Dalam bahasa Inggris, reflexive pronouns dipakai ketika subjek dan objek dalam kalimat merujuk pada orang atau pihak yang sama.
Karena itu, memahami pola ini akan membantu anak membuat kalimat yang lebih benar, jelas, dan natural.
Artikel ini akan membahas secara lengkap mulai dari pengertian, fungsi, daftar bentuk, cara penggunaan, contoh kalimat reflexive pronoun, hingga kesalahan umum yang perlu dihindari.
Apa Itu Reflexive Pronoun?
Reflexive pronoun adalah kata ganti yang digunakan ketika subjek (pelaku) dan objek (penerima aksi) dalam satu kalimat adalah orang atau benda yang sama.
Kata ganti ini menunjukkan bahwa aksi yang dilakukan subjek “memantul” kembali kepada dirinya sendiri.
Dalam bahasa Indonesia, maknanya sering diterjemahkan sebagai “diri sendiri”.
Contohnya:
- I hurt myself. (Saya melukai diri saya sendiri.)
Pada kalimat tersebut, subjeknya adalah I dan objeknya adalah myself.
Keduanya merujuk pada orang yang sama, yaitu “saya”.
Secara bentuk, reflexive pronoun biasanya berakhiran:
- Self untuk tunggal.
- Selves untuk jamak.
Fungsi Reflexive Pronouns
Penggunaan kata ganti ini bukan sekadar variasi kalimat, tapi punya fungsi spesifik secara tata bahasa:
1. Menunjukkan Bahwa Subjek Dan Objek Adalah Orang Yang Sama
Nah ini dia fungsinya yang paling utama!
Reflexive pronoun dipakai saat pelaku dan penerima tindakan adalah pihak yang sama.
Contoh:
- She looked at herself in the mirror. (Dia melihat dirinya sendiri di cermin.)
Subjek she dan objek herself adalah orang yang sama.
2. Menegaskan Bahwa Seseorang Melakukan Sesuatu Sendiri
Kadang reflexive pronoun digunakan untuk memberi penekanan bahwa seseorang melakukan sesuatu tanpa bantuan orang lain.
Contoh:
- He did the homework himself. (Dia mengerjakan PR itu sendiri.)
Di sini, himself memberi penegasan bahwa ia melakukannya sendiri.
3. Digunakan Setelah Preposition Tertentu
Dalam beberapa kalimat, reflexive pronoun muncul setelah preposition saat masih merujuk pada subjek yang sama.
Contoh:
- She is talking to herself. (Dia sedang berbicara kepada dirinya sendiri.)
4. Digunakan Dalam Ungkapan Tertentu
Ada beberapa ekspresi umum dalam bahasa Inggris yang memakai reflexive pronoun.
Contoh:
- Enjoy yourself! (Nikmatilah! / Bersenang-senanglah!)
- Help yourself. (Silakan ambil sendiri.)
5. Membantu Kalimat Menjadi Lebih Jelas
Tanpa reflexive pronoun, beberapa kalimat bisa terdengar membingungkan atau bahkan salah secara grammar.
Bandingkan:
- Rina blamed herself. = benar
- Rina blamed her. = artinya Rina menyalahkan perempuan lain.
Karena itu, memahami fungsi reflexive pronouns sangat penting agar tidak salah makna saat berbicara atau menulis.
Ingin belajar bahasa Inggris dengan cara seru? Gabung di Sparks English aja!
Di sini, kamu nggak cuma belajar teori, tapi juga aktif speaking lewat diskusi seru, latihan real conversation, dan dapat feedback langsung dari native teacher.
Metodenya dirancang sesuai level, jadi progres belajarmu lebih cepat dan terarah.
Coba kelas gratisnya sekarang!
Daftar Reflexive Pronouns dalam Bahasa Inggris
Jenis pronoun ini memiliki beberapa bentuk sebagai berikut.
1. Myself (Merujuk pada “I”)
Digunakan saat pembicara membicarakan dirinya sendiri.
- I can tie my shoes by myself. (Aku bisa mengikat sepatuku sendiri.)
- I saw myself in the mirror. (Aku melihat diriku sendiri di cermin.)
2. Yourself (Merujuk pada “You” tunggal)
Digunakan saat berbicara kepada satu orang lawan bicara.
- Please, take care of yourself. (Tolong, jaga dirimu baik-baik.)
- Did you draw this by yourself? (Apakah kamu menggambar ini sendirian?)
3. Itself (Merujuk pada “It”)
Digunakan untuk hewan, benda mati, atau tumbuhan.
- The cat cleans itself with its tongue. (Kucing itu membersihkan dirinya sendiri dengan lidahnya.)
- The door closed by itself. (Pintunya tertutup sendiri.)
4. Herself (Merujuk pada “She”)
Digunakan untuk perempuan (ibu, saudara perempuan, teman perempuan).
- Sinta baked the cake herself. (Sinta memanggang kuenya sendiri.)
- She taught herself how to play piano. (Dia mengajar dirinya sendiri cara bermain piano.)
5. Himself (Merujuk pada “He”)
Digunakan untuk laki-laki (ayah, saudara laki-laki, teman laki-laki).
- He hurt himself while playing soccer. (Dia melukai dirinya sendiri saat bermain sepak bola.)
- Budi fixed the toy himself. (Budi memperbaiki mainan itu sendiri.)
6. Yourselves (Merujuk pada “You” jamak)
Digunakan saat berbicara kepada lebih dari satu orang.
- Children, please help yourselves to the snacks. (Anak-anak, silakan ambil sendiri camilannya.)
- You all can introduce yourselves. (Kalian semua bisa memperkenalkan diri kalian masing-masing.)
7. Ourselves (Merujuk pada “We”)
Digunakan saat pembicara termasuk dalam kelompok tersebut.
- We believe in ourselves. (Kami percaya pada diri kami sendiri.)
- We painted the classroom ourselves. (Kami mengecat ruang kelas ini sendiri.)
8. Themselves (Merujuk pada “They”)
Digunakan untuk sekelompok orang atau benda lain.
- They are proud of themselves. (Mereka bangga pada diri mereka sendiri.)
- The students prepared the presentation themselves. (Para siswa menyiapkan presentasi itu sendiri.)
Cara Menggunakan Reflexive Pronoun
Agar tidak tertukar, perhatikan aturan penggunaan berikut:
1. Saat Subjek dan Objek Sama
Ini adalah aturan utama.
Jika kamu mengatakan “I see him” (Subjek I, Objek Him), itu orang yang berbeda.
Namun jika orangnya sama, wajib menggunakan reflexive: “I see myself.”
2. Setelah Preposition (Kata Depan)
Kita menggunakan kata ganti ini setelah prepositions seperti by, for, to, with, jika merujuk pada subjek.
Note: Penggunaan “by + reflexive pronoun” (contoh: by myself) berarti “sendirian” atau “tanpa bantuan”.
2. Untuk Memberi Penekanan
Reflexive pronoun bisa dipakai untuk menegaskan bahwa seseorang melakukan sesuatu sendiri.
Contoh:
- My mother cooked the meal herself. (Ibu saya memasak makanan itu sendiri.)
- The boy fixed the toy himself. (Anak laki-laki itu memperbaiki mainan itu sendiri.)
Pada fungsi ini, jika reflexive pronoun dihilangkan, kalimat masih tetap benar, tetapi penekanannya berkurang.
3. Setelah Preposition Ketika Masih Merujuk Ke Subjek
Beberapa preposition seperti to, for, atau by bisa diikuti reflexive pronoun jika maknanya kembali ke subjek yang sama.
Contoh:
- She kept the secret to herself. (Dia menyimpan rahasia itu untuk dirinya sendiri.)
- He was talking to himself. (Dia sedang berbicara kepada dirinya sendiri.)
4. Dalam Ungkapan Tetap Sehari-Hari
Ada beberapa ekspresi yang sangat umum digunakan.
Contoh:
- Help yourself. (Silakan ambil sendiri.)
- Behave yourself. (Bersikap yang baik.)
- Enjoy yourselves. (Bersenang-senanglah kalian.)
5. Tidak Digunakan Jika Objeknya Berbeda
Jangan memakai reflexive pronoun jika objeknya bukan pihak yang sama dengan subjek.
Salah:
Rina talked to herself jika maksudnya Rina berbicara kepada Sinta
Benar:
Rina talked to Sinta.
Jadi, reflexive pronoun hanya dipakai jika memang “kembali” ke subjek yang sama.
Contoh Kalimat Reflexive Pronoun
Berikut contoh kalimat reflexive pronoun supaya kamu semakin paham penggunaannya.
- I made this card myself. (Saya membuat kartu ini sendiri.)
- You should believe in yourself. (Kamu harus percaya pada dirimu sendiri.)
- He taught himself to swim. (Dia belajar berenang sendiri.)
- She bought herself a new bag. (Dia membelikan dirinya sendiri tas baru.)
- The dog hurt itself. (Anjing itu melukai dirinya sendiri.)
- We enjoyed ourselves at the beach. (Kami bersenang-senang di pantai.)
- They introduced themselves politely. (Mereka memperkenalkan diri dengan sopan.)
- Please help yourself to some juice. (Silakan ambil jus sendiri.)
- The children cleaned the room themselves. (Anak-anak membersihkan kamar itu sendiri.)
- Did you paint this picture yourself? (Apakah kamu melukis gambar ini sendiri?)
Kesalahan Umum dalam Penggunaan Reflexive Pronoun
Saat belajar reflexive pronouns, ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh pemula.
Berikut ini adalah common mistake yang paling umum dilakukan.
1. Menggunakan Reflexive Pronoun Padahal Subjek Dan Objek Berbeda
Salah:
Budi helped myself.
Benar:
Budi helped me.
Karena subjeknya Budi, objeknya bukan Budi sendiri, jadi tidak perlu reflexive pronoun.
2. Salah Memilih Bentuk Pronoun
Salah:
She made the cake himself.
Benar:
She made the cake herself.
Pastikan bentuk reflexive pronoun sesuai dengan subjeknya.
3. Menganggap Semua Kalimat Dengan “Sendiri” Harus Memakai Reflexive Pronoun
Tidak selalu. Dalam beberapa konteks bahasa Indonesia, kata “sendiri” bisa berarti “sendirian” atau “tanpa teman”, bukan reflexive.
Contoh:
I am at home alone.
Bukan: I am at home myself untuk makna “sendirian”.
4. Menggunakan Reflexive Pronoun Sebagai Subjek
Salah:
Myself am happy.
Benar:
I am happy.
Reflexive pronoun bukan digunakan sebagai subjek utama dalam kalimat biasa.
5. Bingung Antara Emphatic Pronoun Dan Reflexive Pronoun
Bentuknya memang sama, tetapi fungsinya bisa berbeda.
Contoh reflexive:
She hurt herself.
Contoh penekanan:
She did it herself.
Pada kalimat pertama, herself adalah objek yang kembali ke subjek.
Pada kalimat kedua, herself hanya memberi penegasan.
Baca Juga: Mengenal Personal Pronoun dalam Bahasa Inggris
Memahami reflexive pronoun adalah langkah penting dalam belajar grammar bahasa Inggris.
Kuncinya adalah mencocokkan kata ganti dengan subjek kalimatnya.
Ingin materi yang lebih dalam lagi untuk melancarkan bahasa Inggris? Ayo bergabung di kursus bahasa Inggris Sparks English!
Sparks English menerapkan metode pembelajaran interaktif yang disesuaikan dengan tumbuh kembang usia, bukan sekadar menghafal materi.
Materi pembelajaran pun disampaikan oleh native teacher dan tutor profesional dengan biaya mulai Rp70 ribu per sesi aja.
Ada free trial class juga yang bisa dicoba, ayo daftar sekarang!



