumbuh pada usia ini adalah gigi molar permanen pertama, gigi seri tengah atas, gigi seri tengah bawah, gigi seri samping bawah, dan gigi seri samping atas.

Pada usia ini, anak boleh mulai menyikat gigi dan flossing dengan mandiri. 

Kebiasaan kontrol gigi juga perlu dilaksanakan secara rutin.

 

Perkembangan Kognitif Anak Usia 8 Tahun

Setelah perkembangan fisik, perkembangan anak 8 tahun juga terlihat dari cara berpikirnya yang mulai lebih logis. 

Di usia ini, anak mulai memahami aturan, hubungan sebab-akibat, dan konsep belajar yang lebih kompleks.

 

1. Cara Berpikir Sudah Lebih Logis

Anak usia 8 tahun umumnya sudah lebih mampu memahami sebab-akibat, aturan, dan hubungan antara suatu hal dengan hal lain.

Namun, cara berpikirnya masih lebih mudah bekerja pada hal yang nyata atau konkret.

Karena itu, anak biasanya lebih cepat paham jika penjelasan dikaitkan dengan contoh yang bisa ia lihat langsung.

 

2. Kemampuan Matematika Anak 8 Tahun

Anak usia 8 tahun umumnya mulai memahami angka dengan lebih luas, seperti menghitung, membandingkan bilangan, serta mengenal konsep satuan, puluhan, dan ratusan hingga angka 100.

Selain itu, anak mulai mengenal bentuk 2D dan 3D, pengukuran panjang, waktu, uang, serta pengelompokan bentuk.

 

3. Kemampuan Membaca dan Menulis Sangat Berkembang

Anak usia 8 tahun umumnya sudah bisa membaca kalimat, mulai tertarik membaca buku, dan bisa menulis cerita berdasarkan pengalaman sehari-hari.

Namun, spelling dan grammar dalam tulisan masih berkembang, jadi wajar jika tulisan belum sempurna, baik secara ejaan maupun tata bahasa.

 

4. Daya Ingat dan Konsentrasi Anak 8 Tahun

Daya ingat dan konsentrasi anak usia 8 tahun sudah semakin berkembang karena bisa mengikuti instruksi yang lebih kompleks.

Namun, mereka masih bisa dengan mudah terdistraksi dan lupa instruksi-instruksi kecil. 

Hal ini masih wajar karena kemampuan fokus anak tetap berkembang secara bertahap.

 

Baca Juga: Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini dan Cara Menstimulasinya

 

Perkembangan Bahasa Anak Umur 8 Tahun

Di usia 8 tahun, anak tidak hanya semakin aktif berpikir, tetapi juga semakin mampu menyampaikan isi pikirannya.

Perkembangan anak 8 tahun pada aspek bahasa terlihat dari cara ia bercerita, memahami arahan, dan memilih kata yang lebih tepat dalam percakapan.

 

1. Anak Mulai Pandai Bercerita dan Berpendapat

Memasuki usia 8 tahun umumnya anak sudah bisa menyampaikan pendapat dan menceritakan kembali kejadian nyata maupun imajinatif.

Di usia sekolah, kemampuan bercerita anak juga makin kompleks, termasuk dalam menyusun cerita dan laporan.

Ia juga mulai berani menyampaikan pendapat tentang hal yang disukai, tidak disukai, atau kejadian yang menurutnya penting.

 

2. Kemampuan Memahami Instruksi yang Lebih Kompleks

Di usia ini, anak mulai mampu mendengarkan dalam waktu lebih lama dan mengikuti aktivitas yang membutuhkan kemampuan mendengar serta memahami instruksi.

Anak juga mulai bertanya ketika ada hal yang belum ia pahami. 

Ini menunjukkan bahwa ia tidak hanya mendengar instruksi, tetapi juga mulai memproses informasi sebelum melakukan sesuatu.

 

3. Kosakata yang Semakin Banyak

Pada usia 5–8 tahun, anak terus mempelajari kata yang lebih banyak dan lebih panjang. Kemampuan grammar, kalimat, dan cerita juga menjadi lebih kompleks.

Anak juga mulai memahami bacaan yang lebih panjang, termasuk teks dalam bentuk paragraf.

 

Melihat kemampuan bahasa anak yang masih berkembang pesat, fase ini juga bisa jadi momen penting untuk mulai memberi stimulasi bahasa Inggris secara lebih terarah.

Banyak orang tua menyesal karena tidak mengenalkan bahasa Inggris lebih awal.

Padahal, usia anak-anak punya peluang besar untuk menyerap kosakata, bunyi, dan pola kalimat baru dengan cara lebih mudah dan alami.

 

Very New Banner SEO Sparks English 2026 (1)
Di Sparks English, anak belajar bahasa Inggris dibimbing langsung oleh native teacher sehingga anak bisa memahami struktur kalimat dan English accent secara natural sejak dini.

Dengan kurikulum berbasis CEFR, metode belajar yang digunakan juga disesuaikan dengan usia dan level anak sehingga pembelajaran jadi lebih menyenangkan.

Nggak perlu khawatir soal biaya, karena mulai Rp70 ribuan aja per kelas sudah bisa dapat kelas semi-private, dibimbing native teacher dan tutor bersertifikasi Cambridge TKT.

Langsung ajak si kecil coba free trial class sekarang yuk, Moms & Dads selagi ada promo nih!

 

Perkembangan Sosial dan Emosional Anak 8 Tahun

Dari segi emosional, perkembangan anak 8 tahun sudah semakin terlihat dari cara ia mengelola emosi dan berinteraksi dengan orang lain.

 

1. Anak Mulai Bisa Mengontrol Emosi

Anak usia 8 tahun umumnya mulai bisa mengenali emosi seperti marah, kecewa, malu, takut, atau bangga.

Namun, kontrol emosinya belum selalu stabil. 

Anak masih bisa marah ketika merasa tidak dipahami.

 

2. Mudah Sensitif terhadap Kritik dan Perbandingan

Anak umur 8 tahun mulai lebih sadar terhadap penilaian orang lain.

Karena itu, ia lebih sensitif ketika menerima kritik, teguran, atau perbandingan dengan saudara maupun teman.

Komentar dari orang tua, guru, dan teman dapat memengaruhi rasa percaya dirinya, terutama jika anak merasa sering dinilai kurang mampu atau kurang baik.

 

3. Ingin Dianggap Lebih Mandiri

Di usia ini, anak juga mulai ingin dipercaya melakukan banyak hal sendiri.

Ia mungkin ingin memilih pakaian atau mengatur perlengkapan sekolah tanpa perlu banyak dibantu orang tua.

Anak mulai merasa dirinya sudah lebih besar, sehingga ia ingin pendapatnya didengar dan keputusannya dihargai dalam aktivitas sehari-hari.

 

4. Pertemanan Menjadi Sangat Penting

Pertemanan mulai memiliki peran besar dalam kehidupan anak usia 8 tahun.

Anak mulai ingin diterima dalam kelompok dan punya teman dekat. 

Anak juga merasa senang ketika pendapatnya dihargai oleh teman.

Hubungan dengan teman menjadi salah satu tempat anak belajar bekerja sama, berbagi, dan memahami perasaan orang lain.

 

Baca Juga: Tahap Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini 1-6 Tahun

 

Setiap anak punya ritme tumbuh kembang yang berbeda.

Penjelasan di atas menggambarkan perkembangan anak 8 tahun secara umum, bukan patokan mutlak untuk menilai semua anak.

Moms & Dads tidak perlu khawatir berlebihan jika anak belum menunjukkan semua kemampuan yang disebutkan. 

Bisa saja anak lebih cepat berkembang di satu aspek, tetapi membutuhkan waktu lebih lama di aspek lainnya.

Namun, jika anak terlihat mengalami perubahan yang tidak biasa, kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah dikuasai, atau merasa perkembangannya jauh tertinggal dari anak seusianya, sebaiknya konsultasikan dengan dokter spesialis anak (DSA).

 

Cara Mendukung Tumbuh Kembang Anak 8 Tahun

Setelah memahami berbagai aspek perkembangan anak 8 tahun, Moms & Dads juga perlu tahu cara mendukungnya dalam keseharian agar anak tumbuh optimal.

 

1. Berikan Ruang untuk Mengambil Keputusan Sendiri

Pada usia 8 tahun, anak mulai ingin dipercaya. 

Karena itu, orang tua bisa mulai memberi ruang bagi anak untuk mengambil keputusan kecil.

Misalnya, anak boleh memilih perlengkapan sekolah sendiri atau menentukan buku yang ingin ia baca.

Cara ini membantu anak belajar bertanggung jawab atas pilihannya. 

Anak juga akan merasa pendapatnya dihargai sehingga rasa percaya dirinya ikut berkembang.

 

2. Latih Kecerdasan Emosional (EQ) Melalui Diskusi Terbuka

Di usia ini anak mulai merasakan emosi yang lebih kompleks. 

Namun, ia belum selalu tahu cara menjelaskan apa yang sedang dia rasakan.

Saat anak marah, sedih, kecewa, atau takut, orang tua bisa mengajaknya berbicara dengan tenang. 

Bantu anak mengenali nama emosinya tanpa langsung menghakimi.

Diskusi terbuka membuat anak merasa aman untuk bercerita. 

Dari sini anak belajar memahami perasaan sendiri dan juga mencari solusi dengan lebih tenang.

 

3. Batasi Screen Time Secara Sehat

Screen time tetap boleh, tetapi perlu aturan yang jelas. 

Tujuannya bukan mengekang sepenuhnya, melainkan membantu anak menggunakan gadget dengan lebih bijak.

Orang tua bisa membuat batasan waktu dan situasi. 

Misalnya hanya boleh menggunakan gadget 1 jam per hari. 

Gadget juga tidak boleh digunakan saat makan, belajar, atau menjelang tidur.

Dengan aturan yang konsisten, anak belajar bahwa gadget bukan satu-satunya sumber hiburan. 

Anak tetap punya waktu untuk bergerak, membaca, bermain, dan berinteraksi langsung dengan keluarga.

 

4. Pola Tidur yang Ideal dan Nutrisi Penting

Anak usia 8 tahun umumnya membutuhkan tidur dengan durasi 9–11 jam setiap hari. 

Anak yang cukup tidur biasanya lebih siap belajar dan lebih fokus.

Selain tidur, nutrisi juga berperan penting dalam mendukung energi dan pertumbuhan anak.

Orang tua bisa memastikan anak mendapatkan makanan utama dengan gizi yang seimbang, cukup air putih, dan snack sehat seperti buah-buahan.

 

5. Dukung Minat Eksplorasi Anak

Anak umur 8 tahun biasanya mulai menunjukkan minat pada hal tertentu. 

Ada anak yang senang aktivitas fisik, seni, bahasa, atau aktivitas lainnya.

Orang tua bisa memberi kesempatan anak mencoba berbagai kegiatan. 

Dari proses mencoba ini, anak bisa menemukan hal yang membuatnya antusias dan percaya diri.

Tidak semua minat harus langsung menjadi prestasi, yang penting anak punya ruang untuk mengenal dirinya dan menikmati proses eksplorasi.

 

Baca Juga: 10 Cara Mengetahui Bakat Anak agar Potensinya Berkembang

 

Saat anak mulai banyak mengeksplorasi hal baru, Moms & Dads tentu ingin ia punya bekal yang bisa mendukung rasa ingin tahunya, salah satunya adalah bahasa Inggris.

Sebagai kursus bahasa Inggris anak, Sparks English menggunakan metode interactive learning yang membuat anak belajar dengan nyaman tanpa merasa tertekan.

Melalui latihan daily conversation bersama native speaker dan tutor bersertifikasi, anak akan terbiasa mendengar dan memahami bahasa Inggris secara natural.

Sparks English juga fokus dalam confidence building agar anak lebih berani berbicara, menyampaikan pendapat, dan mencoba kosakata baru tanpa takut salah.

Lebih dari 25.000 students berhasil lebih percaya diri berbahasa Inggris bersama Sparks English!

Saatnya giliran si kecil yang mencoba, ayo daftar free trial class sekarang!

Author:

Topik:

Share article: