Ungkapan asking for permission bukanlah hal yang asing karena sering digunakan dalam aktivitas sehari-hari, baik di sekolah maupun percakapan santai.
Konsep asking and giving permission membantu kita menyampaikan permintaan izin secara sopan dan tepat dalam bahasa Inggris.
Karena itu, memahami asking permission menjadi kemampuan penting dalam komunikasi.
Artikel ini akan membahas ask for permission secara ringkas dan jelas, lengkap dengan contoh asking for permission yang mudah diterapkan dalam situasi nyata.
Mari simak selengkapnya!
- Apa Itu Asking for Permission?
- Jenis Ungkapan Asking for Permission
- Ungkapan Giving Permission dan Contoh Percakapannya
- Ungkapan Refusing Permission dan Contoh Percakapannya
Apa Itu Asking for Permission?
Menurut Cambridge Dictionary, asking permission adalah tindakan menyampaikan secara lisan atau tertulis bahwa kita ingin diizinkan melakukan sesuatu.
Mudahnya, asking for permission adalah ungkapan yang digunakan untuk meminta izin atau persetujuan kepada seseorang sebelum melakukan suatu tindakan.
Biasanya, izin diminta kepada pihak yang memiliki wewenang, seperti guru, atasan, atau orang yang bertanggung jawab atas suatu situasi, sedangkan giving permission berarti memberikan izin tersebut.
Dalam penggunaannya, asking and giving permission memiliki tingkat formalitas yang berbeda sehingga pemilihan katanya harus disesuaikan.
Jenis Ungkapan Asking for Permission
|
Jenis Ungkapan |
Pola Kalimat |
Contoh Kalimat |
| Could I…? | Could + subject + verb 1 + complement? | Could I borrow your pen? (Bolehkah saya meminjam pulpenmu?) |
| Can I…? | Can + subject + verb 1 + complement? | Can I sit here? (Bolehkah saya duduk di sini?) |
| May I…? | May + subject + verb 1 + complement? | May I leave the room early? (Bolehkah saya keluar ruangan lebih awal?) |
| Do you mind if…? | Do you mind if + subject + verb (present) + complement? | Do you mind if I open the window? (Apakah kamu keberatan kalau saya buka jendelanya?) |
| I wonder if…? | I wonder if + subject + verb (past simple / could) + complement? | I wonder if you could help me with this assignment. (Saya bertanya-tanya apakah kamu bisa membantu tugas ini.) |
| Would you mind if…? | Would you mind if + subject + verb (past simple) + complement? | Would you mind if I used your phone for a moment? (Apakah kamu keberatan kalau saya pakai HP kamu sebentar?) |
| Do you think…? | Do you think + subject + verb (present) + complement? | Do you think I should talk to the teacher? (Menurutmu, sebaiknya saya bicara dengan guru?) |
| Is it okay if…? | Is it okay if + subject + verb (present) + complement? | Is it okay if I come late tomorrow? (Apakah tidak apa-apa kalau saya datang terlambat besok?) |
1. Could I…?
Ungkapan ini digunakan untuk meminta izin secara sopan dan terdengar lebih halus.
Ungkapan ini cocok digunakan dalam situasi formal maupun semi-formal, seperti di sekolah, kantor, atau saat berbicara dengan orang yang belum akrab.
Pola kalimat yang digunakan adalah:
Could + subject + verb 1 (base form) + complement?
Contoh asking for permission:
- Could I sit here for a moment? (Bolehkah saya duduk di sini sebentar?)
- Could I borrow your book for today? (Bolehkah saya meminjam bukumu hari ini?)
2. Can I…?
“Can I…?” adalah ungkapan asking for permission yang paling umum dan sering digunakan dalam percakapan sehari-hari.
Ungkapan ini digunakan untuk meminta izin dengan cara yang langsung dan santai sehingga lebih cocok dipakai dalam situasi informal, seperti berbicara dengan teman, keluarga, atau orang yang sudah akrab.
Pola kalimat yang digunakan adalah:
Can + subject + verb 1 (base form) + complement?
Contoh asking for permission:
- Can I join you for a bit? (Bolehkah aku ikut sebentar?)
- Can I use your phone? (Bolehkah aku memakai ponselmu?)
3. May I…?
Bentuk ungkapan ini digunakan untuk meminta izin dengan tingkat kesopanan yang lebih tinggi.
Dibandingkan “can I” dan “could I”, ungkapan ini terdengar lebih formal, baku, dan sering digunakan dalam situasi resmi atau saat berbicara dengan orang yang memiliki otoritas.
Pola kalimat yang digunakan adalah:
May + subject + verb 1 (base form) + complement?
Contoh asking for permission:
- May I enter the room? (Bolehkah saya masuk ke ruangan ini?)
- May I ask you something? (Bolehkah saya menanyakan sesuatu?)
4. Do you mind if…?
Jenis ini digunakan saat ingin meminta izin dengan cara sangat sopan dan halus.
Saat memakai bentuk ini, kita seolah menanyakan apakah tindakan kita akan mengganggu mereka atau tidak.
Ungkapan asking for permission ini sering digunakan dalam situasi semi-formal hingga formal, terutama dengan orang yang belum terlalu akrab.
Pola kalimat yang digunakan adalah:
Do you mind if + subject + verb (present) + complement?
Contoh asking for permission:
- Do you mind if he joins us later? (Apakah kamu keberatan jika dia bergabung dengan kita nanti?)
- Do you mind if they wait here? (Apakah kamu keberatan jika mereka menunggu di sini?)
5. I wonder if…?
Kalau ingin meminta izin dengan cara yang paling halus dan nggak terkesan langsung, ungkapan “I wonder if…” sering jadi pilihan.
Bentuk ini biasanya dipakai saat kita ingin terdengar sopan dan berhati-hati, apalagi kalau lawan bicara belum terlalu dekat.
Karena itu, asking for permission dengan I wonder if lebih cocok digunakan dalam situasi formal atau semi-formal.
Pola kalimat yang digunakan adalah:
I wonder if + subject + verb (past simple / could) + complement?
Catatan: Bentuk lampau di sini bukan untuk menunjukkan waktu, tapi untuk membuat permintaan terdengar lebih sopan.
Contoh asking for permission:
- I wonder if you could explain this part again. (Saya ingin tahu apakah Anda bisa menjelaskan bagian ini sekali lagi.)
- I wonder if you could give me a moment. (Saya ingin tahu apakah Anda bisa memberi saya waktu sebentar.)
6. Would you mind if…?
Jenis ungkapan ini juga biasanya digunakan dalam situasi semi-formal hingga formal.
Mirip seperti “Do you mind if…?”, bentuk ini lebih halus karena tidak langsung meminta izin, tapi menanyakan apakah tindakan kita memberatkan orang lain atau tidak.
Pola kalimat yang digunakan adalah:
Would you mind if + subject + verb (past simple) + complement?
Catatan: Bentuk lampau digunakan untuk melembutkan permintaan dan bersifat tidak memaksa, bukan menunjukkan waktu.
Contoh asking for permission:
- Would you mind if I changed the music? (Apakah kamu keberatan jika saya mengganti musiknya?)
- Would you mind if I stayed here a little longer? (Apakah Anda keberatan jika saya tinggal di sini sedikit lebih lama?)
Baca Juga: Asking and Giving Direction & 3 Contoh Dialog Berbagai Situasi
7. Do you think…?
Bentuk ungkapan ini lebih cocok digunakan dalam situasi informal, terutama dengan teman atau orang yang sudah cukup dekat.
Bentuk ini juga seperti mengajak lawan bicara untuk memberi pendapat sehingga terasa lebih ringan.
Pola kalimat yang digunakan adalah:
Do you think + subject + verb (present) + complement?
Contoh asking for permission:
- Do you think I can turn down the volume? (Menurut kamu, bolehkah saya mengecilkan volumenya?)
- Do you think it’s alright if I wait here? (Menurut kamu, tidak apa-apa kalau saya menunggu di sini?)
8. Is it okay if…?
Ungkapan “Is it okay if…?” sering dipakai saat ingin meminta izin dengan cara yang santai kepada orang-orang sebaya.
Ungkapan ini paling sering digunakan dalam situasi informal, khususnya dalam percakapan sehari-hari.
Pola kalimat yang digunakan adalah:
Is it okay if + subject + verb (present) + complement?
Contoh asking for permission:
- Is it okay if I leave my bag here for a moment? (Apakah boleh saya meninggalkan tas saya di sini sebentar?)
- Is it okay if I turn on the fan? (Apakah boleh kalau saya menyalakan kipas angin?)
Baca Juga: Bagaimana Contoh Asking and Offering Help dalam Bahasa Inggris?
Ungkapan Giving Permission dan Contoh Percakapannya
Ungkapan giving permission digunakan untuk menunjukkan bahwa kita tidak keberatan dan mengizinkan seseorang melakukan sesuatu.
Berikut beberapa ungkapan giving permission yang sering dipakai dalam percakapan sehari-hari:
- Sure. (Tentu.)
- Sure, no problem. (Tentu, tidak masalah.)
- Yes, of course. (Ya, tentu saja.)
- Go ahead. (Silakan.)
- That’s okay. (Tidak apa-apa.)
- That’s totally fine. (Tidak masalah sama sekali.)
- I don’t mind. (Saya tidak keberatan.)
- Not at all. (Sama sekali tidak.)
- Feel free to… (Silakan saja untuk…)
- You may. (Kamu boleh.)
Supaya lebih jelas, yuk simak contoh dialog asking for permission berikut ini.
Percakapan 1
A: Is it okay if I charge my phone here? (Apakah tidak apa-apa kalau saya ngecas HP di sini?)
B: Sure, go ahead. (Tentu, silakan.)
Percakapan 2
A: Would you mind if I left a bit earlier? (Apakah Anda keberatan jika saya pulang sedikit lebih awal?)
B: That’s fine. Just let me know next time. (Tidak masalah. Lain kali kabari saja ya.)
Percakapan 3
A: Can I use your notes for a moment? (Boleh aku pakai catatanmu sebentar?)
B: I don’t mind. Just be careful with them. (Aku nggak keberatan. Tapi hati-hati ya.)
Baca Juga: Asking and Giving Suggestion: Pengertian, Expression & Contoh Dialog Lengkap
Ungkapan Refusing Permission dan Contoh Percakapannya
Dalam situasi tertentu, kita perlu menolak permintaan izin tanpa terdengar kasar atau menyinggung perasaan.
Di sinilah refusing permission berperan.
Berikut beberapa ungkapan refusing permission yang umum digunakan.
- I’m sorry, but… (Maaf, tapi…)
- You cannot do that (Kamu tidak bisa melakukan itu.)
- I’m afraid I can’t. (Saya khawatir saya tidak bisa.)
- I don’t think that’s possible. (Saya rasa itu tidak memungkinkan.)
- I’d rather you didn’t. (Saya lebih memilih kamu tidak melakukannya.)
- I’m not sure that’s a good idea. (Saya tidak yakin itu ide yang bagus.)
- Unfortunately, that’s not allowed. (Sayangnya, itu tidak diperbolehkan.)
- That might be difficult at the moment. (Itu mungkin agak sulit untuk saat ini.)
Mari simak contoh dialog dengan ungkapan refusing permission.
Percakapan 1
A: Do you think I can bring my pet inside? (Menurutmu, apakah aku boleh membawa hewan peliharaanku ke dalam?)
B: That might be a problem. This area isn’t pet-friendly. (Itu bisa jadi masalah. Area ini tidak ramah hewan peliharaan.)
Percakapan 2
A: Would you mind if I used your charger? (Apakah kamu keberatan jika saya memakai chargermu?)
B: I’d prefer not to. My phone is almost dead. (Aku lebih memilih tidak. Baterai HP-ku hampir habis.)
Percakapan 3
A: May I stay here until evening? (Bolehkah saya tinggal di sini sampai sore?)
B: I’m afraid that’s not possible right now. (Saya rasa itu tidak memungkinkan saat ini.)
Baca Juga: Asking and Giving Opinion & 4 Contoh Dialog Berbagai Situasi
Sekarang kamu sudah paham kan tentang asking for permission.
Semakin sering dipakai, semakin refleks kamu mengucapkannya dengan percaya diri.
Sayangnya, hal seperti ini susah dikuasai kalau cuma baca teori tanpa praktik speaking langsung.
Kalau kamu ingin belajar bahasa Inggris yang benar-benar dipakai di kehidupan sehari-hari, ikut kursus bahasa Inggris Sparks English bisa jadi langkah awal yang pas.
Di Sparks English, kamu dilatih speaking aktif bersama native teacher lewat diskusi dan role play, bukan sekadar menghafal pola kalimat.
Setiap sesi dirancang agar kamu terbiasa berpikir dan berbicara dalam bahasa Inggris, serta berkembang dengan cepat.
Nggak perlu khawatir soal biaya karena harganya sangat terjangkau mulai Rp70 ribu per sesi aja!
Penasaran? Coba booking free trial class dulu aja!
Kuota terbatas lho!



