Action Verb: 6 Jenis, Contoh Kalimat, dan 30 Kata Kerja Umum

23 January 2026
action verb

Pernah dengar istilah action verb tapi masih ragu sebenarnya fungsinya apa? 

Banyak orang sudah sering menggunakannya tanpa sadar, tapi belum benar-benar paham apa itu action verb dan kenapa perannya penting dalam kalimat bahasa Inggris. 

Secara sederhana, action verb adalah kata kerja (verb) yang menunjukkan tindakan atau aktivitas yang dilakukan oleh subjek. 

Artikel ini akan membahas apa itu action verb, contoh action verb yang sering muncul dalam percakapan sehari-hari, serta cara menggunakannya dalam kalimat.

Yuk simak!

 

Apa Itu Action Verb?

Action verb adalah jenis kata kerja yang digunakan untuk menunjukkan tindakan yang dilakukan oleh subjek dalam sebuah kalimat. 

Menurut Cambridge Dictionary, action verb mencakup dua kategori utama, yaitu physical action verbs dan mental action verbs.

Physical action verbs menggambarkan tindakan yang membutuhkan pergerakan tubuh dan bisa dilihat langsung, misalnya run, write, dan open.

Sementara itu, mental action verbs adalah aktivitas yang terjadi di dalam pikiran atau perasaan, misalnya think, consider, dan feel.

Keduanya sama-sama menunjukkan bahwa subjek sedang melakukan suatu aksi, baik secara terlihat maupun yang tidak.

 

Jenis-Jenis Action Verbs

 

Jenis

Pengertian

Contoh Verb

Activity Verb Aksi yang bisa dilihat langsung. Study, play, work
Process Verb Menunjukkan proses atau perubahan. Grow, develop, improve
Transitive Verb Action verb yang memerlukan objek. Open, fix, carry
Intransitive Verb Action verb yang tidak memerlukan objek. Run, sleep, arrive
Transitional Events Verb Peralihan dari satu kondisi ke kondisi lain. Begin, end, disappear
Momentary Verb Aksi yang terjadi sangat singkat atau sekejap. Hit, knock, drop

 

1. Activity Verb

Activity verb sering dipakai untuk menggambarkan kegiatan yang bisa diamati secara langsung, seperti bergerak, bekerja, atau melakukan aktivitas sehari-hari. 

Karena sifatnya yang dinamis, jenis kata kerja ini termasuk dynamic verb sehingga umumnya dapat digunakan dalam present continuous tense untuk menunjukkan aksi yang sedang berlangsung.

Beberapa contoh activity verb adalah run, study, write, play, dan clean.

Contoh kalimat:

  • She studies English every day. (Dia belajar bahasa Inggris setiap hari.)
  • They are working on their group project. (Mereka sedang mengerjakan proyek kelompok.)

 

2. Process Verb

Process verb adalah jenis action verb untuk menjelaskan perubahan kondisi, pertumbuhan, perkembangan, atau hasil dari suatu proses. 

Jenis kata kerja ini umum digunakan dalam konteks akademik, sains, maupun aktivitas sehari-hari ketika ingin menekankan hasil yang dicapai melalui proses.

Contoh kata kerjanya adalah grow, improve, change, increase, dan decrease.

Contoh kalimat:

  • Her English skills improve every month. (Kemampuan bahasa Inggrisnya meningkat setiap bulan.)
  • The plant is growing faster with enough water. (Tanamannya tumbuh lebih cepat dengan air yang cukup.)

 

3. Transitive Verb

Transitive verb adalah kata kerja yang selalu diikuti direct object (objek langsung) yang menerima aksi dari subjek.

Contoh transitive verb yang umum digunakan adalah buy, read, make, open, watch, dan help.

Contoh kalimat:

  • She reads a novel every night. (Dia membaca sebuah novel setiap malam.)
  • I finished my homework early. (Aku menyelesaikan PR-ku lebih awal.)

 

4. Intransitive Verb

Intransitive verb adalah jenis action verb yang tidak memerlukan objek untuk melengkapi maknanya. 

Artinya, tindakan yang dilakukan oleh subjek sudah terasa lengkap meskipun tidak diikuti oleh objek.

Jika setelah kata kerja terdapat kata tambahan, biasanya berupa adverb atau prepositional phrase, bukan objek.

Contoh intransitive verb yang sering digunakan adalah arrive, sleep, laugh, cry, dan go.

Contoh kalimat:

  • The baby cried loudly last night. (Bayi itu menangis keras tadi malam.)
  • We went home after the meeting. (Kami pulang setelah rapat.)

 

5. Transitional Events Verb

Transitional events verb adalah action verb yang dipakai untuk menjelaskan kejadian atau perubahan yang terjadi dengan sendirinya, bukan karena seseorang melakukan sesuatu secara langsung.

Fokusnya bukan pada siapa yang melakukan, tapi pada apa yang terjadi.

Contoh verb yang sering digunakan adalah happen, occur, begin, end, appear, disappear, dan stop.

Contoh kalimat:

  • The weather changes often in this city. (Cuaca sering berubah di kota ini.)
  • The movie was beginning as we found our seats. (Filmnya sedang dimulai saat kami menemukan tempat duduk.)

 

6. Momentary Verb

Momentary verbs menggambarkan aksi yang terjadi sangat singkat, bahkan hanya dalam satu momen. 

Tindakan ini langsung selesai setelah dilakukan dan tidak berlangsung lama.

Beberapa kata kerja yang termasuk momentary verb adalah hit, kick, knock, blink, dan snap.

Contoh kalimat:

  • He knocked on the door. (Dia mengetuk pintu.)
  • I blinked when the light turned on. (Aku berkedip saat lampu menyala.)

 

Baca Juga: Causative Verb: Have, Get, Let, Make, serta Jenis & Contohnya

 

Bagaimana Cara Menggunakan Action Verb?

Cara menggunakan action verb bergantung pada apakah kata kerja tersebut memerlukan objek atau tidak. 

Action verb dapat digunakan sebagai transitive verb maupun intransitive verb, dan perbedaan ini menentukan apakah sebuah kalimat membutuhkan direct object agar maknanya jelas.

Action verb yang bersifat transitive harus diikuti objek yang menerima tindakan dari subjek. 

Contoh transitive action verb: 

  • She opened the window this morning. (Dia membuka jendela pagi ini.)
  • I fixed my bike yesterday. (Aku memperbaiki sepedaku kemarin.)

 

Sebaliknya, intransitive action verb tidak membutuhkan objek karena tindakannya sudah jelas meskipun berdiri sendiri. 

Kata kerja ini masih bisa diikuti keterangan tambahan seperti adverb.

Contoh intransitive action verb:

  • The students laughed loudly. (Para siswa tertawa dengan keras.)
  • The baby sleeps peacefully. (Bayi itu tidur dengan nyenyak.)

 

Beberapa action verb bersifat fleksibel dan bisa digunakan sebagai transitive maupun intransitive, tergantung apakah ada objek setelah kata kerja.

Contoh action verb yang bisa transitive dan intransitive:

  • He started the meeting at nine. (Dia memulai rapat jam sembilan.)
  • The meeting started late. (Rapatnya dimulai terlambat.)

 

Apa Perbedaan Action Verb dan Stative Verb?

Action verb digunakan untuk menunjukkan tindakan atau aktivitas yang dilakukan oleh subjek. 

Sebaliknya, stative verb berfungsi untuk menggambarkan keadaan, perasaan, pikiran, atau persepsi, bukan aksi.

Perbedaan utamanya terletak pada fokus makna. 

Action verb menekankan apa yang dilakukan subjek dan umumnya bisa digunakan dalam continuous tense, sedangkan stative verb memberikan informasi tentang kondisi subjek dan biasanya tidak digunakan dalam bentuk continuous.

Contohnya:

  • I have a new laptop (Saya punya laptop baru) : Kata kerja “have” bersifat stative karena menyatakan kepemilikan.
  • She is having lunch (Dia sedang makan siang) : Kata kerja “having” bersifat action karena menunjukkan aktivitas makan siang.

 

Contoh Action Verb

 

Action Verb

Arti

Walk Berlari
Drink Minum
Pack Membungkus
Carry Membawa
Ride Mengendarai
Sing Menyanyi
Brush Menyikat
Jump Melompat
Try Mencoba
Ask Bertanya
Send Mengirim
Kick Menendang
Stop Berhenti
Hike Mendaki
Swim Berenang
Clap Bertepuk tangan
Stand Berdiri
Dive Menyelam
Fall Jatuh
Cook Memasak
Dance Menari
Wash Mencuci
Organize Mengatur
Sweep Menyapu
Sleep Tidur
Fly Terbang
Grow Tumbuh
Explore Menjelajahi
Slam Membanting
Yawn Menguap

 

Baca Juga: Linking Verb: Pengertian, Fungsi, Jenis, & Contoh Kalimat

 

Gimana? Gampang dipahami, kan?

Kalau kamu mau upgrade skill bahasa Inggris kamu lebih jauh, ikut kursus bahasa Inggris aja!

Di Sparks English, kamu tidak hanya belajar teori grammar, tapi juga dilatih menggunakannya secara aktif lewat diskusi, role play, dan latihan speaking bersama native teacher.

 

Banner sparks english for kids

 

Setiap sesi dirancang agar kamu terbiasa berpikir dan berbicara dalam bahasa Inggris, bukan sekadar menghafal rumus.

Jangan khawatir soal biaya karena harganya sangat terjangkau mulai Rp70 ribuan per sesi aja!

Masih ragu? Coba free trial class dulu dan rasakan sendiri metode belajarnya.

Daftar sekarang karena kuota terbatas!

Author:

Topik:

Share article: