Pernah merasa kalimat bahasa Inggris kamu terdengar terputus-putus dan kurang mengalir?
Bisa jadi kamu belum familiar dengan compound sentence.
Dalam grammar, compound sentence adalah jenis kalimat yang menggabungkan dua ide setara agar pesan tersampaikan lebih jelas dan natural.
Artikel ini akan membahas apa itu compound sentence secara sederhana, lengkap dengan penjelasan dan contoh compound sentence yang mudah dipahami dan siap langsung dipraktikkan.
Ayo simak!
Apa Itu Compound Sentence?
Compound sentence adalah jenis kalimat dalam bahasa Inggris yang menggabungkan dua atau lebih independent clause menjadi satu kalimat utuh.
Independent clause sendiri merupakan klausa yang memiliki subjek dan kata kerja, serta sudah memiliki makna lengkap sehingga bisa berdiri sendiri sebagai kalimat.
Setiap clause dalam compound sentence memiliki kedudukan yang setara dan biasanya dihubungkan dengan coordinating conjunction seperti “and”, “but”, “or”, “so”, atau dengan tanda baca seperti titik koma (;).
Tujuan penggabungan ini adalah untuk menyatukan dua ide yang saling berkaitan agar kalimat terasa lebih ringkas dan mengalir.
Conjunction dalam Compound Sentence
|
Conjunction |
Arti |
Contoh Kalimat |
| For | Karena / sebab | Maya closes the book, for the bell rings loudly. |
| And | Dan | Kevin writes the answer, and the teacher checks his work. |
| Nor | Dan tidak / maupun tidak | Lina doesn’t bring a notebook, nor does she carry a pen. |
| But | Tetapi | The class is noisy, but the lesson continues. |
| Or | Atau | You can join the club, or you can stay in the library. |
| Yet | Namun / tetapi | He feels nervous, yet he speaks confidently. |
| So | Jadi / sehingga | The exam ends early, so the students leave the room. |
1. For
Conjunction “for” dalam compound sentence memiliki fungsi mirip dengan “because” yang digunakan untuk menjelaskan alasan atau sebab dari klausa sebelumnya.
Pada struktur compound sentence, kata hubung “for” menghubungkan dua independent clause yang setara.
Klausa kedua berperan sebagai penjelas mengapa peristiwa pada klausa pertama terjadi.
Contoh kalimatnya:
- She stays at home, for she feels unwell. (Dia tetap di rumah, karena dia merasa tidak enak badan.)
- The team decided to stop the project, for the budget was no longer sufficient. (Tim memutuskan untuk menghentikan proyek tersebut, karena anggarannya sudah tidak mencukupi.)
2. And
Conjunction “and” digunakan untuk menghubungkan dua ide yang setara dan saling berkaitan.
Kedua klausa yang dihubungkan oleh “and” sama-sama merupakan independent clause sehingga masing-masing bisa berdiri sendiri sebagai kalimat lengkap.
Fungsi utamanya adalah menambahkan informasi, menunjukkan urutan kejadian, atau menggabungkan dua tindakan yang terjadi secara berurutan maupun bersamaan.
Contoh kalimatnya:
- She finished her homework, and she went to bed early. (Dia menyelesaikan PR-nya, dan dia pergi tidur lebih awal.)
- The teacher explains the lesson, and the students listen carefully. (Guru menjelaskan pelajaran, dan para siswa mendengarkan dengan saksama.)
3. Nor
“Nor” digunakan untuk menghubungkan dua pernyataan negatif.
Kata hubung “nor” biasanya muncul setelah kata neither pada klausa pertama dan berfungsi menambahkan informasi negatif yang setara pada klausa kedua.
Pada struktur compound sentence, “nor” menghubungkan dua independent clause yang memiliki makna penolakan atau ketidakadaan.
Contoh kalimatnya:
- She doesn’t like math, nor does she enjoy science. (Dia tidak menyukai matematika, dan dia juga tidak menikmati sains.)
- He has never visited Bali, nor has he traveled abroad. (Dia belum pernah mengunjungi Bali, dan dia juga belum pernah bepergian ke luar negeri.)
4. But
Conjunction “but” digunakan untuk menunjukkan pertentangan atau kontras antara dua ide yang setara.
Fungsi utama “but” adalah menegaskan bahwa klausa kedua berlawanan sehingga sering digunakan dalam percakapan maupun tulisan untuk membandingkan dua kondisi yang berbeda.
Contoh kalimatnya:
- She wants to join the competition, but she feels nervous. (Dia ingin mengikuti lomba tersebut, tetapi dia merasa gugup.)
- The movie is interesting, but the ending feels disappointing. (Film itu menarik, tetapi akhir ceritanya terasa mengecewakan.)
5. Or
Kata hubung “or” digunakan untuk menyatakan pilihan atau alternatif antara dua ide yang sama-sama penting.
Kata ini biasanya dipakai saat pembicara ingin memberikan opsi, kemungkinan, atau konsekuensi pilihan.
Contoh kalimatnya:
- You can study at home, or you can join the group discussion. (Kamu bisa belajar di rumah, atau kamu bisa ikut diskusi kelompok.)
- We should leave now, or we will be late for class. (Kita harus berangkat sekarang, atau kita akan terlambat masuk kelas.)
6. Yet
“Yet” digunakan untuk menunjukkan pertentangan atau kontras yang mengejutkan antara dua ide.
Secara fungsi, “yet” mirip dengan “but”, tapi “yet” memberi penekanan bahwa hasil pada klausa kedua tidak sesuai dengan yang diharapkan dari klausa pertama.
Contoh kalimatnya:
- The weather is cold, yet the students continue playing outside. (Cuacanya dingin, tetapi para siswa tetap bermain di luar.)
- The teacher explained the topic clearly, yet some students didn’t understand it. (Guru menjelaskan topik dengan jelas, tetapi beberapa siswa tetap tidak memahaminya.)
7. So
Kata hubung “so” digunakan untuk menunjukkan hubungan sebab–akibat (cause and effect) antara dua ide.
Klausa pertama berisi penyebab, sedangkan klausa kedua menjelaskan hasil atau konsekuensinya.
- The bell rings, so the students go back to their classroom. (Bel sekolah berbunyi, jadi para siswa kembali ke kelas.)
- She has a test tomorrow, so she studies at home tonight. (Dia punya ujian besok, jadi dia belajar di rumah malam ini.)
Baca Juga: Apa Itu Simple Sentence? Pengertian, Ciri-Ciri dan Contohnya
Aturan Menggunakan Compound Sentence
1. Compound Sentence Terdiri Lebih dari Satu Klausa Utama
Dalam compound sentence, satu kalimat dibangun dari dua atau lebih klausa utama (independent clause).
Setiap independent clause harus tetap lengkap secara struktur dan makna.
Itulah sebabnya, meskipun kedua klausa memakai subjek yang sama, subjek tersebut tetap perlu dituliskan kembali di masing-masing klausa.
Contoh kalimatnya:
- The students understand the lesson, but they still ask questions. (Para siswa memahami pelajarannya, tetapi mereka tetap bertanya.)
2. Aturan dalam Imperative Sentence
Salah satu klausa dalam compound sentence bisa berbentuk imperative sentence (kalimat perintah).
Pada jenis kalimat ini, subjek sering kali tidak dituliskan secara eksplisit karena sudah tersirat, yaitu “you”.
Meskipun subjeknya tidak terlihat, klausa imperative tetap dianggap sebagai independent clause karena memiliki makna lengkap.
Contoh kalimatnya:
- Turn off the lights, or the electricity bill will increase. (Matikan lampu, atau tagihan listrik akan meningkat.)
3. Penggunaan Tanda Koma sebelum Coordinating Conjunction
Tanda koma wajib digunakan di compound sentence sebelum coordinating conjunction yang menghubungkan dua independent clause.
Aturan ini penting karena membantu pembaca membedakan dua klausa utama agar kalimat tidak terasa rancu atau menyatu secara tidak jelas.
Contoh kalimatnya:
- The class was very quiet, so the teacher could explain the lesson clearly. (Kelas sangat tenang, jadi guru bisa menjelaskan pelajaran dengan jelas.)
4. Penggunaan Titik Koma (Semicolon)
Selain memakai coordinating conjunction, compound sentence juga bisa dibentuk tanpa kata penghubung.
Dalam kondisi ini, dua independent clause digabungkan menggunakan titik koma (;).
Titik koma berfungsi sebagai penghubung yang menunjukkan bahwa kedua klausa saling berkaitan erat secara makna, tapi masing-masing tetap bisa berdiri sebagai kalimat utuh.
Contoh kalimatnya:
- He loves reading English books; his vocabulary improves quickly. (Dia suka membaca buku berbahasa Inggris; kosakatanya meningkat dengan cepat.)
5. Dapat Menggunakan Conjunctive Adverb
Compound sentence juga bisa dibentuk menggunakan conjunctive adverb seperti “however”, “therefore”, “meanwhile”, “moreover”, “otherwise”, “likewise”, dan sejenisnya.
Conjunctive adverb berfungsi untuk menghubungkan dua independent clause sekaligus menunjukkan hubungan makna yang lebih spesifik, misalnya kontras, sebab-akibat, atau penambahan informasi.
Karena kedua klausa tetap berdiri sendiri, aturan tanda bacanya wajib diperhatikan.
Gunakan semicolon (;) sebelum conjunctive adverb, lalu gunakan tanda koma (,) setelah conjunctive adverb.
Contoh kalimatnya:
- She wanted to join the competition; however, she didn’t feel ready yet. (Dia ingin mengikuti kompetisi tersebut; namun, dia belum merasa siap.)
Baca Juga: Apa Itu Complex Sentence? 4 Fungsi dan Contoh Terlengkap
Gimana? Sudah paham kan sekarang?
Memahami materi bahasa Inggris bukan cuma soal tahu rumusnya, tapi soal mampu memakainya secara alami saat berbicara dan menulis.
Di les bahasa Inggris Sparks English, kamu nggak cuma belajar teori, tapi kamu langsung mempraktikkannya lewat diskusi aktif, role play, dan latihan speaking bersama native speaker.
Dengan metode belajar yang dirancang khusus mengikuti perkembangan usia, kemampuan bahasa inggrismu akan meningkat secara cepat dan lebih percaya diri.
Mulai dari Rp70 ribu per sesi, kamu bisa upgrade grammar tanpa terasa berat dan tanpa hafalan membosankan.
Bisa coba free trial class dulu loh!
Kuota terbatas, jadi buruan booking sekarang!



