Belajar sopan santun bisa dimulai sejak anak masih kecil melalui kebiasaan sederhana di rumah.
Mengucapkan “tolong”, “maaf”, dan “terima kasih”, menunggu giliran, mendengarkan saat orang lain berbicara, hingga meminta izin sebelum menggunakan barang orang lain merupakan contoh sopan santun yang dapat dilatih secara bertahap.
Anak tentu tidak langsung memahami semua aturan tersebut.
Mereka membutuhkan contoh, pengulangan, dan respons yang konsisten dari orang-orang di sekitarnya.
Lalu, bagaimana cara mengajarkan sopan santun kepada anak sesuai usianya?
Yuk, Moms & Dads, bahas satu per satu!
- Apa Itu Sopan Santun pada Anak?
- Apa Manfaat Belajar Sopan Santun bagi Anak?
- Kapan Anak Bisa Mulai Belajar Sopan Santun?
- Bagaimana Cara Mengajarkan Anak Sopan Santun?
Apa Itu Sopan Santun pada Anak?
Sopan santun adalah sikap dan perilaku yang menunjukkan rasa hormat, perhatian, serta penghargaan kepada orang lain dalam kehidupan sehari-hari.
Pada anak, sopan santun dapat terlihat dari kebiasaan sederhana seperti menyapa, mengucapkan terima kasih, meminta izin, berbicara dengan baik, mendengarkan orang lain, dan menghargai giliran.
Sopan santun bukan sekadar mengajarkan anak menghafal kata-kata seperti “maaf” atau “terima kasih”.
Anak juga perlu memahami kapan kata tersebut digunakan dan bagaimana tindakannya dapat memengaruhi orang lain.
Karena itu, belajar sopan santun berkaitan erat dengan perkembangan kemampuan komunikasi, sosial, dan emosional anak.
Baca Juga: Apa Itu Kecerdasan Emosional Anak? Ini 7 Cara Melatihnya!
Apa Manfaat Belajar Sopan Santun bagi Anak?
Belajar sopan santun sejak kecil dapat membantu anak:
- Memahami cara menghargai orang lain;
- Membangun keterampilan komunikasi yang baik;
- Belajar mendengarkan dan menunggu giliran;
- Lebih mudah berinteraksi dengan teman maupun orang dewasa;
- Memahami batasan dalam menggunakan barang milik orang lain;
- Mengenali bahwa tindakan dan perkataannya dapat memengaruhi perasaan orang lain;
Membangun kebiasaan positif yang dapat dibawa hingga dewasa.
Sopan santun juga berkaitan dengan keterampilan sosial yang berkembang secara bertahap seiring bertambahnya usia dan pengalaman anak.
Kapan Anak Bisa Mulai Belajar Sopan Santun?
Anak dapat mulai dikenalkan dengan sopan santun sejak usia dini.
Namun, Moms & Dads perlu menyesuaikan ekspektasi dengan tahap perkembangan anak.
Anak usia dua tahun tentu belum dapat memahami aturan sosial dengan cara yang sama seperti anak berusia lima atau enam tahun.
Berikut gambaran sederhananya.
1. Usia 1–2 Tahun: Belajar melalui Meniru
Pada usia 1–2 tahun, anak banyak belajar dengan melihat dan meniru orang-orang di sekitarnya.
CDC mencatat bahwa sekitar usia 15 bulan, anak sudah mulai meniru perilaku anak lain saat bermain.
Pada usia 18 bulan, anak juga dapat mulai meniru aktivitas sederhana yang dilakukan orang dewasa.
Di tahap ini, Moms & Dads belum perlu memberikan penjelasan panjang mengenai sopan santun.
Cukup tunjukkan kebiasaan yang ingin dikenalkan.
Misalnya:
Moms: “Terima kasih, ya, sudah kasih bukunya ke Mama.”
Atau ketika akan pergi:
Dads: “Kita bilang bye-bye dulu, yuk!”
Semakin sering anak melihat kebiasaan tersebut digunakan dalam situasi nyata, semakin familiar pula ia dengan cara berinteraksi yang baik.
Baca Juga: 15 Ide Stimulasi Anak 2 Tahun agar Cerdas, Aktif dan Optimal
2. Usia 3–4 Tahun: Mulai Memahami Aturan Sederhana
Memasuki usia 3–4 tahun, kemampuan bahasa dan interaksi sosial anak semakin berkembang.
Pada usia sekitar tiga tahun, anak umumnya mulai memperhatikan anak lain, ikut bermain bersama, dan melakukan percakapan sederhana secara bergantian.
Ini menjadi waktu yang baik untuk mengenalkan aturan sosial sederhana, misalnya:
“Kalau mau pinjam mainan teman, kita izin dulu.”
“Kalau teman masih bicara, kita tunggu sampai selesai.”
Aturan sebaiknya dibuat singkat, konkret, dan konsisten agar lebih mudah dipahami anak.
3. Usia 5 Tahun ke Atas: Memahami Konteks Sosial
Pada usia lima tahun ke atas, anak mulai memiliki kemampuan sosial yang lebih kompleks.
CDC mencatat bahwa banyak anak berusia lima tahun sudah dapat mengikuti aturan atau menunggu giliran ketika bermain bersama anak lain.
Pada tahap ini, Moms & Dads bisa mulai menjelaskan alasan di balik aturan.
Contohnya:
“Kita tunggu giliran bicara supaya semua orang punya kesempatan bercerita.”
Dengan begitu, anak tidak hanya mengetahui apa yang harus dilakukan, tetapi perlahan memahami mengapa perilaku tersebut penting.
Selain sopan santun, bahasa Inggris juga hal yang penting diajarkan ke anak sejak dini.
Apalagi di usia dini, otak anak dapat menyerap bunyi dan struktur bahasa baru sedang 90% berkembang pesat.
Sayangnya, kemampuan ini akan terus menurun seiring bertambahnya usia.
Banyak lho, orang tua yang menyesal karena nggak mengenalkan bahasa Inggris sedini mungkin, karena kalau mengenalkannya saat anak sudah jauh lebih besar perlu effort dan waktu yang lebih besar untuk diserap oleh otak.
Padahal bahasa Inggris adalah investasi skill penunjang masa depan yang nggak akan sia-sia, karena bisa membuka peluang untuk anak masuk sekolah favorit, berprestasi hingga level internasional, hingga jadi modal karier cemerlang di masa depannya.
Jangan biarkan si kecil kehilangan kesempatan belajar skill yang seharusnya bisa dikuasai sejak dini.

Sparks English hadir untuk anak usia 3-18 tahun lancar bahasa Inggris sejak dini dengan kurikulum berbasis CEFR yang programnya dirancang bertahap sesuai tingkatan proficiency level standar internasional.
Menggunakan metode fun & interactive, anak akan belajar tanpa merasa terbebani, karena prosesnya dirancang sesuai tumbuh kembang usia anak.
Kelasnya semi-private dibimbing native teacher dan Cambridge TKT certified teacher biar anak bisa banyak active speaking dan pelafalannya juga terbentuk natural.
Nggak cuma itu, dengan biaya hemat mulai Rp70 ribuan per kelas aja, hasilnya udah dibuktikan 25.000+ students yang jago bahasa Inggris dalam 6 bulan!
Kalau ada les bahasa Inggris anak dengan fasilitas premium tapi biayanya tetap irit demi persiapkan masa depan anak yang lebih cerah, yakin nggak mau coba dulu?
Coba free trial class sekarang dan jangan lewatkan diskon Rp1 jutanya karena kuota terbatas!
Bagaimana Cara Mengajarkan Anak Sopan Santun?
Cara mengajarkan anak sopan santun yang efektif adalah melalui contoh langsung, latihan berulang, aturan yang jelas, dan respons yang konsisten.
Berikut beberapa kebiasaan yang bisa Moms & Dads terapkan.
1. Jadilah Contoh Sopan Santun dalam Kehidupan Sehari-hari
Anak belajar banyak hal dengan mengamati orang dewasa.
Jika Moms & Dads ingin anak terbiasa mengatakan “tolong” dan “terima kasih”, gunakan juga kata-kata tersebut saat berbicara kepada anak maupun orang lain.
Contohnya:
“Boleh tolong ambilkan buku Mama?”
Setelah anak membantu:
“Terima kasih sudah membantu.”
UNICEF dan American Academy of Pediatrics sama-sama menekankan pentingnya orang tua menjadi contoh perilaku yang ingin dilihat pada anak.
Jadi, jangan hanya meminta anak bersikap sopan. Tunjukkan juga seperti apa perilakunya.
2. Kenalkan Kata “Tolong”, “Maaf”, dan “Terima Kasih”
Tiga ungkapan sederhana ini dapat dikenalkan sejak anak mulai berkomunikasi.
Namun, hindari membuat anak sekadar mengucapkannya secara otomatis.
Bantu anak memahami situasinya.
Contoh:
Anak: “Mau air!”
Moms: “Coba bilang, ‘Ma, tolong ambilkan air.’”
Setelah diberikan:
Moms: “Nah, kalau sudah dibantu, kita bilang apa?”
Anak: “Terima kasih.”
Untuk kata “maaf”, bantu anak memahami apa yang terjadi terlebih dahulu.
Misalnya:
“Mainannya tadi terjatuh karena kamu menariknya dari tangan Kakak. Kita bisa bilang, ‘Maaf, Kak. Aku tadi menarik mainannya.’”
Dengan begitu, anak belajar bahwa meminta maaf bukan sekadar mengucapkan satu kata.
3. Ajarkan Anak Menyapa dan Berpamitan
Menyapa dan berpamitan merupakan keterampilan sosial sederhana yang dapat dilatih dalam aktivitas sehari-hari.
Saat bertemu seseorang, Moms & Dads bisa memberi contoh:
“Halo, Tante!”
“Selamat pagi, Bu Guru.”
Ketika akan pulang:
“Terima kasih. Kami pulang dulu, ya.”
“Dadah, sampai ketemu lagi!”
Untuk anak yang masih malu, jangan langsung memaksanya berbicara di depan orang lain.
Moms & Dads bisa tetap memberi contoh dan mengajaknya mencoba kembali di kesempatan berikutnya.
4. Latih Anak Mendengarkan saat Orang Lain Berbicara
Sopan santun dalam komunikasi tidak hanya soal cara berbicara.
Anak juga perlu belajar mendengarkan.
Mulailah dari percakapan sederhana di rumah.
Ketika satu orang sedang berbicara, ajarkan anak untuk menunggu beberapa saat sebelum menanggapi.
Moms & Dads juga perlu melakukan hal yang sama saat anak bercerita.
Tatap anak, dengarkan sampai selesai, lalu berikan respons.
Anak akan lebih mudah memahami pentingnya mendengarkan ketika ia juga merasa didengarkan.
5. Ajarkan Anak Menunggu Giliran
Menunggu giliran membantu anak memahami bahwa orang lain juga memiliki hak dan kesempatan yang sama.
Latih melalui kegiatan sederhana seperti:
- Bermain board game;
- Menggunakan perosotan secara bergantian;
- Bergiliran memilih lagu;
- Berbicara satu per satu saat makan bersama.
Saat anak tidak sabar, Moms & Dads bisa mengatakan:
“Sekarang giliran Kakak. Setelah Kakak selesai, baru giliran kamu.”
Gunakan kalimat yang konsisten agar anak lebih mudah memahami polanya.
6. Ajarkan Anak Meminta Izin sebelum Mengambil atau Menggunakan Sesuatu
Anak perlu memahami bahwa tidak semua benda boleh langsung diambil atau digunakan.
Mulailah dengan aturan sederhana:
“Kalau barangnya punya orang lain, kita tanya dulu sebelum mengambil.”
Berikan contoh kalimat yang bisa digunakan:
“Boleh aku pinjam pensilnya?”
“Boleh aku main dengan boneka ini?”
“Kak, aku boleh pakai bukunya?”
Selain mengajarkan sopan santun, kebiasaan ini membantu anak mengenal batasan dan menghargai kepemilikan orang lain.
Baca Juga: 10 Contoh Sopan Santun di Sekolah, Wajib Diajarkan pada Anak!
7. Ajarkan Anak Berbicara dengan Nada yang Tepat
Kalimat yang benar tetap dapat terdengar kurang menyenangkan jika disampaikan dengan berteriak atau membentak.
Moms & Dads bisa membantu anak mengenali perbedaannya.
Misalnya, daripada:
“AMBILIN AIR!”
Ajak anak mencoba:
“Ma, boleh tolong ambilkan air?”
Jika anak sedang marah, tidak perlu langsung menuntutnya berbicara sempurna.
Bantu ia menenangkan diri terlebih dahulu, lalu ulangi cara menyampaikan keinginannya dengan lebih tepat.
8. Ajarkan Anak Memikirkan Perasaan Orang Lain
Sopan santun juga berkaitan dengan kemampuan memahami perasaan orang lain atau empati.
Ajak anak memperhatikan reaksi orang lain melalui pertanyaan sederhana.
Misalnya:
“Menurut kamu, bagaimana perasaan adik kalau mainannya direbut?”
Atau ketika membaca cerita:
“Kenapa ya tokoh ini terlihat sedih?”
Pertanyaan seperti ini membantu anak mulai melihat situasi dari sudut pandang orang lain.
Baca Juga: 9 Cara Menumbuhkan Empati Anak dan Manfaatnya!
9. Berikan Pujian Spesifik saat Anak Bersikap Sopan
Daripada hanya mengatakan:
“Anak pintar!”
Cobalah memberikan pujian yang lebih spesifik.
Misalnya:
“Mama suka kamu tadi menunggu giliran sebelum bicara.”
Atau:
“Terima kasih sudah meminta izin sebelum mengambil pensil Kakak.”
Pujian spesifik membantu anak mengetahui perilaku mana yang sudah dilakukan dengan baik.
American Academy of Pediatrics juga merekomendasikan orang tua untuk memperhatikan perilaku positif anak dan memberikan pujian yang spesifik ketika anak melakukannya.
10. Hindari Memarahi Anak di Depan Orang Lain
Anak mungkin saja lupa mengatakan terima kasih, memotong pembicaraan, merebut mainan, atau melakukan hal yang dianggap kurang sopan.
Namun, hindari langsung mempermalukan atau membentaknya di depan orang lain.
Jika situasinya memungkinkan, ajak anak berbicara secara pribadi.
Misalnya:
“Tadi waktu Tante masih bicara, kamu langsung menyela. Lain kali kita tunggu Tante selesai dulu, ya.”
Fokuslah pada perilakunya, bukan memberi label kepada anak.
Hindari kalimat seperti:
“Kamu memang nggak sopan.”
Lebih baik katakan:
“Tadi cara meminta mainannya belum tepat. Yuk, kita coba lagi.”
American Academy of Pediatrics tidak merekomendasikan disiplin berupa bentakan, penghinaan, atau mempermalukan anak.
Disiplin sebaiknya membantu anak memahami perilaku yang diharapkan, bukan membuatnya merasa dirinya adalah anak yang buruk.
Baca Juga: 15 Contoh Hak dan Kewajiban Anak di Rumah!
Belajar sopan santun bukan proses yang selesai dalam satu hari.
Anak membutuhkan contoh, kesempatan mencoba, pengulangan, dan arahan yang konsisten dari orang-orang di sekitarnya.
Hal ini juga berlaku sama seperti belajar bahasa Inggris yang justru paling bagus fondasinya jika dikenalkan sejak usia dini.

Les bahasa Inggris anak Sparks English dapat mendukung si kecil mengembangkan skill bahasa Inggris lewat metode fun & interactive learning yang disesuaikan dengan usia dan level kemampuan.
Anak tidak hanya belajar vocabulary dan grammar, tetapi juga dapat kesempatan menggunakan bahasa lewat speaking, conversation, games, storytelling, dan berbagai aktivitas interaktif lainnya.
Bisa bebas pilih jadwal kelas tersedia dan ada bonus free extra sessions bareng internasional teacher yang bikin ruang belajar anak makin variatif.
Fasilitas selengkap ini nggak mungkin bisa didapatkan di tempat lain, apalagi harganya ekonomis ramah banget di kantong!
Jangan sampai nyesel karena nunda! Ayo daftar free trial class-nya lewat live booking instan cuma butuh 1 menit!


