Correlative Conjunction: Pengertian, Jenis, Contoh & Latihan Soal

9 April 2026
Correlative Conjunction

Correlative conjunction adalah konjungsi yang selalu digunakan secara berpasangan untuk menghubungkan dua ide dalam satu kalimat. 

Berbeda dari konjungsi biasa, jenis ini punya struktur yang lebih teratur dan seimbang. 

Supaya makin paham, ayo langsung kita bahas selengkapnya dengan contoh correlative conjunction yang bisa kamu pelajari dan praktikkan sehari-hari!

 

 

Apa Itu Correlative Conjunction?

Correlative conjunction adalah pasangan kata hubung (conjunction) yang bekerja sama untuk menghubungkan dua kata, frasa, atau klausa yang setara dalam satu kalimat. 

Konjungsi ini nggak bisa berdiri sendiri, selalu muncul dalam bentuk pasangan. 

Misalnya, kalau kamu pakai “either”, maka harus ada “or” di belakangnya. 

Selain menghubungkan dua ide, fungsi utama konjungsi korelatif adalah menjaga keseimbangan struktur kalimat. 

Makanya, elemen yang mengikuti masing-masing pasangan konjungsi ini harus punya bentuk gramatikal yang sama.

Konsep ini dikenal dengan istilah parallel structure.

 

Daftar Correlative Conjunction dan Contoh Kalimatnya

Berikut adalah contoh correlative conjunction yang paling umum digunakan, lengkap dengan contoh kalimatnya.

 

1. Both … And

Konjungsi ini digunakan untuk menyatakan bahwa dua hal, orang, atau kondisi berlaku secara bersamaan.

Yang perlu diperhatikan, elemen yang mengikuti “both” dan “and” harus punya bentuk gramatikal yang sama. 

Misalnya, kalau setelah “both” adalah kata sifat, maka setelah “and” juga harus kata sifat.

Contoh kalimat correlative conjunction:

  • Both the director and the producer approved the final script. (Baik sutradara maupun produser menyetujui naskah akhir tersebut.)
  • She is both confident and well-spoken in front of an audience. (Dia sekaligus percaya diri dan fasih berbicara di depan audiens.)

 

2. Either … Or

“Either … or” digunakan untuk menyatakan dua pilihan yang mungkin terjadi, di mana hanya salah satu yang berlaku. 

Konjungsi ini memberi kesan bahwa pembicara menawarkan atau mempertimbangkan dua kemungkinan sekaligus.

Satu hal penting soal subject-verb agreement adalah kalau dua subjek dihubungkan dengan “either … or”, maka kata kerjanya menyesuaikan dengan subjek yang paling dekat dengannya. 

Contohnya, “Either the students or the teacher is responsible”, maka kata kerja “is” mengikuti “the teacher” yang posisinya lebih dekat.

Contoh kalimat correlative conjunction:

  • You can either take the morning flight or the afternoon train. (Kamu bisa memilih penerbangan pagi atau kereta siang.)
  • Either you study harder or you’ll fail the final exam. (Entah kamu belajar lebih giat atau kamu akan gagal di ujian akhir.)

 

3. Neither … Nor

Konjungsi korelatif ini digunakan untuk menyatakan bahwa dua hal sekaligus nggak berlaku atau tidak benar. 

Konjungsi ini bersifat negatif ganda sehingga kalimat yang menggunakannya nggak perlu ditambah kata negatif lain seperti “not”.

Sama seperti “either … or”, aturan subject-verb agreement juga berlaku di sini. 

Kata kerjanya mengikuti subjek yang paling dekat dengan kata kerja tersebut.

Contoh kalimat correlative conjunction:

  • Neither the CEO nor the board members were aware of the issue. (Baik CEO maupun anggota dewan tidak mengetahui masalah tersebut.)
  • The new policy is neither practical nor fair for the employees. (Kebijakan baru itu tidak praktis maupun adil bagi para karyawan.)

 

4. Not Only … But Also

Tipe konjungsi ini digunakan untuk menekankan dua hal sekaligus, dengan bobot penekanan yang lebih kuat pada elemen kedua, yaitu bagian setelah “but also”.

Umumnya sering dipakai saat ingin membuat pernyataan yang lebih impresif atau persuasif, baik dalam tulisan formal maupun informal.

Contoh kalimat correlative conjunction:

  • Studying abroad not only improves your language skills but also broadens your perspective. (Belajar di luar negeri tidak hanya meningkatkan kemampuan bahasamu, tetapi juga memperluas wawasanmu.)
  • He not only passed the exam but also got the highest score in class. (Dia tidak hanya lulus ujian, tetapi juga mendapat nilai tertinggi di kelas.)

 

5. Whether … Or

Correlative conjunction ini digunakan untuk menyatakan dua kondisi atau kemungkinan yang sama-sama perlu dipertimbangkan, terlepas dari mana yang akhirnya terjadi. 

Berbeda dari “either … or” yang lebih ke arah pilihan aktif, “whether … or” lebih sering muncul dalam konteks kondisi yang tidak bisa dihindari atau situasi yang belum pasti.

Konjungsi ini juga sering digunakan dalam kalimat tidak langsung (indirect question) untuk menyampaikan keraguan atau ketidakpastian.

Contoh kalimat correlative conjunction:

  • Whether the weather is good or bad, the event will push through as planned. (Cuaca bagus atau buruk, acara tetap akan berlangsung sesuai rencana.)
  • I haven’t decided yet whether to join the science club or the debate team. (Saya belum memutuskan apakah akan bergabung dengan klub sains atau tim debat.)

 

6. As … As

Jenis kata penghubung ini digunakan untuk membandingkan dua hal yang dianggap setara atau berada di tingkatan yang sama. 

Elemen pertama “as” berfungsi sebagai pembuka perbandingan, sedangkan elemen kedua “as” mengikuti kata sifat atau kata keterangan yang digunakan.

Pada pola negatif, “as … as” berubah menjadi “not as … as” untuk menyatakan bahwa sesuatu tidak setara dengan hal lain.

Contoh kalimat correlative conjunction:

  • The second semester exam was not as difficult as I had expected. (Ujian semester kedua tidak sesulit yang saya bayangkan.)
  • She speaks English as fluently as a native speaker. (Dia berbicara bahasa Inggris sefasih penutur asli.)

Banner sparks english for kids
Ingin belajar bahasa Inggris sampai mahir dengan cepat? Gabung di Sparks English aja!

Di Sparks English, kamu nggak cuma belajar teori, tapi juga aktif speaking lewat diskusi seru, latihan real conversation, dan dapat feedback langsung dari native teacher. 

Metodenya dirancang sesuai level, jadi progres belajarmu lebih cepat dan terarah.

Coba kelas gratisnya sekarang!

 

Correlative Conjunction: Hal yang Perlu Diperhatikan

Sebelum menggunakan correlative conjunction, ada beberapa hal penting yang perlu kamu pahami dulu. 

Kesalahan di bagian ini cukup sering terjadi, bahkan di kalangan penutur yang sudah cukup mahir sekalipun.

 

1. Jangan Gunakan Koma

Banyak yang otomatis menambahkan punctuation koma sebelum konjungsi, tapi di correlative conjunction kebiasaan ini perlu dihentikan. 

Koma hanya dibutuhkan dalam satu kondisi saja, yaitu saat bagian kedua dari pasangan konjungsi membentuk independent clause, alias klausa yang punya subjek dan predikat sendiri dan bisa berdiri sebagai kalimat utuh.

Coba perhatikan dua kalimat ini:

  • She wants not only to join the science club but also to enter the debate competition. (Tidak perlu koma karena keduanya hanya frasa, bukan independent clause.)
  • She not only studies hard every night, but she also helps her friends prepare for the exam. (Koma diperlukan karena bagian setelah “but” adalah independent clause dengan subjek dan kata kerja sendiri.)

 

2. Hindari Penerapan Double Negatives

Ini adalah kesalahan yang paling sering terjadi, terutama saat menggunakan “neither … nor”. 

Karena neither dan nor sudah bersifat negatif, menambahkan kata negatif lain seperti “not” atau “never” dalam kalimat yang sama akan menciptakan double negative.

Ini justru malah mengubah makna kalimat menjadi positif.

Contoh kalimat:

Salah ❌: She neither didn’t complain nor gave up during the exam.

Benar ✅: She neither complained nor gave up during the exam.

 

3. Penerapan Logic dan Proximity Rule

Saat menggunakan correlative conjunction, ada dua pendekatan yang sering dipakai untuk menentukan bentuk kata kerja (verb), yaitu penerapan logic dan proximity rule.

Proximity rule menyatakan bahwa kata kerja mengikuti subjek yang posisinya paling dekat dengan verb. 

Jadi, bentuk verb ditentukan oleh subjek terakhir dalam kalimat.

Sebaliknya, logic rule melihat makna keseluruhan kalimat. 

Jika salah satu subjek bersifat jamak (plural), maka verb cenderung dibuat plural juga, meskipun letaknya tidak paling dekat dengan verb.

Contoh:

  • Either the teacher or the students are preparing the presentation. (Benar karena students bersifat plural dan dekat dengan verb)
  • Either the teacher or the students is preparing the presentation. (Salah karena menggunakan verb singular untuk subjek plural)

 

Jika mengikuti Logic Rule:

  • Either the students or the teacher are preparing the presentation. (Tetap benar karena ada subjek plural students, sehingga verb dibuat plural)

 

Baca Juga: Penjelasan Lengkap Coordinating Conjunction

 

Contoh Soal Correlative Conjunction

Supaya kamu semakin paham, coba kerjakan latihan soal berikut ini!

 

Soal

  1. Either the manager or the employees ___ responsible for this mistake.

a. is

b. are

c. was

d. be

 

  1. Neither the students nor the teacher ___ ready for the test.

a. are

b. were

c. is

d. be

 

  1. Both the singer and the dancers ___ performing on stage tonight.

a. is

b. was

c. are

d. be

 

  1. Not only my brother but also my parents ___ coming to the event.

a. is

b. was

c. be

d. are

 

5. The movie is as interesting as the book ___ .

a. is

b. are

c. was

d. be

 

Jawaban

  1. b. are (Subjek terdekat “employees” plural, jadi menggunakan “are”)
  2. c. is (Subjek terdekat “teacher” singular, jadi menggunakan “is”)
  3. c. are (“Both…and” menunjukkan plural, jadi menggunakan “are”)
  4. d. Are (Subjek terdekat “parents” plural, jadi menggunakan “are”)
  5. a. is (“The book” singular, jadi menggunakan “is”)

 

Baca Juga: Apa Itu Subordinating Conjunction? Ini Jenis dan Contohnya!

 

Sekarang kamu sudah paham cara menggunakan correlative conjunction dengan benar.

Kalau kamu mau benar-benar belajar bahasa Inggris yang lebih terarah tapi tetap menyenangkan, les bahasa Inggris di Sparks English jawabannya!

 

Banner sparks english for parents
Materinya fokus ke penggunaan nyata sehari-hari, jadi kamu nggak cuma paham teori, tapi juga langsung bisa pakai.

Kelasnya juga dipandu langsung oleh native teacher dan tutor berpengalaman.

Penasaran? Ayo coba free trial class sekarang karena kuotanya terbatas!

Author:

Topik:

Share article: