Pernah dengar istilah action verb tapi masih ragu sebenarnya fungsinya apa?
Banyak orang sudah sering menggunakannya tanpa sadar, tapi belum benar-benar paham apa itu action verb dan kenapa perannya penting dalam kalimat bahasa Inggris.
Secara sederhana, action verb adalah kata kerja (verb) yang menunjukkan tindakan atau aktivitas yang dilakukan oleh subjek.
Artikel ini akan membahas apa itu action verb, contoh action verb yang sering muncul dalam percakapan sehari-hari, serta cara menggunakannya dalam kalimat.
Yuk simak!
- Apa Itu Action Verb?
- Jenis-Jenis Action Verbs
- Bagaimana Cara Menggunakan Action Verb?
- Apa Perbedaan Action Verb dan Stative Verb?
- Contoh Action Verb
Apa Itu Action Verb?
Action verb adalah jenis kata kerja yang digunakan untuk menunjukkan tindakan yang dilakukan oleh subjek dalam sebuah kalimat.
Menurut Cambridge Dictionary, action verb mencakup dua kategori utama, yaitu physical action verbs dan mental action verbs.
Physical action verbs menggambarkan tindakan yang membutuhkan pergerakan tubuh dan bisa dilihat langsung, misalnya run, write, dan open.
Sementara itu, mental action verbs adalah aktivitas yang terjadi di dalam pikiran atau perasaan, misalnya think, consider, dan feel.
Keduanya sama-sama menunjukkan bahwa subjek sedang melakukan suatu aksi, baik secara terlihat maupun yang tidak.
Jenis-Jenis Action Verbs
|
Jenis |
Pengertian |
Contoh Verb |
| Activity Verb | Aksi yang bisa dilihat langsung. | Study, play, work |
| Process Verb | Menunjukkan proses atau perubahan. | Grow, develop, improve |
| Transitive Verb | Action verb yang memerlukan objek. | Open, fix, carry |
| Intransitive Verb | Action verb yang tidak memerlukan objek. | Run, sleep, arrive |
| Transitional Events Verb | Peralihan dari satu kondisi ke kondisi lain. | Begin, end, disappear |
| Momentary Verb | Aksi yang terjadi sangat singkat atau sekejap. | Hit, knock, drop |
1. Activity Verb
Activity verb sering dipakai untuk menggambarkan kegiatan yang bisa diamati secara langsung, seperti bergerak, bekerja, atau melakukan aktivitas sehari-hari.
Karena sifatnya yang dinamis, jenis kata kerja ini termasuk dynamic verb sehingga umumnya dapat digunakan dalam present continuous tense untuk menunjukkan aksi yang sedang berlangsung.
Beberapa contoh activity verb adalah run, study, write, play, dan clean.
Contoh kalimat:
- She studies English every day. (Dia belajar bahasa Inggris setiap hari.)
- They are working on their group project. (Mereka sedang mengerjakan proyek kelompok.)
2. Process Verb
Process verb adalah jenis action verb untuk menjelaskan perubahan kondisi, pertumbuhan, perkembangan, atau hasil dari suatu proses.
Jenis kata kerja ini umum digunakan dalam konteks akademik, sains, maupun aktivitas sehari-hari ketika ingin menekankan hasil yang dicapai melalui proses.
Contoh kata kerjanya adalah grow, improve, change, increase, dan decrease.
Contoh kalimat:
- Her English skills improve every month. (Kemampuan bahasa Inggrisnya meningkat setiap bulan.)
- The plant is growing faster with enough water. (Tanamannya tumbuh lebih cepat dengan air yang cukup.)
3. Transitive Verb
Transitive verb adalah kata kerja yang selalu diikuti direct object (objek langsung) yang menerima aksi dari subjek.
Contoh transitive verb yang umum digunakan adalah buy, read, make, open, watch, dan help.
Contoh kalimat:
- She reads a novel every night. (Dia membaca sebuah novel setiap malam.)
- I finished my homework early. (Aku menyelesaikan PR-ku lebih awal.)
4. Intransitive Verb
Intransitive verb adalah jenis action verb yang tidak memerlukan objek untuk melengkapi maknanya.
Artinya, tindakan yang dilakukan oleh subjek sudah terasa lengkap meskipun tidak diikuti oleh objek.
Jika setelah kata kerja terdapat kata tambahan, biasanya berupa adverb atau prepositional phrase, bukan objek.
Contoh intransitive verb yang sering digunakan adalah arrive, sleep, laugh, cry, dan go.
Contoh kalimat:
- The baby cried loudly last night. (Bayi itu menangis keras tadi malam.)
- We went home after the meeting. (Kami pulang setelah rapat.)
5. Transitional Events Verb
Transitional events verb adalah action verb yang dipakai untuk menjelaskan kejadian atau perubahan yang terjadi dengan sendirinya, bukan karena seseorang melakukan sesuatu secara langsung.
Fokusnya bukan pada siapa yang melakukan, tapi pada apa yang terjadi.
Contoh verb yang sering digunakan adalah happen, occur, begin, end, appear, disappear, dan stop.
Contoh kalimat:
- The weather changes often in this city. (Cuaca sering berubah di kota ini.)
- The movie was beginning as we found our seats. (Filmnya sedang dimulai saat kami menemukan tempat duduk.)
6. Momentary Verb
Momentary verbs menggambarkan aksi yang terjadi sangat singkat, bahkan hanya dalam satu momen.
Tindakan ini langsung selesai setelah dilakukan dan tidak berlangsung lama.
Beberapa kata kerja yang termasuk momentary verb adalah hit, kick, knock, blink, dan snap.
Contoh kalimat:
- He knocked on the door. (Dia mengetuk pintu.)
- I blinked when the light turned on. (Aku berkedip saat lampu menyala.)
Baca Juga: Causative Verb: Have, Get, Let, Make, serta Jenis & Contohnya
Bagaimana Cara Menggunakan Action Verb?
Cara menggunakan action verb bergantung pada apakah kata kerja tersebut memerlukan objek atau tidak.
Action verb dapat digunakan sebagai transitive verb maupun intransitive verb, dan perbedaan ini menentukan apakah sebuah kalimat membutuhkan direct object agar maknanya jelas.
Action verb yang bersifat transitive harus diikuti objek yang menerima tindakan dari subjek.
Contoh transitive action verb:
- She opened the window this morning. (Dia membuka jendela pagi ini.)
- I fixed my bike yesterday. (Aku memperbaiki sepedaku kemarin.)
Sebaliknya, intransitive action verb tidak membutuhkan objek karena tindakannya sudah jelas meskipun berdiri sendiri.
Kata kerja ini masih bisa diikuti keterangan tambahan seperti adverb.
Contoh intransitive action verb:
- The students laughed loudly. (Para siswa tertawa dengan keras.)
- The baby sleeps peacefully. (Bayi itu tidur dengan nyenyak.)
Beberapa action verb bersifat fleksibel dan bisa digunakan sebagai transitive maupun intransitive, tergantung apakah ada objek setelah kata kerja.
Contoh action verb yang bisa transitive dan intransitive:
- He started the meeting at nine. (Dia memulai rapat jam sembilan.)
- The meeting started late. (Rapatnya dimulai terlambat.)
Apa Perbedaan Action Verb dan Stative Verb?
Action verb digunakan untuk menunjukkan tindakan atau aktivitas yang dilakukan oleh subjek.
Sebaliknya, stative verb berfungsi untuk menggambarkan keadaan, perasaan, pikiran, atau persepsi, bukan aksi.
Perbedaan utamanya terletak pada fokus makna.
Action verb menekankan apa yang dilakukan subjek dan umumnya bisa digunakan dalam continuous tense, sedangkan stative verb memberikan informasi tentang kondisi subjek dan biasanya tidak digunakan dalam bentuk continuous.
Contohnya:
- I have a new laptop (Saya punya laptop baru) : Kata kerja “have” bersifat stative karena menyatakan kepemilikan.
- She is having lunch (Dia sedang makan siang) : Kata kerja “having” bersifat action karena menunjukkan aktivitas makan siang.
Contoh Action Verb
| Action Verb |
Arti |
| Walk | Berlari |
| Drink | Minum |
| Pack | Membungkus |
| Carry | Membawa |
| Ride | Mengendarai |
| Sing | Menyanyi |
| Brush | Menyikat |
| Jump | Melompat |
| Try | Mencoba |
| Ask | Bertanya |
| Send | Mengirim |
| Kick | Menendang |
| Stop | Berhenti |
| Hike | Mendaki |
| Swim | Berenang |
| Clap | Bertepuk tangan |
| Stand | Berdiri |
| Dive | Menyelam |
| Fall | Jatuh |
| Cook | Memasak |
| Dance | Menari |
| Wash | Mencuci |
| Organize | Mengatur |
| Sweep | Menyapu |
| Sleep | Tidur |
| Fly | Terbang |
| Grow | Tumbuh |
| Explore | Menjelajahi |
| Slam | Membanting |
| Yawn | Menguap |
Baca Juga: Linking Verb: Pengertian, Fungsi, Jenis, & Contoh Kalimat
Gimana? Gampang dipahami, kan?
Kalau kamu mau upgrade skill bahasa Inggris kamu lebih jauh, ikut kursus bahasa Inggris aja!
Di Sparks English, kamu tidak hanya belajar teori grammar, tapi juga dilatih menggunakannya secara aktif lewat diskusi, role play, dan latihan speaking bersama native teacher.
Setiap sesi dirancang agar kamu terbiasa berpikir dan berbicara dalam bahasa Inggris, bukan sekadar menghafal rumus.
Jangan khawatir soal biaya karena harganya sangat terjangkau mulai Rp70 ribuan per sesi aja!
Masih ragu? Coba free trial class dulu dan rasakan sendiri metode belajarnya.
Daftar sekarang karena kuota terbatas!



