9 Ciri-Ciri Anak Kurang Konsentrasi dan Cara Mengatasinya

6 October 2026
ciri-ciri anak kurang konsentrasi

Kalau prestasi anak tiba-tiba menurun di sekolah, salah satu aspek yang perlu Moms & Dads cek adalah gimana tingkat konsentrasinya belakangan ini.

Selain prestasi menurun, kurangnya konsentrasi juga bisa bikin aktivitas sehari-hari anak jadi kurang efisien.

Untuk mengetahuinya, di artikel ini kita udah rangkum ciri-ciri anak kurang konsentrasi, penyebab, dampak, hingga cara melatihnya agar konsentrasinya meningkat.

 

 

Apa Saja Ciri-Ciri Anak Kurang Konsentrasi?

Ciri-ciri anak kurang konsentrasi umumnya terlihat dari kesulitannya mempertahankan perhatian, mudah lupa instruksi, atau sering butuh pengingat untuk menyelesaikan kegiatan.

Namun, nggak semua anak menunjukkan tanda yang sama, jadi Moms & Dads bisa lihat dari pola yang sering muncul kertimbang menilai cuma dari satu kejadian.

 

1. Mudah Teralihkan saat Mengerjakan Aktivitas

Perhatian anak yang kurang fokus gampang teralihkan saat ada hal lain yang lebih menarik di sekitarnya.

Misalnya, baru beberapa menit mengerjakan PR, anak mendadak berhenti karena dengar suara televisi dari ruangan sebelah.

 

2. Sering Lupa Instruksi yang Baru Diberikan

Meski bisa mendengar instruksi dengan jelas, anak cepat melupakan sebagian atau seluruh instruksi tersebut sebelum menyelesaikannya.

Contoh, anak diminta mengambil sebuah buku dan memasukkan ke tas, anak bisa cuma mengambil buku aja dan kembali bermain dan terlupa untuk memasukkan ke tas.

 

3. Sulit Menyelesaikan Tugas sampai Tuntas

Ciri-ciri anak yang kurang konsentrasi lainnya adalah sering berpindah kegiatan meski kegiatan sebelumnya belum selesai.

Meski PR matematika baru selesai separuh, anak sudah membuka buku gambar dan mengerjakan tugas prakarya.

 

4. Sering Kehilangan atau Lupa Menyimpan Barang

Anak kurang fokus juga sering lupa menaruh barang yang baru saja ia pakai.

Ia bisa kelupaan di mana menaruh pensil padahal baru saja dipakai menulis, atau lupa memasukkan botol minum ke tas karena pikirannya sudah pindah ke kegiatan berikutnya.

 

5. Sulit Mengikuti Percakapan atau Penjelasan

Karena anak kurang fokus, ia sering kehilangan bagian penting dari pembicaraan. 

Perhatiannya sering kali sudah berpindah ke hal lain sebelum penjelasannya selesai.

Hal serupa bisa terjadi di kelas, anak tidak fokus belajar karena perhatiannya teralihkan, sehingga ia melewatkan instruksi guru atau bingung mengikuti bagian pelajaran berikutnya.

 

6. Sering Melamun saat Belajar atau Diajak Bicara

Ciri-ciri tidak fokus juga nggak selalu akibat anak aktif bergerak, karena ada juga anak yang tampak diam tenang tetapi pikirannya sedang ke mana-mana.

Anak bisa menatap buku cukup lama tanpa mengerjakan apapun.

Meski demikian, sesekali melamun seperti ini bisa jadi wajar, terutama kalau anak sedang lelah atau bosan, makanya penting untuk perhatikan seberapa sering hal itu muncul.

 

7. Membutuhkan Banyak Pengingat untuk Menyelesaikan Rutinitas

Rutinitas sederhana bisa jadi rumit karena anak berkali-kali lupa apa yang perlu ia lakukan.

Contohnya, saat bersiap sekolah, anak sudah membawa tas tetapi lupa memasukkan buku PR ke dalamnya sampai perlu diingatkan orang tua.

 

8. Gelisah atau Hiperaktif

Terlalu aktif bergerak (hiperaktif) atau gelisah yang bikin sulit duduk dengan tenang juga merupakan ciri-ciri anak kurang konsentrasi.

Contohnya, anak beberapa kali berdiri dari kursi, memutar-mutar pensil, atau menggoyangkan kaki terus-menerus selama belajar.

 

9. Prestasi Akademik Menurun

Anak tidak fokus belajar karena kurang konsentrasi bisa membuat anak melewatkan penjelasan atau mengerjakan tugas dengan kurang teliti.

Jika hal ini terjadi terus menerus, maka sangat mungkin kalau prestasi akademik ikut menurun.

Meski demikian, orang tua tetap perlu melihat faktor lain seperti kualitas tidur atau tingkat kesulitan pelajaran karena turunnya prestasi akademik nggak serta merta akibat tingkat konsentrasi saja.

 

Selain melatih konsentrasi, ada satu skill lain yang juga penting banget dibangun sejak dini, yaitu bahasa Inggris.

Usia dini jadi starting point yang pas untuk membangun skill bahasa Inggris karena otak lebih mudah menangkap bunyi, kosakata, hingga pola bahasa baru secara natural.

Banyak orang dewasa menyesal karena melewatkan masa kanak-kanak tanpa stimulasi bahasa Inggris, padahal kalau dimulai dari kecil prosesnya jauh lebih ringan dan hasilnya jauh lebih optimal.

Di era sekarang, bahasa Inggris bukan cuma untuk pelajaran sekolah, ini skill yang akan nentuin seberapa jauh anak bisa melangkah di masa depan. 

Masuk sekolah favorit, berprestasi di kompetisi internasional, dapat beasiswa, sampai berkarier di perusahaan global, semuanya jauh lebih terbuka buat anak yang bisa bahasa Inggris sejak kecil.

Jangan biarkan si kecil kehilangan kesempatan belajar skill yang seharusnya bisa dikuasai sejak dini dan merasa tertinggal di kemudian hari.

Design New Web Banner
Sparks English siap bantu anak usia 3–18 tahun bangun skill bahasa Inggris sejak dini menggunakan kurikulum berbasis CEFR yang programnya dirancang sesuai level proficiency.

Suasana belajar fun & interactive mendorong anak lebih antusias dan berani untuk berbahasa Inggris dengan lebih percaya diri tanpa merasa terbebani.

Apalagi kelasnya semi-private agar native teacher dan Cambridge TKT certified teacher bisa memperhatikan perkembangan setiap anak secara lebih personal.

Dengan budget mulai Rp70 ribuan per kelas, lebih dari 25.000 students telah membuktikan hasilnya jadi lebih percaya diri berbahasa Inggris bersama Sparks English!

Booking kelas trial gratis sekarang dan jangan lewatkan diskon Rp1 jutanya karena kuota terbatas!

 

Apa Penyebab Anak Kurang Konsentrasi?

Ada banyak hal yang bisa membuat anak kurang fokus, mulai dari kondisi tubuh sampai suasana belajar yang kurang mendukung.

  • Kurang tidur: Tidur terlalu larut atau sering terbangun pada malam hari membuat waktu tidur si kecil berkurang sehingga kurang konsentrasi keesokan harinya.
  • Lingkungan yang penuh distraksi: Suara televisi yang terdengar ke ruang belajar atau gadget di atas meja membuat perhatian anak mudah terpecah.
  • Tugas terasa terlalu sulit: Anak bisa cepat kehilangan fokus kalau tugas terasa terlalu sulit karena ia lebih mudah frustrasi dan akhirnya mengalihkan perhatian ke hal lain.
  • Lapar atau kelelahan: Kondisi tubuh yang kurang nyaman karena lapar atau lelah membuat anak sulit tenang dan bertahan dalam satu aktivitas.
  • Kurang tertarik dengan aktivitasnya: Kalau aktivitasnya monoton atau nggak sejalan dengan minatnya, anak cenderung lebih cepat kehilangan perhatian.
  • Sedang mengalami tekanan emosional: Tekanan emosional karena masalah dengan teman, misalnya, dapat membuat pikiran anak terbagi sehingga ia sulit berkonsentrasi.

Nah, ternyata penyebab anak kurang fokus bisa berbeda-beda. 

Untuk tahu lebih lengkapnya, Moms & Dads bisa baca di artikel penyebab anak susah fokus.

 

Apa Dampak Anak Kurang Konsentrasi?

Kondisi anak yang kurang konsentrasi bisa mengganggu proses belajar dan membuat beberapa aktivitas sehari-hari terasa lebih sulit bagi anak.

 

1. Kesulitan Memahami Pelajaran

Anak yang sulit mempertahankan fokus bisa kehilangan bagian penting dari penjelasan guru, sehingga ia tidak menangkap materi secara utuh.

Akibatnya, anak bisa kesulitan memahami topik berikutnya karena sempat hilang fokus di materi dasar.

 

2. Tugas Sekolah Lebih Sering Tidak Selesai

Karena anak tidak fokus belajar, ia jadi butuh waktu lebih lama untuk menyelesaikan tugas akibat perhatiannya yang berpindah-pindah.

PR yang sebenarnya bisa selesai dalam satu jam akhirnya tertunda karena anak berhenti mengerjakan dan menyelingi dengan main game, misalnya.

 

3. Lebih Mudah Melakukan Kesalahan

Kurang konsentrasi juga membuat anak lebih mudah melewatkan detail penting saat mengerjakan tugas.

Anak sebenarnya paham dan tau cara menjawab suatu soal, tapi karena terburu-buru membaca instruksi atau tidak mengecek kembali pekerjaannya ia jadi salah menjawab.

 

4. Aktivitas Sehari-hari Menjadi Kurang Efisien

Selain terlihat dari kegiatan belajar, anak konsentrasi bisa menyebabkan rutinitas sehari-hari jadi memakan waktu lebih lama.

Misalnya, untuk menyelesaikan PR dan menyiapkan buku untuk sekolah besok butuh berjam-jam karena perhatiannya mudah beralih sebelum kegiatannya selesai.

 

Bagaimana Cara Melatih Konsentrasi Anak?

Melatih konsentrasi anak bisa menggunakan beberapa cara berikut ini:

  • Mulai dari durasi yang pendek: Ajak anak fokus selama beberapa menit terlebih dahulu, lalu tambah durasinya secara bertahap setelah ia mulai terbiasa.
  • Beri satu instruksi dalam satu waktu: Instruksi tunggal yang singkat dan jelas membantu anak memahami apa yang perlu ia kerjakan tanpa harus mengingat terlalu banyak hal sekaligus.
  • Bagi tugas menjadi bagian kecil: Jangan meminta anak menyelesaikan tugas secara utuh sekaligus, pecah tugas itu menjadi beberapa bagian agar targetnya terasa lebih ringan.
  • Jauhkan distraksi selama belajar: Simpan gadget yang tidak dipakai dan matikan televisi atau apapun yang mengganggu supaya perhatian anak tidak mudah berpindah.
  • Sediakan jeda di antara aktivitas: Istirahat singkat membantu anak melepas penat sebelum kembali melanjutkan kegiatan yang membutuhkan fokus.
  • Berikan apresiasi pada usahanya: Puji anak saat ia berhasil menyelesaikan tugas atau mempertahankan perhatian lebih lama agar ia terpicu mengulang kebiasaan tersebut.

Cara melatih fokus ini perlu disesuaikan dengan usia dan kemampuan anak agar prosesnya tetap nyaman dan nggak bikin si kecil tertekan.

 

Baca Juga: 12 Cara Melatih Fokus Anak Sesuai Usia yang Efektif

 

Aktivitas untuk Melatih Konsentrasi Anak di Rumah

Aktivitas untuk latihan konsentrasi bisa bermacam-macam, nggak harus selalu berbentuk tugas belajar.

Permainan sederhana di rumah juga bisa membantu anak membiasakan diri memperhatikan satu aktivitas sampai selesai.

 

1. Membaca Buku Cerita dan Menceritakan Kembali

Membacakan buku cerita mendorong anak untuk memperhatikan penuh alurnya agar ia bisa memahami isi cerita.

Setelah selesai, tes fokus anak dengan memintanya menceritakan kembali bagian yang ia ingat.

 

2. Bermain Puzzle dan Simon Says

Puzzle melatih anak untuk tetap fokus mencari potongan yang sesuai sampai gambar atau bentuknya selesai.

Sementara itu, Simon Says mengajak anak mendengarkan instruksi dengan teliti karena ia perlu membedakan perintah yang harus dilakukan dan yang perlu diabaikan.

 

Baca Juga: 10 Rekomendasi Game Melatih Daya Ingat dan Konsentrasi Anak

 

3. Menyusun Balok Mengikuti Pola

Menyusun balok dengan mengikuti pola yang ada membuat anak harus memperhatikan susunan sebelum mencoba menirunya.

Mulailah dari pola yang sederhana, lalu menambah tingkat kesulitannya setelah anak sudah lebih lancar mengikuti contoh.

 

4. Mencari Perbedaan pada Gambar

Permainan mencari perbedaan melatih anak memusatkan perhatian pada detail kecil.

Anak perlu mengamati dua gambar dengan teliti sampai menemukan bagian yang berbeda, sehingga ia belajar mempertahankan fokus lebih lama.

 

5. Bermain Permainan Memori

Permainan memori melatih anak untuk memperhatikan informasi lalu mengingatnya kembali setelah beberapa saat.

Contohnya, tunjukkan empat benda di atas meja, tutup dengan kain, lalu minta anak menyebutkan benda apa saja yang baru ia lihat.

 

Selain melatih fokus pada anak yang kurang konsentrasi, ada satu hal lain yang sama-sama nggak boleh ditunda untuk dilatih, yaitu kemampuan bahasa Inggris.

Semakin dini starting-point-nya, fondasi bahasa Inggris yang terbangun bisa semakin kuat, dan semakin konsisten berlatih, semakin jauh si kecil bisa siap melangkah hadapi persaingan di masa depan.

Gimana engga? Bahasa Inggris adalah skill jangka panjang yang nggak cuma bantu pelajaran di sekolah, tapi juga bisa jadi tiket masuk sekolah favorit, berprestasi hingga go internasional, sampai berkarier di masa depan.

Live Book Sparks English
Les bahasa Inggris Sparks English siap bantu anak lancar bahasa Inggris sejak dini dengan program yang dirancang mengikuti tumbuh kembang usia anak.

Dengan kurikulum internasional CEFR berbasis aktivitas kreatif, belajar jadi lebih seru dan dekat dengan dunia anak.

Sebelum mulai kelas, anak akan ikut placement test dulu biar levelnya cocok dengan kemampuannya sehingga materinya tidak membebani dan mudah dipahami anak.

Apalagi ada free extra sessions tiap pekan bareng native teacher yang bikin ruang belajar bahasa Inggris anak makin variatif dan menyenangkan.

Fasilitas selengkap ini nggak mungkin bisa didapatkan di tempat lain dengan harga yang ekonomis ramah banget di kantong!

Jadi, yuk daftar free trial class sekarang, cukup 1 menit aja lewat live booking instan!

Author:

Topik:

Share article: